Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 61


__ADS_3

Aira masih bingung dengan apa yang ingin Meylani katakan, dia memikirkan berulang kali saat berendam dikamar mandi, namun tak menemukan jawaban apapun.


Setelah keluar dari kamar mandi, Aira bersiap karena kedua temannya sudah menunggunya. Meskipun perutnya terasa tidak nyaman, Aira tetap pergi bersama Meylani dan Ergy. Apalagi Ergy sudah menjemputnya, Dia merasa tidak nyaman bila tidak pergi ke perpustakaan bersama.


"Ra, kamu lemes banget. Belum makan ya?" Tanya Ergy menggoda Aira. Dia tak menjawab, hanya tersenyum tipis.


"Iya bener, kita berdua belum makan. Kita makan bareng aja yuk. Beli bubur ayam gimana?" Tanya Meylani dengan ceria. Meylani menggandeng Aira dan Ergy Dia berjalan diantara Aira dan Ergy dan menarik tangan mereka berdua berjalan bersama.


"Aira kenapa ya, kayaknya sakit lagi deh," Batin Ergy.


"Meylani sikapnya aneh, Kenapa sampai ingin pakai bajuku segala ya?" Batin Aira.


"Aku gak boleh biarin Aira dan Ergy berduaan. Aira gak pantes buat Ergy. Dia kotor!" Batin Meylani.


Mereka sibuk dengan pikiran masing masing, meski bibir salibg tersenyum, tapi hati mereka sebaliknya. Penjual bubur cukup jauh dari kawasan kampus, namun untung saja buburnya belum habis terjual. Akhirnya Ergy memesankan 3 mangkuk untuk mereka semua.


Saat bubur ayam sudah disajikan didepan mata, Aira justru merasa mual mencium aroma bubur ayam itu. Dia segera berlari menuju semak semak dan muntal kembali.


Ergy panik dan ingin menghampiri Aira. Namun Meylani menahannya dengan memegang tangan Ergy.


"Biar aku saja," Ucap Meylani. Ergy segera duduk kembali dan membiarkan Meylani yang membantu Aira dengan mengusap usap punggungnya.


"Hueekkk" Aira mual namun tak memuntahkan apapun.


"Minum teh anget yuk, Mual itu cuma perasaanmu saja." Ucap Meylani.


"Iya Mey, makasih ya," Ucap Aira saat Meylani memapahnya kembali ke meja makan.


"Pak, Minta teh tawar anget dong," Teriak Meylani. Penjual bubur itupun segera memberikan teh hangat tawar permintaan Meylani itu.


Meylani menyodorkan gelas berisi teh hangat tawar itu pada Aira, dan meminta Aira meminumnya perlahan. Aira menurut dan meminumnya. Setelah beberapa saat Aira merasa lebih baik.


"Gy, maaf ya, Aku sepertinya ingin istirahat saja dikamar. Kalian berdua saja yang ke perpustakaan," Ucap Aira lesu.


"Ya sudah kamu istirahat saja. Biar aku yang temani Ergy ke perpustakaan," Ucap Meylani riang.

__ADS_1


"Tapi kamu gak apa apa Ra sendirian?" Tanya Ergy khawatir.


"Aku baik baik saja. Aku hanya perlu istirahat saja. Kalau begitu aku pulang dulu ya." Pamit Aira.


"Aku antar dulu saja Ra," Ucap Ergy menawarkan untuk mengantar Aira. Namun Aira menolaknya.


"Tidak usah, lagi pula dekat kan," Uxap Aira tersenyum. Dia berjalan sendirian ke kosannya. Dan segera beristirahat dikamarnya.


Sementara itu Ergy dan Meylani menyantap bubur ayam yang sebelumnya sudah mereka pesan. Ergy terlihat tidak bernafsu untuk makan. Meylani menyadari itu dan berusaha mengalihkan pikiran Ergy dari Aira.


"Gy, Niko sama Steve kenapa gak diajak?" Tanya Meylani berusaha untuk tidak membahas Aira.


"Aira sakit lagi ya Mey?" Tanya Ergy, dia justru tak menjawab pertanyaan Meylani.


"Orang tanya apa jawabnya kemana," Gerutu Meylani.


"Kayaknya kita harus lihat kondisi Aira. Aku takut dia kenapa kenapa," Ucap Ergy.


"Gak usah, Biarkan saja dia istirahat. Nanti agak sore baru kita lihat lagi kondisinya. Sekarang biarkan dia istirahat dulu." Ucap Meylani meyakinkan Ergy. Ergy menghela nafas panjang dan akhirnya setuju dengan apa yang Meylani sarankan.


