Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 23 - KEPOLOSAN AIRA


__ADS_3

Aita terdiam menatap Aris yang sepertinya ragu untuk mengiyakan saran Aira menginap dihotel, Aris berjalan mondar mandir sambil memegang dagunya.


"Kenapa Mas?" Tanya Aira yanf heran dengan tingkah laku Aris, matanya tak berhenti mengikuti setiap gerak gerik Aris yang sedang kebingungam.


"Mas gak punya uang buat bayar kamar? Nanti Ira bayarin Mas," Ucap Aira menebak kegelisahan Aris dan ucapannya itu membuat Aris seketija berhenti dan memalingkan wajahnya yang sedari tadi menyapu sekitae pada wajah Aira yang sedang tersenyum manis, cantik sekali, gumam Aris dalam hatinya. lalu Aris menghampiri Aira dan memegang kedua pundak Aira dan menatap matanya.


"Kamu yakin?" Tanya Aris menegaskan


"Tentu saja, kan bisa pakai debit card," Ucap Aira tenang


"Bukan itu maksud Mas," Ucap Aris sambil mengguncangkan tubuh Aira dengan kedua tangannya. Aira tak menjawab dan hanya mengerutkan dahi seolah tak mengerti apa yang Aris maksud.


"Ayo mas, ini sudah larut. Lagi pula disini dingin. Lebih baik didalam hotel, jadi bisa istirahat dengan tenang dan nyaman." Ucap Aira melepaskan cengkraman tangan Aris dipundaknya dan menggenggam jari Aris seraya mengajaknya masuk ke dalam hotel.


sesampainya di lobby, Aira segera menuju resepsionist dan memesan kamar.


"Ada kamar kosong mbak?"Tanya Aira langsung tanpa basa basi.


"Tinggal 1 kamar super deluxe, harganya 2,xxx.xxx permalam." Jawab resepsionis ramah.


"Baik saya ambil yang itu, ini karty saya," Ucap Aira memberikan debit card miliknya. Aris yang sedari tadi terdiam dibelakang Aira hanya memperhatikan dari jauh.


"Ini kuncinya, kamarnya ada dilantai 7, silahkan naik lift diselebah sana ya," Ucap Resepsionis yang ramah itu. Aira segera bergegas menghampiri Aris dan mengajaknya naik menuju lift dengan terpincang pincang.


mereka sampai dikamar hotel dan segera masuk. Aira mempersilahkan Aris untuk beristirahat sementara dia ingin ke kamar mandi terlebih dahulu.

__ADS_1


"Mas istirahat saja, Aira mau ke kamar mandi dulu ya." Ucap Aira meminta Aris untuk tidur.


Aira segera masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan keran wastafel, dia menatap pantulan bayangan dirinya dicermin wastafel, lalu menarik nafas panjang.


"Duh Aira kenapa ngajak ke hotel, bodoh banget sih aku, haduh, bagaimana ini? jantungku berdebar sangat kencang." Aira berkata pada dirinya sendiri sambil memukul mukul kepalanya. dia sendiri tak mengerti kenapa dia melakukan hal seperti ini.


"Sebaiknya aku diam disini sampai mas Aris tertidur. aku malu sekali mengajak mas Aris ke hotel seperti ini, dasar Aira bodoh, malu maluin." ucap Aira sambil mondar mandir di kamar mandi yang agak luas itu. namun belum beberapa menit terdengar pintu kamar mandi diketuk oleh Aris.


"Ra, kamu masih lama?" Tanya Aris dari luar kamar mandi


"Sebentar Mas" Jawab Aira segera keluar dari kamar mandi.


"Kamu semedi ya didalam, ha ha ha" Goda Aris sambil mencubit pipi Aira yang memerah karena malu.


"Kenapa Mas panggil aku?" Tanya Aira kemudian.


"Mas ingin tidur sambil memelukmu," Jawab Aris membuka kedua tangannya mengisyaratkan Aira untuk masuk kedalam pelukannua itu. Aira tersenyum dan membuka jaket yang dia kenakan.


"Aira minum dulu sebentar." Dia mengambil sebuah botol air mineral yang tersedia diatas meja dan meminumnya. Aira menarik nafas dan mengusap dadanya. jantungnya makin berdebar terutama dengan permintaan Aris, sejujurnya dia sangat gugup.


Dia berusaha menenangkan diri dengan menarik nafas panjang beberapa kali. dan saat merasa lebih baik dia segera menghampiri Aris yang terlihat sudah memejamkan matanya.


