Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan

Aku (Bukan Lagi) Seorang Wanita Selingkuhan
EPS 7 - BUKAN KESALAHAN


__ADS_3

Ketika dia menoleh, Aris duduk disampingnya. Beberapa saat Aira termenung menatap wajah Aris yang tampan, hingga saat Aris menoleh, dia memalingkan wajahnya karena malu.


Dengan terburu-buru ia meminum minuman yang dipesannya dengan sekali tegukan.


"Glek..Glek"


Barista dan Aris keheranan karena seharusnya minuman itu tidak langsung diminun begitu saja. Awalnya Aira merasa baik-baik saja, namun beberapa saat kemudian dia merasakan wajahnya sedikit panas.


"Saya lihat tadi kamu memperhatikan saya. betulkah?" Ucap Aris membuka percakapan


"Tidak, mungkin bapak salah lihat, itu bukan saya," Jawab Aira mengelak


Mendengarnya Aris hanya tersenyum, dia yakin sekali bahwa yang tadi dilihatnya adalah Aira. karena pakaian yang Aira kenakan saat itu, sama persis dengan wanita yang mengintipnya. Aira mengenakan gaun tanpa lengan polos selutut berwarna hijau daun. Rambutnya panjangnya digerai.


Berada disamping Aira, Aris mencium wangi lembut semerbak dari tubuh Aira, riasan Aira nampak natural karena dia hanya menggunakan lipglos berwarna bibirnya, satu kata untuk Aira, Cantik.


Aira tampak pusing dan memijat sedikit kepalanya yang agak berputar. pandangannya mulai kabur. menyadari kemungkinan dia mabuk, Aira segera beranjak meninggalkan Aris yang juga sedang minum.


Sesampainya dipintu lift, Aira menunggu pintu lift terbuka, namun dia tak kuat dan akhirnya pingsan.


****


Pukul 07.10 Aira tersadar dikamarnya, dia membuka matanya perlahan, dia merasa badanya sedikit pegal dan bagian pangkal pahanya terasa pedih.


Aira bangkit dan menuju kamar mandi dengan berjalan gontay karena masih pening akibat mabuk. Dia membasuh wajahnya. Kemudian mandi dan berkeramas. pagi ini dia akan ke kampus dan mencari kos-kosan.


Setelah selesai mandi, dia keluar tanpa memakai handuk seperti biasa.


"Aaaaahhh" Aira berteriak


Aira melihayt seorang pria tertidur dikasurnya dan dia tak memakai busana. Pria itu terkejut dan terbangun.


"Hey jangan teriak-teriak begitu." Ucap pria itu yang tak lain adalah Aris.


"Apa yang bapak lakukan disini?" Ucap Aira setelah mengambil handuk dan menutup tubuhnya.


"Apa kamu tak ingat kejadian semalam?" Tanya Aris


Aira tertegun, Lututnya terasa lemas dan dia pun terjatuh berlulut. Dia mengingat kejadian semalam. Malam yang menggairahkan namun juga kesalahan untuknya. Aira menggigit jarinya dan gemetaran. Pantas saja pangkal pahanya terasa pedih, dan tubuhnya sedikit pegal.


Rasa malu dan marah berkecamuk dalam pikirannya. dia tak tau harus berbuat apa. Dia ingat betul bahwa semalam dia yang memulai menggoda Aris dan memintanya untuk tetap tinggal dikamarnya.

__ADS_1


"Keluar," Ucap Aira


"Hey? Ayolah, jangan menangis," Jawab Aris melihat Aira mulai berkaca-kaca


"Keluar!!" Ucap Aira dengan nada tegas, dia enggan melihat wajah Aris lalu dia berbalik.


"Kenapa sikapmu seperti ini? Bukankah semalam kamu yang memulainya?" Jawab Aris sambil memakai kembali pakaiannya.


"Keluaarrrr!!!" Teriak Aira. Dia mulai terisak. Aira menangis tersedu. Aris segera keluar setelah selesai merapikan diri.


"Brug!" Aris keluar dari kamar dengan sedikit membanting pintu. Aris merasa kesal dengan sikap Aira yang mengusirnya seperti itu. Sementara itu Aira didalam kamarnya menangis dengan memeluk kedua lututnya.


Kejadian semalam terbayang-bayang dalam pikirannya. dia terus menerus menyalahlan dirinya karena minum minuman memabukkan semalam. hingga akhirnya, dering ponsel Aira terdengar.


Kriing Kriing


"Mama"


terlihat sebuah nama yang memanggil Aira. telepon itu dari mama Aira. Aira tak langsung menjawab telepon itu, justru tangisannya semakin menjadi. karena entah bagaimana ikatan seorang ibu dan anak begitu kuat. Sehingga disaat Aira sedang terpukul, mamanya menelpon.


