Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
Eps 19 - Terbayang


__ADS_3

Setelah Aira naik ke atas, dia berbalik melihat Aris dan Mbak Mi yang sedang mengobrol, sepertinya mereka cukup akrab. Namun Aira tak mengetahui hubungan apa yang terjadi diantara mereke. Sementara itu Aris dan Mbak Mi membicarakan istri Aris.


"Mampir dulu Ke rumahku, ada yang ingin ku titipkan untuk Ressa," Ucap Mbak Mi mengajak Aris masuk ke rumahnya.


"Tak usah repot- repot, Ressa sudah sembuh," Jawab Aris menolak.


"Tidak apa- apa, Ressa itu sahabatku. Kalau kamu tak mau masuk, tunggu dulu disini sebentar," Ucap Mbak Mi yang kemudian disetujui oleh Aris yang mengangguk. Dia kemudian bergegas menuju kerumahnya dan mengambil sebuah bungkusan cukup besar dan kembali membawanya ke dekat gerbang dimana Aris menunggu.


"Nah ini adalah tonik herbal khusus untuk mempercepat penyembuhan luka operasi, kemarin Ressa minta buatkan pada ibuku." Ucap Mbak Mi memberikan bungkusan itu.


"Waduh terima kaaih banyak ya Mi, salam sama ibumu, maaf merepotkan kalian." Tutur Aris berterima kasih


"Sama -sama, salamkan juga pada Ressa," Jawab Mbak Mi.


"Oiya tadi kamu sama Aira sudah darimana?" Tambah Mbak Mi


"Tadi aku bantu dia selesaikan administrasi di kampusnya saja, Bos besar tadi pagi telepon minta tolong bereskan masalah anaknya itu. Jadi aku juga terpaksa meninggalkan Ressa sendirian hari ini. Padahal ini hari cuti terakhirku." Ucap Aris dengan nada sedikit kecewa.


"Gak apa- apa lah, kan nanti kamu pasti dikasih bonus sama Bos Besar. Ha ha ha," Goda Mbak Mi dan kemudian mereka tertawa bersama.


"Yasudah aku pulang dulu ya, oya aku titip Aira ya, kalai dia ada apa- apa tolong segera beri tahu aku," Ucap Aris seraya pamit pulang karena hari sudah gelap.


"Baiklah, tapi semoga saja tidak ada apa- apa ya," Tutur Mbak Mi mengantar Aris menuju ke mobilnya. Aris segera pulang dengan mengemudikan mobilnya dengan lebih cepat. Dalam perjalanan Aris mengambil ponselnya dan melakukan panggilan kepada Aira.


"Halo Mas?" Tanya Aira yang mengangkat telepon dari Aris segera.


"Apa kamu sudah tidur?" Tanya Aris sambil memasang headset protable ke telinganya


"Belum Mas, ada apa?" Tanya Aira sambil menyalakan speaker karena dia ingin berganti baju.


"Mas cuma mau memastikan yang barusan itu bukan mimpi," Aris tertawa kecil menggoda Aira


"Apa sih Mas, masa cuma mimpi," Tamya Aira heran


"Ya mimpi indah bisa bersama sama wanita secantik kamu," Jawab Aris dengan lugas


"Ih Mas Aris bisa aja," Ucap Aira tersipu malu karena dipuji oleh Aris.


"Memang betul kamu sangat cantik, coba kamu berkaca, Terutama saat kamu..." Ucapan Aris terhenti seolah segan mengucapkan kata lanjutannua.


"Saat aku apa Mas?" Tanya Aira penasaran


"Nggak, Nggak apa apa ko," Jawab Aris terkekeh


"Ayolah kasih tau Mas," Tanya Aira manja dan memaksa Aris mengatakannya.

__ADS_1


"Tapi jangan tersinggung ya," Ucap Aris memastikan


"Gak akan Mas sayang," Jawab Aira gemas


"Saat kamu berkeringat saat main tadi," Aris setengah berbisik.


"Ihh apa sih Mas, aku jadi malu kan, emang Mas liatin aku ya?" Tanya Aira tersipu lagi


"Bukan begitu, Mas gak liatin, tapi perhatiin kamu merem terus," Aris tertawa menggoda Aira.


"Ah Mas Aris ngeledekin aku mulu, udah ah aku mau cuci muka dulu terus tidur." Ucap Aira ingin mengakhiri percakapan.


"Ya sudah, beristirahatlah, Mas juga akan langsung tidur." Jawab Aris.


Mereka mengakhiri panggilan dan Aira segera mencuci muka serta berganti pakaian lalu pergi tidur. Sementara itu Aris pulang kerumahnya disambut oleh Ressa yang sudah menunggunya di ruang makan.


Sesampainya dirumah Aris keluar dari mobilnya membawa bingkisan yang dititipkan oleh Mimi atau Mbak Mi untuk istrinya itu.


"Mas baru pulang?" Tanya Ressa mencium tangan Aris.


"Sudah sayang, tadi Mas ketemu Mimi, dia titip tonik herbal ini untukmu," Ucap Aris sambil memberiman bingkisan dari Mimi.


