Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Pertama Kali Bertemu


__ADS_3

"Kenapa kau ingin ke ruang bawah tanah?" Tanya Hazard penasaran.


"Gedung ini terlihat seperti fasilitas penelitian dan laboratorium. Siapa tahu ada informasi yang berguna." Jawab Kenji berjalan ke lorong gelap menuju ke tangga bawah tanah.


"Hmm......begitu ya." Kata Hazard.


"Kau masa' tidak tahu tentang bangsamu sendiri? Kau sendiri adalah bangsa Invest kan. Kenapa kau tidak membantuku ketika aku dalam bahaya ketika melawan Curse Beast tadi?! Aku mati kau juga akan mati Lo!" Gerutu Kenji.


Hazard tertawa sangat keras. "Kau nanti juga akan tahu. Aku sudah membantumu Lo lewat notifikasi yang ada di depan matamu. Lagi pula aku menggunakan tubuh manusia sepertimu, ingatanku tentang bangsaku masih samar-samar. Tapi tenang saja. Aku tidak berniat mati ketika aku bersamamu." Kata Hazard.


Sebelumnya karena bulu dan kulit Curse Beast sangatlah kuat maka Kenji mengulitinya dan mengubahnya menjadi jubah yang hanya menutupi separuh badannya. Cukup sulit untuk mengulitinya. Tapi itu tidaklah mudah. Kenji perlu mengulitinya dengan taring singa zombie tersebut yang ternyata satu-satunya benda yang bisa di gunakan dan yang bisa menembus dagingnya. Kepala singa zombie juga ia gunakan untuk tudung jubah yang bisa berfungsi sebagai helm.


Kenji juga membuat pelindung betisnya menggunakan bulu singa zombie tersebut. Tulang- tulang rusuknya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pisau lontar. Sedangkan dagingnya di gunakan sebagai bekal perjalanan.


Di sepanjang lorong Kenji hanya menemui beberapa zombie yang ada di sana. Kenji hanya membunuhnya menggunakan katana yang di berikan Miyuki yang sudah dia lumuri menggunakan darah daging singa zombie agar lebih keras, kuat, dan tajam. Akan terlalu boros jika menggunakan peluru dari revolver yang Ia bawa.


"Kenapa disini gelap sekali. Apakah tidak ada saklar lampu di sini?" Gerutu Kenji meraba dinding yang ada di kanannya sambil menuruni tangga.


Kenji pun sampai di tempat seperti tempat uji coba. Kenji pun berkeliling ke sekitar untuk memeriksa keadaan. Tak jauh dari tempatnya berdiri terdapat cahaya berwarna putih di ubin lantai yang berada bagian kirinya. Kenji pun mendekatinya. Kenji melihat semacam segel lingkaran sihir berdiameter sekitar 3 meter dengan wanita yang tidak sadarkan diri yang berbaring di tengahnya.


Kenji pun mengamati gadis itu. Kenji pun menyentuh nadi yang ada di lehernya. "Dia hanya tertidur. napasnya juga masih stabil." Kata Kenji mengecek napas gadis tersebut dengan mendekatkan jari telunjuk ke lubang hidungnya.


Kenji heran. Kenapa disini tidak ada zombie ataupun monster seperti Curse Beast disini. Bukankah terlalu tenang untuk di wilayah luar dinding. Terdengar suara langkah kaki, dan langkah itu jelas bukan suara langkah zombie. Suara langkah manusia. Kenji mendengarnya dari belakangnya, tepatnya di tangga lorong yang dia lewati tadi. Kenji langsung melompati Meja yang ada di depannya dan bersembunyi dibaliknya.

__ADS_1


Ternyata benar. Seorang manusia laki-laki dengan memakai pakaian tempur canggih dan membawa tombak.


"Tidak kusangka aku diperintahkan untuk mengamankan cawan suci ini. Lagian siapa yang punya ide menaruhnya di tempat kumuh ini. Tapi tidak masalah. Tapi aku cukup heran kenapa belum ada yang mau mengambilnya?" Gerutu pria itu ketika mendekati lingkaran sihir tersebut.


Kenji pun mengintip dari balik meja tersebut dengan sangat hati-hati. Tapi tidak sengaja dia menekan ekor tikus dengan tangannya. Tikus itu pun mendecit dan melompat ke arah meja dan menjatuhkan gelas kimia di atas Kenji. Pria itu pun curiga dan menoleh ke arah meja tempat Kenji. Pria penombak itu pun mendekati meja dengan perlahan. Ketika melihat dibalik meja tersebut dia tidak menemukan apapun kecuali sebuah flash bang yang tergeletak dan pin nya sudah tercabut.


Ledakan flash bang pun terjadi dan membutakan pria penombak tersebut. Dari belakang pria tersebut Kenji sudah siap menembakkan pistolnya yang sudah teracuni ke arah pria tersebut.


"Cawan suci ya. Kedengarannya menarik. Sebelum aku membunuhmu bolehkah kau menceritakan detailnya." Wajah Kenji langsung berubah menjadi seperti psikopat.


Sang penombak pun langsung memutar tombaknya dan membuat peluru yang Kenji tembak terpental.


