Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 27 - TENTANG MEYLANI


__ADS_3

Aira berjalan mendekat dengan perlahan, terdengar suara isak tangis dari dalam kamar Meylani, Aira meyakini bahwa suara tangisan itu berasal dari Meylani. Pria itu hanya terdiam tanpa melakukan apapun, sepertinya dia hanya menatap Meylani dari depan pintu kamarnya.


Pria itu menoleh ke arah Aira dan menatapnya beberapa saat kemudian berjalan ke arah Aira. Seketika itu langkah kaki Aira terhenti, dia menatap pria itu untuk mengenali sosok pria itu, mungkin penghuni kos lain. Namun Aira tak familiar dengan wajah itu.


Aira mengira lelaki itu akan melakukan hal buruk padanya, Aira seketika menghindar dengan merapatkan tubuhnya ke dinding. Namun ternyata pria itu melaluinya begitu saja dan turun ke bawah.


Aira memperhatikannya sampai pria itu benar benar keluar dari gerbang kos. Setelah itu dia segera berlari dan masuk ke kamar Meylani. Didapatinya Meylani sedang menangis diatas tempat tidurnya dengan memeluk kedua lulutnya.


"Mey, ada apa?" Tanya Aira khawatir dengan sahabatnya itu. Meylani mengangkat wajahnya melihat Aira yang datang dan langsung memeluknya. Tangisan Meylani semakin kencang dan Aira berusaha menenangkannya.


Suara tangisan Meylani ternyata terdengar jelas hingga beberapa penghuni kos datang berkerumun dikamar Meylani. Setelah cukup tenang akhirnya Meylani bisa mengangkat wajahnya dan bersiap menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Minum dulu Mey," Ucap Mbak Mi menyodorkan segelas air putih kepada Meylani yang saat itu sudah melepaskan pelukannya pada Aira.


"Makasih Mbak," Meylani mengambil gelas itu dan meminum air yang diberikan oleh Mbak Mi.


"Sudah tenang?" Tanya Silla, salah satu penghuni kos yang kamarnya tepat disamping Meylani.


Meylani menjawqb dengan anggukan kepala, dia menarik nafas panjang dan memulai bercerita.


Lelaki yang datang tadi adalah pamannya, beliau yang merawatnya dari sejak SMA, orang tuanya menghilang entah kemana saat Meylani duduk dibangku SMP.


"Tadi paman datang, dan memberiku kabar. Orang tuaku sudah ditemukan, namun.." Ucapan Meylani terpotong, dia mulai terisak kembali. Aira yang duduk disampingnya mengusap punggungnya agar Meylani merasa lebih baik.

__ADS_1


"Tapi apa Mey?" Tanya Mbak Mi. Namun sepertinya Meylani tak sanggup melanjutkan kata katanya. dia menangis tersedu lagi.


"Sudahlah, kalau kamu belum bisa cerita, tidak apa apa. Yang jelas kita semua disini siap bantu kamu, dan kalau kamu butuh teman cerita bisa cerita ke kita kapan saja." Ucap Aira merangkul Meylani yang terisak kembali.


"Orang tuaku ditemukan meninggal," Ucap Meylani. Hatinya terasa sesak dan pilu mengucapkan kenyataan yang terjadi pada orang tuanya. Nafasnya tersenggal karena menahan tangis sedihnya.


Meylani merupakan anak semata wayang, dia tak memilik kakak maupun adik, semasa remaja dia tinggal bersama kedua orang tuanya yang merupakan agent traveler yang sering melancong kemana mana.


Meylani kecil dulu sering ikut serta bersama orang tuanya, namun saat sudah mulai sekolah, Meylani hanya ikut orang tuanya pada saat liburan saja. Dan ketika orang tua Meylani bepergian tanpanya, dia sering menginap dirumah pamannya yang juga memiliki seorang putri seumuran dengannya.


Meylani sudah tak asing jika harus tinggal sendirian, dia sudah terbiasa karena orang tuanya sering meninggalkannya beberapa hari. Namun saat liburan akhir tahun, orang tuanya menghilang.


