
Melihat raut wajah Kenji yang berubah, jelas itu tidak menandakan hal yang baik. Kenji kemudian menarik katana-nya dan menggigit gagangnya.
"Emiya, jika kau bisa berubah ke mode Tsukuyomi, apakah kau bisa bertukar kesadaran dengannya?" Tanya Kenji dengan mulut yang sudah menggigit katana-nya. Tiba-tiba tubuhku diambil alih oleh Tsukuyomi.
Padahal aku baru mengizinkannya untuk mengambil tubuhku. Tak kusangka itu bisa menjadi pemicu.
"Kau ada perlu denganku, tuan?" Tanya Tsukuyomi melalui perantara tubuhku.
"Sebenarnya aku tidak ingin memintanya. Tapi ini demi kebaikan Emiya agar dia tidak menjadi seorang pembunuh. Karena itu aku ingin kau memakai tubuh Emiya untuk sementara." Apa?!
"Tsukuyomi biarkan aku bertukar tempat! Biarkan aku yang melakukannya!" Kataku melalui alam bawah sadarku. Aku tidak terima ini. Kenapa dia masih saja tidak percaya kepadaku?!
"Sesekali biarkan aku mendapatkan sedikit kebebasan, Emiya. Lagi pula itu perintah dari Pemilik Sah Cawan Suci. Aku juga tidak bisa membantahnya." Jelas Tsukuyomi.
"Tapi dia tidak bisa memerintah begitu saja!" Bentakku. Aku sempat hilang kendali. Tsukuyomi langsung mencekram leherku. Kemudian dia membisikkan sesuatu ke telingaku.
"Dengar, dia rela mengotori tangannya sendiri agar kau tetap menjadi manusia! Kenji tidak peduli kalau kau cawan suci! Yang dia pikirkan cuma dirimu seorang! Jadi kumohon.... Turuti keinginannya..." Kata Tsukuyomi melalui bidikannya. Mendengar itu aku langsung lemas dan tak bertenaga. Meskipun dia tahu aku hanya cangkang kosong... Dia tetap menganggapku sebagai manusia. Seorang gadis biasa. Aku hanya bisa duduk dan melihat pertarungan dari alam bawah sadarku.
...*******...
__ADS_1
"Jadi bagaimana rencananya?" Tanya Tsukuyomi.
"Kau jaga komputernya dan bantai semua orang yang mendekat. Aku akan memastikan mereka untuk tidak turun ke lantai bawah. Apapun yang terjadi jangan biarkan komputernya hancur ataupun padam." Kata Kenji melempar flash bang di dekat pintu.
Ledakan cahaya pun terjadi. Semua pasukan langsung sempoyongan dan menutup wajah mereka. Kenji langsung menebas mereka dengan katana yang ia gigit. Beberapa prajurit menembak dengan asal karena penglihatan mereka yang rusak karena bom cahaya itu. Tsukuyomi tangkis beberapa peluru dan memantulkan kembali ke arah mereka. Beberapa dari mereka ada yang tertembak. Ada yang hanya terluka dan ada yang langsung instant dead karena terkena di bagian vital mereka.
Kenji langsung melompat ke arah tangga dan berseluncur di pembatas tangga tersebut. Ternyata di bawah sudah banyak prajurit yang bersiaga dengan senapan-senapan canggih mereka. Kenji kemudian melempar beberapa pisau lontar untuk membunuh beberapa prajurit. Sekitar 3-4 terbunuh, dan 7 prajurit terluka akibat pisau lontar milik Kenji.
"Tembak! Tembak! Dia cuma satu orang!" Kata salah satu prajurit. Dengan cepat, Kenji mengeluarkan revolvernya dan menembakkannya kepada prajurit yang memberi peringatan tadi.
Prajurit itu langsung mati dengan tembakan tepat di tengah dahinya. Para prajurit yang lain langsung mengarahkan senapan mereka dan menembaki Kenji secara membabi buta. Kenji dengan sangat cepat langsung berlindung di balik meja resepsionis. Sambil berlindung, Kenji mengisi ulang revolvernya. Cukup merepotkan meskipun sudah terbiasa menggunakan satu tangan.
"Assault rifle : M4A1 dengan tambahan red sight dan ACOG. Benar-benar merepotkan." Gumam Kenji sedikit kesal.
"Aku sudah menduganya." Kenji pun membuka pin granat miliknya. Tapi Kenji tidak langsung melemparnya. Dia menunggu timing yang pas agar para prajurit tidak bisa melempar balik granat yang dia lempar. Setelah timingnya pas, Kenji langsung melemparnya.
