Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 56


__ADS_3

Aira merasa kesal karena Aris menolak keinginannya untuk diperkenalkan dengan orang tuanya. Dia terlentang diatas tempat tidur dan menatap langit langit kamarnya. Tak beberapa lama, Pintu kamarnya diketuk.


Tok tok tok


"Sayang, Mama boleh masuk?" Ucap Mama Aira dari luar kamarnya


"Masuk saja Ma," Ucap Aira.


Mamanya membuka pintu dan masuk ke kamar Aira yang cukup berantakan karena sedang packing pakaiannya. Mamanya duduk disamping Aira dan mengelus kepala Aira.


"Sayang, Mama mau tanya, kamu betul punya pacar?" Tanya Mama Aira kepada putrinya itu yang sedang cemberut menatap ponselnya.


"Punya Ma, ganteng lagi," Ucap Aira tetap cuek pada Mamanya dan hanya memperhatikan ponselnya.


Mamanya terdiam menatap putrinya, Ada guratan khawatir di raut wajah Mamanya, setelah menghela nafas panjang beberapa kali, Mama Aira mengutarakan kecemasan yang ada dalam hatinya.


"Sayang, Mama tidak melarang kamu pacaran, tapi hati hati ya," Ucap Mama Aira lemah lembut.


"Hati hati apa Ma? jangan khawatir, Aira sudah besar." Ketus Aira.


"Mama hanya tidak ingin kamu terluka sayang," Ucap Mama Aira lembut sambil membelai rambut putrinya itu.


"Ya awalnya memang sakit sih tapi sekarang sudah nggak ko Ma," Ucap Aira dengan polosnya. Mendengar ucapan putrinya itu, Mama Aira terkejut dan menatap Aira tajam.


"Maksud kamu apa?" Nada bicara Mama Aira menjadi lebih tinggi.


"Pacaran, kan tadi Mama nanya itu," Aira bangun dan duduk disamping Mamanya. Aira menatap Mamanya yang terlihat marah.


"Kenapa Ma?" Tanya Aira Pada Mamanya.


"Kamu pernah ngapain aja sama Pacar kamu?" Tanya Mama Aira menyelidiki.


"Sepantasnya orang pacaran saja Ma," Jawab Aira enteng.


"Apa yang menurutmu pantas? Sampai mana batasan pantas yang kamu maksud?" Mama Aira mulai marah.


"Kenapa Mama emosi sih," Aira bangkit dari tempat tidur dan berniat keluar kamar, namun Mamanya menarik tangannya untuk kembali duduk. Aira meringis kesakitan, lalu menatap Mamanya.

__ADS_1


"Jawab pertanyaan Mama!!" Ucap Mama Aira dengan tatapan nanar dan mata yang berkaca kaca. Aira heran kenapa Mamanya bersikap seperti itu. Jelas jelas dia mendengar sendiri teman teman kampusnya membicarakan tentang pacaran ketika ditaman.


Waktu itu Aira sedang membaca buku, menunggu Meylani yang sedang mengambil kelas ekstra kulikuler. Tak jauh tempat Aira duduk, dua orang wanita berbincang dengan suara yang cukup lantang. Aira mengenal mereka berdua karena satu kosan meski tidak akrab. Mereka adalah Ambar dan Wiwi.


"Mbar, Semalem gak pulang nginep kosan pacar kau ya?" Tanya Wiwi


"Iya, Capek banget aku semaleman gak berhenti berhenti." Keluh Ambar pada Wiwi.


"Sama, Pacarku juga begitu kalau sudah ketemu, gak bisa berhenti. Makanya aku ketemu sebulan sekali aja," Gumam Wiwi dengan kesal. Aira mendengarkannya dari jauh, meskipun tidak mengerti apa yang mereka maksud, Aira cuek dan tetap membaca bukunya.


"Kamu sama pacar yang itu udah berapa kama pacaran?" Tanya Wiwi pada Ambar


"Baru sebulanan lah, Tapi lumayan ponselku udah ganti 2x hahahaha" Ucap Ambar tertawa senang


"Wih mantep, aku udah 3 bulan tapi baru dapet laptop doang," Keluh Wiwi.


"Ya lagian kamu kam jarang ketemu dia, Makanya lebih sering ketemu, lebih mesra, lebih sering hug & kiss. Pasti dapet lebih banyak lagi." Ambar terkekeh menggoda Wiwi.


"Iya sih yang penting maen aman ajalah ya. Jaman sekarang pacaran gak begituan itu gak mungkin, Laki kalau gak dikasih pasti selingkuh, ya gak sih hahahaha" Ucap Wiwi tertawa bersama Ambar.