"Cukup berani juga kau, manusia rendahan. Menggunakan trik murahan seperti itu." Kata Penombak itu mengacungkan ujung tombaknya ke leher Kenji.


Cepat sekali. Dia bahkan bisa mengimbangi kecepatan normal ku. Kalau begitu.....Si penombak pun menambah kecepatannya dan mencabik cabik Kenji dengan mudah. Darah pun menggenang di tempat Kenji terkapar.


"Ah.....Aku terlalu berharap. Dia sama seperti manusia pada umumnya. Tidak ada hebat-hebatnya." Sang penombak pun mendekati lingkaran sihir tersebut. Karena lengah pelipisnya menjadi tempat mendarat kaki Kenji. Si penombak pun terjatuh dengan sepatu Kenji menempel di pipinya.


"Hoo......bulu singa nemeas. Pantas saja........." Kali ini Kenji yang lengah. Tombak tertancap didadanya dan itu cukup dalam.


"Tapi, kau lebih lengah dariku." Kata si penombak. Kenji pun tumbang. Tombak itu tertencap di bagian yang tidak tertutupi jubah.


"Tak kusangka ada yang bisa melukaiku hingga seperti ini. Reputasiku sebagai anggota 13 pahlawan akan tercoreng." Kata si penombak mencabut tombaknya dari tubuh Kenji. si penombak melanjutkan lagi mendekati lingkaran sihir tersebut.

__ADS_1


Ada angin yang berhembus dengan cepat dari belakang penombak tersebut. Ketika penombak itu menoleh, ada sesuatu yang terjatuh. Tangan kanannya terpotong. " Hoo....sudah kuduga. Utusan kematian ya." Kata si penombak malah nyengir.


Apa yang ada di depannya sangat mengejutkan. Tudung singa Kenji terpasang dan tangan bercakarnya berlumuran darah. Kakinya berubah menjadi kaki monster. Mereka pun beradu kecepatan lagi dan saling menyerang. ruang sekitar menjadi hancur akibat pertarungan mereka, tembok tembok di penuhi cakar dan goresan tombak.


Mereka pun berhenti, waktu seakan berhenti. " Kuakui kau sangat kuat. bahakn bisa memotong tangan kananku. Diriku sepertinya tidak akan bisa mengalahkanmu. Maka aku akan menyerangku menggunakan pusaka sakral-ku." Tombaknya langsung berbinar berwarna merah, auranya sangat kuat.


"Aku sebagai pahlawan yang di panggil ke dunia iblis ini. Yudisthira, Anak tertua Pandu. dengan hormat akan memberi serangan terakhir ku." Kata Yudhistira yang sudah mengambil posisi seperti melakukan Javelin.


"Tombak yang merenggut semua nyawa dengan mudah. Tusuk dan habisi dia. Kalima.....Sahada!!!" Yudisthira melempar tombaknya ke arah jantung Kenji. lintasan lemparan tombaknya menghancurkan segalanya. Dengan nekat Kenji menangkap tombaknya. Tangannya memanas dan melepuh dan membuat daerah sekitarnya hancur akibat panasnya tombaknya. Tangan Kenji langsung berubah menjadi Tangan monster dan melempar balik tombaknya ke jantung Yudhistira. Jantungnya pun hancur. Darah pun keluar dari dada Yudhistira.


"Gagal ya?" Kata Yudhistira memegangi gagang tombaknya sambil berlutut.


"Maaf Tuan. Aku gagal mengambil cawan....." Sebelum selesai kalimatnya Yudhistira menghilang menjadi debu yang berkilau yang tertiup angin dan menghilang.


Kenji langsung berlutut. "Kau barusan. Memakai tubuhku?" Tanya Kenji.


"Lawanmu adalah roh legenda. Aku baru menyadarinya ketika kau menembaknya. Gerakan itu bukan gerakan yang bisa dilakukan manusia." Kata Hazard. "Jangan takut, Aku hanya mencoba melindungimu. Lagi pula kaulah yang secara tidak langsung yang menyuruhku untuk keluar. dan memaksaku kembali untuk kembali bertukar." Kata Hazard. Kenji masih bingung apa yang sedang terjadi. Jadi itu sosok yang berada di dalamnya. Kenji pun berjalan mendatangi wanita yang terkapar di lingkaran sihir tersebut.


"Oh iya, kalau tidak salah Yudhistira menyebut ini sebagai cawan suci. Apa maksudnya?" Tanya Kenji. Secara tidak sengaja darah Kenji menetes ke lingkaran sihir tersebut dan warnanya berubah menjadi warna merah.


Lingkaran sihir itu pun makin terang dan menyilaukan. Cahayanya meredu dengan perlahan. "Apa yang terjadi?!" Kenji terlihat panik. Rambut Kenji rontok di bagian sisi kiri dan kanannya dan tato pun terbentuk di kedua sisi tersebut. Rambutnya seperti jambul ayam hanya saja berwarna putih.


Wanita itu pun membuka matanya dengan perlahan. Kenji pun terkejut wanita itu akhirnya terbangun. Mata mereka pun saling bertemu. Itu pertama kalinya aku bertemu Kenji untuk pertama kalinya.

__ADS_1


__ADS_2