
Aira menceritakan semuanya tanpa sensor pada Meylani, Detail bagaimana awal mereka bertemu hingga apapun yang mereka lakukan. Meylani terlihat antusias, namun dalam hatinya dia mengutuk Aira, mengatai Aira wanita yang bodoh. Meylani tak menyangka Aira sebodoh itu, padahal dia dari keluarga kaya raya dan berpendidikan.
"Emang sih cantik, tapi bego banget ini mah," Gumam Meylani dalam hatinya. Namun bukannya memberitahukan pada Aira bahwa apa yanh dilakukannya itu salah, Meylani justru berniat menjadikan cerita dari Aira itu sebagai tameng untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Eh Ra, aku mau tanya dong, emang kamu berapa kali pernah pacaran?" Tanya Meylani sambil tersenyum.
"Baru kali ini sih, Soalnya gak diijinin Papa, ditambah aku kemana mana diikutin Bodyguard, baru sekarang bisa lepas hehehe" Ucap Aira senang.
"Oh pantesan dong," Ucap Meylani refleks
"Hm? Pantesan apa Mey?" Tanya Aira heran
"Ah I- itu, Pantesan masih kaku maksudnya," Ucap Meylani menutupi maksud aslinya. Aira tertawa dan kembali memakan snak yang masih tersisa. Malam itu mereka habiskan dengan mengobrol dan bercerita pengalaman berpacaran masing masing. Meski sebenarnya Meylani lebih banyak mengarang cerita.
Pagi harinya, Aira terbangun karena suara berisik penghuni kos yang sedang sarapan. Sementara itu Meylani yang tertidur disampingnya masih terlelap pulas tak terganggu oleh suara bising.
Aira beranjak dan menuju kamar mandi karena merasa mual yang hebat. Dia muntah muntah beberapa saat. Kepalanya sedikit terasa pusing.
"Ra? kenapa? Kamu sakit?" Tanya Meylani menepuk nepuk punggung Aira agar memudahkannya untuk muntah.
"Iya kayanya kena Magh nih," Ucap Aira.
"Apa jangan jangan dia hamil ya," Gumam Meylani dalam hatinya.
"Kita ke dokter yuk." Ucap Meylani.
"Gak ah, Aku mau tiduran aja," Ucap Aira lemas.
"Kalau gitu, nanti kalau kamu kencing, masukin air seninya ke gelas ini ya," Ucap Meylani.
"Kenapa?" Tanya Aira heran.
"Sudah jangan banyak tanya, turutin saja ya, aku keluar dulu," Ucap Meylani segera keluar dari kamar Aira.
Meylani segera berlari keluar dari kosan menuju minimarket. Disana dia membeli sesuatu untuk Aira. Dan tentunya dia juga membeli beberapa macam makanan. Setelah selesai belanja Meylani kembali ke kosan dan menuju ke kamar Aira.
"Gimana? Sudah kencing?" Tanya Meylani.
"Sudah, itu gelasnya aku simpan dikamar mandi." Ucap Aira menunjuk ke kamar mandi.
"Oke baiklah," Ucap Meylani, segera masuk ke kamar mandi.
Meylani mengambil barang yang dibelinya itu, yaitu alat test kehamilan. Tanpa pikir panjang Meylani segera membuka kemasannya dan membaca cara pakainya. Dia sering melihat ini di film dan sepertinya mudah.
__ADS_1
Meylani mencelupkan alat itu sesuai dengan instruksi yang dituliskan pada kemasan. Dia menunggu beberapa saat. Hingga tak sampai semenit hasilnya sudah keluar.
"Kamu ngapain Mey?" Tanya Aira membuat Meylani terkejut.
"Kamu ini kayak setan deh, Aku kaget tau," Ucap Meylani
"Haha lagian kamu serius banget." Ucap Aira.
"Tapi ini memang serius Ra," Meylani mengajak Aira keluar dari kamar mandi dan menuntunnya duduk diatas tempat tidur. Wajah Meylani benar benar serius dan dia menatap Aira dengan tajam.
"Ada apa sih Mey, kamu bikin aku takut deh," Ucap Aira mulai cemas.
"Kamu ini bego apa bodoh sih?" Tanya Meylani agak kesal.
"Apa maksudnya itu? kenapa kamu bicara seperti itu sama aku Mey?" Aira menjadi lebih bingung dengan apa yang Meylani katakan. Meylani terlihat ragu, beberapa kali dia menghela nafas panjang.