Mereka tak punya rencana melancong karena akan pergi ke kebun binatang bersama Meylani. Namun entah apa yang terjadi, saat mereka akan berangkat hari itu, kedua orang tua Meylani menghilang setelah sebelumnya berniat belanja disalah satu supermarket dekat rumah mereka. Meylani tak ikut berbelanja karena sedang bermain bersama sepupu perempuannya yang merupakan anak dari pamannya itu.


Meylani benar benar terpukul setelah mendapat kabar dari pamannya itu. Selama ini Meylani berusaha berfikir positif tentang kepergian orang tuanya. Dia meyakini orang tuanya pergi melancong keluar negri dan mereka hidup dengan baik.


Namun hari ini Meylani mendapat kabar yang tidak ingin dia percayai, orang tuanya ditemukan meninggal dunia didalam mobil mereka.


Entah apa yang sebenarnya terjadi, setelah beberapa tahun berselang, mayat kedua orang tua Meylani ditemukan ditepi hutan didalam mobil mereka. Mayat yang tinggal tulang belulang itu ditemukan oleh TIM SAR yang sedang mencari pendaki yang hilang.


Entah bagaimama bisa mobil itu bisa berada dalam hutan yang sangat jauh. Semua logika itu tidak dapat Meylani terima. Karena kedua orang tuanya senang bepergian ke tempat wisata yang ramai, bukan hutan maupun pegunungan.


Meylani sangat shock dengan kabar yang dibawa pamannya sehingga dia tak mau ikut dengan pamannya untuk bersama datang ke rumah sakit. Memastikan bahwa tulanf belulang itu adalah kedua orang tuanya.

__ADS_1


Meylani masih terisak malam itu dan tertidur dengan linangan air mata. Aira tak meninggalkannya. dia menginap dikamar Meylani untuk menemaninya karena khawatir Meylani akan bermimpi buruk.


Mbak Mi dan penghuni kos lain pergi pamit untuk pergi tidur ke kamar masing masing. Malam itu berlalu dengan isak tangis Meylani. Aira menemaninya agar Meylani merasa tak kesepian disaat terpuruk seperti ini.


Meylani adalah wanita yang ceria, Aira tak menyangka dibalik kepribadiannya yang menyenangkan dan juga suka bercanda, Meylani menyimpan rahasia sebesar ini, dan melihatnya tertidur dalam tangisan membuat Aira sedih. Dia bersyukur masih memiliki orang tua yang lengkap. Meski sama sama sering ditinggalkan orang tuanya pergi bekerja, namun Orang tuanya tak pernah benar benar pergi selama itu.


 


Pagi hari, suara bising terdengar dari beberapa penghuni kosan yang sedang sarapan. Tapi kebisingan ini tidak biasa, rasanya seperti lebih meriah. Aira terbangun dan melihat Meylani yang masih tertidur dengan mata yang sembab.


Aira menghela nafas panjang melihat sahabatnya itu, mungkin semalam Meylani terbangun dan menangis lagi tanpa suara. Setelah cukup terjaga, Aira beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar Meylani.


Dia melihat ke lantai bawah dimana para penghuni kos lain sedang ramai. Disaat bersamaan Silla melihatnya dari bawah dan memanggil Aira.


"Ra, sini sarapan, ada menu special. Sekalian bangunkan Meylani, kita makan bersama." Teriak Silla kepada Aira. Dia mengangguk dan masuk kembali kedalam kamar.


Meylani masih meringkuk sambil memeluk guling kesayangannya.


"Mey, ayo sarapan," Ucap Aira pelan, Meylani menggeliat dan berbalik melihat Aira yang sebelumnya dia punggungi.


"Tapi aku tak lapar, aku akan bersiap untuk kerumah sakit," Ucap Meylani pelan.


"Aku temani ya, tapi sekarang kita sarapan dulu," Bujuk Aira, Meylani pun mengangguk dan segera beranjak dari tempat tidurnya. Dia membasuh wajahnya sebentar dan segera turun bersama Aira untuk sarapan bersama yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2