
"Ya, wanita yang ada di video itu mirip sekali denganmu." Kata Kenji dan aku tidak bisa menyangkalnya. Benar-benar mirip.
"Aku benar-benar tidak ingat. Sedikitpun." Kataku penuh sesal. Keringat dingin mengalir deras di pipi dan leherku. Kenji kemudian menghampiri tasnya dan mulai memasukkan barang-barang dan alat-alatnya. Sebelumnya Kenji merawat luka dibahuku akibat kejadian monster raksasa tadi.
"Jangan berwajah seperti itu. Kau hanya akan mengundang para iblis kemari dengan wajah itu. Ayo, kita pergi. Mungkin dia hanya kebetulan mirip saja denganmu." Kenji mulai mengangkat tasnya dan mulai berjalan keluar dari pesawat. Dia juga membangunkan Jihan. Aku masih belum bisa bergerak sedikitpun karena masih syok dengan apa yang ada di video berdurasi 10 detik tadi.
Dari kejauhan aku mendengar suara yang samar-samar. Suara Kenji. "Aku akan meninggalkanmu jika kau masih disana...." Meskipun terdengar samar-samar tapi itu yang kudengar. Aku pun mulai menyusulnya. Kami pun berjalan keluar dari banker 69. Kenji kemudian berhenti ditempat mayat bangsa iblis yang kami temukan di lorong tempo hari. Kenji memungut mantel ungu salah satu dari mereka sebagai ganti dari mantel bulunya.
"Ini. Aku kembalikan." Kataku hampir melepas simpul yang kubuat di pinggangku.
"Kan sudah kubilang, simpan saja. Kau membutuhkannya daripada aku." Kata Kenji tanpa menoleh sedikitpun.
Aku hanya bisa membisu dan tak bisa berkata-kata lagi. Kami pun keluar dari banker dan menemukan pemandangan gurun. Gurun Sterben yang dipenuhi dengan orang-orang berjubah dan bertudung hitam. Dari penampilannya jelas mereka berasal dari Pihak Gereja. Di tangan mereka aku bisa melihat black key yang sudah siap mereka lempar ke arah kami. Kenji pun mengeluarkan revolver-nya, aku berubah menjadi mode Perseus. Aku masih bingung, kenapa bulu ini tidak ikut menghilang ketika aku berubah mode? Padahal semua pakaianku langsung berubah ketika aku mengubah modenya.
Para pengikut Pihak Gereja melemparkan black key ke arah kami. Dengan sigap, aku langsung kedepan Kenji dan menangkis semua black key yang dilempar tadi. Ketika semua black key terpental dan melayang terkena hempasan tombak lengkungku, kukendalikan semua semua black key tersebut dan meluncur kembali ke arah mereka. Tiba-tiba muncul galah-galah raksasa yang keluar dari tanah melindungi mereka.
"Galah? Jangan-jangan?!" Aku teringat dengan slave pembuat galah seperti ini.
__ADS_1
"Vlad III, raja dari Negeri Romania." Kata Kenji.
"Itu benar, Pemilik Sah. Dan bisa kau lihat aku adalah slave dari Pihak Gereja." Jelas Vlad yang sedang mendekati kami.
Kenji tanpa ragu menodongkan revolver-nya dan menembak. Vlad dengan mudah mengeblok seluruh peluru dengan galah-galahnya.
"Emiya, jaga Jihan! Sisanya serahkan padaku." Perintah Kenji. Tanpa banyak tanya aku menurutinya.
Kenji melemparkan granatnya ke arah galah-galah yang melindungi Vlad. Semua galahnya hancur seperti kayu yang rapuh dan patah. Tapi di balik galah-galah yang rusak itu Vlad sudah tidak ada. Ternyata Vlad sudah ada dibelakangku. Kenji tidak akan sempat. Kutarik Jihan ke gendonganku dan melompst menghindari Vlad. Pipi Vlad tergores cukup panjang.