Aira mendengarnya dan menghentikan aktifitasnya membaca buku. Dia berfikir sejenak.


"Aira jawab Mama!!!" Teriak Mama Aira membuyarkan lamunannya.


"Apa Ma?" Aira terkejut. Dia melihat Mamanya sudah menangis. Pipinya basah.


"Mama kenapa menangis?" Aira khawatir dan memeluk Mamanya. Namun Mamanya menolak dan memegang kuat kedua lengan Aira.


"Jawab!!" Mama Aira melotot.


"Yaa gitu Ma, jalan jalan telepon makan malam, banyaklah, tapi jarang ketemu sih soalnya dia sibuk juga. telepon juga jarang." Jawab Aira.


Mamanya merasa lega. Dia khawatir Aira melakukan hal yang tak sepantasnya. Kemudian Mama Aira memeluk Aira dengan lembut.


"Sayang, jangan sampai pacarmu itu menyentuhmu lebih dari tanganmu, kalau tidak Papamu akan memotong leher lelaki itu." Ucap Mama Aira berbisik pelan ditelinga Aira. mendengar itu Aira merinding. Dia tidak pernah melihat Mamanya bersikap seperti itu. Dan lagi Aris sudah menyentuh lebih tari tangan. Bahkan seluruh tubuhnya sudah disentuh oleh Aris.


Aira mengangguk pelan, dia sedikit gemetar saat Mamanya meninggalkannya keluar dari kamar. Aira termenung beberapa saat.

__ADS_1


"Tapi, bukannya yang ku lakukan itu hal biasa? kenapa Mama melarang aku disentuh lebih dari gandengan tangan?" Pikir Aira dalam benaknya.


Aira jadi takut untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Aris pada Orang tuanya. sampai saat dibandara mengantar kepergian orang tuanya ke samarinda. Aira tak mengatakan apapun. Dia hanya meminta satu hal.


"Pa, Aira sepertinya bosan dikosan, Aira ingin beli apartemen saja." Ucap Aira. Papanya tersenyum dan mengangguk.


"Iya sayang, kamu cari sendiri saja. Nanti Papa kirimkan uangnya." Ucap Papa Aira sambil mengecup kening Aira berpamitan. Mamanya memeluk Aira namun tak banyak bicara.


Aira menutuskan untuk beli Apartemen keesokan harinya ditemani oleh kawan kawannya. Setelah pulang dari bandara Aira segera kembali ke kosan dan menemui kawan kawannya yang sudah menunggunya untuk makan makan.


"Ra, kangen banget sama kamu," Peluk erat Meylani begitu Aira tiba dikosan. Disaba ternyata sudah ada Ergy dan kawan kawan.


"Aku juga kangen banget," Aira membalas pelukan Meylani dengan erat.


"Udah gak usah lama peluk peluk, kita belanja dulu Nona besar," Ucap Niko membungkukkan tubuhnya seolah memberi hormat pada kaisar kerajaan sambil menunjukkan jalan.


"Hahaha apasih kamu ini Niko," Aira tertawa melihat tingkah Niko.


"Sini tas kamu, Aku bawakan ke dalam, Tuan Putri," Ucap Ergy yang juga membungkukkan tubuhnya sambil meminta koper Aira.


"Hahaha kalian ini, kalau punya keinginan emang gitu ya," Ucap Meylani menertawakan tingkah teman temannya. Sementara Steve hanya menatao dan terdiam.


"Sssttt si Steve kenapa?" Tanya Aira heran.


"Hari ini saya jadi pengawal tuan putri, jadi harus berwajah seram." Jawab steve tegas dengan nada datar.


"Malah aneh, kaya orang nahan berak," Ucap Ergy diikuti dengan tawa kawan kawannya. Mereka berjalan kaki menuju super market yang lebih besar dengan menggunakan Mobil Aira. Mereka membeli banyak sekali makanan.


"Kamu ngambil makanan stok buat sebulan ya Mey," Ledek Steve melihat keranjang belanja Meylani yang penuh isi.


"Bukan, ini perlengkapan tuan putri. Hahahaha," Ucap Meylani mengelak.


Mereka tertawa bersama dan tanpa sengaja Aira menabrak seorang wanita yang juga sedang berbelanja.


"Brukk"


"Ah maaf ya mbak saya tidak sengaja," Ucap Aira mengambilkan barang belanjaannya.

__ADS_1


"Iya Gak apa apa," Ucap Wanita hamil itu.


"Ressa sayang kamu gak kenapa kenapa," Ucap Suara dibelakangnya. Aira menoleh dan merasa tak asing.


__ADS_2