
Aira berjalan dengan riang gembira, dengan penampilan barunya dan juga tas belanjaan ditangan kanannya dan Aris di tangan kirinya. Sesekali dia menyandarkan kepalanya pada bahu Aris sambil berjalan.
Mereka saling bertatapan dan tersenyum. Bagaimana tidak? Aira sangat senang bersama orang yang dia cintai, sementara Aris juga senang akan mendapatkan bonus besar dalam 2 minggu ini.
"Kamu mau makan malam dimana?" Tanya Aris pada Aira saat mereka keluar dari Mall menuju parkiran.
"Hari ini kita makan apa yang ingin Mas makan saja," Ucap Aira.
"Kenapa begitu?" Aris merasa heran.
"Dari pagi kan Mas mengikuti keinginanku, ke salon, ke Mall, jadi sekarang giliran keinginan Mas dong, Ira ngikut aja," Ucap Aira sambil tersenyum manis.
Deg Deg Deg
Jantung Aris mendegup lebih kencang melihat senyuman tulus dari Aira itu. Aris mengelus rambut pendek Aira dan mengacaknya sedikit.
"Aduh Mas ini, kan jadi berantakan," Ucap Aira manja.
"Haha gak apa apa, kamu tetap cantik kok," Jawab Aris sambil menyalakan mobilnya dan melaju keluar Mall. Didalam mobil Aira dan Aris kembali bernyanyi riang hingga mereka hampir sampai di restoran seafood.
"Mas suka seafood?" Tanya Aira.
"Iya, kalau kamu gak suka kita bisa cari tempat makan lain," Ucap Aris.
"Jangan dong, Ira juga suka banget seafood. Yuk turun!" Ujar Aira segera keluar dari mobil. Aris menatap Aira dari dalam mobil. Aira terlihat sangat cerah, Semua pakaiannya bwrmerk, kecantikannya alami meski tanpa make up.
Aris tersenyum tanpa sadar melihat tingkah Aira yang lucu, diluar mobil Aira meregangkan tubuhnya dan merapihkan pakaiannya. Namun tiba tiba ada seorang anak kecil yang minta minta. Aira terlihat berlutut berbicara dengan anak itu.
Aris segera keluar karena melihat pakaian Aira di tarik tarik oleh anak itu. Aris khawatir Aira mendapatkan hal buruk.
"Ada apa Ra?" Tanya Aris khawatir.
"Gak apa apa kok Mas, Ayo masuk ke dalam," Jawab Aira berdiri dan tersenyum pada Aris.
"Baiklah, tapi kenapa kamu memegang tangan anak ini?" Tanya Aris lagi heran.
"Ingin saja, hehe. Ayo Mas masuk duluan saja dan pesan makanan ya," Ucap Aira mendorong tubuh Aris pelan untuk masuk ke dalam Restoran. Aris menurut dan masuk terlebih dahulu dan memesan makanan.
"Aira ngapain sih sama anak itu," Batin Aris. Namun ternyata Aira mengajak anak itu masuk ke dalam Restoran dan duduk bersama mereka.
__ADS_1
"Ra? kenapa kamu ajak dia?" Tanya Aris heran.
"Karena dia ingin makanlah Mas, masa dia duduk disini mau ngamen." Ucap Aira terkekeh.
"Iya maksud Mas kenapa kamu mengajaknya makan bersama kita?" Tanya Aris tertawa mendengar jawaban Aira.
"Karena dia bilang, dia lapar Mas, aku ajak makanlah kalau lapar." Ucap Aira dengan ringan dan tersenyum pada anak perempuan itu. Anak itu juga tersenyum dan melihat pada Aris lalu menunduk takut.
"Iya memang kalau orang lapar itu harus makan, masa orang lapar disuruh tidur hahaha," Aris tertawa diikuti dengan Aira yang juga tertawa mendengar ucapan Aris.
"Nah itu Mas ngerti hehehe," Ucap Aira tertawa kecil.
Tidak lama pesanan Aris sudah tiba, sebakul nasi, 1 porsi udang saus tiram, 1 porsi kerang saus padang, 1 porsi cumi asam manis, 1 porsi bawang bombay goreng dan 1 porsi udang rica rica. Semua hidangan itu tersaji didepan mereka.
Anak perempuan itu terkejut melihat makanan yang tersaji, dia terkesima dengan aroma nikmat yang menyerang hidungnya.
