Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Pemukiman Iblis (Bagian II)


__ADS_3

(Di Safe House milik Kenji. Di waktu bersamaan dengan Kenji yang berada di Katedral.)


Sudut pandang : Emiya.


Aku tidak percaya kalau Kenji lebih dingin dan tidak berperasaan dari sebelum kami bertemu lagi saat itu. Dia hanya berencana untuk menggunakan cawan suci yang ada di dalamku untuk pulang ke dunianya.


"Begitu ya..." Kataku yang hampir tidak bisa berkata-kata ketika Tsukuyomi menceritakan Kenji selama 3 bukan bersama dengannya.


"Tapi yah, Kenji semenjak dia sering berinteraksi denganmu. Meskipun sikap dinginnya masih ada tapi setidaknya dia peduli denganmu." Tsukuyomi menimpali.


Tsukuyomi benar. Kenji bahkan tidak pernah memerintahku untuk melakukan pembunuhan atau hal-hal tidak berperikemanusiaan yang lain. Dia pria yang tidak takut untuk mengotori tangannya dengan dosa dan darah.


Kupeluk kedua lututku, ku tangkup wajahku ke lipatan tanganku yang sedang memeluk lututku.


"Aku bahkan juga terkejut ternyata kau aslinya adalah Ratu Fiona Leonheart. Pendiri Tandum sekaligus ratu pejuang pertama di dunia ini. Sangat masuk akal kau menyukai Kenji meskipun dia memiliki sifat yang tidak bersahabat." Ujar Tsukuyomi dari alam bawah sadar Emiya.


"Selama masa jayaku setelah membangun Tandum aku terlalu pemilih dalam memilih laki-laki. Mereka mencoba melamar ku hanya karena aku seorang ratu, seorang yang berstatus, seorang wanita yang sulit ditaklukkan. Mereka tidak melihatku sebagai wanita pada umumnya dan aku membenci itu." Kataku dengan sedikit nostalgia.


"Hanya Kenji yang melihatku sebagai wanita yang normal. Hanya dia yang tahu rasa dari kesepian. Maka dari itu tubuh dan jiwaku merespon kalau aku ternyata sudah tergila-gila dengannya." Ucapku yang secara langsung tersenyum walaupun sedikit nelangsa.


"Kau mencintainya?" Tanya Tsukuyomi.


"Sangat." Aku memeluk lututku semakin keras dan erat. Memikirkan bisa hidup bersama dengan Kenji saja sudah membuatku gila.


"Syukurlah rasa cintamu kepadanya jauh lebih besar dari ego dan gengsimu." Tsukuyomi menanggapi.


"Lalu, Apa yang kalian temukan di gudang dari pemukiman iblis itu?" Tanyaku.

__ADS_1


"Oh iya, ceritanya... " Lanjut Tsukuyomi.


...****************...


Pria raksasa setiggi 3 meter dengan kepala yang tertutup tudung dan di kepalanya diikat semacam kawat berduri. Yang terlihat di wajahnya hanyalah mulutnya yang penuh dengan darah dan bertaring. Di mulutnya dia menggigit semacam batangan besi. Pria itu berjubah compang-camping berwarna hitam yang dipenuhi noda darah yang sudah mengering. Membawa kapak raksasa yang besarnya sebesar pohon pisang. Kapak rakitan dari besi-besi dan baja seadanya. Bilahnya sudah berkarat. Mengenakan celana hitam ukuran double XXXL dan bersepatu boot hitam.


Pria itu mencoba memberontak seolah dia terikat oleh sesuatu. Ada sesuatu yang menahannya. Kenji sedikit memiringkan kepalanya supaya bisa melihat bagian belakang pria bertinggi 3 meter itu.


Ternyata terdapat rantai yang menghubungkan antara besi yang diikat di mulutnya dengan dinding gudang. Kenji pun menembak rantai itu sehingga Pria monster itu bebas dan dengan sangat bringas mengejar Tsukuyomi dan Kenji yang berada di depan pintu gudang.


"Berpencar!" Perintah Kenji yang melompat ke arah belakang bagian kiri. Sedangkan Tsukuyomi melompat ke arah belakang bagian kanan.


"Kenapa kau malah membebaskannya?!!" Seru Tsukuyomi.


"Jika kita bertarung di dalam gudang maka barang-barang di dalamnya bisa ikut dihancurkan!" Kenji kemudian menembakkan 2 peluru ke arah pria raksasa itu tepat di kepalanya tapi tidak mempan.


