Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Pemukiman Iblis (Bagian V)


__ADS_3

(Kembali ke sudut pandang Emiya.)


"Jadi itu gereja yang sama ketika aku menemukan beberapa mayat aneh itu?" Tanyaku ketika Tsukuyomi menceritakan pengalamannya menjadi Slave dari Kenji.


"Ya, begitulah. Aku sama saja ke gereja itu dua kali. Pertama dengan Kenji keduanya adalah denganmu." Jawab Tsukuyomi.


Sejak awal aku dibangunkan oleh Kenji, aku begitu kebingungan. Bagaimana bisa ada makhluk seperti zombie, kanibal, curse beast, dan monster-monster lain? Bahkan sampai mereka kategorikan berdasarkan urutan kartu bridge. Untuk saat ini kategori 2-3 dipegang oleh zombie dan kanibal. Untuk Curse Beast sendiri aku kurang mengetahuinya. Untuk para Olympian buatan itu bisa jadi masuk ke kategori 10 atau bahkan Jack ke atas. Aku hanya mendapatkan sedikit informasi dari buku-buku yang dimiliki Tuan Frank saat aku tinggal dengannya.


Ini bahkan jauh memusingkan. Seolah sejarah baru saja diotak-atik dan dirubah oleh seseorang. Tidak mungkin dunia yang telah kubangun hancur lebur sampai hanya tersisa monster-monster seperti itu? Apa yang terjadi selama aku tertidur selama 200 tahun setelah aku membangun Tandum untuk kelangsungan hidup dan kedamaian umat manusia? Lalu untuk apa perjuanganku selama ini?


Dilihat dari kehancurannya, Gedung-gedung yang digunakan saat itu seperti sudah lama sekali ditinggalkan. Dan yang tersisa dari umat manusia hanya ada di dalam Tandum. Rasanya juga cukup aneh juga karena Tandum memiliki teknologi militer yang maju. Seharusnya para kanibal seperti itu bisa dibom bardir hingga semuanya musnah. Tapi kenapa tidak ada memikirkannya?


"Ada yang tidak beres dari semua yang kulihat semenjak aku terbangun." Kataku dengan memegangi jidat kepalaku dan berbaring di kasur.


"Pasti ada yang merubah dan mengatur ulang sejarah selama 200 tahun terakhir." Gumamku.


"Coba ceritakan sedikit lebih lanjut, Tsukuyomi. Aku ingin tahu apa yang kalian berdua dapat selama aku dan Kenji terpisah selama 3 bulan itu." Pintaku kepada Tsukuyomi.


Tsukuyomi melanjutkan ceritanya.


...****************...


Kenji kemudian mencoba menembak ujung pangkal dari tentakel-tentakel itu tapi selalu bisa ditangkis dengan tentakel-tentakel itu yang merespon ketika ada semacam serangan proyektil yang mengancam.


Kali ini ujung setiap tentakel kanibal ini adalah berbentuk seperti bilah kapak dan sabit. Setiap Tentakel menyerang dengan bergantian. Kenji melompat dan menggunakan kursi jamaah gereja dan tiang pondasi bangunan gereja sebagai tempat berlindung. Karena tidak ada serangannya yang kena kanibal itu merubah kedua tangannya menjadi tentakel-tentakel yang menjijikkan sekaligus mematikan itu.


Sembari bersembunyi, Kenji mengisi ulang revolvernya. Alasan kenapa Kenji tidak menggunakan flash bang dan granat adalah untuk menghemat dan itu menjadi opsi terakhir dalam bertarung. Resource tidak boleh terlalu disia-siakan. Tapi peluru revolver Kenji juga sebentar lagi habis.


"Peluru sebentar lagi habis. Sial." Ucap Kenji yang menyadari pelurunya hampir habis ketika merogoh kantung peluru di pinggangnya.

__ADS_1


Kenji kemudian memperhatikan pendeta kanibal itu. Kenji menyadari sesuatu yang bisa jadi kunci kemenangannya. Ketika kanibal yang ini menyerang, kecepatan tentakelnya lebih lambat daripada ketika dia menangkis proyektil.


"Hmm.... jadi begitu." Gumam Kenji.


Kenji menyarungkan kembali revolvernya kemudian berlari memutari isi gereja. Setiap tentakel dari kanibal itu berusaha untuk menyerangnya tapi karena lebih lambat Kenji berhasil menghindarinya.


Kenji pun sampai di tempat mimbar dan altar gereja. Kenji kemudian melompat dari atas altar ke arah kanibal itu. Serangan demi serangan diluncurkan oleh kanibal itu tapi Kenji dapat menghindarinya meskipun masih di udara. Tepat ketika lompatan Kenji berada di atas kanibal itu, Kenji mengaktifkan Double Acceleration sehingga semuanya menjadi terasa lambat bagi Kenji dan melemparkan pisau lontar dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan hanya berjarak 20 cm. Itu jarak yang mustahil untuk ditepis karena terlalu dekat.