"Andai kamu tahu Gy aku suka kamu dari lama," Batin Meylani dalam hatinya. Meylani menatap Ergy dengan penuh perhatian. Matanya tak teralihkan dari Ergy yang juga menatap buku dengan tatapan kosong.


"Kamu ganteng banget kalau lagi serius seperti itu," Batin Meylani lagi. Namun dia teringat apa yang dilihatnya sore kemarin. Meylani melihat Aira dan Ergy berjalan berdua dan bercanda sangat akrab. Bahkan dia melihat sendiri bagaimana Ergy menatap Aira dengan penuh cinta. Meylani menggigit bagian dalam mulutnya karena kesal dan cemburu.


Dia tahu Ergy memang menyukai Aira, karena tatapan Ergy selalu tertuju pada Aira. Bahkan setiap hari Ergy selalu menitipkan coklat untuk Aira padanya. Namun Meylani tak pernah menyampaikannya.


Setiap kali Ergy bercerita tentang rencananya mengungkapkan perasaannya pada Aira, Meylani selalu memberitahukan kalau Aira punya pacar. Tapi Ergy tidak pernah ingin mempercayainya.


"Kalau Ergy tau apa yang terjadi pada Aira, Dia pasti akan membenci Aira dan merasa jijik padanya." Batin Meylani sambil terus menatap Ergy. Hingga tanpa terasa waktu sudah petang.


"Mey, kamu masih mau disini? Aku akan keluar," Bisik Ergy pelan.


"Kamu mau kemana?" Tanya Meylani tidak ingin ditinggalkan.


"Aku lapar," Ucap Ergy singkat.

__ADS_1


"Aku ikut ya, aku juga lapar," Ucap Meylani berbisik pelan.


Mereka keluar dari perpustakaan dan menuju ke kantin. Disana Ergy memesan bakso dan Meylani memesan mie ayam. Mereka makan bersama. Namun Ergy banyak diam tak banyak berbicara.


"Gy, Niko sama Steve apa kabar?" Tanya Meylani memecah keheningan.


"Gak tahu, kalau liburan mereka jarang menghubungi. Paling weekend saja bertemu kalau lari pagi." Jawab Ergy lesu.


"Memangnya mereka ngapain kalau libur?" Tanya Meylani penasaran


"Steve biasanya membantu Papanya jaga showroom, kalau Niko katanya dia kerja part time." Jawab Ergy santai menyantap bakso pedas yang dipesannya.


"Steve punya showroom? Pantas saja mobilnya sering gonta ganti," Meylani mengangguk anggukan kepalanya. Ergy terdiam segera menghabiskan bakso miliknya. Dia terus saja melihat jam tangannya.


Ergy mengambil ponselnya dan mencari kontak Aira. Dia mengirimkan pesan singkat.


"Iya begitulah, kita cek keadaan Aira yuk, aku khawatir, dia gak balas pesan singkatku." Ucap Ergy khawatir.


"Aira pasti sedang tidur, biarkan dia istirahat dulu ya. Nanti sore kita kesana." Jawab Meylani menenangkan Ergy, namun Ergy tetap saja khawatir.


Ergy terdiam, lalu dia menarik tangan Meylani.


"Mau kemana?" Tanya Meylani terkejut.


"Kita ke kosan, tunggu dikamarmu aja," Jawab Ergy tegas.


Mendengar itu Meylani berdebar, Dia mwngikuti Ergy dengan senang hati. Tentu saja. Meylani memang menyukai Ergy.


Saat sampai dikosan, Ergy ingin langsung naik ke kamar Aira. Namun Meylani menahannya.


"Sebaiknya tunggu sampai dia membalas pesan singkatmu, nanti kalau istirahatnya terganggu bagaimana? Lagian ini baru jam 3 sore, mungkin dia masih tidur." Ucap Meylani menahan Ergy. Raut wajah Ergy kecewa dan khawatir. Namun dia mengikuti Meylani ke kamarnya.


Belum lama mereka masuk ke kamar Meylani, suara notifikasi ponsel Ergy berbunyi. Dan itu balasan pesan singkat dari Aira. Ergy tersenyum dan segera menelponnya.


"Hallo Aira," Ucap Ergy.

__ADS_1


Mendengar Ergy menelpon Aira, Meylani yang menyiapkan minuman segera melihat raut wajah Ergy yang sumringah. Meylani berdecak kesal.


__ADS_2