
Ini terjadi tepat ketika kami di bawa ke dunia bawah tanah alias Underground. Akses masuknya di daerah kami tertangkap adalah tepat di pijakan kami. Terdapat sebuah pintu besi seperti pintu bunker yang terkubur pasir. Pintu itu bertipe otomatis dan akan mengunci jika aksesnya dimatikan.
Semua barang-barang kami dijadikan satu diatas sedel Chou yang diikat dan diangkut menggunakan drone pembawa barang untuk diamankan untuk sementara. Kami pun masuk ke dalam pintu bawah tanah. Jalur menuju kebawah tidak 90 derajat, tapi cukup curam. Dibagian samping akses jalan tersebut berupa tangga semen, sedangkan jalur tengahnya digunakan untuk jalur kendaraan.
Kami berjalan menyusuri jalan masuk. Akses pintu pun tertutup dan terkunci. Lampu-lampu dengan watt yang tinggi terpasang baik itu di langit-langit maupun di dinding tepi terowongan. Panjang jalan curam nya ternyata cukup panjang kemungkinan sekitar 60 meter. Benar-benar dalam. Apakah mereka membangun kota di bawah tanah? Kemudian kemiringan terowongan kembali menjadi 180 derajat.
Tidak ada salah satu dari kami berani berbicara. Bisa jadi mereka akan membunuh kami tepat sebelum kami bertemu dengan seseorang yang ingin ditemui Kenji.
Setelah berjalan sekitar 10 menit, kami pun menemui pintu bunker lagi. Disana sudah dijaga ketat oleh prajurit dengan senapan canggih dengan pakaian mereka yang compang-camping. Sepertinya ini post penjagaan. Bahkan terdapat turret di setiap bagian bibir pintu bagian kiri dan kanan mereka. Sama seperti di laboratorium 01.
"Siapa mereka ini?" Tanya seseorang yang kemungkinan adalah penanggung jawab pintu banker ini dengan wajah galak kepada pemimpin rombongan kami.
"Mereka adalah salah satu pahlawan dari dunia lain. Mereka ingin menemui Ratu Theresa." Kata pemimpin regu.
"Kami tidak bisa memberi mereka akses untuk masuk dan tentu saja kami tidak akan membiarkan mereka keluar dari sini hidup-hidup. Mereka sudah tahu akses dan lokasi salah satu jalan menuju Underground." Kata si penanggung jawab dengan tegas. Bagus, sekarang nyawa kita terancam. Apa rencanamu sekarang, Kenji?
"Katakan kepada ratumu bahwa aku sebagai pemilik dan cawan suci datang bersama cawan sucinya." Kata Kenji yang tiba-tiba menyela perseteruan kedua penjaga itu.
Penjaga gerbang itu pun mengerutkan dahi dan kumisnya ke arah Kenji kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kenji.
"Apakah aku mengajakmu bicara, nak? Kau tidak punya hak untuk berbicara disini. Apalagi berbicara omong kosong." Tanya Si penanggung jawab dengan nada penuh intimidasi.
"Kalau kau mempersulit kami untuk masuk maka kami juga bisa masuk secara paksa. Aku bisa saja membuat kepalamu dan anak buahmu menjadi hiasan di atas pintu bunker itu, cobalah!" Kata Kenji balas mengintimidasi si penanggung jawab dengan membenturkan jidatnya ke kepala penanggung jawab itu sehingga bapak penanggung jawab itu mundur.
"Oh benarkah?" Kata penanggungjawab gerbang dengan wajahnya yang sudah merah karena emosi.
"Kenji, kumohon tenang lah." Kataku memohon mencoba menenangkan Kenji.
"Tenang tuan. Dia seorang Avenger, pak. Ini juga yang dicari Yang Mulia. Karena itu kami ditempatkan di bagian luar tembok." Kata pemimpin rombongan kami menunjukkan plat milik Kenji kepada penanggung jawab itu. Apa? Dicari? Untuk apa?!
__ADS_1
Penanggung jawab itu kemudian menyambar plat itu untuk melihatnya lebih detail. Setelah mempertimbangkan cukup lama akhirnya penanggung jawab itu pun membuat keputusan.
"Baiklah, kalian diizinkan masuk." Kata si penanggung jawab kemudian memberikan kembali plat itu kepada pemimpin rombongan. Penanggung jawab itu pun memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membuka pintu bankernya.
Tak lama kemudian pintu bunker terbuka lebar.
"Pilihan yang pintar." Kata Kenji berjalan melewati penanggung jawab pintu banker itu. Penjaga bunker itu hanya bisa menatap Kenji dengan marah. Kami pun masuk ke dalam Underground.
Banyak sekali kendaraan-kendaraan berlalu lintas. Bahkan meskipun di bawah tanah pencahayaan mereka juga sangat bagus. Gedung-gedung ukuran sedang juga tersusun di depan mata kami. Banyak juga drone-drone yang terbang di atas gedung.
"Lewat sini." kata pemimpin rombongan yang mengarahkan kami untuk menaiki kendaraan lapis baja yang besar dengan ban berupa ban tank. Saking besarnya kendaraan ini bahkan Chou saja bisa muat untuk di naikkan keatas. Disini benar-benar tidak kalah modern dari yang diatas. Tanpa kusadari aku bahkan menikmati perjalanan diatas kendaraan lapis baja ini meskipun kedua tanganku di borgol. Jihan juga sama sepertiku.
Aku pun menolah kearah Hisao. Cukup wajar jika Kenji tidak menikmati perjalanan ini tapi Hisao... malah lebih mengkhawatirkan. Wajahnya pucat.
