Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 10 - Perkenalan dikampus


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Aris didepan kampus, Aira merasa sedikit lega. Entab kenapa dia merasa senang. namun Ada rasa getir dihatinya.


Malam hari dikosan, Aira tak ikut serta makan malam. dia sibuk menonton drama korea kesukaannya sambil menikmati cemilan dan jus buah mangga kesukaannya. waktu menunjukan pukul 23.10 saat Aira selesai menonton drama korea dan segera mengambil selimut bersiap untuk tidur.


Namun terdengar suara ribut dibawah, beberapa orang laki laki terdengar berkelahi, Aira beranjak menuju pintu dan membukanya. dia hanya melihat dari depan kamarnya. ada 3 orang laki laki dan pemilik kos yaitu mbak mi sedang berdebat.


Tak ingin ikut campur Aira segera masuk kembali ke kamarnya dan menyelimutin dirinya. kemudian tertidur.


◇◇◇


Pagi hari Aris terbangun, Waktu masih menunjukan pukul 05.15. Ressa masih tertidur disampingnya. Aris mengecup kening Ressa kemudian beranjak menuju kamar mandi. dia membersihkan diri dan bersiap untuk bersepeda pagi sekitaran komplek.


Sebelum bersepeda Aris mengambik segelas susu dingin dan meminumnya. dia melakukan pemanasan dan mengisi botol air minum. setelah merasa cukup pemanasan dia mengayuh sepedanya berkeliling komplek.


Suasana masih terasa sepi, hanya ada beberapa ibu rumah tangga yang sedang menyapu halaman dan mulai menjemur pakaian. Aris tersenyum dan menyapa beberapa orang yang dilewatinya. Selain tampan, Aris juga dikenal sangat ramah.


"Nak Aris, Apa kabar?" Sapa seorang ibu paruhbaya yang merupakan istri ketua RW dikomplek tempat tinggal Aris. dia berhenti dan turun dari sepedanya.


"Saya baik bu, ibu apa kabar? sepertinya tambah kurus ya" Canda Aris


"Masa sih? Senang sekali kalau saya agak kurus," Ucap bu Marni tersipu.


"Betul bu, ibu jadi tambah cantik seperti gadis lagi," Jawab Aris


"Nak Aris bisa saja." Jawab bu Marni tertawa kecil


mereka tertawa bersama dan sedikit berbincang tentang keadaan komplek, dan bu marni memberi tahukan Aris bahwa kemarin ada keributan dirumahnya. ada beberapa orang laki-laki yang datang dan berdebat dengan Ressa. mendengar berita itu Aris terkejut. dia segera pamit dan kembali menuju rumah dengan terburu-buru.


Sesampainya dirumah, Ressa sedang sarapan roti dan susu. Melihat ressa ada diruang makan, Aris segera menghampirinya dan memeluknya.


"Ada apa sih mas?" Tanya Ressa keheranan


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Aris.


"tidak, Aku tak bisa bernafas" Ucapan ressa membuat Aris melepaskan pelukannya.


"Aku mendengar kemarin ada beberapa laki- laki yang datang kesini dan berdebat denganmu, siapa mereka?" Tanya Aris. Ressa menghela nafas, lalu kembali duduk dan meminum susu yang ada di atas meja makan.


"Duduklah." Ucap Ressa.


Aris menurut dan duduk disamping Ressa. Ressa menceritakan kejadian hari sebelumnya dimana laki- laki yang kemarin datang adalah sepupu- sepupunya. mereka datang karena masalah pembagian warisan. mereka menuduh Ressa memanipulasi surat warisan dan menyembunyikan surat warisan yang asli.

__ADS_1


itu sebabnya rumah sangat berantakan namun tak ada barang yang hilang. Kemarin Ressa juga dipaksa ikut berkumpul ditempat notaris. dan setelah selesai urusan itu, Ressa menerima telepon dari salah satu resellernya bahwa barang yang dia kirim semua rusak.


Jadi ressa segera ke pabrik dan mengecek barang hasik produksi. setelah semua selesai barulah Ressa kembali kerumah menjelang malam


"Kamu pasti sangat lelah," Ucap Aris sambil mengelus rambut Ressa.


"Aku gak apa- apa kok mas," Jawab Ressa tersenyum getir.


"Bagaimana kalau kamu pergi liburan dulu, ke singapure atau ke bali." Ucap Aris menawarkan Ressa untuk beristirahat sejenak


"Gak bisa mas, Online shopku tak bisa aku tinggalkan," Ressa menolak


Aris menghela nafas panjang. dia khawatir istrinya stress. Namun dia yakin Ressa adalah wanita yang tangguh.


"Kalau begitu, kamu perawatan saja sebentar, spa dan massage di salon. biar aku siapkan reservasinya." Ucap Aris beranjak dan segera mengambil ponselnya


"Tak usah mas," Jawab Ressa menolak.