"Mas," Bisik Aira pelan, berharap Aris sudah terlelap. dan benar saja, Aris tak menjawabnya. Aira duduk di samping Aris membelakangi Aris dan masih mengusap ngusap dadanya yang berdebar kencang.


"Tenang Aira, jangan gugup," Bisik Aira kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


Tiba tiba Aris menarik tubuh Aira kedalam pelukannya, Aira yang terkejut namun tak kuasa menahan dan kini Aira berada dalam pelukan Aris.


"Gugup kenapa sayang," bisik Aris sambil memejamkan matanya dan memeluk erat Aira. detak jantung Aris terdengar jelas karena Aira berada didada Aris, namun suara detak jantungnya tenang, tak seperti Aira yang berdetak kencang.


Hening tak ada suara, hanya detak jantung yang terdengar dan suara denting jam dinding. Aira tak dapat tidur, meski ini sudah hampir tengah malam, namun dalam pelukan Aris yang hangat Aira justru semakin terjaga. sementara Aris yang terlelap sepertinya sedang bermimpi indah. Aira mengangkat kepalanya dan berusaha melonggarkan pelukan Aris yang erat, karena sudah benar benar terlelap, Aris tak sadar bahwa Aira kini sudah melepaskan pelukannya.


Malam itu malam dingin yang terasa hangat, Aira termenung mata kecoklatannya menatap Aris yang tertidur. beberapa kali Aira mengedip ngedipkan matanya, memastikan bahwa ini bukan mimpi. Lalu dia mengambil ponselnya dan membuka kamera. Aira memotret Aris yang tengah tertidur. meski sedang tidur Aris terlihat tampan dengan kemeja biru dongker yang dipakainya.


Beberapa potret sudah Aira ambil, dan dia pun mengambil potret berdua dengan Aris. hatinya sangat bahagia, terlihat senyum dibibirnya semakin lebar dan matanya berbinae melihat hasil foto yang diambilnya.


Setelah puas memotret kekasihnya itu, Aira menyimpan ponselnya dan beranjak menuju kamar mandi. Disana Aira membasuh wajahnya dan kemudian bercermin. pantulan bayangannya dicermin, dia tersenyum dan terlihat cantik, tetesan air yang membasahi wajahnya, dia menghela nafas dan membuka kaos panjang yang dipakainya.


Saat ini Aira mengenakan tanktop warna abu abu dan kemudian menguncir rambutnya. handuk yang tergantung diujung kamar mandi, Aira mengambilnya dan mengelapkan handuk itu ke wajahnya. namun tiba tiba Aris memeluknya dari belakang. Aira yang terkejut refleks berbalik dan melihat Aris didepannya.


"Ya ampun mas ko bikin kaget sih," Ucap Aira mengelus dadanya yang berdebar.


"Kamu mandi jam segini?" Tanya Aris melihat wajah dan rambut Aira yang sedikit basah.


"Ngga ko mas, hanya cuci muka saja, kenapa mas bangun? Ira berisik ya?" Tanya Aira sambil berjalan keluar dari kamar mandi dan mengambil botol air mineral kemudian meminumnya.


"Karena kamu gak ada" Lagi lagi Aris memeluk Aira dari belakang dan membuat Aira terkejut.


"Mas ini," Ucap Aira sedikit tersedak karena Aris yang tiba tiba memeluknya.


"Kamu wangi sekali, " Aris mencium leher belakang Aira dan membuat bulu roma Aira bergetar, jantung Aira kembali berdetak kencang. Aira tak menjawab karena gugup, namun diamnya Aira justru membuat Aris semakin menjadi, dia menciumi dan menghirup aroma tubuh Aira.

__ADS_1


Seolah diberi persetujuan dengan tak melawan, Aris menggendong Aira ke atas tempat tidur, mereka bertatapan beberapa saat sebelum gelora asmara yang panas itu menjalar diseluruh tubuh mereka berdua.


Malam dingin ini terasa hangat jika berdua dengan orang terkasih, gumam Aira dalam hatinya. dia membiarkan seluruh dirinya bersatu dengan Aris, Meski terasa sedikit sakit dan meringis, Aira tak menghentikan Aris, dia membiarkan semua rasa bercampur aduk dan Aris mengusainya. hingga akhirnya mereka sampai dipuncak kenikmatan dan tertidur lelap bersama.


__ADS_2