
Monster berkapak itu kemudian berjalan menyusuri setiap gang dan lorong di pemukiman. Jika dia merasakan keberadaan kami pasti monster itu akan menghancurkan rumah yang ia curigai.
Ada strategi? tanya Tsukuyomi melalui telepati.
Sambungan empati dengan slave ya? Lebih praktis daripada komunikasi sambungan radio. Kata Kenji dengan lega.
Satu-satunya kelemahannya adalah kakinya. Antara kau dan aku harus menjadi umpan sehingga salah satu dari kita bisa menyerang bagian vital monster itu. Ujar Tsukuyomi.
Kenji kemudian membuka slot peluru dari revolvernya. 6 slot masih penuh. Pisau lontarnya juga masih banyak.
Baiklah begini rencananya..... Ujar Kenji.
Monster itu tiba-tiba melihat sosok yang berlari di depannya. Kemungkinan itu kalau bukan Kenji pasti wanita satunya.
Monster itu segera berlari untuk mengejarnya. Tapi karena tubuhnya besar dan tinggi, kecepatan larinya tidak lah begitu kencang. Ketika monster itu melihat sosok di depannya belok ke salah satu cabang gang. Monster itu melemparkan kapaknya sehingga membuat rumah di dekat belokan itu hancur dan tidak mengenai sosok itu.
Monster itu seketika berlari kembali dan memeriksa ke arah belokan dimana sosok yang ia cari berlari tapi si monster tidak menemukan apapun. Sang monster melanjutkan pencariannya.
Dari belakang ada seseorang yang menembak tumit monster itu sehingga membuatnya berbalik. Tapi seseorang itu keburu menghilang. Tidak berselang lama, ada yang menebas kaki bawah bagian belakangnya. Membuat monster itu reflek menyabetkan pedang nya ke belakangnya yang lagi-lagi tidak mengenai apapun selain tanah.
Serangan pun berhenti. Sang Monster pun melanjutkan pencariannya dalam mencari 2 hama yang membuatnya kesal. Mulutnya menggeram dan berbusa layaknya anjing yang lapar.
Tiba-tiba ketika berjalan kakinya tidak sengaja menyenggol kawat benang hingga terdengar "klik" di bawah kakinya. Monster itu kemudian melihat ke bawahnya untuk memastikan apa yang terjadi.
Tiba-tiba disekitar kakinya muncul 2 ledakan yang membuat monster itu kesakitan. Monster itu pun berlutut dan cumi-cumi menjijikkan yang ada di dekat ulu hatinya keluar.
Tepat sekitar 5 meter di depan si monster, Tsukuyomi muncul dan melemparkan pedangnya seperti melempar tombak ke arah dada monster itu dan mengenai cumi-cumi menjijikkan itu. Sang monster meraung dengan sangat keras karena kesakitan.
Kenji pun muncul di rumah terdekat dimana monster itu berlutut mendekati monster itu. Kenji memegang gagang pedang Tsukuyomi yang mana bilah nya menancap cukup dalam di dada monster itu. Kenji kemudian memutar posisi pedang itu seperti membuka kunci pintu lalu mencabutnya.
__ADS_1
Cumi-cumi di dada monster itu pun meledak dan pecah. Monster itu pun mengaum dan ambruk.
Kenji kemudian mengibaskan pedang Tsukuyomi ke tanah untuk menghilangkan darah monster itu. Darah monster itu terciprat ke tanah.
"Rencanamu berhasil." Kata Tsukuyomi dengan kagum. Kenji kemudian melemparkan kembali pedang Tsukuyomi untuk mengembalikannya.
"Monster ini mengingatkanku ke beberapa game yang pernah kumainkan hingga tamat." Gumam Kenji.
"Game?" Tanya Tsukuyomi tidak paham.
"Tidak, bukan apa-apa. Ayo kita lihat apa yang ada di dalam gudang. Kita bisa menggunakan tempat itu untuk bermalam. Hari ini sudah cukup gelap." Tanpa Tsukuyomi sadari ternyata memang benar hari sudah gelap.
Mereka berdua pun sampai di gudang. Kenji menggunakan potongan kayu dari rumah yang dihancurkan oleh monster tadi untuk membuat api unggun di depan gudang.
