
Setelah Aris mematikan teleponnya seperti itu, Aira melamun sambil berbaring diatas tempat tidurnya. Melihat ke langit langit kamarnya dengan tatapan kosong. Semua pertanyaan berkecamuk dipikirannya.
"Kenapa Mas Aris marah?"
"Apa Mas Aris merasa kesal padaku?"
"Tadi diperjalanan aku tak bicara apapun yang menyinggungnya kan?"
"Rasanya tadi yang kutanyakan hanya apa dia sudah sampai rumah atau belum?"
"Apa dia tak suka jika makan sambil ku temani via telepon?"
Begitu banyak pertanyaan didalam pikirannya, dia tak mengerti kenapa Aris membentaknya seperti itu. Namun beberapa lama dia tak kunjung mendapat jawaban yang menurutnya tepat.
Aira berjalan menuju kamar mandi dan membasuh wajahnya. kemudian dia menggosok gigi dan mencuci kakinya. Dia berniat akan pergi tidur. Setelah itu dia naik ke tempat tidurnya dan memakai selimut dan mencari posisi yang nyaman. Beberapa kali dia mengganti posisi, namun tak mendapatkan posisi yang nyaman. Bukan, sebenarnya itu bukan karena posisi yang tak nyaman. Namun karena pikirannya yang masih beetanya tanya tentang Aris.
Hingga akhirnya dia kembali mengambil ponselnya. Dia menekan tombol panggil pada nomer kontak Aris. Namun ternyata nomer teleponnya tidak aktif. Aira kembali mencoba hingga beberapa kali. Namun tetap nihil. dan itu membuatnya semakin gelisah.
Tanpa putus asa Aira kembali menelpon Aris, namun tetap teleponnya tidak aktif.
"Apa dia sudah tidur?" Gumam Aira. "Atau dia sebegitu marahnya padaku?" Aira semakin gelisah. Dia melirik jam dinding dan ternyata waktu sudah menunjukan pukul 01.50.
"Ayo tidur Aira, sudah mau pagi. Besok ada presentasi dikampus," Aira berbicara pada dirinya sendiri. Lalu memejamkan matanya. Beberapa saat Aira terdiam tak bergerak berusaha untuk tertidur. Namun apa daya, pikirannya belum tenang.
Dia berguling ke kanan dan ke kiri. Berusaha untuk tidur. Namun tetap tak bisa. Aira bangkit kemudian mengambil segelas air minum.
"Ayolah Aira tidur saja !" Gumam Aira.
Kemudian dia kembali ke atas tempat tidur. Berusaha memejamkan mata sambil mendengarkan lagu pengantar tidur. Hingga akhirnya Aira berhasil tertidur pada pukul 02.45.
◇◇◇◇
Keesokan harinya..
Tok tok tok
"Airaaaaaa... Banguun kita ada jam kuliah pagi," Meylani membangunkan Aira yang masih terlelap karena semalaman susah tidur.
__ADS_1
"Airaaaaaaaaaa!!! Brak brak brak!!" Panggil Meylani beberapa kali
Aira terkejut dan segera bangun membukakan pintu.
"Mey aku masih ngantuk," Ucap Aira setelah membukakan pintu sambil mengusap usap wajahnya.
"Jadi matkul pertama kamu gak akan masuk?" Tanya Meylani
"Hooaamm, iya aku izin saja. Masih ngantuk," Jawab Aira tak kuasa menahan kantuk.
"Tapi kan kamu sama Ergy bagian presentasi Ra," Ucap Meylani mengingatkan Aira akan tugasnya.
"Ya ampun aku lupa, sebentar Mey. Ayo masuk dulu." Aira segera bergegas menuju kamar mandi dan mandi dengan terburu buru. Dia tak keramas jadi dia mengikat cepol rambutnya agak tak terlihat kusut.
Selesai mandi dia mengambil kemeja berwarna abu dan skinny jeans berwarna hitam. Lalu kemudian mengambil totebag dan tas laptopnya. Lalu menyemprotkan facemist ke wajahnya karena tak sempat memakai skincare.
"Ayo cepetan Ra," Ucap Meylani yang melihat Aira masih mondar mandir padahal sudah siap.
"Bentar, Ponselku mana ya,," Ucap Aira menyapu sekeliling kamarnya yang berantakan mencari ponselnya.
"Lah itu kamu pegang," Meylani menunjuk ponsel yang digenggam Aira.
