Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 38 - Antara Suami dan Istri


__ADS_3

Malam itu Aris dan Ressa makan malam romantis berdua, mereka mematikan hampir seluruh lampu dan hanya menyalakan beberapa lilin elektrik diruang makan dan kamar tidur.


Suasana temaram membuat mereka berdua dimabuk asmara. Meski sebelumnya suasana hati Aris sedang buruk, namun melihat Ressa yang sudah berusaha berdandan dan membuat makan malam romantis hingga minum jamu untuk memperbaiki hubungannya dengan Aris, Dia bersyukur.


Mereka menyantap makanan yang Ressa pesan, Ressa tidak ingin menyajikan masakannya sendiri yanh dia tidak yakin akan Aris sukai, Dia tidak mau menghancurkan suasana.


"Mas, Aku sangat mencintaimu." Ucap Ressa menuangkan wine ke gelas Aris. Dengan senang hati Aris meminumnya dan tersenyum menggenggam tangan Ressa.


"Aku juga mencintaimu, sangat," Jawab Aris menuangkan wine ke gelas Ressa. Mereka berbincang ringan mengingat masa lalu saat masih berada dibangku kuliah. Hingga tak terasa mereka mabuk menghabiskan 2 botol wine.


Malam itu menjadi malam yang menggairahkan penuh cinta. Hingga mereka tidak sadar berapa kali dan berapa lama mereka bercinta.


Saat terbangun Aris terkejut melihat jam di dinding menunjukan pukul 10.30, Dia segera duduk dan melihat sekeliling, pakaiannya dan pakaian Ressa berhamburan dilantai. Bahkan Ressa yang masih telanjang tertidur disampingnya.


Aris mengusap kepala Ressa membuatnya terbangun.


"Mas? Sudah bangun?" Tanya Ressa dengan suara serak.


Aris kembali merebahkan dirinya dan memeluk Ressa erat. Dia menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut. Aris hendak melanjutkan tidurnya namun dia teringat janjinya untuk mengambil mobil yanh sudah dibeli Aira.


"Mas pergi ke kantor dulu ya," Aris mencium kening Ressa.


"Bukannya sekarang hari minggu? Memang Mas kerja?" Tanya Ressa enggan melepaskan pelukannya. Aris mengambil ponselnya dan mulai menyalakannya.


"Libur kok, Mas cuma ada urusan aja. Mas diminta Bos Besar untuk belikan mobil buat anaknya, dan Mas harus ambil mobil itu sekarang." Jelas Aris tidak ingin Ressa curiga.


"tring tring tring,"


Beberapa pesan masuk ke ponsel Aris. Dia segera mengeceknya sementara Ressa tetap memeluknya.


"Mas, Apa Mas marah padaku?"


"Hari ini jam berapa ke dealer?"


"Helloooooo,"

__ADS_1


"Mas kenapa tidak aktif?"


"Pihak dealer sudah menghubungiku. Aku pergi sendiri saja."


"Tidak usah khawatir, aku sudah ambil mobilnya."


Beberapa pesan singkat dari Aira itu tidak dibalas Aris. Dia merasa beruntung karena bisa kembali bermesraan dengan Ressa. Dia kembali mendekap Ressa an memejamkan matanya.


"Loh bukannya Mas mau ke kantor?" Tanya Ressa heran, suaminya justru memejamkan mata lagi.


"Gak jadi, Nih Mas matiin lagi ponselnya biar bisa fokus sama kamu," Ucap Aris mematikan ponselnya dan kembali memeluk Ressa.


Hari itu mereka habiskan dengan berduaan, bermesraan. Bahkan makan pun mereka lakukan diatas tempat tidur. Ressa sudah bulak balik ke kamar mandi 7x sejak malam, Ressa memang tau betul suami hyperseks, namun Ressa tidak sanggup memenuhi kebutuhan suaminya itu setiap hari. Ressa lebih memilih menyibukan dirinya dengan bisnis seolah tidak punya waktu untuk Aris.


Namun dengan sikap Aris tempo hari, Ressa merasa jadi istri yang gagal, tidak bisa mememnuhi kebutuhan suaminya. Aris memang tidak pernah memaksa, dia hanya pernah mengatakan bahwa dia harus berhubungan intim setidaknya sekali dalam 2 atau 3 hari.


Namun hari ini, Ressa benar benar tidak menyangka dengan kekuatan Aris. Dia tidak terlihat lelah meski sudah beberapa kali berhubungan. Sedangkan dirinya sudah sangat lemas.


"Mas, kita jalan jalan yuk," Ucap Ressa berusaha mengalihkan pikiran Aris agar tidak lagi ingin berhubungan intim.