Kenji memeriksa setiap rak dan barang-barang yang ada. Kenji kemudian menemukan semacam tulisan yang ada di dinding yang digunakan untuk merantai si monster tadi.
"Ejecutor." Baca Kenji.
"Code name untuk monster itu ya." Kenji bergumam.
Kenji juga menemukan beberapa kertas laporan yang sudah berdebu dan kusam tulisannya tapi masih bisa dibaca.
Di situ terdapat banyak sekali list nama-nama. Mungkin itu adalah nama-nama dari penduduk yang tinggal disini. Terdapat beberapa foto desa ini yang juga sama kusamnya. Kenji kemudian menemukan catatan yang menarik.
Di catatan itu tertulis kalau semenjak terdengar pemberontakan Tandum, beberapa ilmuwan kerajaan dan juga bangsa Invest mendatangi desa ini untuk menawarkan semacam vaksin dan unit kesehatan. Pihak desa pun menyetujui karena memang di desa itu sedang terkena wabah penyakit.
Setelah melakukan pemeriksaan dan pemberian vaksin pihak kerajaan mengutus beberapa pemuka agama kemari dan tiba-tiba semua orang menggila dan sakit.
"Pemuka agama?" Gumam Kenji dengan bingung. Informasi yang didapatkan Kenji cukup bertabrakan dengan buku yang ia baca di perpustakaan kerajaan.
__ADS_1
Bagaimana bisa masih ada manusia yang hidup di luar dinding benteng Tandum? Bukankah mereka sudah musnah semenjak para iblis menginvasi dunia ini? Tapi kenapa mereka masih sempat bertemu dengan pihak kerajaan setelah ratu Fiona dinyatakan meninggal dunia? Dan apa itu Invest? Semacam ras Alien?
"Ada yang tidak beres." Gumam Kenji.
Kenji pun memasukkan laporan dan data itu ke dalam ranselnya. Kenji kemudian lanjut dalam mengexplore gudang. Kenji menemukan sebuah koper panjang berwarna perak yang sudah berdebu.
Kenji kemudian membuka koper perak itu. Isinya membuat mata Kenji berbinar.
"Wow... Shotgun Benelli M2." Gumam Kenji dengan kagum.
Kenji segera mencari apakah ada pelurunya juga di dalam gudang. Kenji kemudian mengecek apakah ada peluru di dalam shotgun nya. Ternyata masih ada sekitar 3-4 peluru yang masuk ke dalam slotnya.
"Dilihat dari tampilannya sepertinya masih bisa digunakan." Kata Kenji dengan senang.
Kenji kemudian merasakan hawa kehadiran seseorang di dekatnya. Tangan Kenji sudah meraih katana di pinggang belakangnya.
Dari belakang Tsukuyomi mewujud kembali dari wujud rohnya menjadi berbentuk fisik.
"Oh, Tsukuyomi. Bagaimana keadaan disekitar sini?" Tanya Kenji.
"Tidak ada pergerakan ataupun para kanibal di radius 2 km. Aku juga menemukan gereja di daerah belakang gudang. Jaraknya hanya sekitar 500 meter. Hawa di sana tidak enak sama sekali." Jelas Tsukuyomi.
"Bagus, besok pagi kita ke sana untuk memeriksanya. Untuk saat ini kita beristirahat. Kau mau aku atau kau duluan yang berjaga?" Tanya Kenji. Melihat wajah Kenji yang semangat membuat tubuh manusia Tsukuyomi lelah.
"Baiklah aku duluan yang istirahat ya. Tubuh manusia ini juga ada batasan nya. Manusia mudah lelah. Kalau kau sudah ingin tidur kau bisa membangunkanku nanti." Ujar Tsukuyomi berbalik dan melambaikan tangannya kepada Kenji.
Kenji kemudian melanjutkan eksplorasinya di gudang. Selain dari laporan tadi tidak ada catatan yang penting lagi. Tapi Kenji berhasil menemukan beberapa granat dan flash bang. Mungkin berasal dari prajurit Tandum yang tertangkap. Kenji juga akhirnya menemukan beberapa peluru untuk Benelli M2 walaupun tidak banyak.
Semalaman itu Kenji merawat peralatan nya itu untuk besok ia gunakan untuk berburu.
__ADS_1