Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 24 - SIAPA DIA?


__ADS_3

Jam dinding menunjukan pukul 07.15, pagi itu terasa dingin karena hujan mengguyur bumi sejak matahari baru saja ingin keluar dari persembunyianya.


Aira terbangun dan menguap sambil meregangkan otot otot pundaknya yang merasa tegang. dia beranjak dari tempat tidur dan menyelimuti Aris yang sepertinya sedang kedinginan. Aira berjalan menuju balkon mengibaskan gorden agar cahaya dapat masuk dan membuka pintunya.


Angin sejuk berhembus, Aira memandang sekitar, pepohonan basah kuyup karena hujan belum berhenti mengguyur bumi kala itu. Aira menutup kembali pintu balkon dan segera masuk ke kamar mandi dan menyalakan keran untuk mengisi bathub.


Sambil menunggu air memenuhu bak mandi, Aira kembali ke tempat tidur dan hendak berbaring kembali, namun terdengar suara dering ponsel Aris.


"Mas, ponsel mah berbunyi," Ucap Aira sambil mengguncangkan tubuh Aris agar segera terbangun, namun Aris bergeming. dia menolak bangun justru menutupi wajahnya dengan selimut.


Aira beranjak dan belrjalan menuju meja dimana ponsel itu disimpan. tertera sebuah nama dilayar ponsel itu, Ressa. saat Aira hendak mengangkatnya, telepon itu berhenti.


"Siapa Ressa?" gumam Aira sambil mengambil ponsel milik Aris.


"Mas Aris marah gak ya kalau ku buka ponselnya? tapi aku penasaran," Ucap Aira sambil berusaha membuka ponsel Aris yang ternyata terkunci. Aira memghela nafas karena tak dapat membukanya.


Aira menaruh kembali ponsel Aris dan segera menuju ke kamar mandi. Aira masuk kedalam bak mandi yang sudah dipenuhi oleh air hangat dan busa, terasa sangat nyaman dan rileks. Aira berharap dengan berendam bisa meredakan pegal yang disebabkan persatuannya dengan Aris semalam.


Saat sedang asik berendam, terdengar kembali suara ponsel Aris berbunyi, namun Aira mengabaikannya. Dia hanya ingin fokus pada kenyamanan dirinya sendiri. Namun ponsel itu berdering berulang kali. Aira mulai merasa risih dan akhirnya gagal menikmati berendam air hangat karena telepon masuk di ponsel Aris itu.


"Siapa sih berisik sekali," Gumam Aira sambil memakai handuk dan bergegas keluar dari kamar mandi.


Sementara itu Aris masih terlelap tidur, Aira segera mengambil ponsel Aris dan ternyata sudah ada 8 panggilan tak terjawab dari Ressa. Siapa sebenarnya Ressa? pikir Aira dalam hatinya.


Dia segera membangunkan Aris karena merasa ada yang janggal,


"Mas bangun, Ressa telepon," Ucap Aira dingin, dia ingin melihat bagaimana reaksi Aris setelah mendengan ucapannya. Aris membuka matanya dan justru malah memeluk kembali tubuh Aira yang masih agak basah.


"Ih Mas bangun, Itu Ressa telepon sampe 8 kali." Ucap Aira melepaskan pelukan Aris.


Aris melihat Aira yang berekspresi kesal dan cemburu, segera berfikir cepat. Dia bangun dan mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa Adikku menelpon pagi pagi seperti ini," Gumam Aris sambil menelpon balik Ressa, panggilan itu pun tersambung dengan Ressa.


"Halo, ada apa telepon pagi pagi buta begini? Ucap Aris dengan suara serak menahan kantuknya.


"Mas, bisa transfer uang? Pabrikku mesinnya rusak dan butub segera diganti karena deadline udah tinggal beberapa hari." Jawab Ressa meminta suaminya itu untuk mengirimkannya uang.


"Ini kan bisnis kamu kenapa jadi Mas yang repot?" Ucap Aris kesal.


"Maaf mas, nanti aku ganti ya, sekarang aku minta tolong," mohon Ressa yang sangat terdesak.


"Ya sudah berapa?" Jawab Aris singkat.


"20 juta Mas," Ucap Ressa pelan.


