
Setelah mendapat pesan dari Aris, Aira yang masih memperhatikan dari tangga mulai merasa kesal, terutama saat berpamitan Aris sempat cipika cipiki dengan Mbak Mi. Aris pun pergi menaiki mobilnya. Aira kembali naik ke kamarnya. Dia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur setelah membuka helm nya.
Aira segera membuka ponselnya dan menelpon Aris. Tanpa waktu lama, Aris mengangkat telepon dari Aira.
"Hallo," Ucap Aris disebrang telepon
"Maaf sepedaan nya lain kali saja," Ucap Aira dingin
"Kenapa? Apa kamu baik- baik saja?" Aris mulai khawatir
"tuuttt" telepon itu terputus begitu saja. Aris merasa heran apa yang sebenarnya terjadi. Karena penasaran Aris menelpon balik. Namun Aira tak mengangkatnya.
Sesampainya di hotel, Aris mengirim pesan singkat pada Aira.
"Mau jalan- jalan?" Pesan dari Aris, tak lama Aira membalas.
"Tidak usah" Singkat Aira
"Kenapa? Apa kamu sakit?" balas Aris yang merasa khawatir
"Gak mood aja," Jawabab dari aira
Karena bingung harus membalas apa, Aris tak membalas kembali pesan dari Aira. dia segera menuju ke ruangannya. ternyata disana sudah ada beberapa staff yang menunggunya untuk rapat projek kerjasama dengan travel di singapore.
Sementara itu Aira dikamarnya hanya memandangi ponsel yang tak kunjung berbunyi lagi. karena merasa lama menunggu, Dia mengganti pakaiannya dengan celana pendek sepaha dan kaos kebesaran miliknya lalu turun menuju kamar Meylani.
"Mey, apa kamu ada didalam?" tanya Aira mengetuk pintu kamar Meylani.
"Masuk saja ra," Jawab Meylani dari dalam. ternyata Meylani sedang menonton drama korea kesukaannya.
"Ayo nonton bareng," Ucap Meylani begitu Aira masuk kamarnya. Sebenarnya Aira tak begitu familiar dengan drama korea namun karena merasa sedang kesal dan tak ada kegiatan lain, diapun mengiyakan ajakan Meylani. Dan ternyata menonton drama korea itu membuat Aira terhibur dan lupa waktu.
Tanpa terasa waktu sudah mulai gelap, Aira yang nonton maraton drama korea bersama Meylani, tertidur dikamar Meylani, yang mana Meylani pun tertidur. Sedangkan Aris yang baru menyelesaikan pekerjaannya berniat menemui Aira. dia menelpon Aira namun tak ada jawaban. Akhirnya Aris pulang kerumahnya tanpa menemui Aira.
◇◇◇
Waktu berlalu begitu saja, sudah hampir akhir minggu namun Aira masih tetap mengabaikan telepon dan pesan singkat dari Aris. Aris merasa gelisah karena tak bisa memberikan kabar jelas kepada Ayah Aira yang menelponnya setiap hari.
__ADS_1
Dengan memberanikan diri dan mencoba peruntungannya, Aris menunggu didepan kampus Aira. Meskipun sebenarnya dia tak tau apa Aira ada jam kuliah atau tidak hari ini.
Berjam- jam menunggu, Aris hampir putus asa, dia berpikir mungkin Aira hari ini tak ke kampus karena ini sudah menjelang sore. Karena sudah lama menunggu dan sedikit lapar, Aris menyalakan mobilnya dan akan melaju, namun setelah memacu mobilnya beberapa saat, ternyata Aira baru keluar dari kampus berjalan dengan Meylani.
Tanpa menunggu lagi, Aris segera menghentikan mobilnya lalu keluar dari mobil. Dia berjalan menuju Aira yang tengah mengobrol dengan Meylani.
"Malem ini episode ke 12 kan drama korea yang IONTBO?" Tanya Aira kepada Meylani sambil berjalan santai menuju kos- kosannya.
"Iya bener. Seru banget kan. Oppa-nya ganteng banget," Ucap Meylani sambil membayangkan pemain drama korea.
Ketika sedang berbicang asik, Aris menghampiri mereka.
