Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 58


__ADS_3

Aira kesal dengan jawaban Aris, Dia berhenti makan dan memonyongkan bibirnya, Marah, Aira sangat marah dengan jawaban Aris. Dia ingin menikah dengan Aris.


"Kenapa Mas Aris gak mengatakan apapun? Dia bilang tidak mungkin menikah, lalu kenapa? Mas Ariskan sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri, bahkan pekerjaan yang layak. Papa juga mempercayainya untuk urusan kantor." Gerutu Aira dalam hatinya.


Hening. Aris tak menjawab pertanyaan Aira tentang kenapa mereka tidak mungkin menikah. Tentu saja Aris tahu, itu tidak mungkin karena dia sudah memiliki istri yaitu Ressa. Dan lagi, meski Aris juga mulai mencintai Aira, dia tidak ingin kehilangan bayi dalam kandungan Ressa.


Aris bingung harus menjawab apa. Dia kemudian beranjak pergi keluar dari kamar, Aira mengejarnya.


"Mas, jawab dulu. Kenapa kita tidak mungkin menikah?" Tanya Aira kesal.


"Kamu itu orang kaya, Mas gak sederajat sama kamu," Itu adalah kata kata yang keluar begitu saja saat Aris mencari alasan lain. Aira terdiam mendengarnya.


"Jika saja kita bertemu lebih awal sebelum aku dengan Ressa, sudah pasti aku akan menikahimu agar bisa jadi pewaris ayahmu." Ucap Aris dalam hatinya. Namun bibirnya tetap diam. Aira memeluknya. Erat.


"Mas, jangan bicara seperti itu, kita itu sama. Yang penting kita saling mencintai." Bisik Aira dalam pelukan Aris.


"Mudah bagimu, tapi tidak untuk Mas. Makanya Mas ingin membuktikan dulu pada Papamu. Kasih Mas waktu ya sayang," Ucap Aris pelan. Dia berusaha meyakinkan Aira agar mempercayainya.


"Iya Mas, aku bisa nunggu kok," Jawab Aira lirih.


Mereka berpelukan beberapa saat, sampai akhirnya Aris bersiap untuk berangkat kerja dan menuju Airport. Namun sebelumnya dia mengantarkan Aira terlebih dahulu ke kosannya.


Aris nengatakan pada Aira bahwa siang nanti Dia akan berangkat menuju samarinda. Dan Aira menitip salam pada Mama dan Papanya.


Setelah berpisah dengan Aris, Aira kembali pada aktifitasnya berkuliah. Meski sudah hampir selesai UAS, Dia tetap pergi ke kampus untuk sekedar pergi ke perpustakaan mengisi kekosongan waktu.


Sore hari, saat hujan gerimis. Aira berjalan sendirian menuju perpustakaan, dia tak mengajak Meylani karena Meylani sedang tertidur pulas. Lagipula, dia berniat ingin menelpon Aris ketika ada kesempatan. Karena sejak kepergian Aris ke Samarinda kemarin, Aris tak menghubunginya sekalipun.

__ADS_1


"Daar" Teriak seseorang sambil menepuk pundak Aira. Aira terkejut dan refleks berteriak juga.


"Ya ampun Ergy, aku kaget sekali! kamu ini iseng banget deh" Aira kesal dan mencubit Ergy yang berjalan disampingnya.


"Aawwww sakit tau, cubitan kamu kaya gigitan harimau betina,"Ergy berusaha melepaskan cubitan Aira dilengannya.


"Emangnya kapan kamu digigit harimau betina?" Gerutu Aira kesal.


"Barusan, nih liat merah," Ergy memperlihatkan kulit lengannya yang sedikit memerah karena cubitan Aira.


"Jadi kamu ngatain aku harimau betina hah??" Aira mencubit Ergy lagi dipinggangnya. itu menimbulkan rasa geli dan sakit sekaligus. Ergy tertawa menahan sakit.


"Adududuh ampun dong ratu harimau," Ergy tertawa dan membalas menggelitiki Aira. sampai saatnya mereka tiba diperpustakaan.


Aira berjalan menyusuri lorong yang dipenuhi rak buku yang berjejer dengan rapi. Ergy mengekor mengikuti kemanapun Aira berjalan. Ergy memandangi Aira dari belakang, menatapnya dengan tatapan berbinar dan kagum. Rambut Aira yang terurai sedikit basah karena hujan gerimis diluar.


