Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Aku Ada Di Video


__ADS_3

Perlu 3 hari agar Kenji benar-benar bisa bergerak. Menurut Hazard, perubahan wujud itu menguras banyak sekali tenaga dan energi Kenji sehingga dia ambruk selama itu. Akhirnya kami mencari apa saja yang bisa di ambil di banker 69. Jika melihat situasi seperti ini, Fraksi 13 Pahlawan tidak akan bergerak untuk sementara. Sedangkan Pihak Gereja masih belum menunjukkan pergerakan sedikitpun karena alasan yang belum jelas.


"Kau tidak seharusnya bergerak dulu. Simpan tenagamu untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan." Pintaku kepada Kenji memapahnya.


"Tidak. Aku baik-baik saja. Lagi pula ini resiko yang kuterima jika kita sudah sampai ke banker ini. Aku hanya tinggal melakukan finishing saja dengan data yang ada di kapal ruang angkasa itu." Kata Kenji yang menolak permintaanku.


Yang bisa kulakukan hanyalah menjaga untuk tetap baik. Aku menunggunya sampai dia selesai dengan data-data kapal itu. Eh tunggu? Sejak kapan aku jadi perhatian dengannya? Padahal hanya terlintas di pikiranku sudah membuatku berdebar kencang.


"Kenapa kau tidak main dengan Jihan? Dia akan kesepian." Kata Kenji. Tapi dia masih berbicara tanpa melihatku. Apakah dia belum bisa menerima perasaanku? Tapi tanpa mengucap apapun aku menuruti Kenji. Entah kenapa aku menjadi lebih penurut semenjak saat itu. Jihan melihat heran dan bingung ke arahku.


"Wajah kakak kok memerah?" Tanya Jihan dengan polosnya. Aku menjawabnya dengan senyuman.


"Tidak ada. Jihan sedang apa?" Tanyaku untuk mengubah topik yang lebih ringan dan menjauhi topik itu.


"Tadi ayah membuatkanku mainan baru lagi. Katanya terbuat dari tulang monster." Jihan menunjukkannya padaku. Bentuknya seperti tulang pipih berbentuk seperti siku yang setiap sisinya sama panjang. Di tulang itu terukir banyak sekali motif bunga. Sangat indah.


"Wah, begitu ya. Bagaimana cara memainkannya?" Tanyaku penasaran. Di Tandum tidak ada mainan berbentuk seperti ini. Jihan melemparkan benda itu secara horizontal. Benda itu berputar-putar mengelilingi banker dan kembali ke tangan Jihan. Aku sangat terkejut kalau Kenji ternyata bisa menciptakan sesuatu seperti ini.

__ADS_1


"Wah hebat. Mainan itu disebut apa?" Kataku sambil memasang wajah penasaran ke arah mainan itu.


"Kata ayah namanya "Boomerang"." Jawab Jihan dengan ceria. Sepertinya dia sangat menyukainya. Tapi aku masih saja dibuat heran dan penasaran. Meskipun lemparan Boomerang itu terkadang menyasar ke arah lain ketika kembali, Jihan bahkan masih bisa menangkapnya dengan gerakan yang tergolong akrobatik untuk anak seumurannya. Belum lagi dengan pakaian yang dikenakan kurang mendukung karena terlalu rapat. Tapi Jihan masih bisa bergerak bebas tanpa ada kendala sedikitpun.


"Jihan dari mana bisa melakukan gerakan-gerakan seperti itu?" Tanyaku.


"Ketika masih di desa pemburu iblis. Ibu yang mengajariku." Jawabnya. Aku pun langsung teringat dengan teman-teman Jihan yang berubah menjadi vampir ketika di pintu banker tempo hari. Lebih baik aku tidak menanyakan lebih jauh lagi. Jihan kemudian melihat dengan penasaran setelah menangkap Boomerang yang dia lempar tadi.


"Bukankah itu punya ayah? Kenapa kakak memakainya?" Oh iya sejak saat itu aku tidak melepaskan bulu ini dari pundak kananku. Entah kenapa aku tidak ingin melepaskannya.


"Kenji memberikannya padaku dan entah kenapa aku sangat nyaman ketika memakainya." Jawabku dengan tanpa sadar dengan tersenyum dan wajah sedikit memerah. Jihan melihatku dengan polos dan mendekat ke arahku.