Pisau itu menancap ke ubun-ubun kanibal itu dan kepala kanibal bertentakel raksasa itu meledak dan memuncratkan banyak darah dan potongan-potongan daging dari leher ke atasnya.


Kanibal itu pun tumbang dan mati tersungkur.


"One hit....one kill." Gumam Kenji.


"Tidak buruk nak." Ujar Hazard.


"Kerjaanmu cuma bilang itu sama numpang di tubuhku tanpa kontribusi. Setidaknya bantulah aku sedikit." Kenji memprotes.


"Kenji! Kau baik-baik saja?" Tanya Tsukuyomi mengkhawatirkan Ousama-nya. Kenji lupa kalau Tsukuyomi masih di luar gereja.


Kenji membukakan pintu gereja itu dengan menarik kunci slotnya.


"Sudah terbuka." Ucap Kenji membukakan pintunya.


"Kau ini selalu memiliki rencana yang bar-bar ya... " Ujar Tsukuyomi dengan cemberut. Kenji kemudian menutupnya kembali dan menguncinya. Siapa tahu pertarungan mereka mengakibatkan beberapa keributan dan bisa jadi membuat para iblis itu mendatangi mereka.


"Bar-bar tidak masalah selama rencana itu berhasil. Saatnya menjarah, ayo." Balas Kenji.


Tsukuyomi dan Kenji mulai mencari barang-barang yang sekiranya bisa berguna untuk perjalanan mereka nanti. Setiap lemari dan laci yang mereka buka tidak ada apapun kecuali satu tempat. Laci altar.

__ADS_1


Kenji menarik laci altar itu kemudian menemukan semacam emblem yang terbuat dari campuran logam chrome vanadium. Emblem itu seperti lambang dari kultus yang sama seperti kalung yang Kenji pungut dari salah satu kanibal kemarin.


"Emblem?" Gumam Tsukuyomi dengan heran.


"Apapun ini. Pasti sangatlah berharga." Ujar Kenji. Tapi Tsukuyomi menemukan sesuatu yang lain di laci kemudian mengambilnya. Sebuah kertas yang sudah kusam. Tsukuyomi pun sempat melihat isinya.


"Mungkin ini bisa menjadi petunjuk dari kegunaan emblem itu." Tsukuyomi memberikan kertas itu ke Kenji.


Kenji menerimanya dan melihat dengan jeli dan mencoba menelaah apa maksud kertas itu. Hanya butuh sekitar 10 detik Kenji memahami isi kertasnya. Mereka diharuskan mencari 2 emblem lagi untuk bisa menggunakannya. Salah satu petunjuknya adalah pintu yang mengarah ke bawah.


Kenji kemudian membuka karpet merah kusam yang ada di bawah mereka dan menemukan pintu menuju ruang bawah tanah. Kenji mencoba membuka pintunya dan ternyata tidak dikunci.


"Ayo." Kenji pun turun dan masuk ke dalam pintu itu diikuti dengan Tsukuyomi. Mereka berjalan menyusuri lorong gelap itu selama 3 menit dan akhirnya menemukan cahaya di ujung lorong.


Mereka pun keluar dari lorong bawah tanah mereka berdua melihat sebuah gerbang raksasa yang terbuat dari batu di depan mereka, kiri mereka berupa danau, dan samping kanan mereka berupa jalan setapak menuju hutan.


Kenji pun memeriksa kandungan air di danau itu. Dan setelah mengeceknya dan yakin tidak terkontaminasi apapun Kenji segera mengisi botol minum yang ia buat.


Kenji pun meminumnya kemudian mengisi kembali botolnya.


"Woi." Panggil Kenji kepada Tsukuyomi. Tsukuyomi yang menoleh pun dengan reflek menangkap botol air yang Kenji lempar.


"Minumlah. Kau dan tubuh wanita itu akan dehidrasi nanti." Ujar Kenji. Tsukuyomi pun menuruti Kenji dan meminum air itu.


Tsukuyomi memberikan botol itu kembali kepada Kenji.


"Terima kasih. Ternyata kau orang yang perhatian ya." Ujar Tsukuyomi dengan takjub. Di balik sifat dingin dan psikopat Kenji ternyata Kenji masih bisa se perhatian itu.


Kenji hanya mengangguk untuk menjawabnya. Kenji yang sudah selesai mengisi botol airnya mulai melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


"Mari kita cek gerbang batu itu lebih dulu." Ujar Kenji.


__ADS_2