"Apa?? sebanyak itu?" Geram Aris. Aira mengelus punggungnya agar Aris merasa sedikit tenang, Aira kemudian menggenggam tangan Aris.


"Iya mas, bisa kan?" Paksa Ressa.


"Yasudah," Tutup Aris. dia segera membuka m-bankingnya dan mentransfer uang ke rekening Ressa sesuai dengan permintaam Ressa. Setelah itu dengan rasa kesal dia kembali merebahkan diri dan membenamkan wajahnya ke bantal.


"Adikku, dia minta aku kirim uang 20 juta." Ucap Aris lemas.


"U-untuk apa uang sebanyak itu?" Ucap Aira terkejut.


"Sudahlah jangan dibahas," Ucap Aris singkat. tak beberapa lama dia beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


"Tring" Suara pesan singkat yang masuk ke ponsel Aris, Aira yang masih penasaran segera melihat pesan itu, namun yang tampil hanya nama pengirimnya. Pesan itu masih dari Ressa.


"Apa benar Ressa itu adiknya? Tapi kalau orang lain mana mungkin berani minta uang sebesar itu." Gumam Aira dalam hatinya. Aira masih curiga namun dia berusaha mempercayai Aris.


Aira bersiap memakai kembali pakaiannya dan menunggu Aris keluar dari kamar mandi. tak lama Aris yang sudah selesai mandi keluar hanya dengan menggunakan handuk. rambutnya basah dan air masih menetes mengalir ke perutnya yang sixpack. Aira menelan ludah dan segera berbalik menuju balkon. pipinya terasa panas dan dia menepuk nepuknya.

__ADS_1


"Sadar Aira Sadar." Ucapnya pada diri sendiri.


Setelah selesai memakai bajunya, Aris mengajak Aira untuk check out dan mencari sarapan bersama. mereka berkeliling menggunakan mobil dan akhirnya sepakat untuk sarapan nasi kuning.


Aris meminta Aira menunggunya didalam mobil sementara Aris membelikan nasi kuning. padahal Aira ingin sekali makan lesehan dipinggir jalan seperti orang lain.


"Mas kenapa kita tak makan disana," Tanya Aira kepada Aris yang telah membeli nasi kuning.


"Kita makan sambil jalan, nanti kamu tolong suapin Mas ya," Jawab Aris sambil tersenyum dan mengusap kepala Aira. Aira membalas senyuman itu dan kemudian membuka bungkus nasi kuning. mereka makan didalam mobil sambil bersenandung dan Aira menyuapi Aris yang menyetir.


Sesampainya didepan kosan Aira, Aris memeluk Aira erat. Aira membalas pelukan itu seolah tak ingin berpisah.


"Mas, yang tadi itu adik mas?" Tanya Aira sekali lagi


"Kamu gak percaya? Mau kamu tanyakan sendiri?" Ucap Aris melepaskan pelukan Aira dan menyerahkan ponselnya.


"Ah B-Bukan begitu Mas, maaf kalau mas tersinggung," tutur Aira merajuk, dia merasa berlebihan karena bertanya berang kali seolah mencurigai Aris.


"Tak apa, itu tandanya kamu cemburu kan?" Goda Aris sambil mencubit pipi Aira.


"Ih siapa yang cemburu?" Elak Aira, dia tak mau terlihat sangat menyukai Aris.


"Oh ya, nanti mas ganti uang yang kamu pakai untuk bayar hotel, nanti kirimkan nomer rekening kamu ya." Ucap Aris.


"Tidak usah Mas, lagian kita pakai berdua" Jawab Aira menolak permintaan Aris. Mereka berciuman sekali lagi dan akhirnya Aira keluar dari mobil. Aris segera berangkat dan Aira melambaikan tangan kepada Aris.


Setelah itu, Aira berjalan masuk ke kosan.


------


Tanpa Aira sadari seseorang mengawasinya, dia melihat dengan jelas Aira dan Aris berciuman didalam mobil. Bahkan sempat memotret. Orang itu pergi ke arah yang sama dengan Aris.

__ADS_1


-------


Aris memacu mobilnya menuju hotel, dia segera menuju ruangannya untuk mengadakam meeting bersama beberapa klien.


__ADS_2