Granat pun meledak dan mengenai sebagian prajurit. Setidaknya ledakan itu membunuh beberapa prajurit yang didekat ledakan tersebut. Karena ledakan itu juga semua prajurit berhenti menembaki Kenji. Di saat itulah Kenji menyerang balik.
Kenji pun langsung melompat dari meja dan berdiri di atasnya sambil menodongkan revolvernya ke arah para prajurit yang porak-pranda akibat ledakan tadi. Kenji menembak mati beberapa dari mereka. Tapi ada juga beberapa prajurit yang langsung sigap mengarahkan senjata mereka ke arah Kenji. Dengan cepat Kenji berlari menggunakan kaki monsternya sehingga bisa dengan mudah menghindari tembakan-tembakan.
__ADS_1
Kenji pun beralih menggunakan katana. Setiap prajurit yang di lewati Kenji langsung terpotong dan mati akibat tebasan super cepat Kenji. Kenji kemudian menggunakan salah satu tubuh prajurit yang mati sebagai tameng agar bisa mendekati para penembak.
"Tetap tembak! Dia hanya menggertak menggunakan tubuh anggota kita! tembak!" Kata salah satu prajurit yang menembak. Kenji pun mendekati mereka secara perlahan. setelah cukup dekat, otomatis para penembak menjadi berhenti menembak karena akan mengenai teman mereka yang ada di dekat Kenji. Prajurit yang di dekati Kenji tersebut langsung menggunakan handgun yang dia miliki agar bisa lebih mudah untuk menembak Kenji.
Kenji langsung menggunakan katananya untuk menusuk prajurit itu melalui mayat prajurit yang dia gunakan sebagai tameng. Tusukan tersebut tepat mengenai ulu hati prajurit itu dan langsung mati seketika. Beberapa prajurit berusaha untuk mendekat dan berencana melakukan pertarungan jarak dekat dengan Kenji.
Kenji langsung mencabut katananya dan menebas kepala prajurit yang ada di kanannya hingga lepas. Kepala tersebut langsung di tendang oleh Kenji dan mengenai prajurit yang berjarak sekitar 6 meter dari Kenji. Kenji langsung melempar katananya ke arah prajurit yang terkena tendangan-kepala tadi dan menancap tepat di lehernya hingga tembus.
Salah satu prajurit yang ada di belakang Kenji langsung mengarahkan senjatanya ke arah Kenji. Dengan cepat, Kenji langsung melempar pisau lontarnya dan tepat mengenai kepala prajurit tersebut dan mati.
"Sekarang! Tusuk dia!"beberapa prajurit ternyata sacara diam-diam bersembunyi dan berencana dan mencoba menusuk Kenji menggunakan pisau. Mereka pun berhasil. Kenji di tikam dengan 5 pisau dari arah yang berbeda.
"Kali ini dia tamat." Kata salah satu prajurit yang menikam Kenji.
Aku langsung meremas bahu Tsukuyomi dengan keras dari alam sadarku. Tsukuyomi hanya diam melihat.
"KENAPA KAU DIAM SAJA?!! KENAPA KAU BIARKAN KENJI MATI!!!!?" Bentakku. Aku merasa sangat kesal dan marah. Dan aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku saat itu. Aku langsung mendorong Tsukuyomi hingga terjatuh. pipiku dibasahi air mata dan sangat deras.
"APAKAH INI KARENA KAU DIBUNUH?! APAKAH KARENA DIA MEMBUNUHMU SAAT ITU?!!! SEHINGGA KAU BALAS DENDAM?!!!" Bentakku sekencang-kencangnya.Aku sangat frustasi, marah, dan kesal. Aku begitu tak berdaya karena aku tidak bisa melindungi Kenji saat itu.
__ADS_1
Tiba-tiba aku mendengar suara tawa. Suara tawa yang tidak asing. Dari caranya dia tertawa mirip seperti orang yang tertawa karena mendengar guyonan. Aku pun melihat ke arah Kenji. Ternyata Kenji lah yang tertawa seperti itu.
Para prajurit langsung menjauhi Kenji karena terkejut Kenji tidak mati karena serangan tikaman mereka. Kenji langsung menarik Pisau yang mereka tusukkan ke tubuh Kenji dan mengembalikannya dengan menusukkan ke arah mereka kembali. Ada ditusuk di batang lehernya, ada yang di atas ubun-ubunnya, ada yang kedalam mata, Dan ada yang ke ulu hati. Semuanya mati secara bersamaan.