" Sayang, yang ini jangan ditolak ya, mas tak ingin kamu stress, sedikitnya kamu harus rileks sejenak. okay?" Aris memaksa dan segera menelpon


"Yasudah" Ressa tersenyum melihat suaminya. meski enggan merepotkan Aris, tapi Aris selalu memperhatikan ressa.


Setelah menelpon ke salon langganan mereka, Aris bergegas mandi dan bersiap berangkat ke hotel. Dia mencium kening Ressa dan segera memasuki mobil dan memacunya menuju hotel.


◇◇◇


Pagi ini, tak ada seorangpun yang bersuara, kebanyakan dari mereka pergi diam diam tanpa suara. Aira keheranan dan dia merasa lapar karena semalam dia tak makan malam berat.


Aira yang sudah siap menuju kampus segera turun menuju kamar Meylani. dan ternyata Meylani sudah menunggu Aira dan mereka segera berangkat tanpa bersuara.


Aira berjalan mengikutin Meylani dan berjalan perlahan. lalu setelah berjalan cukup jauh dan hampir sampai gerbang kampus, Aira sudah tak sanggup lagi menahan rasa penasarannya.


"Mey, sebenernya ada apa sih?" Tanya Aira kepada meylani yang masih terus berjalan


"Sssttt, nanti kita bicara didalam kelas," Meylani menutup mulutnya dengan jari telunjuk seolah berisyarat agar Aira tak bertanya terus menerus. Hingga akhirnya mereka sampai dikelas dan Meylani menceritakan kepada Aira.


"Sebenernya aku juga gak tau kenapa. tapi kamu lihat sendiri kan kemarin. Kalau kata anak kos yang udah lama, kalau mbak mi abis berdebat gitu, jangan sampe ada keributan, mbak mi suka jadi ngelampiasin. Jadi harus nunggu mbak mi baikan dulu suasana hatinya." Jelas meylani. Aira hanya mengangguk- anggukan kepalanya, padahal sebenarnya dia belum paham apa yang terjadi.


Perkuliahan pun dimulai dan tak terasa selesai begitu cepat. sampai saatnya makan siang, Meylani dan Aira berjalan menuju kantin. Mereka memesan Mie bakso dan segera mencari tempat untuk makan.


Setelah mendapatkan tempat diantara keramaian, mereka menanti datangnya mie bakso yang sudah mereka pesan.

__ADS_1


"Boleh gabung?" Ucap seorang pria. Pria itu tak sendirian, dia bertiga bersama dua teman prianya yang lain.


"Gak!" Ucap Aira tanpa menoleh terlebih dahulu.


"Boleh boleh," Ucap meylani sambil terpana melihat pria tampan dihadapannya.


Aira tak bergeming, dia tetap memperhatikan ponselnya dengan serius. dia menunggu Aris menghubunginya, karena Aris berjanji akan mengajaknya bersepeda akhir minggu besok.


"Kenalin aku Ergy," Ucap pria itu


"Ini temen aku Rony dan Martin, kalau nama kalian siapa?" Tambah Ergy


"Aku meylani, Panggil aja Mey dan ini temanku Aira." jawab meylani tersenyum malu


"Oh Aira." Guman pria yang bernama Ergy itu.


Tak lama mie bakso pesanan Aira dan meylani diantarkan, lengkap dengan teh hangat dan sambalnya. Melihat makanannya sampai, Aira dan meylani segera mengadukan sambal kedalam mie bakso dan menyantapnya selagi hangat.


Ergy dan kawan kawannya juga memesan makanan dan minuman yang diantarkan tak lama setelah kedatangan mie bakso. mereka makan bersama sambil bercakap- cakap ringan. kecuali Aira yang tetap memandangi ponselnya sambil makan.


"kenapa dia tak menghubungi ya, apa dia mempermainkanku?" Gumam Aira dalam hatinya.


Selesai makan, Aira segera beranjak karena merasa tak nyaman terus dipandangi oleh ergy, Aira menuju kasir dan membayar makanannya. Namun ketika Aira hendak membayar, ergy ada disampingnya dan meminta kasir untuk memakai kartu milik ergy untuk membayar semua makanan yang aira pesan.


"Pakai kartu saya aja, sekalian bayar punya saya dan kawan kawan ya." Ucap Ergy saat aira sedang mengambil uang didalam tasnya


"Gak usah" Ucap Aira tegas.


"Ini struknya kak," Ucap kasir


"Terimakasih" Jawab ergy sambil berlalu meninggalkan aira yang merasa kesal.


"Nih," Aira memberikan uang selembar berwarna merah seratus ribuan.


"Saya gak suka punya utang." Tegas Aira


"Saya tlaktir. kamu gak berhutang apa- apa" Jawab ergy sambil tersenyum


"Yasudah, terimakasih." Sahut Aira sambil berlalu meninggalkan ergy. Ergy hanya menatap Aira dari belakang sambil tersenyum


tak lama ponsel aira berbunyi tanda pesan masuk

__ADS_1


"Tring"


bersambung


__ADS_2