"Kenapa? Kamu bosan? Mas hanya ingin berduaan disini saja." Ucap Aris merebahkan tubuhnya lagi diatas tempat tidur.


"Hahaha iya baiklah, Mas mandi dulu," Kata Aris menyerah dengan manjanya Ressa.


Mereka bersiap dan pergi ke sebuah mall yang berada cukup jauh dari perumahan mereka. Sepanjang perjalanan Aris dan Ressa berpegangan tangan, Mereka menyanyi bersama seolah menjadi pengantin baru.


Aris benar benar puas hari ini. Dia senang akhirnya bisa melepaskan birahinya yang selama beberapa hari ini tidak tersalurkan. Namun Ressa cukup kewalahan meski sebenarnya dia juga bahagia bisa kembali mesra dengan Aris.


Setelah 1 jam perjalanan mereka turun dari mobil dan menuju supermarket yanh berada dalam mall itu, Aris tidak melepaskan genggaman tangannya bersama Ressa.


Dalam hatinya Ressa bersyukur, Aris sepertinya sangat mencintainya.


Ressa mengambil sebuah troli dan mendorongnya, Dia memasukkan beberapa mebutuhan rumah tangga dan bahan makanan. Mereka seperti pengantin baru yang sangat mesra, bahkan tertawa bersama dan becanda sambil belanja.


Sikap Aris yang sangat romantis dan Ressa yang manja membuat beberapa ibu ibu lain yang berbelanja merasa iri.

__ADS_1


"Wah enaknya pengantin baru, lagi mesra mesranya." Ucap Seorang wanita paruh baya yang menyapa mereka.


"Tidak kok bu, kamu sudah beberapa tahun menikah," Jawab Ressa tersenyum.


"Loh kalau gitu anaknya tidak diajak ya" Tambah wanita itu, membuat senyuman Ressa menghilang. Dia seketika terdiam dan melangkah pergi.


"Ah maaf ya bu, saya permisi dulu," Pamit Aris mengejar Ressa yang mulai berlinang air mata.


"Sayang hey tenanglah," Peluk Aris, Ressa menangis pelan dipelukan Aris. Dia menepuk punggung Ressa perlahan berusaha menenangkannya.


"Tidak apa apa, jangan hiraukan perkataan wanita tadi. Kan kita juga dari tadi malam sudah berusaha hehe," Kata Aris menggoda Ressa, Diapun tersenyum malu mencubit suaminya itu.


"Mas apa sih, Aku jadi malu," Ressa menghapus air matanya. Aris tertawa dan memeluknya.


"Kalau perlu nanti pulang dari sini kita berusaha lagi," Biisk Aris kembali menggoda Ressa.


"Mass ihh" Ressa mencubit Aris agak keras membuat Aris merengek kesakitan.


Mereka melanjutkan berbelanja dan mampir ke sebuah toko pakaian dalam.


"Kenapa Mas ajak kesini? Memang Mas tidak malu masuk ke toko pakaian dalam wanita?" Tanya Ressa heran. Aris hanya tersenyum dan menunjuk beberapa pakaian dalam yang bagus menurutnya.


"Kamu suka yang mana?" Tanya Aris menunjuk dua model pakaian dalam.


"Aku ikut Mas saja," Jawab Ressa pasrah dan kesal, diperhatikan beberapa pramuniaga wanita yang terpesona dengan ketampanan Aris.


"Yaudah bungkus aja keduanya." Ucap Aris pada pramuniaga sambil menyerahkan pakaian dalam pilihannya.


"Keduanya?" Tanya Ressa heran. Dia masih memiliki banyak pakaian dalam yang masih baru.


"Mas tapi pakaian dalamku masih ada yang belum dipakai," Bisik Ressa pada Aris.


"Tidak apa apa, Mas suka yang ini karena kelihatannya akan cocok saat kamu pakai." Jawab Aris dengan lantang membuat Ressa malu ditertawakan oleh beberapa pramuniaga yang mendengarnya.


Setelah berbelanja pakaian dalam, Mereka berkeliling lagi dan menuju tempat makan. Ressa mengira Aris ingin makan disana namun ternyata Aris meminta makanan itu dibungkus untuk dimakan dirumah.

__ADS_1


Saat telah puas berbelanja, mereka segera kembali pulang.


"Hari ini Mas sangat berterima kasih," Ucap Aris mengecup kening Ressa malam itu, setelah mereka kembali bercinta. Ressa yanh sudah kelelahan segera tertidur. begitupun dengan Aris. Bagi mereka berdua hari itu adalah hari yang sangat melelahkan namun mereka bahagia.


__ADS_2