
Malam sudah larut, tapi Aira masih sibuk dengan pikirannya. Dia merindukan Aris yang berhari hari tak mengabarinya. Aira beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi. Dia membasuh wajahnya dan kemudian menggosok giginya. Setelah itu dia berganti pakaian dengan baju tidur yang lebih nyaman.
Waktu menunjukan pukul 00.30. Mata Aira mulai berat ingin segera dipejamkan namun pikirannya masih melayang layang memikirkan Aris. Karena merasa penasaran, akhirnya Aira mengambil ponselnya. Dia menatap nama Aris dan nomer teleponnya yang tertulis dilayar ponselnya.
Aira memutuskan untuk memberikan pesan singkat pada Aris saat itu.
Aira mulai mengetik " Aku merindukanmu,"
Namun kemudian dia hapus lagi. Dia tak ingin dianggap wanita yang mengemis cinta.
Aira mulai mengetik lagi, "Apa kau baik- baik saja?"
Tapi lagi lagi dia menghapus pesannya. Rasanya kalimat itu tak tepat.
Aira mulai mengetik lagi, "Apa aku sebegitu tak berartinya untukmu? Apa kau mempermainkanku?"
Dan lagi, Aira kembali menghapus pesan yang dia ketik itu. Aira menghela nafas panjang. Lalu mulai mengetik lagi..
"Temui aku besok dilobby hotel jam 09.00,"
Isi pesan singkat yang Aira kirim ke Aris. Lebih baik bertemu langsung agar bisa berbicara lebih banyak, batin Aira. Setelah itu, lampu di padamkan dan menyalakan pelembab udara. Aira segera tertidur lelap karena memang sudah sangat mengantuk.
Keesokan harinya, Aira terbangun dan mendapati ada sebuah pesan singkat. Dia tak langsung membukanya, jantungnya tiba tiba berdetak lebih kencang. Entah kenapa dia merasa gugup. Namun dia memberanikan diri untuk membuka pesan itu.
"Aku merindukanmu, Kita bertemu depan taman saja, jam 07.00. Dandan yang cantik ya kita jalan jalan," Isi pesan dari Aris yang seketika membuat Aira tersenyum bahagia hingga berguling- guling diatas tempat tidur.
Namun ternyata saat itu jam sudah menunjukan pukul 06.00. Aira segera terburu buru mandi dan memakai dry shampoo karena dia tak punya banyak waktu untuk mengeringkan rambutnya.
Setelah mandi Aira memakai lotion wangi baccarat, dia memakai pelembab diwajahnya dan menepuk nepukkan essence. Setelah itu, Aira memakai cushion senada dengan kulitnya yang kuning langsat. Kemudian memakai mascara dan blush on berwarna peach. untuk sentuhan terakhir Aira memakai lipcream berwarna pearl peach yang membuat tampilannya natural dan sangat cantik.
Aira berjalan terburu buru menuju lemari bajunya, dia mengambil sebuah dress tangan panjang dengan panjang selutut berwarna putih, Dia segera memakainya dan mengambil catokan rambut instan miliknya. Dia mengcurly rambutnya namun hanya bagian bawahnya saja.
Setelah selesai, Aira mengambil aksesoris set anting dan kalung kesukaannya. Pelengkap terkahir dia mengambil handbag dan menyemprotkan parfum kesukaannya.
Dia melihat jam ternyata dia hanya punya waktu 5 menit lagi. dia segera mengambil sneakernya agar nyaman saat berlari menuju taman.
Kemudian Aira keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Keadaan masih sepi karena sarapan biasanya siap pukul 07.30. Aira keluar dari kosan dan berlari kecil. Dia sangat tak sabar bertemu Aris.
Sementara itu Aris yang sudah menyiapkan sarapan untuk istrinya yang masih tertidur segera berangkat lebih awal dan menunggu Aira di taman.
Aira berhenti berjalan. Dia melihat Aris sedang duduk sendirian di taman. pria yang sangat dia rindukan akhirnya ada dihadapannya. Dia berlari kecil dan menghampiri Aris.
Aris melihat Aira berlari kearahnya segera berdiri dan mengangkat tangannya segera untuk memeluk Aira.
Mereka berpelukan ditaman itu beberapa saat tanpa suara. hanya saling melepas kerinduan satu sama lain.
__ADS_1
"Ayo kita masuk ke mobil," Ucap Aris melonggarkan pelukan erat Aira
"Mau kemana?" Tanya Aira.
"Ke tempat yang indah yang cuma ada kita berdua." Jawab Aris menggenggam tangan Aira dan mengajaknya menuju mobil Aris dan mereka segera pergi dari taman itu.
Dalam perjalanan Aira dan Aris saling terdiam. Aris merasa bersalah karena tak mengabari Aira begitu lama. dan disisi lain Aira merasa penasaran dan ingin bertanya banyak hal namun tak ingin merusam suasana dan akhirnya berdebat. Mereka hanya ingin menikmati kebersamaannya untuk saat ini.
Perjalanan jauh sekitar 2 jam, akhirnya mereka sampai dipinggir pantai, Aira menurunkan kaca mobil dan merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.
"Mas mau berenang di pantai?" Tanya Aira
"Ngga kok sayang," Jawab Aris masih fokus pada kemudinya.
