Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Banker 69 ( Bagian II)


__ADS_3

Situasi semakin rumit. Bagaimana Hamato bisa ada di sini?! Aku bahkan tidak bisa merasakan hawa keberadaannya sama sekali. Kami juga terpojok di ruangan sempit di sini. Dengan cepat, Kenji menodongkan revolvernya ke arah wajah Hamato.


"Bukankah kau sendiri yang membukakan pintu banker saat itu. Dan sekarang kau malah mempertanyakannya." Kata Kenji dengan santainya. Pantas saja mudah terbuka, jadi di saat yang bersamaan dengan ledakan granat saat itu mungkin Hamato membukakan pintunya menggunakan kekuatan rohnya. Apa alasannya?


"Seekor anjing rendahan sepertimu. Berani! Berani! Beraninya! menodongkan senjata kepadaku!? Kelancangan juga ada batasannya. Sepertinya kau begitu menginginkan kematian. Heh?! Anjing!" Cecar Hamato. Bahkan untuk orang selevel seperti Hamato ternyata memiliki harga diri yang begitu tinggi dan arogan.


Dari belakang Hamato mengeluarkan sekitar 3 aura emas yang akhirnya membentuk sebuah 3 kesatria dengan aura dan zirah emas. Kedua kesatria menyerang kami dari sisi kiri dan kanan kami secara bersamaan. Tapi serangan mereka tidak mempan sedikitpun. Kenapa? Aku baru ingat kalau kulit Kenji bisa menjadi sekeras berlian sekarang dari skill Ancient Scorpio yang memiliki kulit sekeras berlian. Senjata kedua roh kesatria tersebut hancur seperti kaca yang pecah.


Dengan santainya Kenji menembak kedua kepala mereka dan membuat kedua kesatria tersebut terbuyarkan menjadi kilauan emas. Dari belakang kami, tiba-tiba ada kesatria yang mencoba menyerang kami dari belakang, roh itu adalah roh ketiga yang di panggil oleh Hamato tadi. Di saat seperti ini, manusia secepat apapun reflek dan kakinya tetap akan terkena tebasan pedang dari roh tersebut. Tapi pengecualian untuk Kenji. Kenji menggunakan Skill : Double Accel-nya dan menghindarinya dengan timing yang pas. Posisi kami sekarang membelakangi Hamato dan Hamato juga membelakangi kami. Dengan cepat Kenji mengambil sesuatu di kantongnya tapi gerakannya terhenti karena ada sesuatu yang menahan kakinya.


Ada tangan roh yang memeganginya sehingga Kenji tidak bisa kemana-mana. Tidak jauh di depan Kenji ada roh pemanah yang sudah siap membidiknya. Panah pun di lesatkan. Ruangan kokpit pun meledak. Bukan karena serangan panah dari roh tersebut, melainkan yang tadi Kenji ambil dari kantongnya, sebuah granat. Kami pun keluar dari ruangan kokpit dan melompat keluar dari pesawat. Kenji ternyata menggunakan semacam pelindung yang berbentuk lingkaran sihir berwarna putih. Sepertinya skill itu berasal dari salah satu bangsa iblis yang dia makan. Dari pintu belakang pesawat muncul lesatan panah yang mengarah ke arah kami dan 3 slave yang sedang bertarung yang masih satu sama lain.


Kenji dengan cepat menghilangkan keberadaan kami dengan berkamuflase menjadi seperti bunglon. Aku baru ingat sekarang, alasan kenapa semua orang tidak melihat kami ketika mengendap-endap tadi. Kenji memakan dan mendapat skill dari iblis kadal berjenis bunglon yang dia lawan di candi beberapa hari yang lalu. Kami pun langsung bersembunyi ke sela-sela countainer dalam keadaan tak kasat mata dan menghindari semua tembakan panah tersebut menggunakan Double Accel.


Para Slave tadi saling bertarung langsung terhenti dan menangkis semua anak panah tadi. Panah-panah yang terpental akibat tangkisan mereka membuat ledakan selevel dengan granat. "Siapa itu?!" Tanya si Slave pengguna pedang.


"Berani-beraninya mengganggu pertarungan kami!" Kata Slave pengguna tombak.

__ADS_1


Hamato turun dengan perlahan dari tangga pintu belakang pesawat. Asap masih mengepul. Semua menjadi hening ketika Hamato berjalan mendekati mereka.