"Mey kita lari aja yuk," Ucap Aira setelah menuruni tangga dan menuju gerbang kosan.
"Skuy," Jawab Meylani. kemdian merekapun berlari menuju kampus yang berada tidak jauh dari kosan.
Sampai diruangan kampus, Aira mencari Ergy yang ternyata sudah memilih tempat duduk, lalu Aira menghampiri dan duduk disebelahnya. Setelah duduk disamping Ergy, Dia tak langsung menyapa melainkan justru mencari sesuatu didalam totebagnya.
"Nah ketemu," Ucap Aira yang menemukan lipstik nude miliknya. dia tak sadar Ergy memperhatikannya sedari tadi. Aira mengambil ponaelnya dan membuka kamera untuk difungsikan sebagai cermin. Dia mengoleskan tipis lipstij itu dibibirnya.
"Selamat pagi anak-anak" Ucap dosen yang membuat Aira terkejut dan segera memasukan kembali lipstiknya dan perkuliahan pun dimulai.
◇◇◇◇
Dirumah Aris.
"Mas bangun, Mau kerja gak?" Ressa membangunkan Aris yang masih tertidur padahal waktu sudah menunjukan pukul 08.15.
__ADS_1
"Mas ayo bangun aku sudah siapin sarapan," Ucap Ressa mencoba membangunkan Aris lagi dengan cara mengguncang guncangkan tubuh Aris.
"Hmmm yaa aku bangun," Aris menyahut dengan suara serak menahan kantuknya.
Aris beranjak dan duduk beberapa saat sambil berusaha membuka matanya. Dia melihat Ressa sedang mengganti perban di kepalanya.
"Tunggu Mas bantu, Mas cuci muka dulu." Ucap Aris menuju kamar mandi.
"Tak apa Mas aku bisa sendiri, Mas langsung mandi saja." Ucap Ressa menyelesaikan pekerjaannya.
"Yasudah kalau begitu." Ucap Aris kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Ressa bersenandung didapur sambil menyeduh kopi susu untuk suaminya. kemudian dia mengambil sarung tangan karet dan mencuci peralatan dapur yang kotor sambil menunggu Aris yang sedang mandi untuk sarapan bersama.
Setelah selesai mencuci piring kemudian Ressa duduk di meja makan sambil mengupas buah apel hijau kesukaannya. Tak lama Aris datang dan duduk di tempat makan itu.
"Ini untuk Mas?" Aris bertanya memastikan makanan yang tersedia dipiring itu untuknya. karena selama beberapa tahun pernikahan mereka, Ressa tak pernah membuatkan sarapan, hanya menyeduh kopi atau bahkan tak menyediakan apapun karena pagi hari Ressa selalu sibuk dengan onlineshopnya.
"Iya dong Mas. Cobain deh enak gak?" Tanya Ressa menyodorkan piring berisi nasi goreng da telur ceplok buatannya.
"Kenapa cuma sepiring? Buat kamu mana?" Tanya Aris mulai menyendokkan nasi itu ke mulutnya.
"Aku makan buah aja Mas." Ucap Ressa.
Aris berhenti mengunyah tiba tiba. Sepertinya ada yang salah, dia terdiam kemudian berdiri dan menuju wastapel memuntahkan makanan yang telah dimasak Ressa.
"Kenapa Mas?" Ressa terkejut.
"Kamu masak dicobain dulu gak?" Tanya Aris sambil membersihkan mulutnya
"Ti...dak Mas, memangnya gak enak?" Tanya Ressa.
"Mas berangkat dulu," Ucap Aris dingin dan segera keluar menuju parkiran mobilnya.
"Mas kopinya?" Ucap Ressa kecewa, dia melihat wajah Aris yang tak biasanya, terdengar suara mobil Aris melaju dengan cepat dan berlalu begitu saja.
Ressa terduduk dan kemudian mengambil sendok dan mencoba makanan yang dia masak untuk Aris.
__ADS_1
"Fyuhhhh" Dia memuntahkan kembali nasi goreng itu, rasanya asam, lalu dia berlari menuju dapurnya dan mencari bumbu yang tadi dia masukan. Ternyata benar, yang dia masukan ke dalam nasi goreng bukan garam melainkan Citric Acid.
"Pantesan Mas Aris marah." Ucap Ressa menyesal karena tak memeriksa terlebih dahulu masakannya.