"Lalu kenapa kesini?" Tanya Aira lagi
"Menghilangkan penat dengan berduaan sama kamu," Goda Aris.
Aira tersenyum dan kembali memandangi hamparan laut berwarna biru. Setelah sampai ke sebuah Private Villa, Aris menghentikan mobilnya dan parkir disamping Villa itu.
"Yuk turun," Ucap Aris.
Aris turun dari mobil dan disusul oleh Aira. Mereka masuk ke Villa mewah yang berada persih dipinggir pantai. Didepan Villa itu sudah ada seorang pria paruh baya yang sepertinya sudah menunggu kedatangan mereka.
"Ini kuncinya." Kata pria paruh baya itu memberikan kunci dan segera pamit pergi dengan motor tua nya.
"Penjaga Villa, Ayo kita masuk." Ucap Aris
Aris membuka pintu Villa itu dengan kunci yang diberikan oleh pria paruh baya itu. Mereka masuk kedalam Villa. Bangunannya terbuat dari kayu jati, bahkan dinding dan lantainyapun full kayu jati. Ruangannya sangat luas namun tanpa sekat, Disana ada sebuah tempat tidur berukuran besar yang juga terbuat dari kayu, lengkap dengan kasur dan perlengkapan tidur. ditempat tidur itu memakai kulambu berwarna putih yang menambah keastetikannya.
Aira melihat sekeliling, selain ada tempat tidur juga ada kursi kayu panjang dan kursi goyang. Bahkan ada peralatan masak dan kompor.
"Mas, Ini bagus banget." Ucap Aira
"Coba buka gorden itu." Ucap Aris
Disebelah kiri ruangan itu ada sebuah gorden berukuran besar dan ketika Aira membuka gorden besar itu, Dia terpana dengan pemandangan pantai yang bisa langsung dilihatnya.
"Wahhh indah banget Mas," Ucap Aira terkesima.
"Memang indah," Jawab Aris memeluk Aira dari belakang. Aira menoleh ke belakang dan matanya bertatapan dengan Aris. Mereka bertatapan beberapa lama sebelum Aira kembali memalingkan wajahnya menatap pantai lagi. Jantung Aira berdegup kencang. Pelukan Aris terasa semakin erat dan semakin lama membuat Aira merasa tubuhnya memanas.
"Gerah Mas," Aira melepaskan pelukan Aris dan berjalan menuju ke tempat tidur.
"Mau minuman dingin?" Tanya Aris sambil berjalan menuju kulkas.
__ADS_1
"Boleh," Jawab Aira
Aris mengambilkan minuman jus buah dingin yang ada didalam lemari es. dan menghampiri Aira yang sedang duduk diatas tempat tidur. dan menyodorkan minuman itu.
"Makasih ya Mas," Ucap Aira dan segera meneguk habis minuman yang diberikan Aris.
"Pelan pelan minumnya," ucap Aris melihat Aira meminumnya tanpa bernafas. Namun ternyata jus buah itu belepotan ke bawah bibir Aira.
"Segarnya," Ucap Aira
Tanpa basa basi Aris meminum jus buah yang tertinggal dibawah bibir Aira. Mendapat perlakuan seperti itu Aira terkejut dan hanya terdiam.
"Suara jantungmu sangat jelas," Ucap Aris membuat Aira merasa malu.
"Abis Mas kenapa tiba tiba seperti itu," Jawab Aira manja
"Gak boleh ya, maaf kalau gitu," Ucap Aris dengan nada kecewa.
"Eh gak apa apa ko Mas," Aira merasa tak enak karena merusak suasana.
"Beneran gak apa? Boleh?" Tanya Aris meyakinkan.
"Bo..Boleh," Jawab Aira terbata- bata.
Aris kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Aira, dan dia segera menutup matanya. Aris tersenyum dan menatap wajahnya. kemudian menghempaskan tubuhnya dan berbaring.
Aira terkejut karena Aris tak jadi menciumnya. Justru Aris memejamkan mata dan berbaring disebelahnya dengan kaki menjuntai ke lantai.
"Mas marah ya?" Ucap Aira
"Tidak, bukan begitu." Jawab Aris
"Lalu kenapa?" Tanya Aira lagi.
"Mas ingin melepas rindu denganmu, tapi sepertinya kamu tak inginkan Mas." Ucap Aris dengan lemas.
"Aku inginkan Mas ko," Jawab Aira tanpa ragu.
"Lalu kenapa kamu sepertinya tak ingin Mas sentuh, tadi Mas peluk kamu lepaskan, Mas ingin kecup kamu memejamkan mata. Sepertinya kamu tak mencintaiku." Ucap Aris dan kembali duduk lalu beranjak dan memakai kembali sepatunya.
"Mungkin sebaiknya kita pulang saja." Tambah Aris.
"Mas..." Panggil Aira sedih. Dia merasa bersalah karena sudah menyinggung perasaan Aris. Dia tak mau mengecewakan Aris. Tanpa ragu Aira berlari dan memeluk Aris dari belakang.
"Maaf Mas, Aira gak nolak Mas, Aira hanya malu dan gugup karena ini pertama kalinya buat Aira." Ucap Aira.
__ADS_1
"Sudahlah kita pulang saja." Aris melepaskan pelukan Aira.
"Tapi...."