"Siapa yang mengizinkan kalian menatapku, anjing rendahan?" Tanya Hamato penuh dengan intimidasi dan sifat arogan. Bahkan dari jauh aku bisa melihat tatapan merendahkannya. Hamato langsung memanggil roh emas berwujud singa sebesar badak dengan tambahan kepala kambing dengan tanduk yang sangat besar, dan bertaring. Singa itu memiliki ekor berupa seekor ular kobra seukuran ular piton dewasa dan panjangnya sekitar 5 meter. Entah kenapa melihat makhluk panggilan itu sudah membuat bulu kudukku berdiri.


Dengan cepat yang mungkin kelompok Pihak Gereja menghilang satu per satu menggunakan semacam teleportasi dan menyisakan pasukan militer tanpa mereka sadari, bahkan Hamato. Kulihat lambang di bahu seragam mereka. Aku begitu terkejut. Lambang itu sama dengan lambang di baju militer milik Tuan Franko. Lambang Tandum.


Apa maksudnya ini? Apakah para militer adalah bagian Fraksi 13 pahlawan?


"Pihak Gereja sepertinya memilih nyawa mereka di bandingkan informasi penting yang ada di dalam pesawat itu." Kata Kenji pelan.


"Kita hanya perlu menunggu. Manusia sepertiku akan jadi sasaran empuk bagi para roh legenda. Jika tidak memungkinkan maka kita akan mundur." Jelas Kenji menyimpan kembali revolvernya ke sarungnya.


"Tembak makhluk itu!" Perintah dari slave yang kemungkinan adalah pemimpin dari pasukan militer tersebut. Para pasukan pun menembaki makhluk itu. Tapi sepertinya tidak akan semudah itu. Sang singa mengaum dan mulai menyerang 3 slave yang ada di sana.


Pertarungan pun terjadi begitu epic. Tapi itu tidak berlaku dengan para prajurit militer yang ada di sana. Mereka menjadi sasaran empuk dan menjadi cemilan untuk singa itu. Sepertinya Pihak Gereja lebih pintar dan lebih berkepala dingin dalam situasi seperti ini. Pertarungan 3 roh legenda dengan singa campuran itu berakhir seri.


"Lumayan untuk kualitas sampah daur ulang. Bisa seimbang melawan Chimera." Aslinya itu pujian plus hinaan dari Hamato. Tapi tiba-tiba Hamato berhenti sejenak. Ada ekspresi terkejut di wajahnya. Wajah Hamato pun menghadap ke atas.

__ADS_1


"Cih! Kau sudah mulai berani juga! Memberi perintah orang yang mengetahui kebenaran dengan segel kontrak." Cecar Hamato. Hamato pun menjentikkan jarinya dan membuyarkan si Chimera menjadi kilauan emas.


"Sepertinya aku harus menunda eksekusi kalian. Para anjing kampung sekalian! Jika kalian ingin mendapatkan kepalaku ini maka hadapi aku dengan kematian kalian. Dan untukmu anjing liar....." Kata-kata Hamato terhenti karena tidak kuasa menahan senyumnya. Hamato tahu dimana kami bersembunyi dan melirik ke arah kami.


"....aku menantikan sesuatu yang menarik darimu." Katanya kemudian menghilang menjadi kilauan putih. 3 slave langsung melihat ke arah kami. Jadi Hamato sengaja menengok ke arah kami untuk memberitahukan posisi kami kepada mereka bertiga. Dan lawan kali ini adalah slave yang berjumlahkan 3 orang.


"Kenji, aku akan menghadapi mereka. Bawa pergi Jihan dari sini." Kataku dari balik jubah bulunya. Saatnya balas Budi, Emiya. Jika Kenji di posisiku pasti dia akan melakukan hal gila ini.


"Kau cari mati, Emiya?" Tanya Kenji penuh dengan nada kebingungan.


"Aku tidak berencana untuk mati." Kataku dengan wajah penuh keyakinan.


"Bodoh! lawanmu adalah Slave! Dan totalnya ada 3 orang." Bentak Kenji.


"Bukankah kau sering melakukan ini. Setidaknya biarkan aku menebus kebaikanmu." Kuikat pinggang Jihan ke sabuk penghubung milik Kenji.


"Apakah kau lupa? Aku adalah seorang Demi-Slave. Jika kau ingin mengambil informasi di dalam pesawat itu maka cepatlah! aku akan memberimu waktu." Aku langsung terjun menggunakan mode Tsukuyomi sebelum Kenji sempat bereaksi.

__ADS_1


__ADS_2