
Perkuliah selesai, Presentasi kelompok Ergy dan Aira mendapatkan nilai memuaskan. Mereka sangat serasi menjelaskan didepan mahasiswa mahasiswi lain.
"Kalian hebat banget presentasinya," Ucap Meylani kepada Aira dan Ergy saat kelas bubar.
"Biasa aja, Aira yang hebat bikin presentasi dan penjelasan yang mendetail." Puji Ergy sambil menatap Aira yang sedang melepas ikatan rambutnya.
"Bisa aja kamu ngerayunya." Ucap Aira datar. Sambil menyisir rambutnya dengan jemari tangannya.
"Emang bener kamu hebat dimataku," Tutur Ergy menegaskan.
"Udah ah, yuk makan abis presentasi langsung laper bawaannya." Jawab Aira mengalihkan pembicaraan dan menggandeng lengan Meylani untuk segera menuju kantin.
Mereka berjalan beriringan dengan Ergy dan kedua temannya yang akan pergi ke kantin untuk membeli minuman juga. Sepanjang jalan Ergy hanya menatap Aira dari belakang. Melihat rambutnya yg terurai terkibas seiringan dengan gerak tubuhnya, sesekali terlihat dia tertawa saat berbicara dengan Meylani. Entah apa yang membuatnya tertawa. Tapi saat tertawa, dia sangat cantik.
Mereka sampai dikantin yang dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi lain. Aira dan Meylani mencari tempat duduk dan mendapatkan tempat duduk di dekat jendela. Ergy dan kawan kawannya bergabung.
"Apaan sih ngikutin mulu," Tanya Aira marah.
"Buat ngelindungi kamu dari para buaya," Jawab Ergy sambil menopang dagunya menatap Aira.
"Kamu buayanya tau gak? Sana ah cari tempat lain kenapa sih?" Usir Aira namun Ergy dan kawan kawannya justru tertawa dan memesan makanan. Karena jengkel Aira berdecak kesal namun tak ada lagi tempat kosong yang bisa ditempatinya.
"Udah jangan marah marah mulu tuan putri, Ayok pesen, mau makan apa?"Tanya Ergy
"Gak tau, pergi sana!!" Ucap Aira ketus.
"Mey mau pesen apa?" Tanya Ergy mengabaikan ucapan Aira.
"Aku paket nasi ayam aja," Jawab Meylani sambil asyik melihat ponselnya sedari tadi.
"Aku juga sama," Ucap Aira
"Siapa yang nanya yeeehh," Goda Ergy disusul oleh tertawaan kedua temannya dan membuat Aira semakin kesal. Ergy terus menggoda Aira dengan berbagai cara. Bahkan dia mengikuti Aira kemanapun saat dikampus.
Setelah makan siang dikampus, Aira ke perpustakaan sendiri karena Meylani mengambil kursus bahasa, sementara Aira tak mengikutinnya. Itu menjadi kesempatan untuk Ergy bisa berdua dengan Aira.
"Ikut dong Ra," Ucap Ergy menyusul Aira yang sedang berjalan menuju perpustakaan.
"Apaan sih kaya buntut tau gak ngikutin melulu," Ucap Aira kesal dan mendorong pelan tubuh Ergy, karena gemas dia mencubit hidung Aira dengan keras.
"Aaawwww, Sakit tau!!" Aira memukul Ergy namun Ergy justru lari dan Aira pun mengejarnya.
__ADS_1
"Ergy!! Sini kamu!" Aira mengejar Ergy karenq kesal dan mereka saling kejar kejaran beberapa saat sampai tak sengaja Aira terjatuh karena tersandung batu.
Bruuggg
"Aw" Teriak Aira, Ergy yang terkejut segera menghampirinya dan memeriksa keadaan Aira.
"Mana yang luka?"Tanya Ergy panik
"Nih luka niih!!" Aira memukul mukul Ergy.
"Hahaa dasar kau ini, ayo bangun" Ucap Ergy mengulurkan tangannya. Aira pun menyambutnya dan menjadikannya tumpuan, namun ternyata kaki Aira terkilir.
"Ahh kayanya kakiku terkilir," Ucap Aira menggerakkan kakinya yang terkilir. dia berusaha berjalan namun kesulitan.
"Mau aku gendong?" Ergy menawarkan bantuan.
"Nggak!!" Tegas Aira.
"Masih ada jam kuliah gak?" Tanya Ergy.
"Gak ada sih," Jawab Aira. Akhirnya Ergy memutuskan untuk mengantar Aira pulang ke kosannya dengan memapahnya.
“Lagian kenapa sih pilih kamar lantai paling atas, capek tau gak naik tangganya!’ Keluh Ergy sambil memapah Aira yang terpincang-pincang.
“Ini tuh salah kamu tau!” Tutur Aira tak mau mengalah.
“Kok Salahku?” Ucap Ergy heran.