Kenji berguling dan berada di antara dua kaki pria raksasa itu kemudian menembak dagu dari pria itu sehingga membuatnya sempoyongan. Tapi itu hanya berdampak seperti digigit nyamuk.


Pria itu yang menyadari Kenji berada di bawahnya mencoba menebasnya dengan vertikal.


Tsukuyomi melemparkan pedangnya ke arah Kenji. Kenji dengan sigap menggigit revolvernya sehingga Kenji bisa menggunakan pedangnya Tsukuyomi untuk mengubah arah bilah kapak pria itu mendarat. Kenji pun segera menjauh.


Tsukuyomi berlari ke arah belakang pria raksasa itu dan melompat. Kenji melemparkan kembali pedang yang Tsukuyomi lempar kembali kepada Tsukuyomi.


Tsukuyomi menangkapnya kemudian menebas dengan sangat keras ke arah kepala pria itu dengan bersalto melompatinya. Terdengar suara dentingan besi yang cukup keras ketika Tsukuyomi menebas kepalanya.


Kawat yang meliliti tudung kepalanya dan juga tudungnya terpotong sehingga menampakkan wajah dari pria raksasa itu. Ternyata kepala bagian atas pria itu dibalut dengan perban yang penuh dengan bercak darah dan lempengan-lempengan baja yang dibentuk menjadi helm dan menutupi hampir separuh kepalanya.

__ADS_1


"Pantas saja revolvernya tidak mempan." Ujar Kenji.


Pria menjadi mengamuk setelah tudungnya terbuka dan mulai menyerang dengan membabi buta. Kenji dan Tsukuyomi berhasil menghindari semua tebasan brutal dari pria itu.


Kenji dengan timing yang pas melepaskan pin granat miliknya dan melemparkannya ke kaki si pria. Dan ternyata berefek.


Sebagian dari kakinya hangus dan terkelupas.


"Sepertinya kakinya tidak dilindungi oleh apapun. Kita manfaatkan itu!" Kata Tsukuyomi mencoba menepis dan membuang kapaknya. Kapak itu terlempar dan menancap di salah satu rumah.


"Berlutut!" Seru Kenji menembak kaki pria itu berkali-kali tanpa ampun. Bahkan pria raksasa itu tidak sempat melawan balik. Kedua kaki pria itu sudah hampir dipenuhi luka tembak dan darah sedangkan kaki satunya hancur dan terkelupas akibat ledakan granat tadi.


Pria itu kemudian berlutut. Dari dadanya muncul semacam cumi-cumi yang menjijikkan yang tentakelnya menggeliat.


Kenji segera menyarungkan kembali revolver nya dan beralih ke katananya. Kenji maju dan menebas-nebas cumi-cumi yang keluar dari dada pria raksasa itu menggunakan katana miliknya.


Cumi-cumi itu masuk kembali ke dalam dada pria raksasa itu. Seketika pria itu bangkit dari posisi berlutut nya. Dari tangan kiri pria itu muncul sebilah pedang yang terpasang di punggung lengannya. Pria itu menggunakan pedang itu untuk menebas Kenji. Kenji sempat terkena tebasannya di bagian baju kirinya tapi mantel bulu Curse Beast melindunginya.


Kenji segera menjaga jarak dan menjauh. Pria itu kemudian menggunakan potongan rantai yang mengikatnya tadi untuk menarik kembali kapak nya dengan mengikatkannya ke gagang kapaknya lalu menariknya kembali sehingga tangannya berhasil menangkapnya.


"Kita berhasil menemukan kelemahannya tapi... " Ucap Tsukuyomi dengan ragu.


"Pola serangannya menjadi berubah ketika kelemahannya terlihat." Ujar Kenji menimpali.


Kenji kembali menyarungkan katana miliknya dan beralih kembali ke revolvernya. Kenji juga mengisi ulang pelurunya selagi ada kesempatan.


Pria itu melemparkan kapaknya kemudian mengulur rantai penghubungnya sehingga kapak itu bisa dikendalikan meskipun dengan posisi tidak dipegang. Kapak itu berputar menghancurkan rumah rumah sekitar. Kenji dan Tsukuyomi pun segera bersembunyi di dalam rumah terdekat.

__ADS_1


Permainan peta umpet dengan pria raksasa pun dimulai.


__ADS_2