"Ra, dengarkan aku baik baik ya," Meylani duduk berhadapan dengan Aira, Meylani memegang kedua tangan Aira dan menatap matanya dengan tajam dan serius. Aira bingung dengan apa yang akan Meylani katakan.
"Aira, kamu ini sekarang..."
"Tok tok tok"
"Ra, ada yang cariin dibawah!!" Suara seorang pria dari luar kamar Aira. Membuyarkan apa yang ingin mereka bicarakan.
"Ergy katanya," Jawab pria yang ada didepan kamar Aira.
Meylani menghentikan ucapannya begitu mwndengar ketukan pintu. Raut wajahnya juga berubah saat memdengar yang datang adalah Ergy.
"Tolong suruh naik saja," Teriak Aira.
Meylani terdiam dan terlihat gugup, Ergy akan naik ke kamar Aira dan pasti bergabung dengan mereka berdua.
"Mey, lanjutin dulu, tadi kamu bilang aku ini apa?" Tanyq Aira serius.
"Kayaknya ini bukan saat yang tepat, Ergy gak boleh sampai tahu masalah ini sekarang." Gumam Meylani dalam hatinya.
"Mey, kenapa diam saja? Ada apa?" Tanya Aira mengguncangkan tubuh Meylani.
"I-Itu sebenarnya," Meylani terbata bata, dan Ergy tiba kekamar Aira.
Ergy masuk ke dalam setelah mengetuk pintu dan Aira mengizinkannya masuk, Ergy heran melihat suasana antara Meylani dan Aira yang sepertinya sedang tegang.
"Kalian kenapa? Serius sekali," Tanya Ergy duduk dibawah tempat tidur persis dibawah Meylani.
__ADS_1
"Ini Meylani mau,"
Belum sempat Aira menyelesaikan ucapannya, Meylani menutup mulut Aira dengan tangannya dan menggelitikinya. Sontak saja Aira tertawa karena merasa geli.
"Hahaha ampun Mey ampun hahhaha," Ucap Aira berusaha menghentikan Meylani.
"Dasar kalian ini, Aku kesini mau ajak Aira ke perpustakaan lagi." Ucap Ergy.
"Pagi pagi begini?" Tanya Aira heran.
"Ya aku tungguin kamu siap siap, kalau Meylani mau ikut juga ayok," Ucap Ergy.
"Iya aku mau ikut, Aku mandi disini ya Ra," Ucap Meylani kemudian berlari menuju kamar mandi dikamar Aira.
"Yah padahal aku yang mau mandi duluan," Gumam Aira pelan.
Ergy memberikan sesuatu dari kantong jaketnya pada Aira, itu adalah buah apel hijau. Aira menerimanya dan langsung memakannya tanpa ragu. Aira membuka lemari bajunya dan memilih pakaiannya yang akan dia pakai dan menyiapkannya. Ergy hanya memperhatikan apa yang Aira lakukan sambil seaekali menatap ponselnya.
Saat Meylani selesai mandi, Meylani melihat Aira dan Ergy sedang melihat ponsel berdua.
"Ra, pinjem baju dong," Ucap Meylani.
"Baju? Baju yang mana?" Tanya Aira. Sebenarnya Aira tidak suka berbagi pakaian dengan orang lain, meskipun hanya meminjamkannya. Tapi karena merasa tidak enak, Aira mengijinkannya.
"Yang ini saja," Meylani mengambil baju yang sudah Aira siapkan untuk dia pakai. Dan kemudian segera memakainya tanpa mendengar persetujuan Aira terlebih dahulu.
"Ta- Tapi," Ucap Aira terbata.
"Gimana? Bagus gak?" Meylani berputar putar setelah menggunakan dress abu tua selutut lengan panjang milik Aira itu.
"Wahh kamu cantik Mey," Ergy bertepuk tangan dan memuju Meylani.
"Benarkah?" Meylani tersipu malu.
"Tentu saja, iya kan Ra?" Tanya Ergy pada Aira.
"Iya cantik sekali," Ucap Aira lemas. Dia merasa aneh dengan sikap Meylani yang dia rasa berubah.
"Yasudah, Aku mandi dulu ya," Ucap Aira menuju kamar mandi.
"Kamu gak bawa baju ganti Ra?" Tanya Ergy.
"Ah iya hampir aku lupa," Ucap Aira, Dia kemudian memilih pakaian lain yang ada dilemarinya. Lalu berjalan lemas ke kamar mandi dan menyalakan keran shower. Aira mandi dengan perasaan kesal.
__ADS_1