Namun karena tak ingin membuat mamanya khawatir, Aira tak menerima panggilan itu. dia kemudian memberikan pesan singkat, bahwa dia sedang berada dikampus.


Hari itu Aira menggunakan rok span selutut berbahan jeans berwarna hitam dan kemeja panjang bigsize yang kemudian dia masukan kedalam rok sebagian, memakai tas selempang dan sepatu sneaker'. dia mengikat rambutnya.


Dia sudah merapikan pakaiannya dan semua perlengkapanya ke dalam koper. kemudian di menelpon resepsionis untuk menyiapkan mobil.


Aira segera turun dari kamarnya dengan membawa 3 koper besar. dia dibantu oleh bagian housekeeping yang dipesannya untuk membantunya.


Sesampainya di lobby, mobil yang disiapkan sudah ada didepan pintu masuk hotel.


"Mbak ini kunci kamar, Tolong sampaikan pada ayah jika telepon, saya sudah pindah ke kosan," Ucap Aira pada resepsionist


"Baik non, Tapi kami belum dapat izin dari pak Aris mengenai kepindakan non Aira." Jawab Resepsionis yang bertugas


"Tak perlu izin dari Pak Aris. Saya yang bertanggung jawab" Ucap Aira ketus dan segera menuju mobil dan menaikinya.


Dalam perjalanan Aira bingung dia harus pergi kemana. Sementara kos-kosan dia belum mendapatkan informasinya. Sepanjang perjalanan Aira hanya melamun dan terdiam.


"Non, sudah sampai," Ucap supir hotel


"Ah ya pak," Aira segera turun dan bergegas masuk ke dalam kampus.

__ADS_1


"Non, Kopernya." Teriak supir itu.


Aira terkejut, dia sempat lupa bahwa dia membawa beberapa koper. Aira pun kembali ke mobil dan mulai merasa bingung.Dia tak tahu harus membawa kopernya kemana. Sementara itu, Sebuah mobil putih berhenti tepat dibelakangnya.


"Tiiin"


Mobil itu mengklakson karena mobil yang ditumpangi Aira menghalangi jalan masuk. dengan terburu-buru Aira mengambil keputusan.


"Pak, saya minta tolong bapak tunggu saya diparkiran, setelah selesai urusan kampus saya, tolong antar saya cari kosan. Masalah hotel nanti saya telepon papa." Ucap Aira. Sopir itu menurut dan segera menuju parkiran karena ada beberapa antrian mobil dibelakangnya.


Aira segera berlari menuju Aula dimana para mahasiswa baru berkumpul, namun ternyata pengumuman sudah selesai.


"Permisi, Maaf saya datang teelambat, tadi pengumuman apa ya?" tanya Aira kepada seorang wanita yang berdiri disampingnya.


Wanita itu menoleh lalu tersenyum.


"Tadi hanya pengumuman lokasi jurusan saja. memang kamu ngambil jurusan apa?" Tanya wanita itu.


"Saya jurusan perhotelan," Jawab Aira


"Wah kebetulan, kita sama. Ayo bareng aja." Ucap wanita itu sambil mengajak Aira keluar aula. mereka berjalan menyusuri lorong kampus. sambil berjalan Aira hanya terdiam, dia masih memikirkan kosannya.


"perkenalkan namaku Meylani, kamu bisa panggil aku mey. Namamu Siapa?" Tanya meylani kepada Aira.


"Namaku Aira," sambil tersenyum dan berjabat tangan mereka melanjutkan berjalan menuju lokasi jurusan.


Sesampainya diruang jurusan, mereka melakukan perkenalan sesama mahasiswa baru dan beberapa senior. acara itu berlangsung hanya 1 jam, dan selesai lebih cepat.


Aira segera keluar ruang jurusan, dan diikuti oleh Meylani.


"Kenapa teeburu-buru?" Tanya meylani.


"Ah saya mau cari kosan," Ucap Aira.


"Kosan samping saya masih kosong, dekat sini pula. Mau saya antar?"


Seolah mendapatkan hadiah Aira segera memeluk Meylani karena sangat lega bisa mendapatkan kosan tanpa mencari berkeliling kota. Mereka segera bergegas ke kosan yang dimaksud meylani yang ternyata bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari kampus.


"Tring"


Nada pesan singkat masuk ke ponsel Aira, setelah aira membuka pesannya, Aira yang sedang berjalan seketika berhenti. pesan itu dari nomer baru yang tak dikenal. dan ternyata itu pesan singkat dari Aris.

__ADS_1


__ADS_2