
Kami pun mengarah terus ke barat. Kenji bilang, dia ingin informasi lebih tentang bangsa yang menyebabkan kiamat di dunia ini, yaitu bangsa Invest. Mereka sudah menjajah bumi ini lebih dari 100 tahun yang lalu. Di peta yang Kenji ambil di gedung yang sudah tidak terurus tempat kami pertama kali bertemu, Kenji mengincar satu tempat. Banker 69.
Menurut kertas laporannya, di sana terdapat semacam pesawat luar angkasa pertama yang mendarat ke bumi. Dan Kenji ingin mengetahui informasi apa saja yang ia dapatkan. Tapi, letaknya berada di Gurun Sterben. Gurun mematikan dimana hewan-hewan kecil pada umumnya menjadi sangat besar jika ada di gurun tersebut.
Meskipun kami cukup beruntung karena tidak ada badai pasir, Kenji tetap sangat awas dan waspada terhadap sekitar. Meskipun cukup panas di dalam pelukan dan jubah bulu milik Kenji, semua hal itu hilang ketika ada sesuatu yang bergerak di permukaan pasir. Tiba-tiba aku melihat pasir di sekitar tanahku bergerak seperti aliran sungai.
Aku kira saking panasnya aku melihat fatamorgana atau berhalusinasi sehingga melihat pasir di bawahku bergerak. Tak lama kemudian kami merasakan seperti gempa bumi. Kulihat lagi ke bawah. Kini pasir permukaan seperti sedang di ayak.
Kenji pun langsung melompat jauh ke belakang demi menjaga jarak. Karena tubuhku dan tubuh Kenji sudah di pasangi sabuk, maka Kenji tidak akan ragu untuk lompat sejauh ini sehingga kami tidak terpisah ketika bertarung dan tetap bersama.
"Pegangan Emiya. Kali ini makan malam kita adalah daging kalajengking sebesar kapal induk." Kata Kenji. Dari nada suara Kenji sepertinya dia malah senang bertemu dengan monster kalajengking tersebut. Tunggu dulu? Apa? Makan malam? Aku langsung ketakutan ketika melihatnya sekilas ketika angin kencang menyibak jubah bulu singa Kenji. Kalajengking bewarna cokelat tua, bermata merah menyala, dengan 4 capit sebesar ukuran tank di sisi kiri dan kanannya, dan juga 2 sengatnya yang menjulang tinggi yang salah satu ujung sengatnya berupa seperti pedang dan yang satunya berupa kepala laser yang meneteskan cairan asam berwarna hijau terang. Iblis kategori 5, Ancient Scorpio.
"Yah namanya di gurun pasti tidak asing sama namanya kalajengking." Kata Kenji yang sepertinya sudah mengeluarkan revolvernya yang panjangnya sekarang menjadi sekitar 35 cm. berwarna hitam dengan motif berwarna hijau muda. suara tembakan pun mulai terdengar. Biasanya setiap monster yang di tembak Kenji langsung mati dan hancur. Tapi kali ini tidak akan semudah itu.
"Hoo... Kulit yang keras." Kata Kenji. Kalajengking tersebut mendesis dan membalas serangan Kenji tadi dengan tebasan dari capitnya. Kenji langsung reflek melompat sekitar 6 meter dari permukaan tanah. Tidak mungkin manusia bisa melompat setinggi itu. Suara desingan pedang terdengar. Itu suara desingan dari ekor sengat kalajengking yang sudah dilumuri cairan asam. Kupikir Kenji mati langkah di atas udara.
__ADS_1
Diluar perkiraanku. Kenji malah menendang ekor kalajengking tersebut sebagai pijakan untuk menghindar. Ekor kalajengking yang satunya mulai menembakkan cairan asam. Kenji mengaktifkan skill-nya. Double Accel, skill yang membuat penggunanya bisa bergerak seperti teleportasi untuk menghindari serangan. Dengan Double Accel, Kenji bahkan sudah menjauh dari jangkauan tembakan cairan asam tersebut hanya dalam waktu kurang dari 3 detik. Kenji melemparkan sesuatu dari balik kantongnya.
"Tutup matamu jika tidak ingin buta untuk selamanya!" Kata Kenji.
3 Flash bang yang dia buat sendiri dari tambang. Durasi ledakan lebih lama, lebih ringan untuk dilempar, dan lebih menyilaukan dengan cahaya berwarna merah terang yang bahkan bisa membutakan mata untuk selamanya. Kututup mataku rapat-rapat. Meledaklah 3 flash bang tersebut. Durasi ledakannya bahkan sampai 7 detik. Sepertinya si Kalajengking mulai merasakan efeknya. Mulutnya mulai mengeluarkan busa, salah satu matanya menjadi buta karena ledakannya terjadi ketika salah satu flash bang Kenji meledak tepat di depan matanya.
