Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
Eps 16 - Bimbang


__ADS_3

Hari berlalu begitu saja, akhirnya Ressa diperbolehkan pulang setelah dirawat selama 10 hari, Aris yang fokus merawat istrinya mengambil cuti panjang. Dia tak mau ada hal buruk lain yang menimpa istrinya itu.


Sampai saat akan meninggalkan rumah sakit, Aris menemani Ressa dan menyelesaikan administrasi di rumah sakit. Akhirnya mereka dapat pulang kerumahnya.


Dalam perjalanan menuju kerumah, Ressa terus menggenggam tangan Aris seolah tak ingin melepaskannya. Mereka mendengarkan lagu romantis kesukaan mereka.


"Mas," Panggil Ressa


"Ya sayang," Jawab Aris


"Apa kamu mencintaiku?" Tanya Ressa pada Aris


"Tentu saja, aku sangat sangat sangat mencintaimu," Jawab Aris tanpa ragu. Mendengar itu Ressa tersenyum lebar.


Merepa tiba dirumah, setelah masuk Aris membawa Ressa ke dalam kamar mereka dan memintanya beristirahat.


"Mas rumah berantakan sekali, aku harus membersihkannya." Ucap Ressa menolak untuk beristirahat karena jiwa ibu rumah tangganya meronta melihat rumah yang berantakan seperti kapal pecah.


"Kamu istirahat saja, biar Mas yang bersihkan" Pinta Aris menidurkan Ressa dan menyelimutinya. Ressa terlihat tak tega pada suaminya, namun dia memang harus bedrest dan tidak boleh banyak melakukan aktifitas yang berat.


Aris meninggalkan Ressa dan menutup pintu kamarnya, Lalu berjalan menuju ruangan tengah dan mulai membersihkan rumah. Keadaan rumah masih sama seperti saat kejadian malam itu. Aris memulai membersihkan rumah dari ruang tamu, dimana disana ada beberapa bercak darah Ressa dan pecahan kaca. Aris membersihkan noda darah yang sudah mengering itu dengan kain basah.


Aris menata ulang ruang tamu dengan suasana baru. Dia memindahkan beberapa vas bunga berbahan kaca ke dalam sebuah kardus. Dia juga membuang bunga yang sudah layu. Biasanya Ressa akan mengganti bunga segar dirumah mereka setiap 3 atau 4 hari sekali. Itu dilakukan Ressa karena dia menyukai bunga.


Selesai membersihkan ruang tamu, dia mengambil ponselnya yang sedang diisi daya. Kemudian menyalakannya.


Beberapa hari dirumah sakit Aris tak membuka ponselnya sampai lupa mengisi daya ponsel. Dia hanya fokus merawat Ressa menyediakan kebutuhan Ressa.


Dia menyalakan ponsel dan ada beberapa pesan yang dia abaikan dulu. Dia segera menelpon toko bunga langganan mereka yang berada didepan komplek perumahan.


"Hallo Mbak indah, Saya Aris yang biasa pesan bunga," Ucap Aris memulai percakapan


"Ya Pak Aris, saya dengar Bu Ressa sedang sakit. Apa sudah membaik?" Tanya indah penjaga toko bunga.


" Sudah membaik, sekarang sudah pulang kerumah." Jawab Aris


"Syukurlah kalau begitu." Lega Indah.


"Saya ingin pesan bungan mawar putih seperti biasa, tapi sekalian saya ingin beli vas bahan plastik, apakah ada?" Tanya Aris


"Ada Pak, ingin pesan berapa banyak?" Tanya Indah

__ADS_1


"10 saja dulu, sama bungannya sekalian ya. Tapi nanti saya minta untuk sekalian ditata disini. Istri saya masih lemas." Pinta Aris


"Boleh pak, 30 menit lagi saya antar, saya siapkan dulu ya. Sekalian saya ingin menengok Bu Ressa." Ucap indah menutup pembicaraan dan kemudian memutus telepon Aris.


Setelah bertelepon, Aris melanjutkan pekerjaannya membereskan ruang makan dan ruang televisi. dia mengepel dan mengelap semua debu yang ada disana. Dia juga melakukan tata ulang ruangan dengan memindahkan posisi beberapa barang agar terlihat berbeda.


Dia ingin istrinya merasa nyaman dan tak mengingat kejadian malam itu lagi. Aris juga memasang cctv yang sudah dia pesan sebelumnya agar dapat mengontrol keadaan rumah darimanapun.


Aris ingin mengecat ulang rumahnya, namun dia tak mempunya banyak waktu untuk mengerjakannya karena dia juga ingin beristirahat.


Hari mulai gelap ketika Indah datang mengantarkan pesanan Aris. dia datang dengan menggunakan sepeda yang biasa untuk mengantarkan pesanan bunga.


