Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
SEASON 2 - EPS 13


__ADS_3

Ergy menatap Aira, Aira menunduk melihat jemarinya untuk menyembunyikan rasa canggung. Dimata Ergy, Aira masih Aira yang dulu. Dia sangat cantik meskipun baru habis mandi dan tidak memakai makeup.


"Ra, kamu bahagia sekarang?" Tanya Ergy singkat


"Tentu saja, makasih ya kamu juga udah selalu support aku via email," Jawab Aira mengingat Ergy rajin sekali mengirim email pada Aira saat Aira di Newyork. Kadang membaca email dari Ergy bisa membuat Aira bersemangat.


"Aku dengar dari Om Adjie, Pria itu menggangu kamu lagi?" Tanya Ergy khawatir


"Iya, beberapa hari lalu dia datang ke kantor. Tapi gak apa apa kok. Ajudan ku bisa diandalkan." Senyum Aira optimis, Ergy hapal betul bagaimana Aira mencintai Aris hingga menolak perasaannya.


Mereka berbincang bincang ringan hingga malam mulai larut dan Ergy pun akhirnya pamit untuk pulang.



Tok tok tok



Seseorang mengetuk pintu kontrakan Ressa, Ressa yang masih berada dikamar mandi mendengar ketukan pintu itu.



"Ya sebentar," Teriak Ressa



Brugh brugh brugh



Ketukan pintu itu semakin keras, Ressa hanya memakai handuk, berniat membuka pintu sedikit saja dulu dan meminta tamu itu untuj menunggu sebentar.



"Duh siapa sih pagi pagi bikin rusuh," Gerutu Ressa



Brugh brugh brugh



Kleck



Ressa membuka pintunya sedikit, dia menengok keluar,



"Sebentar ya sa...ya..Mas?? kamu??" Ucapan Ressa belum selesai, Aris membuka paksa pintu itu dan langsung masuk ke dalam kontrakan Ressa.

__ADS_1



"Jadi ini tempat tinggal baru kamu?" Ucap Aris sambil matanya menjelajahi ruangan itu.



" Apasih Mas, kok kamu tau aku disini?" Tanya Ressa heran



"Nyari kamu itu gampang," Bisik Aris memeluk Ressa dan menciumi lehernya yang masih wangi sabun mandi.



"Lepas Mas, jangan begini," Ressa berusaha menghentikan tangan Aris yang mulai menjelajahi tubuhnya.



"Kenapa? aku kan suami kamu, hmmm" Ucap Aris membuka handuk yang Ressa gunakan.



"Gak Mas, kita udah pisah lama," Ressa berusaha melepaskan diri dari Aris, Namun pelukan Aris sangat erat dan tubuh atasnya terbuka lebar. Aris mencumbuinya tanpa basa basi.



Beberapa saat Ressa menikmatinya, tapi dia sadar ini tidak mungkin dilanjutkan. Ressa ingin berpisah dengan Aris.




Aris tidak tinggal diam, dia segera memeluk Ressa dari belakang da menyudutkannya ke dinding. Ressa berusaha melawan dengan tangannya yang mungil. Namun Aris menangkap kedua tangannya dan menariknya ke atas sehingga Ressa tidak bisa lagi berkutik.



Aris benar benar memaksanya melakukan itu, Cengkraman tangan Aris tidak bisa Ressa lepaskan, Ressa hanya bisa pasrah saat tangan Aris yang satunya menjelajahi tubuhnya dan menyentuh area sensitifnya.



Ressa menggigit bibirnya agar tidak menyebabkan keributan, sementara itu Aris terus saja melancarkan aksinya. Air mata Ressa mengalir, dia sangat merasa terhina dengan apa yang Aris lakukan. Hingga saat Aris membalikkan tubuhnya menghadap Aris, Ressa sudah tidak melawan lagi.



Dia membiarkan Aris melakukannya, Ressa hanya menutup matanya dan menangis dalam diam.



Setelah hajatnya terpenuhi, Aris kembali memakai pakaiannya. Dia keluar dari kontrakan Ressa, meninggalkan Ressa yang lemas tanpa busana. Tubuh Ressa basah oleh keringat Aris. Dia menangis tersedu.


__ADS_1


Ressa merasa sangat hina, menjadi wanita pemuas \*\*\*\*\* Aris. Ressa kembali ke kamar mandi dan mandi sambil menangis meraung raung.