"Aira!" Panggil Aris
Aira seketika menghentikan obrolannya dengan Meylani dan terdiam. Melihat situasi ini, Meylani menyadari bahwa dia harus pergi agar mereka berdua bisa mengobrol dengan leluasa.
"Ra, aku duluan ya, pengen mandi nih gerah banget." Pamit Meylani segera pergi.
"Tapi Mey!" Ucap Aira berusaha menghentikan Meylani yang meninggalkannya tapi Meylani berlari meminggalkannya tinggal berdua dengan Aris.
"Ada apa?" Ucap Aira dingin
"Saya gak bisa" Ucap Aira tegas sambil berjalan meninggalkan Aris.
"Sebenarnya ada apa?" Aris menghentikan Aira dengan memegang tangannya. Seketika jantung Aira berdebar. Keringan dingin mulai terasa di punggungnya.
"Maksud bapak?" Ucap Aira berpura- pura.
"Kenapa minggu kemarin kamu membatalkan begitu saja janji kita?" Tanya Aris dengan menatap mata Aira.
"Bukannya Bapak sibuk dengan pemilik kosanku?" Ucap Aira memalingkan wajahnya.
"Maksudmu Mimi?" Tanya Aris tertawa kecil
"Ya siapa lagi memangnya." Singkat Aira
"Mimi itu teman kuliah saya, coba aja tanya sendiri. Sudah lama tidak bertemu makanya kami saling sapa." Jelas Aris. Menyadari bahwa Aira cemburu, Aris mengusap kepala Aira.
__ADS_1
"Apa kamu cemburu?" Goda Aris. Aira melepaskan genggaman Aris dan berjalan meninggalkannya. Dia tersipu malu dan juga lega, ternyata tak ada hubungan special dengan Mbak Mi.
"Hey, Aku belum selesai bicara." Aris megejar Aira dan menghentikannya.
"Apalagi?" Jawab Aira.
"Aku merindukanmu." Ucap Aris sungguh sungguh.
Aira terdiam, dia bahagia namun tak ingin terlalu memperlihatkan reaksi berlebihan. Namun dia tak kuasa menahan senyumnya.
"Kenapa kamu tak menjawab," Tanya Aris sambil menatap wajah Aira lekat- lekat. Wajahya yag cantik disinari matahari terbenam.
"Saya pulang dulu," Ucap Aira meninggalkan Aris lagi. Namun Aira dikejutan oleh sikap Aris yang memeluknya dari belakang. Aris paham betul bahwa Aira menyukainya. Jadi dia memberanikam diri untuk semakin mendekat kepada Aira. Apapun resikonya.
Aira terdiam, dia terkejut dan jantungny berdetak kencang sehingga terdengar oleh Aris yang memeluknya. Aris berbisik ditelinga Aira, membisikkan bahwa Aris menyukainya. Mendengar itu Aira sangat senang dan tak bisa lagi menahan senyumannya.
Karena Aira tak memberikan jawaban apapun. Aris melonggarkan pelukannya. Lalu melepasnya. Namun beberapa saat kemudian, Aira berbalik dan memeluk Aris.
"Aku juga suka sama Bapak," Ucap Aira pelan
"Kalau begitu, jangan panggil Bapak lagi ya," Ucap Aris membalas pelukan Aira.
"Lalu apa?" Jawab Aira
"Panggil Mas atau sayang boleh," Ucap Aris mengeratkan pelukannya.
Aira begitu bahagia tanpa mengetahui bencana apa yang telah menantinya. Dia terbuai cinta terlarang bersama Aris.
"Mau pergi makan?" Tanya Aris yang sejak tadi memang menahan lapar sambil menunggu Aira.
"Boleh," Jawab Aira.
Mereka segera bergegas naik ke mobil dan menuju sebuah restoran yang terletak sedikit jauh dari kampus dan kosan Aira. Meskipun jauh, Aira menikmati perjalanan pertama mereka dengan terus tersenyum sepanjang perjalanan.
"Bagaimana makanannya?" Ucap Aris setelah selesai makan bersama Aira.
"Enak, aku suka ko... Mas" Ucap Aira memanggil "Mas" kepada Aris.
__ADS_1
Aris tersenyum dan segera mengajak Aira pergi dari restoran itu. Mereka segera naik ke mobil dan menuju kosan.