"Makasih ya Mas," Ressa menerima bingkisan berisi tonik itu dan membukanya. Lalu dia memasukannya ke dalam kulkas untuk diminum nanti.


"Minum dulu Mas, tapi maaf aku gak masak, tadi aku cek onlineshopku dulu." Ucap Ressa sambil menyodorkan segelas air putih kepada Aris.


"Loh kenapa kamu udah ngurusin itu? Kan sudah Mas bilang kamu istirahat saja. " Ucap Aris marah karena istrinya tidak mendengarkan perkataannya untuk bedrest.


"Maaf Mas, tapi kan pelangganku menunggu barangnya untuk dikirim. dan lagi mereka sudab bayar, jadi aku harus..."


"Cukup! Kamu itu istriku. dan aku suamimu. harusnya kamu ikuti perkataanku. aku minta kamu berhenti jualan online lagi, memangnya nafkah yang ku berikan kurang?" Ucap Aris menyela penjelasan Ressa dan membentak Ressa.


Ressa terdiam menahan air matanya. Emosinya mulai meluap. Namun dia hanya diam saja menundukan kepalanya menyembunyikan air matanya yang akan segera meluap.


"Haaahhhh," Aris menghela nafas panjang, dia sadar terlalu berlebihan menegur Ressa istrinya yang masih sakit. Dia pun segera memeluk Ressa.


"Maafkan Mas ya, Mas udah bentak kamu." Ucap Aris sambil mengusap kepala Ressa dan menyandarkannya didadanya yang bidang.


"Iyaa Mas," Ressa terisak menangis beberapa saat namun kemudian berhenti.


"Mas lapar? Mau aku bikinkan mie rebus pakai telor?" Tanya Ressa mengalihkan suasana.


"Boleh sayang, kita makan berdua ya, tapi Mas ganti baju sama bersih bersih dulu." Jawab Aris melepas pelukannya dan berjalan menuju kamar mereka. Ressa segera menyiapkan makanan yang dia tawarkan pada Aris. Sementara Aris berganti pakaian dan mencuci mukanya.


Didalam kamar, Aris sebenarnya masih memikirkan Aira, bagaimana tidak, berjam jam dia bercinta dengan Aira, Sementara bersama Ressa pun belum pernah sebergairah itu. Biasanya dia hanya melakukan itu sekali, Namun bersama Aira dia melakukan beberapa kali namun tetap merasa kuat.

__ADS_1


Terutama melihat Aira yang juga terlihat bergairah dan malu malu namun sangat menikmati. Aris tersenyum membayangkannya. Permainan tadi sungguh indah dilengkapi pemandangan dan suara deburan ombak.


"Mas?" Tanya Ressa membuyarkan lamunan Aris


"Oh ya? Kenapa?" Aris terkejut


"Mas mikirin apa sampe senyum senyum begitu? Mikir jorok ya?" Goda Ressa sambil memeluk suaminya itu.


"Ha.ha.ha Jorok apanya?" Ucap Aris mengelak sambil tertawa kecil


"Dih gak ngaku lagi, ayo ngaku," Tanya Ressa sambil terus menggoda Aris yang mulai malu terhadap istrinya itu.


"Ngga ko, mana mie punya Mas? udah mateng?" Tanya Aris.


"Ciyeee mengalihkan pembicaraan," Goda Ressa lagi dan merekapun tertawa bersama sambil keluar dari kamar, namun baru beberapa langkah dering ponsel Aris berdering.


"Kamu duluan, Mas lihat dulu ya," Ucap Aris


"Tumben ada yang telepon malem malem, pasti dari hotel lagi kan?" Tanya Ressa sambil pergi menuju ke ruang makan dan menunggu Aris disana.


"Halo Mas," Ucap Aira setelah teleponnya diterima oleh Aris.


"Ya ada apa?" Jawab Aris


"Mas sudah sampai rumah?" Tanya Aira memulai obrolan


"Sudah, Mas mau makan dulu ya, kamu cepet tidur ini sudah larut," Ucap Aris pelan


"Bisa gak makannya sambil teleponan?" Ucap Aira manja.


"Sudahlah Mas lelah, kamu juga lelah kan, setelah makan Mas juga akan tidur." Ucap Aris tegas.


"yasudah," tuut Aira segera mematikan teleponnya.


Aris keluar dari kamar setelah mematikan ponselnya, lalu menemui Ressa disana.


"Dari hotel kan?" Ucap Ressa


"Kamu tau aja," Jawab Aris mencubit hidung Ressa.


"Udah pastikan." Ucap Ressa


"Wah enak banget, udah lama gak makan mie rebus buatan kamu," Goda Aris, Ressa memang jarang masak karena sibuk mengurus onlineshopnya, justru Aris yang lebih sering memasak untuk Ressa, jika tak sempat Aris membelikan makanan untuk dimakan berdua.


"Setelah makan Mas langsung ngantuk," Ucap Aris sambil melihat jam dinding yang menujukan pukul 22.45, dia mengajak Ressa masuk ke kamar dan pergi tidur.

__ADS_1


__ADS_2