Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Underground 2 Setengah Tahun Lalu (Bagian IV)


__ADS_3

Darimana para Guardians datang?! Aku bahkan tidak merasakan hawa keberadaan mereka datang padahal dan sedangkan akses untuk masuk ke dalam ruangan ini cuma dari pintu depan. Aku mencoba berlari untuk mendekati Kenji tapi Theresa menarik ku menggunakan rantai sihirnya.


"Lepaskan aku, penyihir cilik!" Kataku mencoba mencemooh dan meronta.


"Tenanglah dulu, Yang Mulia. Mari kita lihat cara pemilik sah anda bertarung. Apakah dia masih layak atau tidak untuk tetap memilikimu." Theresa menarik ku kembali ketempat awalku. Aku mau tidak mau harus menurutinya jika tidak Theresa bisa saja segera langsung membunuhku ditempat terakhir aku berpijak.


Kenji menoleh ke arah masing-masing Guardians. Meskipun cara menatapnya terlihat seperti orang yang malas tapi aku bisa merasakan konsentrasinya yang sangat tinggi dalam menimbang-nimbang keputusan untuk mulai bergerak.


Pria bertato dan bertopeng lah yang memulai terlebih dahulu dengan melemparkan pisaunya ke kaki Kenji, dengan reflek Kenji melompat ke udara setinggi 4 meter untuk menghindari pisau tersebut.


Tepat saat Kenji di udara sudah ada wanita berambut putih pembawa sabit dengan cepat berpindah ke samping Kenji dan siap untuk menebasnya. Ternyata lemparan pisau tadi hanyalah gertakan sehingga membuat Kenji berada di udara sehingga hampir mustahil untuk menghindari segala macam bentuk serangan.


"Kena kau!" Kata wanita berambut putih itu dengan penuh keyakinan kalau serangan nya akan mengenai Kenji. Tapi aku sangat tahu cara bertarung Kenji. Dia akan memanfaatkan apapun yang ada disekitarnya sebagai senjata dan membuka peluang.


Dengan cepat Kenji menodongkan pistolnya ke arah wanita berambut putih itu dan menembak ke arah kepalanya beberapa kali. wanita berambut putih itu yang sudah siap menebaskan sabitnya secara horizontal dengan terpaksa mengubah pola ayunan senjatanya menjadi ke posisi melindungi wajahnya menggunakan pipih bilah sabitnya sehingga peluru tembakan Kenji mengenai bilah sabitnya saja.


Sebelum tepat mendarat ke tanah, Kenji mengambil tindakan dengan menjadikan wanita berambut putih itu sebagai pijakan untuk menjauh dan menjaga jarak. Kenji pun bersalto dan menjaga jarak.


"Hujani dia dengan peluru!" Aku mendengar perintah dari pria bertato itu. Si guardians robot raksasa, prajurit kucing, dan pria bertato itu secara bersamaan menembaki Kenji tanpa ampun.


Dengan cepat Kenji membuat perisai lagi dari tangan kirinya untuk melindungi diri. Tembakan mereka makin lama makin deras. Disekitar lantai pijakan Kenji sudah terdapat banyak sekali peluru-peluru yang berserakan dan juga bekas lubang-lubang dari peluru yang meleset.


Tepat ketika si pria bertato dan si kucing itu mengisi ulang magazine senjata mereka, Kenji dengan tepat mengintip dari balik perisainya lalu menembaki senjata mereka sehingga senjata-senjata mereka terlepas dari tangan mereka. Guardians robot raksasa dengan segera meluncurkan 1 roket ke arah Kenji dan menyebabkan ledakan yang cukup besar. Asap hitam mengepul tebal menutupi Kenji. Aku tidak tahu apakah Kenji selamat atau tidak tapi aku sangat mengkhawatirkan nya. Bahkan ekspresi Jihan juga sesuai dengan kekhawatirannya.


"Apakah berhasil?" Tanya si Guardian robot raksasa.


Belum sempat mendapat respon. Dari dalam asap hitam bekas ledakan, keluar 3 kepala ular kobra yang jika diukur mungkin diameter tubuhnya sebesar lingkaran pembatas sumur. Setiap kepala berusaha menggigit dan mematok setiap Guardians.

__ADS_1


"WAAAAAAAGGGGHHHH!!!!!! MENJAUH DARIKU, KEPALA SISIK!!!!!" dengan sangat takut dan terkejut si prajurit kucing berseragam ketat itu melompat kesana kemari sambil membawa senjatanya untuk menghindari patokan ular kobra tersebut. Ketika melihat tingkah konyolnya dalam menghindari patokan ular aku hampir saja tertawa.


Dengan segera si wanita rambut putih itu segera menolong teman kucingnya. Si wanita rambut putih dengan sangat lincah menaiki tubuh ular kobra tersebut lalu berlari di atasnya. Wanita itu menyusuri tubuh ular tersebut menuju ke kepala ular tersebut.


Wanita dengan sangat mudah memotong kepala ular kobra tersebut menggunakan sabit raksasanya dengan gerakan berputar seperti gasing lalu terjun bebas dari ketinggian 5 meter. Wanita itu dengan cepat memeluk teman kucingnya dan berguling menjauh sehingga bisa menghindari kepala kobra yang jatuh.