Ergy memperhatikannya dan terkekeh menertawakan Aira yang berusaha mengambil buku dirak paling atas. Mendengar suara tertawa Ergy, Aira menolah dan menghampiri Ergy.


"Hey kalau difilm film, saat cewek susah ngambil buku yang ada di rak tertinggi, Harusnya cowok itu inisiatif bantuin tau," Bisik Airq dihadapan wajah Ergy. Jantung Ergy berdebar kencang karena saat itu posisi wajah mereka sangat dekat. Ergy menjadi gugup dan menengadahkan wajahnya ke atas, menghindari tatapan Aira.


"Cih dasar!!" Aira kesal dan kembali berusaha meraih buku yang diinginkannya itu dengan berjingjit.


"Minggir minggir, ntar kayak difilm film lagi, abis ngambilin buku trus ceweknya jatuh cinta sama yang ngambilin buku." Ucap Ergy sambil mengambilkan buku yang Aira inginkan dan memberikannya pada Aira.


"Gak akan, kamu tuh gak se cool cowok cowok yang difilm kok," Ledek Aira dan dia segera berlari menjauh dari Ergy yang merasa kesal sudah diledek.


"Awas ya," Bisik Ergy saat sampai dimeja tempat duduk disamping Aira. Aira menjulurkan lidahnya dan membuat ekspresi lucu sambil meledek Ergy. Mereka tertawa dengan suara tertahan karena diperpustakaan tidak boleh berisik.

__ADS_1


Mereka menghabiskan waktu sore itu sambil membaca buku masing masing, Aira membaca buku novel sementara Ergy membaca buku tentang sains. Tapi sebenarnya Ergy tak sesenang itu membaca. Dia hanya sangat senang bisa duduk bersama dengan Aira. Hanya duduk bersampingan dengan Airapun membuat Ergy berdebar. Wangi parfum yang Aira pakai selalu menjadi aroma favoritnya. Sesekali Ergy menatap Aira dari sela sela buku yang dibacanya.


Ergy menatap dengan tatapan kagum. "Bagaimana bisa Tuhan menciptakan wanita seindah ini?" Gumam Ergy dalam hatinya.


"Bibirnya kemerahan bahkan tanpa lisptik, bulu matanya lentik dan tebal. Alisnya memang tak berukir seperti arit, tapi cukup rapi menambah kecantikannya. Kulitnya tidak seputih susu, tapi berkilauan seperti berlian. Aduh apa apaan aku ini, jadi puitis begini sejak kapan?" Ergy berkata dalam hatinya sendiri, dan mengusap wajahnya agar tersadar dari lamunannya.


Aira menatap aneh pada Ergy yang menepuk nepuk pipinya. Dengan niat jahilnya, Aira tiba tiba mencubit dengan sekuat tenaga pipi Ergy, hingga Ergy menjerit kesakitan. Membuat pengunjung perpustakaan menatap Ergy.


"Aaaaawww, Sa- sakit tau," Ergy berteriak dan berkata dengan pelan kemudian. Aira tertawa dan menutup mulutnya agar tawanya tak bersuara.


"Kamu ngantuk kan, aku cuma bantuin biar kamu sadar," Bisik Aira.


"Siapa yang ngantuk?" Ucap Ergy mengelak


"Itu tadi kamu tepuk tepuk pipi, Ngantuk kan kamu, sudahlah ngaku saja." Ucap Aira yakin bahwa sebelumnya Ergy tengah mengantuk.


Ergy mengusap usap pipinya yang dicubit dengan sekuat tenaga oleh Aira. Pipinya terasa berdenyut hingga air matanya hampir keluar. Karena merasa bersalah Aira melihat Ergy mengusap usap pipinya.


"Sakit banget ya?" Tanya Aira


"Iya sakit, pake banget, banget, banget. bangetnya tiga kali ya," Ucap Ergy bersungguh sungguh.


"Maaf ya, sini aku bantu," Ucap Aira kemudìan menggosok kedua telapak tangannya beberapa saat, setelah merasa telapak tangannya memanas, dia menempelkan telapak tangannya dipipi Ergy.


Ergy terkejut saat Aira memegang pipinya. rasa hangat dari telapak tangan Aira mengurangi rasa sakit dipipinya. Dan tentu saja membuat jantungnya berdebar. Mereka bertatapan beberapa saat.


Tanpa sadar tangan Ergy memegang tangan Aira. Aira memalingkan wajahnya dan membiarkan tangannya tetap dipipi Ergy.

__ADS_1


"Kok degdegan ya," Ucap Aira dalam hatinya.


__ADS_2