Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Medalion Ketiga (Bagian III) : Rahasia Sejarah yang Berbelok


__ADS_3

Malam pun tiba.


Kenji tidur dengan posisi duduk dengan posisi tangannya menggenggam revolvernya. Tsukuyomi yang melihat tangan Kenji yang menggenggam gagang revolver membuatnya sedikit tersindir.


"Astaga, dia tidak terlalu percaya kepada penjagaanku." Celetuk Tsukuyomi dengan suara pelan dan menunjukkan wajah kecewa.


Karena terlalu bosan, Tsukuyomi melompat ke atas dahan pohon terdekat untuk memeriksa parameter mereka. Sejauh ini masih aman. Tidak ada bangsa iblis atau para kanibal di sekitar parameter.


"Sejauh ini masih aman." Tsukuyomi pun melompat turun di dekat barang-barang Kenji taruh di sampingnya. Tsukuyomi pun bersandar di dekatnya. Karena penasaran, Tsukuyomi ingin mencoba melihat perkamen yang menjadi petunjuk mereka dalam mencari 3 medalion untuk membuka gerbang di dekat gereja itu.


Tsukuyomi kemudian mencarinya di ransel Kenji. Setelah ketemu, Tsukuyomi mencoba membacanya. Di situ hanya terdapat 3 gambar yang membentuk sudut segitiga sama kaki. Sudut atas adalah gambar gereja, sudut bawah bagian kanan terdapat gambar sketsa berupa 2 orang dalam satu tubuh dan di sudut satunya adalah bergambar kepala tengkorak.


Setiap gambar di situ melambangkan tempat dimana para bangsa iblis menyembunyikan dan menyimpan setiap medalionnya. Petunjuk gambar gereja tidak perlu ditanyakan karena yang dimaksud gereja di gambar itu adalah gereja di mana perkamen dan medalion ini ditemukan. Untuk gambar 2 orang dalam bentuk satu tubuh adalah lambang dari 2 monster bermata satu yang mereka lawan sekitar 1 bulan yang lalu.


"Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana Kenji bisa tahu maksud dari perkamen ini? Padahal hanya mendapat petunjuk berupa 3 gambar saja." Gumam Tsukuyomi sambil bertanya-tanya.


Ini sangat keterlaluan kalau semua ini adalah tebakan keberuntungan, pikir Tsukuyomi.


Tsukuyomi kemudian mengambil posisi berbaring dengan kaki kanannya ia silangkan dan masih melihat perkamen itu dengan perasaan kurang puas karena tidak berhasil menemukan cara untuk membaca perkamen itu.


Tanpa sengaja Tsukuyomi melihat ke langit malam yang gelap tanpa bintang. Itu dikarenakan cuaca malam ini berawan. Tapi ketika awan-awan itu ditiup angin, bulan dan beberapa bintang sempat kelihatan meskipun cuma beberapa detik saja kemudian tertutup oleh awan kembali.


"Malam ini cukup berawan ya." gumam Tsukuyomi. Tapi seketika Tsukuyomi melihat sesuatu yang aneh di perkamen yang ia lihat. Ia sempat melihat ada gambar yang samar ketika cahaya bulan tadi sempat menyinari dan menyorot perkamen tadi.


Tsukuyomi dengan segera mengambil lentera dari ransel Kenji dan mencoba memastikan teori yang ada di kepalanya. Setelah berhasil dinyalakan, Tsukuyomi mencoba menerawang sesuatu di balik kertas perkamen itu dengan cahaya lentera itu dan ternyata teori dugaannya benar. Ternyata di kertas perkamen itu terdapat gambar tersembunyi berupa peta yang tidak akan bisa dilihat kecuali jika diterawang menggunakan cahaya.

__ADS_1


Dan 3 gambar yang menjadi tempat untuk menyimpan setiap medalion itu memiliki letak yang pas dan sama sesuai dengan kondisi geografi di petanya.


Tsukuyomi sampai tidak habis pikir. Kenji bahkan bisa tahu hanya dengan sekali lihat saja tepat ketika Kenji menemukan perkamen ini. Jika seseorang tidak cermat membaca perkamen ini kemungkinan peta perkamen ini tidak akan membantu banyak dalam mencari medalion itu.


Tidak mengherankan kalau Kenji bisa mengetahui rahasia cara membaca perkamen ini. Bagaimana tidak?! Memodifikasi senjata menggunakan perkamen yang super rumit itu saja Kenji bisa. Apalagi hanya teka-teki seperti ini...