"Ke-ke-ke-kenapa Jihan menanyakan hal itu?" Tanyaku gelagapan.


"Karena 3 hari yang lalu aku melihat kakak sama Ayah berciuman. Biasanya di desaku ibu melakukannya sebelum ayah kandungku pergi." Kata Jihan sedikit memiringkan kepalanya. Jadi karena kejadian itu ya. Jihan sempat melihat kami berciuman ketika Kenji masih tidak sadarkan diri. Aku lengah saat itu.


"Kalau di tanya......Aku memang menaruh hati kepada Kenji. Tapi..." Apakah Kenji memiliki perasaan yang sama juga denganku? Jihan kemudian tersenyum melihatku yang sedang dirundung malu. Tapi aku dia tidak mentertawakanku. Jihan kemudian memelukku.

__ADS_1


"Mungkin kakak bisa jadi ibu angkat suatu hari nanti." Katanya sambil tersenyum. Nih bocah mikirnya sudah kemana-mana. Meskipun masih kecil otaknya selevel orang dewasa. Apakah orang tua kandungnya tidak mengajarinya tentang menjaga pembicaraan yang berbau status hubungan seseorang? Tapi aku memakluminya karena mungkin Jihan tidak tahu maksud dari perkataannya yang sebenarnya.


Setelah bermain cukup lama. Kami makan dari suplai makanan yang sempat kuselamatkan ketika kebakaran dari monster raksasa tadi. Jihan tidak lama kemudian tertidur. Aku menggendongnya dan membaringkannya di dekat ransel Kenji lalu menyelimutinya. Pasti dia lelah. Kenji masih saja sibuk dengan proyek data kapal angkasa ini. Tapi wajahnya sedang serius saat itu. Aku tidak ingin mengganggunya. Aku kemudian berjalan-jalan memeriksa sekitar.


Ketika aku berjalan di antara puing-puing countainer-countainer, Aku tidak sengaja menginjak sesuatu. Karena penasaran aku memeriksanya. Ketika kubersihkan beberapa sisinya aku langsung ingat. Tangan robot dari monster raksasa itu. Aku melihat dari semua sudut dan sisinya. Sepertinya memang sudah rusak. Sebelum aku meletakkan kembali ke tanah aku melihat sesuatu disisi yang belum kubersihkan. Kuusap hingga bersih. Aku sangat heran dan terkejut ketika melihat apa yang ada dibaliknya. Lambang Tandum. Apa maksudnya ini?! Bagaimana bisa ada lambang Tandum di tangan iblis ini?!


Disampingnya terdapat tulisan "Olympus Project" dan di bawah tulisan Olympus Project terdapat tulisan "H.E.R.M.E.S.", salah satu dewa terkenal di Mitologi Yunani. Aku pun mencoba menenangkan diriku dan mencoba berpikir jernih. Bagaimana bisa benteng terakhir manusia yang berjuang melawan bangsa iblis malah menggunakan iblis sebagai pasukan. Pasti ada mencurigakan di balik pemerintahan dan militer Tandum.


Aku pun membawa potongan besi itu kepada Kenji. Akhirnya Kenji selesai. Dia bahkan membuat laptop yang terbuat dari teknologi bangsa iblis. Kenji pun terkapar dengan wajah penuh keringat. Aku pun mendatanginya.


"Akhirnya selesai juga ya." Kataku ikut senang.


Kenji hanya diam tapi dia mengangguk yang berarti tanda setuju.


"Jadi apa saja yang kau temukan?" Tanyaku. Kenji langsung bangun dan membuka laptopnya. Banyak data-data yang tersimpan didalamnya.


"Sebenarnya cukup banyak. Data tentang teknologi mereka, senjata mereka, strategi mereka dan apa saja yang mereka pelajari selama ini. Bahasanya cukup rumit jadi hanya beberapa data yang berhasil kuterjemahkan. Tapi lihatlah video ini." Kata Kenji. Kenji membuka video yang tersimpan di file tersembunyi di kapal itu. Mungkin itu dia dapatkan dari black box-nya.

__ADS_1


Aku langsung terkejut melihat video tersebut. Pikiranku tercampur aduk saat ini. Di video itu aku melihat wanita yang sangat mirip denganku yang sedang bersalaman dengan makhluk aneh didepannya dengan durasi 10 detik.


__ADS_2