"Ada apa?" Tanyaku.
"Jangan mengajakku berbicara!" Sergah Hisao sambil menangkupkan kedua tangannya ke mulutnya. Apakah jangan-jangan dia mabuk darat?!!!
perjalanan 20 menit tidak terasa dan kami sudah sampai ke sebuah bangunan yang menurutku adalah bangunan paling besar di Underground. Bangunan berupa gedung yang mirip berbentuk seperti katerdal alih-alih istana yang berwarna putih.
"Baiklah semuanya turun." Kata pemimpin rombongan. Dia kemudian mengintruksikan kepada anak buahnya untuk kembali ke postnya di dekat permukaan. Hanya beberapa saja yang disuruh untuk mengawal kami. Kendaraan itu meninggalkan kami dibarengi membawa anak buah si pemimpin rombongan itu.
"Semuanya, lewat sini." Kata pemimpin itu yang kemudian menyempangkan senjatanya dan berjalan menuju ke depan pintu gedung. Disana juga ada beberapa penjaga.
"Sebutkan dari devisi mana dan keperluan anda?" Tanya si penjaga pintu yang jauh lebih sopan dibandingkan dengan yang menjaga di bagian pintu Bunker.
"Lapor, saya dari devisi Outpost pencarian di permukaan. Keperluan saya disini adalah ingin melaporkan bahwa kami menemukan yang dicari Yang Mulia Theresa yaitu pahlawan dengan job class Avenger. Sebagai bonusnya kami juga membawa cawan sucinya kemari." Jelas si pemimpin rombongan sambil berposisi memberi hormat.
"Baiklah, mohon menunggu sebentar. rekaman tadi akan saya kirim ke Yang Mulia." Kata penjaga gerbang yang sepertinya sedang mengirim laporannya tadi langsung ke orang yang bernama Theresa.
__ADS_1
"Ratu menunggu kalian di ruangannya. Kerja bagus." Kata si penjaga itu. pemimpin rombongan pun pamit untuk meninggalkan tempat itu. Sebelum pergi, Kenji menahan si pemimpin rombongan itu kemudian membisikkan sesuatu tapi aku bisa mendengarnya.
"Terima kasih sudah mempermudah kami untuk masuk ke Underground." Kata Kenji kemudian melepaskan tangannya.
"Sama-sama, pahlawan Avenger. Senang bisa membantu Anda. Saya pamit." Kata pemimpin rombongan itu yang akhirnya pergi yang mungkin kembali ke post mereka.
"Tuan dan nona-nona. Bisa ikut saya kemari." Kata salah satu penjaga yang menuntun kami masuk ke dalam gedung. Kami pun mengekor inya. Sayangnya Chou harus menunggu diluar.
"Tenang, kita akan menjemputnya lagi." kataku kepada Jihan. Jihan hanya bisa memberi anggukan kepadaku dengan wajah cemas.
Didalam gedung benar-benar bersih dan rapi. Bahkan tampak mewah. Aku bahkan sampai merasa pakaianku kurang pantas untuk masuk kemari. Kami pun sampai di sebuah pintu dengan dua daun pintu yang sepertinya pintu itu terbuat dari emas? Mungkin?...
Pintu pun terbuka.
"Silahkan, tuan dan nona-nona." Kata penjaga gerbang tadi. Kenji pun masuk tanpa ragu diikuti Hisao dan Jihan. Aku pun ikut mengekori mereka.
"Tak kusangka ada seorang pahlawan yang berhasil selamat di wilayah iblis diluar tembok selama berbulan-bulan. Kau bahkan juga berhasil membawa cawan suci itu." Kata seorang wanita bertubuh kecil dengan rambut hitam panjang, bermata biru tua, dan memakai gaun lengan panjang berwarna hitam, di tangan kanannya membawa sebuah kipas. Wanita itu duduk di atas kursi yang mewah dan didepannya terdapat meja yang lebar. Jangan-jangan ini Theresa?..... Kecil sekali!!
Kenji hanya diam menatap dengan datar Theresa.
"Kau bahkan lebih pendiam dari yang kukira. Padahal ketika berkomunikasi menggunakan laptop rakitan mu itu kau cukup cerewet untuk membuat kesepakatan denganku." Kata Theresa.
"Kau membantuku maka aku akan membantumu. Sesuai dengan kesepakatan." Kata Kenji. Jadi itu alasan kenapa Kenji begitu serius saat di banker 69. Selain memindahkan beberapa data dia juga diam-diam melakukan kontak dengan Theresa secara Daring. Pantas saja mereka bisa seperti sudah saling kenal. Tapi kesepakatan apa yang kalian buat?!!
Padahal aku sudah menyuruhnya untuk tidak ada rahasia diantara kami.
Kutarik jubah Kenji dengan sangat kencang sampai dia Kenji hampir jatuh. Aku sangat kecewa dan sangat marah dengan apa yang Kenji lakukan dibelakangku.
"Sejak kapan kau bersepakat dengannya?!!!! Dan apa isi kesepakatan kalian??!!!!! Kenapa kau tidak memberitahunya kepadaku?!!!!! APA YANG KALIAN SEPAKATI??!!!!" Tuntutku. Kesabaranku seketika hilang saat itu., Aku serasa ingin menampar wajah Kenji.
__ADS_1
"Kesepakatannya adalah aku akan membantu nya untuk pulang ke dunianya dan bayarannya adalah anda, Nyonya Fiona Leonheart menjadi hak milik Underground." Jawab Theresa.