Tsukuyomi kemudian mematikan lenteranya dan menggulung kembali perkamennya lalu memasukannya kembali ke dalam ransel. Tsukuyomi mencoba untuk membangunkan Kenji bertukar shift jaga.


...****************...


Kembali ke 3 bulan setelahnya. Tepatnya di ruangan Theresa.


"Oh, rusa putih yang barusan kau ceritakan itu ini gambarnya?" Tanya Theresa.


"Ya." Jawab Kenji.


"Iya aku tahu. Tapi dengan bertemu dengan berbagai bangsa iblis dengan urutan kekuatan yang naik secara berkala, itu juga bisa membuatku semakin banyak mendapatkan pengalaman bertarung. Aku juga tidak ingin melewatkan informasi yang ada contohnya seperti Alkitab itu." Kenji tidak ingin membocorkan alasan sebenarnya yaitu memakan bangsa iblis yang dia kalahkan untuk mendapatkan kekuatan mereka.


Theresa sepertinya masih hanya sekedar tahu kalau Kenji memakan semua bangsa yang ia temui dan yang dia bunuh untuk bertahan hidup. Meskipun dia tahu kalau Kenji seorang pahlawan dengan job class Avenger tapi dia masih belum tahu kekuatan sejati dari Job Class Avenger itu sendiri.


"Ah iya benar... Alkitab. Kau hanya ingin mencoba menjadi lebih kuat dengan menyerap setiap kekuatan iblis yang kau kalahkan dengan cara memakan mereka bukan." Kampret! Ternyata Theresa tahu.


"Kau bukan tipe orang yang bersabar, Kenji. Tidak mungkin kau bisa menggunakan semua kekuatan bangsa iblis tanpa melalui perantara atau media dari iblis itu sendiri seperti DNA mereka yang tercampur dengan DNA mu." Kata Theresa membungkam Kenji.


"Kukira kau tidak tahu." Ucap Kenji mencoba untuk menutupi kekhawatirannya.

__ADS_1


"Karena itu aku mencoba mencari tahu melalui data pertarunganmu melawan para Guardian. Aku menganalisa semuanya." Jelas Theresa.


"Dasar penyihir cebol licik. Meskipun itu sudah diskenario ternyata kau mengambil beberapa keuntungan di dalamnya." Kata Kenji dengan ketus.


"Wah-wah, itu menyakitkan. Sudah kubilang bukan kalau saat itu kita sedang bernegosiasi." Ujar Theresa menganggapi.


Kenji menyesap teh nya tetapi isi cangkirnya kosong. Theresa kemudian menuangkan teko tehnya ke cangkir Kenji.


"Aku harap setelah kau mendengar semua ceritaku kau menepati janjimu, Thers. Aku ingin jaminan." Kata Kenji dengan nada yang tajam.


"Tentu. Setelah ceritamu selesai aku juga akan berbagi soal ceritaku. Tapi jangan berharap ceritaku bakal seru seperti punyamu." Ujar Theresa.


...****************...


Sementara itu di tempatku dan Tsukuyomi di waktu yang sama.


"Di buku sejarah yang disimpan oleh tuan Franko. Seluruh dunia ini kecuali di Tandum manusia mengalami kepunahan total akibat para bangsa Iblis. Memang apa yang mengakibatkan para iblis itu mencoba mengambil alih dunia ini? Dan di buku sejarah itu tertulis namaku sebagai penyelamat umat manusia dengan membangun benteng Tandum yang sangat besar ini." Tanyaku dengan kebingungan.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Tsukuyomi.


"Karena aku sendiri dinyatakan sebagai pahlawan dan ratu Tandum bukan karena aku membangun penampungan manusia seperti benteng ini. Tapi karena aku dulu pernah menyatukan seluruh kerajaan yang ada di seluruh dunia untuk berdamai dengan bantuan para makhluk asing yang turun dari langit." Lanjut ku.


Tsukuyomi sedikit menyipitkan matanya dengan rasa curiga.


"Dan bagaimana kau bisa ada ditempat dimana kau ditemukan Kenji di bawah reruntuhan lama setelah bencana?" Tanya Tsukuyomi dengan curiga.

__ADS_1


"Itu karena proses penanaman cawan suci ke dalam tubuhku sesuai kesepakatan dari yang kubuat dengan pemimpin mereka." Ujarku.


__ADS_2