Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 67


__ADS_3

Ergy menoleh ke arah Aira dan segera berdiri. Dia menatao Aira beberapa saat. Aira menepuk pipi Ergy dna mencubitnya.


"Kamu stress ya? Kenapq nunggu disini bukannya dikamar Meylani?" Tanya Aira heran.


Ergy tidak menjawab dan justru memeluk Aira. Detak jantung Ergy terasa berdebar kencang sampai Aira juga mendengar gemuruhnya. Aira tak menghindar, dia membiarkan Ergy memeluknya beberapa saat.


"Ini anak galau apa ya?" Batin Aira sambil mengusap usap punggung Ergy pelan.


"Syukurlah kamh baik baik saja, Aku pulang dulu," Ucap Ergy dingin. Dia segera pergi tanpa berkata kata lagi. Tentu saja Aira merasa terheran heran dengan sikap Ergy yang aneh.


"Tunggu Gy. Sebenarnya ada apa?" Aira mencegah Ergy pergi. Ergy terdiam membelakangi Aira. Dia diam tak menjawab apa apa. Kemudian dia berbalik dan tersenyum.


"Gak apa apa kok Ra, sana masuk. Nanti kamu masuk angin." Ucap Ergy datar.


"Baiklah. Kamu hati hati dijalan ya," Ucap Aira tersenyum lebar.


Ergy pulang meninggalkan Aira yang masih menatap punggungnya yang menuruni tangga kemudian keluar dari kosan. Aira tidak ingin ambil pusing. Dia segera masuk dan beristirahat.


Sementara itu Ergy pulang dengan berjalan kaki, Dia berjalan dengan tatapan kosong. Saat tiba tiba hujan turun cukup deras, Ergy membiarkan tubuhnya diguyur hujan tanpa perlawanan. Ergy ambruk dan berlutut dijalanan.


"Apa benar apa yang Meylani katakan? Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin?" Ergy bergumam ditengah derasnya hujan. Ergy berusaha mencerna apa yang ada dalam pikirannya, tapi dia masih belum bisa menerima.


Sebelumnya, Sore hari sebelum Aira pulang, Ergy datang ke kosan dan menuju kamar Meylani terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Mey, kamu ada didalam?" Tanya Ergy dari luar kamar.


"Ya aku didalam, sebentar ya," Teriak Meylani dari dalam kamar. Tidak lama kemudian terdengar suara kunci yang terbuka, Meylani membuka pintu kamarnya dan tersenyum riang.

__ADS_1


"Wah tumben kamu datang tanpa pemberitahuan, ada apa?" Tanya Meylani dengan tatapan senang melihat orang yang dicintainya datang tiba tiba.


"Aku ingin membawakan makanan untuk Aira, kamu bisa antar aku ke kamarnya?" Tanya Ergy meminta Meylani untuk menemaninya menemui Aira. Setelah mendengar perkataan Ergy, raut wajah Meylani seketika berubah.


"Kenapa tidak kamu sendiri saja yang kesana?" Ucap Meylani ketus.


"Aku tidak mau hanya berduaan dengannya didalam kamar Mey." Ucap Ergy malu malu.


"Kenapa? Bukankah menyenangkan?" Tanya Meylani sewot.


"Ya nanti kalau ada setan lewat bagaimana?" Ucap Ergy terkekeh tertawa kecil.


"Ini kamu bersamaku dikamar berdua, gak takut setan lewat?" Tanya Meylani menggoda Ergy.


" Ya kalau sama kamu kan sahabatan," Ucap Ergy merangkul pundak Meylani dengan akrab.


"Maksud kamu gimana? Ya emang aku bilang kamu laki laki?" Tanya Ergy sambil tertawa.


"Aira itu udah punya pacar, dan lagi dia sedang hamil!" Ucap Meylani dengan kesal. Namun dia seketika menyesali omongannya dengan menutup mulutnya dan memukul mukul mulutnya pelan.


"Duh Mey, kenapa bilangin ini ke Ergy, Aira aja belum tau kalau dia hamil, Haduh kacau nih," Batin Meylani sambil membelakangi Ergy yang terlihat shock mendengar apa yang Meylani ucapkan.


"Apa maksudnya kamu bicara begitu tentang Aira Mey, kamu gak boleh fitnah, Kamu tau kan fitnah itu dosa banget loh, haha kamu ini," Ucap Ergy tertawa, dia menganggap Meylani hanya bercanda dan memencet hidung Meylani.