Si kalajengking mengamuk. Tapi dia tidak langsung menyerang. Setelah selesai mendesis si kalajengking masuk kembali ke dalam pasir. Suasana menjadi tenang tapi menegangkan. Kenji tidak tahu dari arah mana kalajengking itu akan menyerang. Serangan pertama dari si kalajengking. 4 capitnya yang sangat tajam mencoba menusuk Kenji dari atas. Kenji dengan cepat mundur menggunakan Double Accel-nya. Tapi disitulah letak kekeliruan Kenji.
Dari belakang kami sudah ada 2 ekor kalajengking yang siap menghadang kami. Ekor kalajengking yang berupa pedang langsung mencoba menusuk Kenji tapi Kenji tidak menyadarinya karena sedang was-was dengan ekor yang berupa kepala laser yang siap menembakkan cairan asam. Aku tidak ingin menjadi beban Kenji lagi. Kutarik Kenji sekuat tenagaku agar Kenji bisa menghindarinya. Ajaibnya Kenji malah terlempar jauh karena tarikan ku tadi.
Setelah Kenji mengamati dengan cermat senyum kejamnya keluar dengan sendirinya. Dia pun mengisi ulang 6 selinder revolver-nya. Kenji pun menembak 2 kali ke ekor kalajengking yang masih terlihat. Dan tidak ada bekas sedikitpun dari tembakannya tadi. Tanah pijakan kami mulai bergetar lagi. Kalajengking raksasa itu mulai menyerang lagi.
Kenji mulai menjatuhkan sekitar 4 granat ke tanah. Dan yang lebih mengherankannya lagi semua pin-nya sudah ia lepas. Saat ingin kutendang, Kenji menginjak ujung sepatuku. Apa yang dia pikirkan?! Dia berencana untum bunuh diri?!!
Serangan 4 capit datang kembali sama seperti sebelumnya. Ketika serangan dilancarkan kami sudah diluar jangkauan serangan. Kenji menarikku dengan santainya berjalan menjauh. 4 capit itu meledak. Dari efek granat yang dijatuhkan Kenji. Dia sudah tahu pola serangan si kalajengking raksasa tersebut. Karena terkena ledakan si kalajengking langsung mengarahkan kedua sengatnya untuk membalas yang melancarkan serangan tadi. Yang terjadi si kalajengking malah menyemprotkan cairan asamnya ke atas kepalanya sendiri dan membuat kulit keras nya meleleh.
__ADS_1
"Kau sudah merencanakannya dari awal?" Tanyaku.
"Ketika di dalam tanah makhluk itu tidak akan bisa melihat apa yang ada di atasnya. Kumanfaatkan kelemahannya dan membuatnya menyerang dirinya sendiri dengan memancingnya dengan granat. Dan beruntung, ternyata pola serangannya ketika di dalam tanah selalu sama." Jawab Kenji.
Karena kalajengking raksasa itu masih hidup maka Kenji pun memutuskan untuk membunuhnya. Dia menaiki kepalanya dan menembaki kepalanya yang tadi sudah penuh dengan luka akan cairan asam hingga pelurunya habis. Kalajengking raksasa itu pun tumbang dan mati dengan mulut yang berbusa. Darah yang dikeluarkan sangat busuk sampai-sampai aku keluar dari jubah bulunya dan muntah. Sangat busuk. Padahal aku sudah sering melihat dan mencium bau busuk dari mayat para iblis. Tapi kali ini, pertama kalinya aku merasa mual. Mungkin karena ukurannya yang besar sehingga baunya lebih menyengat.
Aku melihat Kenji sedang menguliti Kalajengking tersebut. Aku sempat heran, untuk apa? Apakah dia akan memakannya? Dan yang benar saja, Kenji memakan sebagian mentah sambil mengulitinya. Aku bertambah mual dan muntah lagi.
"Terbiasalah dengan bau darah dan mayat." Kata Kenji. Aku bahkan tidak bisa membayangkan kalau seorang manusia memakan daging iblis seperti ini tiap dia lapar.
"Jadi kau bisa bertahan dengan cara seperti ini?" Tanyaku. Lagi-lagi Kenji pun tidak menjawabnya dan fokus menguliti kalajengking raksasa ini.
"Daripada menghawatirkanku. Aku lebih penasaran dengan apa yang terjadi dengan tanganmu itu? Jadi itu yang bisa membuatmu menyelamatkanku tadi?" Kata Kenji memecah lenggang.
Aku baru sadar ketika Kenji memberitahuku. Dan aku sangat heran dan terkejut apa yang kulihat.
__ADS_1