Indah seorang wanita cantik, namun dia seorang janda tanpa anak. Suaminya meninggal karena kecelakaan kerja. Dia memakai kaos berwarna putih dan jeans panjang. Rambutnya pendek dan dia memakai topi berwarna putih senada.


"Pak Aris, permisi," Panggil Indah. Aris mendengarnya dari dalam. Dia baru saja duduk beristirahat setelah membersikan seluruh rumah. Aris berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Eh Mbak, silahkan masuk." Aris mempersilahkan Indah masuk dan membantunya membawa bunga dan beberapa vas bunga.


"Istri saya ada dikamarnya, sebentar saya bangunkan dulu ya." Aris hendak berjalan menuju ke kamar namun indah menghentikannya.


"Sebentas Mas," Ucap indah pelan sambil memegang tangan Aris.


"Ada apa? Apa kamu merindukanku?" Goda Aris sambil mencubit hidung Indah.


"Seharusnya begitu, tadi siang aku memberikannya obat tidur karena diminta dokter agar tidur sampai besok pagi." Jawab Aris pelan.


Lalu Aris berjalan perlahan menuju kamar dan memeriksa Ressa. Ternyata Ressa masih tertidur pulas.


"Istriku masih tidur." Bisik Aris ditelinga Indah.


"Kalau begitu, apa bisa antarkan aku pulang?" Ucap indah manja.


"Tak bisa." Ucap Aris dingin. Mendengarnya Indah cemberut.


"Kita merangkai bunga saja diruang kerja."Goda Aris segera menarik tangan Indah menuju Ruang kerjanya.


Setelah mereka masuk ruang kerja, Aris mengunci pintu lalu menghampiri Indah yang duduk disofa yang berada disana. Mereka bercumbu dengan panasnya. Aris sangat menikmati permainan indah, karena selama dirumah sakit, nafsunya tak tersalurkan.


Setelah mencapai puncak bersama, mereka kembali merapihkan diri kembali dan saling berpelukan.


"Mas kenapa jarang mengunjungi toko bungaku?" Tanya Indah sambil memeluk Aris

__ADS_1


"Aku ingin kamu memintaku datang," Jawab Aris membalas pelukan Indah


"Jadi, jika aku minta Mas datang, Mas akan segera datang?" Tanya Indah.


"Tentu saja," Aris mengecup kening Indah.


"Ayo keluar, nanti istrimu terbangun," Ucap indah.


Aris membuka pintu dan menengok sekeliling, dan Ressa memang masih tertidur lelap. Mereka segera keluar dan menata bunga yang tadi dipesan dan menempatkannya dibeberapa ruangan.


Setelah itu Indah pamit pulang kembali ke toko bunganya.


"Mas, aku pamit, nanti ku telepon harus datang ya," Bisik Indah


"Iya pasti," Jawab Aris tersenyum


"Tapi Mas cuma begini sama Aku kan?" Tanya Indah


"Aku hanya mencintaimu dan istriku," Jawab Aris berbisik


Indah segera pergi dan kembali menuju toko bunganya karena malam mulai larut. Aris merasa lega karena telah menuntaskan nafsunya dan pekerjaan rumahnya juga sudah selesai.


Dia membuka pintu kamar, mendapati istrinya masih terlelap tidur karena obat yang dia berikan. Aris berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri dari keringat setelah membersihkan rumah dan juga bercumbu bersama Indah.


Setelah membersihkan diri, dia naik ke tempat tidur dan memeluk Ressa. Aris pun tertidur karena merasa lelah dan lemas.


◇◇◇◇


Sementara itu, Aira yang tak diberi kabar oleh aris selama lebih dari 1 minggu, sudah tak memikirkan Aris. Kesibukan di kampus membuatnya sedikit melupakan tentang kabar dari Aris, meskipun kadang dia menunggunya.


Malam itu Aira sedang berkumpul bersama penghuni kos lain di lantai bawah setelah makan malam. Mereka berbincang ringan dan bermain gitar sambil bernyanyi bersama.


"Ra, Lu punya pacar ga? Tanya salah seorang penghuni kos pria.


"Punya," Jawab Aira dengan bangga


"Kok gak pernah ajak kesini." Tanya penghuni kos lain.


"Dia sibuk, soalnya sudah kerja," Jawab Aira


"Pantesan, mainannya sama Om om ya haha" Mereka menggoda Aira dan tertawa bersama. Karena sudah larut, Mbak Mi meminta mereka kembali ke kamar masing masing dan pergi tidur.

__ADS_1


Aira juga kembali ke kamarnya. Dia memikirkan hubungannya dengan Aris. Seharusnya dia tidak semudah itu terbuai kata kata yang Aris ucapkan. Jika memang Aris mencintainya, mengapa dia tak menghubunginya sama sekali? mengapa dia mengambil cuti panjang? Namun tak memberikan kabar kepada Aira?


__ADS_2