"Ya rasakan itu! Kau pantas mendapatkannya, belut bersisik!!!" Kata si prajurit kucing dengan mengacungkan jari tengahnya ke arah mayat kepala kobra tersebut.


"Bisakah kau berterima kasih kepadaku terlebih dahulu?" Tanya wanita berambut putih itu dengan nada sarkas.


"Soal apa?" Dan dengan polosnya si kucing malah bertanya balik. Wanita berambut putih itu pun memberikan tatapan sebal ke arah kucing yang tidak tahu diri itu.


"Teman-teman!!!!!! Aaaaggghhh!!!! Tolong!!!!" Kata guardian robot raksasa yang tubuhnya sudah terlilit dengan tubuh ular kobra tersebut.


Salah satu tangannya masih bebas, tangannya kemudian berubah menjadi senapan gatling gun dan mulai menembaki tubuh ular kobra yang melilitinya tapi tidak berefek apapun. Seluruh pelurunya seolah terbuat dari karet dan plastik. Ular kobra itu semakin lama melilitinya juga semakin keras lilitannya sehingga menyebabkan beberapa kerusakan pada robot tersebut.


Karena tidak berhasil juga, Guardian robot itu mengeluarkan bilah pedang yang kalau kulihat kilauan nya itu pasti sangatlah tajam. Robot itu kemudian menebaskan bilah pedang tersebut dengan sangat keras ke tubuh kobra yang melilitinya sehingga bisa lepas dari lilitan tersebut tapi yang terjadi malah sebaliknya. Bilah pedangnya malah patah menjadi dua karena saking kerasnya sisik ular tersebut.


"Bertahanlah!" Kata pria bertato itu yang dengan sangat lincah menaiki tubuh ular tersebut kemudian berlari menyusuri tubuhnya. Pria bertato itu pun akhirnya sampai di kepalanya. Pria itu dengan tepat menembak mata ular kobra tersebut sehingga membuatnya kesakitan dan melepaskan lilitannya. Si pria bertato itu pun segera turun dengan melompat dan bersalto ke belakang.


Si guardian robot itu pun terjatuh dan berhasil terbebas dari lilitan ular tersebut.


"V, kau baik-baik saja?" Tanya si pria bertato menanyakan kabar kepada guardian robot yang sudah tersungkur di lantai itu.


"Yah, yang jelas masih hidup. Tapi sistem ku masuk ke mode beku, bung. Aku tidak bisa bergerak lagi." kata V memberitahu kondisinya.


"Satu kalah, 3 lagi dalam proses." Kata Kenji yang akhirnya wujudnya terlihat dari asap bekas ledakan tadi.

__ADS_1


Kenji kemudian menoleh ke arah V dengan wajah datarnya.


"Itu balasan untuk roket yang kau tembakkan tadi. Kau beruntung karena ini cuma simulasi bunuh diri." Kata Kenji.


Kenji pun menarik kembali ular-ular kobra nya kembali ke tangan kirinya.


Si pria bertato itu dengan tanpa basa-basi menembaki Kenji menggunakan pistolnya. Tapi peluru-peluru nya terpental semua di udara kosong. Dari belakang Kenji muncul sebuah lingkaran sihir berwarna ungu.


"Medan sihir pertahanan ya?" Kata pria berotot mencoba memastikan.


"Apit dia! Serang dia dari dua sisi!" Kata Wanita berambut putih itu. Si wanita rambut putih itu berlari ke arah sisi kiri Kenji sedangkan si kucing dan si pria bertato itu ke arah kanan. Mereka mencoba berusaha mengapit Kenji dan menyerangnya dari jarak dekat.


Ketika sudah berada di lingkupan serangan jarak dekat, secara bersamaan Pria bertato dan wanita berambut putih itu menebas secara horizontal ke arah leher Kenji dengan senjata tajam mereka masing-masing.


Dengan sepersekian detik tiba-tiba pria bertato, prajurit kucing, dan wanita berambut putih itu terkapar di lantai secara bersamaan. Apa yang sebenarnya terjadi?


"Hooo... Hebat juga bisa melakukan gerakan manuver seperti itu." Kata Theresa sambil bertepuk tangan kecil.


"memang apa yang terjadi?" Tanyaku.


"Dalam beberapa detik terakhir Kenji menembak kaki Euphyllia sambil menunduk untuk menghindari tebasan dan menyapu kaki Cole hingga membuatnya terjatuh dan dengan menembak kepala Cole dan Laser tepat sebelum tubuh mereka menghantam tanah. itu terjadi kemungkinan dalam waktu kurang dari 2 detik." Jelas Theresa.


"Menembak ke arah kepala?! Itu berarti...!" Kataku dengan panik kalau Kenji tidak sengaja membunuh mereka berdua.


"Tenang saja, itu karena..." Kata Theresa.


"Peluru karet. Kau benar-benar ingin melihatku serius dalam bertarung ya? Hasilnya?" Tanya Kenji mengeluarkan magazine dari pistolnya kemudian membuang pistolnya ke lantai.

__ADS_1


"Yah, kau.... ah maaf, maksudku kalian diterima sebagai salah satu anggota Guardians. Selamat datang di Underground." Kata Theresa merentangkan kedua tangannya seolah sedang menyambut.


__ADS_2