Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Pemukiman Iblis (Bagian IV)


__ADS_3

Pagi pun tiba, cahaya matahari yang masih terasa hangat menyinari desa dan hutan. Cahaya menyorot ke wajah Tsukuyomi dengan lembut dari tempat berbaringnya. Api unggun yang mereka buat tadi malam tersisa hanya kayu gosong dengan sedikit bara api di permukaannya.


Perlahan Tsukuyomi membuka kedua matanya. Tsukuyomi pun bangun. Masih setengah kesadaran Tsukuyomi bangun. Di dekatnya ada Kenji yang masih saja sibuk merawat dan mengurusi barang jarahan di gudang desa.


"Kau tidak membangunkanku untuk bertukar shift jaga?" Tanya Tsukuyomi setelah menguap.


"Oh pagi Tsukuyomi. Karena terlalu bersemangat dalam menjarah aku jadi kelupaan." Kata Kenji yang bahkan tampak tidak mengantuk atau pun kecapekan sedikitpun. Semenjak Kenji berevolusi menjadi manusia super, jam tidurnya menjadi berkurang drastis.


Tsukuyomi melihat terdapat senjata shotgun Benelli M2 dan beberapa pelurunya, ada juga beberapa flash bang dan granat. Ini pasti hasil jarahan tadi malam, pikir Tsukuyomi.


Di situ Tsukuyomi merasa gagal sebagai seorang dewi dan sebagai pelayan dari Ousamanya. Seharusnya Ousamanya-lah yang dia jaga bukan sebaliknya. Tidak ada juga seorang dewi yang dijaga dan dilindungi oleh manusia. Mungkin ini pertama kalinya terjadi.


"Apa yang sebenarnya yang menyita perhatianmu?" Tanya Tsukuyomi yang penasaran dengan Kenji yang melihat ke bawah. Tsukuyomi pun mendekati Kenji yang ternyata Kenji memperhatikan secari kertas kusam yang sudah menguning dan rawan sobek.


"Peta ya." Tsukuyomi memastikan.


"Ya, begitulah." Ujar Kenji menyodorkan kantong kecil kepada Tsukuyomi. Tsukuyomi meraihnya dan membuka isinya. Isinya daun min. Tsukuyomi pun memasukkan 2 daun ke dalam mulutnya agar tetap segar.


"Ternyata pemukiman para monster di sini sangatlah luas. Seolah di hutan ini ada sebuah kerajaan kecil dan kita bahkan belum menjelajahi satu persen pun dari peta ini." Jelas Kenji yang menelan 1 daun min lagi.


Kenji kemudian memetakan dan menandai beberapa tempat dari peta.


"Seperti katamu tadi malam, ada gereja tempat satu blok di belakang kita dan di belakang gereja terdapat sebuah gerbang untuk menuju ke pemukiman selanjutnya." Kata Kenji menandai dengan arang. Kenji baru sadar kalau ini adalah gereja yang sama ketika dia melihat pembantaian pasukan tentara Tandum dari atas benteng.


"Kita akan ke sana?" Tanya Tsukuyomi.


"Ada beberapa hal dan hipotesis yang aku ragukan. Baik itu teori dari buku perpustakaan kerajaan maupun dari dugaanku sendiri dan aku menginginkan kepastian." Kata Kenji menggulung kembali peta itu dan memasukkannya kembali ke dalam ransel susunnya.

__ADS_1


"Oh iya, aku mendapat beberapa ekor kelinci yang belum terinfeksi di sekitar sini. Bantu aku dalam memasaknya." Kenji menunjukkan kelinci yang dia dapat dari dalam kantongnya.


Mereka menghidupkan api uggun lagi kemudian menguliti kedua kelinci tersebut dan mulai mengolah dagingnya menjadi daging panggang. Sebenarnya kelinci-kelinci itu tidak sepenuhnya tidak terinfeksi. Terdapat ada kelainan genetik pada mereka. Seperti kelinci yang satu memiliki tanduk seperti rusa yang satunya memiliki gigi yang sangat runcing. Tapi menurut analisa dari Hazard kedua kelinci itu masih aman untuk dikonsumsi karena kadar infeksinya tidak sampai 20%.


Alasannya kenapa Kenji mau bersusah payah untuk memburu 2 kelinci itu adalah karena tubuh yang dipakai Tsukuyomi adalah tubuh wanita dari teman dekat Miyuki. Dia ingin Mia kembali dengan selamat setelah kontraknya selesai dengan Tsukuyomi agar Miyuki tidak menjadi lebih sedih lagi setelah kehilangan Kenji.