Aris kembali ke kantor Satrio, Dia mengendarai mobil Satrio dan menyetel musik kesukaannya. Aris terlihat senang karena sudah menyalurkan hasratnya.


"Darimana?" Tanya Satrio


"Dari istri, biasa kebutuhan, Hahahaha" Gelak tawa Aris dan Satrio didalam ruangan itu menggelegar, sama seperti tangisan Ressa dikontrakannya.


"Darimana Pak Aris tau istri Pak Aris ada dimana?" Tanya Satrio.


"Gampang, dia itu punya toko langganan. Dia pasti belanja kesana. Saya tinggal tunggu dia didekat sana, nanti ketika dia muncul saya tinggal ikutin deh hehe" Ucap Aris cengengesan.


"Pantesan aja kemarin Pak Aris menghilang, lagi nungguin istri toh," Ucap Satrio menepuk bahu Aris.


"Oh ya gimana? Ada respon apa dari hotel Air?" Tanya Aris membahas kembali rencana Satrio.


"Sebenarnya saya ingin membuat Aira dan bapaknya bangkrut, atau paling tidak kita bisa menguasai mereka." Ucap Satrio singkat


"Gampang, kuncinya ada di Aira, sekarang pewarisnya adalah Aira, dan Aira punya anak, itu adalah anakku. Jika aku berhasil kembali dengan Aira. Semua itu akan jadi milikku." Ucap Aris optimis.


"Coba Pak Aris ingat ingat, apa yang paling Aira sukai, berikan lagi itu padanya." Ucap Satrio


"Dia sangat suka padaku dulu," Jawab Aris tersenyum bangga sambil menyisir rambutnya dengan jari.


"Selain itu?" Tanya Satrio


"Dia suka bersepeda, dia juga suka bunga dan coklat sama seperti wanita pada umumnya. Tapi saat ini dia lebih suka pada anaknya, kita harus dapetin perhatian anaknya dulu," Tegas Aris.


"Ya, kasih tahu anaknya kalau Pak Aris itu Papanya." Ucap Satrio


"Benar, tapi gimana caranya? Aira selalu bersama anaknya, ditambah ada ajudannya." Sesal Aris


"Tenang, saya punya rencana." Tutur Satrio dengan senyum licik


Satrio mengusap dagunya kemudian mulai berbicara serius.


"Pertama tama, kita suruh orang untuk mengikuti mereka setiap hari selama 1 minggu. Setelah terlihat polanya, tempat mana yang sering mereka kunjungi. Setelah mengetahui aktifitas mereka, kita bisa menentukan dimana akan menemui anaknya. Saat bertemu anaknya, usahakan untuk mendekati secara emosional, jangan terburu buru. Nah setelah beberapa kali bertemu, barulah bicara pada anak itu bahwa Pak Aris adalah ayahnya. Apalagi jika Pak Aris bisa membuat anak itu menyukai Pa Aris itu akan lebih bagus." Ucap Satrio menuturkan rencananya


"Bisa, dia kan anakku. Aku harus tau dulu apa kesukaannya agar bisa mudah masuk ke dalam pikirannya. Anak anak itu simple, yang penting kita tau apa yang dia sukai, dia juga akan menyukai kita." Jawab Aris Optimis. Padahal dia belum mengetahui karakter dari Elisa.


Mereka berdua membicarakan rencana merekq dengan segala kemungkinan halangan dan kegagalannya. Mereka benar benar memikirkan bagaimana cara untuk menaklukkan Aira dimulai dari Elisa terlebih dahulu.


"Atau kita culik saja ya anak itu?" Ucap Satrio bercanda


"Jangan dong, dia akan semakin membenciku kalau kita melakukannya. Aku harus meyakinkannya bahwa aku benar benar mencintainya dan selalu menunggunya kembali. Biasanya wanita cepat luluh sama orang yang dia cintai bukan? Aku sangat yakin, dia masih mencintaiku. Hanya saja dia malu." Aris terkekeh, dia sangat percaya diri bahwa Aira masih sangat menyukainya seperti beberapa tahun lalu.


"Memangnya apa yang membuat Pak Aris yakin Aira masih mencintai Pak Aris?" Tanya Satrio penasaran


"Dia itu sangat menyukaiku, kamu mau dengar ceritanya? Saat dulu dia masih kuliah disini." Tutur Aris tertawa kecil

__ADS_1


Satrio yang penasaran menganggukkan kepalanya. Aris menatapnya dengan membayangkan apa yang terjadi beberapa tahun lalu.


__ADS_2