Respon Ergy diluar dugaan Meylani, dia pikir Ergy akan terkejut dan seketika marah, Namun Ergy justru menertawakannya dan menganggap dirinya pembohong.


"Ka-kamu gak percaya?" Tanya Meylani terbata.


"Ya nggak lah, Masa Aira seperti itu, Aira itu wanita yang baik, bahkan dikampus juga dia gak banyak dekat dekat sama mahasiswa lain selain kita. Mana mungkin dia melakukan hal seperti itu, hahaha kamu ini suka ngawur deh Mey," Ucap Ergy tertawa cekikikan.

__ADS_1


Meylani kesal dengan ucapan Ergy yang menyebutnya ngawur, dan lagi, Ergy juga menganggap Aira superior, Dimata Meylani, saat ini Ergy sedang mengagung agungkan Aira dan merendahkan dirinya.


"Jika apa yang aku ucapkan benar bagaimana?" Ucap Meylani kesal dan sedikit berteriak, Ergy yang tengah tertawa seketika berubah raut wajahnya menjadi serius dan menatap Meylani tajam hingga membuat Meylani gementar.


"Kamu punya bukti atas apa yang kamu bicarakan? kamu bisa dipenjara atas pencemaran nama baik kalau kamu cuma mengada ngada." Tegas Ergy dengan kedua tangannya memegang kedua pundak Meylani. Meylani menatap mata Ergy dengan ketakutan.


"A-ku punya bukti kok," Ucap Meylani bersikukuh.


"Sudahlah Mey, aku pikir kamu teman baiknya Aira, Tidak aku sangka kamu menjelekkannya dibelakang seperti ini." Ucap Ergy dengan nada kecewa. Dia hendak pergi saat Meylani menahannya.


"Lihat ini, Hasilnya positif kan?" Meylani menunjukkan alat test kehamilan milik Aira yang pernah dia test sebelumnya.


"Bukannya ini milikmu? Jika milik Aira, kenapa ada padamu?" Tanya Ergy menyelidik. Meylani meminta Ergy duduk kembali dan menceritakan kejadian waktu itu. Mulai dari Aira yang menangis histeris hinggal pagi harinya dia muntah muntah. Ergy mendengarkannya dengan seksama. Dia memperhatikan segala ucapan Meylani tanpa sedikitpun memalingkan pandangannya.


"Aku mengatakan ini karena aku suka sama kamu Gy, sudah sejak lama. Dan aku cemburu kamu terus memperhatikan Aira meskipun Aira sudah memiliki kekasih." Batin Meylani setelah menceritakan semuanya pada Ergy.


Ergy terpukul mendengar cerita itu. Dia termenung beberapa saat. Wajahnya bermuram durja, Tangannya mengepal dan nafasnya memburu. Jelas sekali bahwa saat ini Ergy sedang marah besar.


"Aku sangat menyayangi Aira Mey, bagiku dia berlian yang memang gak mungkin untuk bisa aku miliki," Ucap Ergy pelan. Mendengar ucapan Ergy hati Meylani terasa sakit sekali. Dia terdiam hanya mendengarkan.


"Bagiku Aira memang selalu bersinar, dia terlihat luar biasa setiap kali aku melihatnya, Dia sangat istimewa bagiku. Tapi rasanya, tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu." Mata Ergy berkaca kaca. Dia segera beranjak dan berjalan keluar.


"Kamu mau kemana?!" Tanya Meylani.


"Memikirkan apa yang kamu ucapkan," Ucap Ergy singkat dan segera pergi dari kamar Meylani. Lutut Meylani lemas dan dia terduduk dilantai saat Ergy keluar dari kamarnya. Meylani menyesali ucapannya.


"Harusnya aku tidak bicarakan ini jika saja aku tahu respon Ergy akan seperti ini. Dia malah seperti tidak mempercayaiku. Dan malah lebih mempercayai Aira." Batin Meylani.


Sementara itu Ergy naik ke kamar Aira dan hendak mengetuk pintu kamarnya, Namun dia ragu ragu dan justru menyandarkan dirinya didinding samping pintu kamar Aira. Dia merosot dan akhirnya duduk disana dengan memeluk lututnya hingga Aira datang.

__ADS_1


__ADS_2