“Ya suruh siapa isengin aku terus, jadinya begin ikan!!” Ucap Aira kesal.
“Ha ha ha yaudah maaf tuan putri,” Ucap Ergy dengan tertawa kecil.
Akhirnya mereka sampai didepan kamar Aira dan ia segera mengambil kunci kamarnya didalam tas. Namun ta situ malah terjatuh ke hadapan Ergy yang sedang meregangkan bahunya.
“Ambilin!” Perintah Aira kepada Ergy dengan ketus.
“Baiklah Tuan Puteri yang cantik jelita,” Jawab Ergy sambil menggoda Aira, membuat dia kemudian tertawa bersama dan memukul lengan Ergy. Aira membuka pintu kamarnya dan meminta Ergy memapahnya masuk kedalam kamar. Ergy membantu Aira hingga akhirnya Aira terduduk diatas tempat tidurnya.
Ergy berlutut dan mengambil kaki Aira yang terkilir lalu berusaha memijatnya.
“Pelan- pelan dong, emang kamu bisa mijit?” Ucap Aira kesakitan.
__ADS_1
“Tenang, Aku ahli tulang hewan haha” Jawab Ergy justru menggoda Aira lagi.
“Ih dasar nyebeliiinn” Kata Aira sambil menyubit pipi Ergy membuat dia mengaduh kesakitan
“Sakit tau Ra” Ucap Ergy mengusap- usap pipinya yang memerah.
“Bodo amat, rasain!!” Ucap Aira tertawa lepas melihat Ergy kesakitan dan wajahnya menujukkan kekesalan. Ergy yang melihat Aira tertawa lepas terpingkal- pingkal merasa gemas dan akhirnya mengelitiki Aira dan mereka saling membalas satu sama lain.
Setelah Lelah tertawa dan menggelitik satu sama lain mereka berbaring diatas tempat tidur berdampingan. Detak jantung Ergy berdetak kencang melihat Aira yang sedang mengatur nafasnya yang kelelahan sambil berusaha berhenti tertawa. Diam akin jatuh cinta.
Gadis yang dia sukai itu ada dihadapannya, bahkan sangat dekat. Bahkan dia sedang berada didalam kamarnya berdua. Hah? Berdua? Menyadari keadaan itu, Ergy terperanjat dan segera bangun dari tempat tidur. Membuat Aira terkejut.
“Ada apa?” Tanya Aira yang heran dengan tingkah laku Ergy yang tiba- tiba.
“Aku baru inget kalua harus cepet pulang!” Jawab Ergy gugup.
“Kenapa?” Tanya Aira lagi.
“Aku lupa matikan kompor, Aku pamit ya,” Ucap Ergy terburu- buru dan segera keluar dari kamar Aira, Meninggalkan Aira yang bengong dan merasa aneh dengan tingkah laku Ergy itu. Aira segera bangun berusaha menyusul Ergy namun dia tak bisa karena kakinya masih sakit.
“Untung cepetan pergi, lama lama bisa gak waras berduaan sama dia!” Gumam Ergy dalam hati sambil berlari kecil menuruni tangga. Dia meninggalkan Aira begitu saja bukan karena tak menyukai situasi dimana dia bisa berduaan dengan Aira. Namun dia takut melakukan kesalahan yang membuatnya justru akan kehilangan Aira.
Aira yang ditinggalkan sendirian merasa kecewa, padahal dia merasa senang Bersama Ergy, dan lagi Ergy belum memijat kakinya. Dia tak kehilangan akal, Aira segera mengambil ponselnya yang ada didalam tas dan menelpon Ergy.
“Hallo, Kenapa pergi sih? Kan belum dipijit kakiku?” Ucap Aira kecewa tanpa membiarkan Ergy berbicara terlebih dahulu.
“Oh ya aku lupa, nanti malam aku Kembali jika Meylani sudah pulang, jadi dia bisa menemani kita,” Jawab Ergy sambil menata detak jantungnya yang berdebar kencang.
“Ohh jadi kamu suka sama Meylani ya, ciyee” Goda Aira kepada Ergy.
“Nggak kok,” Ucap Ergy mengelak.
“Itu pengen sama Meylani, hayo ngaku!” Ucap Aira menggoda Ergy lagi.
“Ya maksudnya biar gak Cuma berdua, biar tambah seru aja,” Jawab Ergy mengelak.
“ Oh begitu, Yasudah nanti kesini lagi malam ya, aku tunggu!” Ucap Aira mengakhiri panggilannya.
Setelah bertelepon dengan Ergy, Aira berjalan terpincang- pincang menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan wajahnya. Lalu dia mengisi Bathub dengan air dan memasukan shower bump kedalamnya.
Sambil menunggu air memenuhi bathub, Aira memeriksa ponselnya dan berharap ada pesan atau panggilan masuk dari Aris, Namun nihil. Mengapa sepertinya Mas Aris sering mengabaikanku? Batin Aira.
__ADS_1