"Mbak, minta piring tambahan ya," Ucap Aira pada pelayan. Dan pelayan itu menganggukkan kepalanya dan segera mengambilkannya.
"Nah kamu silahkan makan apapun yang kamu inginkan. Kalau kurang nanti Kakak pesankan lagi ya," Ucap Aira mengelus rambut anak perempuan itu yang kusut.
Aris menatap Aira yang tengah mengambilkan nasi untuk anak perempuan itu, menawarkan makanan mana yang ingin anak perempuan itu makan, Aira juga menyiapkan air minum untuknya.
"Kenapa dia baik sekali? Padahal bisa saja anak itu penipu," Batin Aris
"Iya sayang, ayo kamu juga makan ya," Jawab Aris tersenyum. Merekapun makan bersama hingga semua hidangan yang tersaji dimeja habis. Anak perempuan itu makan dengan lahap.
"Dirumahmu ada siapa saja dek?" Tanya Aira begitu selesai makan.
"Ada nenek dan adik adik," Jawab anak itu polos.
"Adik adikmu berapa tahun?" Tanya Aira iba.
"Umur 4 dan 3 tahun," Jawab anak perempuan itu.
"Abis ini ikut kakak ya ke sebrang jalan," Ucap Aira pada anak perempuan itu.
"Mas aku kesana sebentar ya," Ucap Aira segera pergi mengajak anak perempuan itu. Aris belum sempat menjawab namun Aira segera pergi meninggalkannya. Setelah selesai membayar tagihan makan, Aris keluar menuju parkiran dan melihat Aira di toko sembako sebrang restoran bersama Anak perempuan itu.
Tidak lama Aira menyebrang kembali, tapi anak perempuan itu pergi dengan membawa 2 kantong besar.
__ADS_1
"Anak itu mau kemana?" Tanya Aris begitu Aira tiba.
"Mau pulang Mas, kan sudah malam. Yuk kita juga pulang, aku mulai ngantuk." Ucap Aira segera masuk ke dalam mobil.
"Kamu kasih apa ke anak itu?" Tanya Aris begitu masuk ke dalam mobil.
"Gak kasih apa apa Mas, ayo pulang." Ucap Aira manja.
"Dia tidak mau memberitahukan kebaikannya ya, manis sekali," Batin Aris. Dia segera menyalakan mobilnya dan kemudian melaju menuju kosan Aira.
"Oh ya, besok kita ke bandara ya, Papa dan Mamamu ingin menemuimu," Ucap Aris.
"Papa minta Mas Aris antarkan aku?" Tanya Aira bersemangat.
"Iya, tadi pagi Bos Adji menelpon Mas," Ucap Aris tersenyum.
"Ciyee sudah dekat nih sama Papaku?" Ucap Aira menggoda Aris.
"Mas sudah dekat dari dulu kok, Kan Mas staff kepercayaan," Jawab Aris bangga.
"Haha iya iya, memang Mas Arisku yang terbaik." Ucap Aira mengecup pipi Aris. Mereka tertawa bersama dan berbincang ringan hingga sampai dikosan.
Sebelum turun, Aris menatap Aira dan menggenggam tangannya. Dia menatap Aira dalam dalam. Aira tersipu malu, pipinya memerah dengan apa yang Aris lakukan.
"Apa sih Mas? Kok ngeliatinnya begitu?" Tanya Aira tersipu.
"Makasih ya, kamu itu seperti cahaya buat Mas," Ucap Aris sungguh sungguh.
"Mas bisa aja ngerayunya," Aira malu malu.
"Yasudah, selamat tidur. Jangan begadang ya," Ucap Aris mengecup kening Aira. Aira pun pamit dan keluar dari mobil Aris. Aris segera pulang setelah melambaikan tangannya pada Aira.
Aira masuk ke dalam kosan dan membuka ponselnya. Ternyata ada beberapa panggilan masuk dari Ergy. Ergy juga mengirim pesan singkat.
"Ergy? Ada apa ya dia telepon sampe 20 kali?" Batin Aira kemudia membuka pesan dari Ergy.
"Ra, kamu sudah lebih baik? Mau aku bawakan apa?" pukul 10.30
"Kamu keluar kosan?" Pukul 13.12
__ADS_1
Dua pesan singkat dari Ergy yang baru dia buka saat tiba dikosan. Namun belum sempat dia membalas pesan dari Ergy, Aira terkejut melihat Ergy duduk didepan pintu kamarnya.
"Ergy!!" Teriak Aira