Setelah mereka menyantap sarapan mereka. Mereka meminum air dari sungai yang masih satu jalur dengan sungai yang Kenji temukan untuk melacak keberadaan desa ini. Airnya juga masih tergolong bersih dan tidak terkontaminasi.


"Baiklah, ayo kita lanjutkan." Kenji mulai menenteng tas ranselnya yang besar dan melanjutkan perjalanan.


Perlu sekitar 13 menit berjalan untuk sampai di gerbang dan gereja yang mereka tuju. Kenji melihat ke sekitarnya. Tidak ada rumah satupun di sekitar gereja. Kemungkinan diserang dari luar sangat kecil.


Kenji kemudian mengelilingi bangunan gereja sebanyak sekali untuk menilai situasinya.


"Astaga, para makhluk biadab itu benar-benar sudah kehilangan akal sehat mereka sebagai manusia." Ujar Tsukuyomi menutupi hidungnya karena menemukan tumpukan mayat yang gosong di dekat tiang salib yang di atasnya terdapat orang yang di salib juga.


Kenji melihat dengan jeli kalau pintu depan gereja terkunci dari dalam. Kenji sempat melihat terdapat banyak tumpukan box kayu di samping gereja.


Tsukuyomi mendekatkan telinganya ke tembok gereja untuk mengecek adanya suara pergerakan di dalam gereja.


"Berapa orang di dalam?" Tanya Kenji dengan berbisik.


Tsukuyomi memberikan isyarat dengan 5 jari tangan kanannya. Berarti totalnya ada sekitar lima orang di dalam gereja.


"Kau ada rencana selain untuk melawan Ejecutor?" Tanya Tsukuyomi.


"Ada." Jawab Kenji dengan yakin.

__ADS_1


...****************...


Dari dalam gereja 5 pendeta mengenakan jubah dan tudung ungu berdoa dengan komat-kamit menggunakan bahasa yang aneh.


Terdengar suara pukulan yang sangat kencang dari arah pintu depan.


Para pendeta itu merespon dengan menjalak seperti anjing-anjing liar yang kelaparan. Mereka meraih pedang kesatria yang sudah berkarat dan perisai, ada juga yang meraih morning star dan bersiap untuk bertarung. Mereka semua berjalan mendekati pintu depan.


"1... 2......3.......4......" Tsukuyomi menghitung jumlah kanibal yang terpancing dengan bergumam.


Tsukuyomi memberikan isyarat ke Kenji yang sudah berada di atap gereja kalau kanibal yang terpancing ada 4. Kenji pun mengangguk dan membuat lubang di atap gereja menggunakan skill Curse Claw dengan ditambah skill Double Acceleration untuk menambah keefektifan.


Atap gereja pun jebol dan Kenji melemparkan Flash bang ke dalam gereja. Bom flash bang pun meledak dan menghasilkan ledakan cahaya yang sangat menyilaukan. Para kanibal itu kehilangan pengelihatan mereka.


Kenji juga melemparkan beberapa granat untuk menambah kepanikan para kanibal. Kenji dengan gesit dan sigap melompat ke dalam gereja melalui lubang atap yang ia buat. Kenji yang masih mengaktifkan skill Double Acceleration menembakkan revolvernya ke arah 4 kanibal itu selagi masih di udara. Semuanya mengenai sasaran 2 kanibal mati di tempat.


Tapi 2 kanibal yang lain masih bisa bertahan hidup. Mereka berlari ke arah Kenji mencoba untuk menyerang nya. Dengan gesit Kenji menarik katana miliknya dan menebas kedua kanibal itu. Disaat itu juga Skill Double Acceleration juga berakhir. Kedua kanibal itu pun mati seketika.


Dari balik mimbar dan altar muncul serangan berupa hunusan tentakel ke arah Kenji. Kenji dengan reflek menghindarinya dengan bersalto.


"Oh iya... " Ucap Kenji seperti baru menyadari sesuatu.


Muncul satu pendeta yang kepalanya berubah menjadi tentakel-tentakel raksasa. Tentakel-tentakel nya jauh lebih besar dari semua kanibal yang pernah dihadapi oleh Kenji.


"Tsukuyomi bilang ada 4 kanibal yang terpancing. Sedangkan ketika melacaknya dengan pendengaran dia bilang ada 5 kanibal. Jadi kau kanibal kelimanya ya." Kata Kenji.


Kenji kemudian menyarungkan kembali katananya dan beralih ke revlovernya. Kenji sekalian mengganti dan mengisi pelurunya.

__ADS_1


"Baiklah, majulah kemari." Ucap Kenji dengan senyum psikopatnya yang kambuh.


__ADS_2