Kenji kemudian mengisi ulang revolver tersebut. Vlad meluncur kembali untuk membalas luka-lukanya. "Minggir!" Kenji menarikku ke belakangnya hingga terjatuh. Kenji menembakkan kembali ke arah Vlad. Tapi kali ini tidak ada yang kena. Pedang Vlad sudah hampir mengenai batang leher Kenji. Kujegal Kenji hingga terjatuh dan mengambil 2 pistolku yang ada di dalam ransel Kenji dan menembaki Vlad yang akhirnya mundur menghindari tembakan.
"Aku akan berterima kasih nanti." Kata Kenji yang bangkit dari jatuhnya. Jihan yang tadi sempat terjatuh langsung masuk ke dalam ransel Kenji.
Kenji melihat sekitar. Para pengikut Pihak Gereja ingin melemparkan black key ke arah kami lagi.
"Urus mereka. Akan kutangani Vlad." Kata Kenji berlari ke arah Vlad dan mulai menembakkan revoler-nya lagi. Vlad menangkis semua peluru Kenji dengan pedangnya.
__ADS_1
Para anggota Pihak Gereja mulai menyerangku dengan melemparkan black key lagi. Agar memudahkan Kenji dalam pertarungan aku berlari sedikit menjauh dari Kenji. Hujan hantaman black key mengejarku dengan hebatnya. Beberapa kutangkis dan beberapa meleset. Aku pun baru ingat. Ini Gurun Sterben. Tempat dimana para monster tertidur dalam kuburan pasir.
Aku pun terus berlari menghindari hujan black key dan kuarahkan ke salah satu pasir hisap terdekat. Para Pihak Gereja mungkin tidak menyadarinya kalau aku memancing mereka ke sana. Ketika beberapa black key nyasar ke arah pasir hisap itu maka tamatlah mereka. Dan ternyata itu terjadi. Dari pusaran pasir hisap itu muncul monster seperti ulat raksasa dengan diameter 10 meter. Ulat itu menyerang seperti lumba-lumba yang melompat kesana kemari ketika musim migrasi. Pasukan Pihak Gereja kocar kacir dan tunggang langgang. Aku pun segera berlari sejauh mungkin agar tidak ikut terserang oleh cacing raksasa itu.
"Ternyata mereka tidak terlalu paham medan lingkungan di Gurun Sterben. Beruntungnya aku." gumamku dari kejauhan. Sepertinya cacing raksasa itu hanya menyerang pengganggu yang dekat dengannya. Jaraknya sekitar 50 meter dari tempat pertarungan Kenji dengan Vlad. Aku pun berlari kembali ke tempat Kenji dan Vlad bertarung.
Kenji memojokkan Vlad dengan revolver-nya. Vlad kewalahan melawan Kenji." Aku tidak menyangka Pewaris Sah Cawan Suci bisa sekuat ini." Puji Vlad kepada Kenji. Kenji hanya menatap Vlad dengan tatapan dingin dan datar, seperti triplek.
"Memanfaatkan kedatangan monster kiriman dari Fraksi 13 Pahlawan memastikan kami sudah mati agar bisa mengambil data-data penting di dalam pesawat itu. Kalian cukup cerdik juga. Ini sudah kedua kalinya kau kalah dariku. Bagaimana bisa Fraksi 13 Pahlawan menggunakan pasukan iblis untuk dijadikan senjata? Seharusnya kalian mengetahuinya sebagai saingan dalam Perang Mitologi ini." Kata Kenji dengan nada mengintrogasi.
"Lucu sekali! Kau pikir dengan menyudutkanku bisa membuatku buka mulut? Kau naif sekali, Avenger!" Bentak Vlad dengan tertawa. Meskipun cuma kemungkinan, Vlad sepertinya takut akan di bunuh oleh Kenji.
Tanpa basa-basi Kenji melubangi tubuh Vlad dengan peluru revolver-nya. Tubuh Vlad terjatuh seperti boneka. Tapi setelah terjatuh badannya bergerak-gerak seperti ada yang bergerak di dalamnya. Aku punya firasat buruk tentang itu. Tubuh Vlad langsung berdiri kembali lagi. Mata Vlad menjadi merah darah, taring keluar dari sudut bibirnya, otot-otot hitam terlihat jelas di setiap permukaaan kulitnya, rambut pirangnya terangkat seperti tertiup angin, seluruh kuku-nya memanjang, sepasang sayap kelelawar keluar dari punggungnya. Auranya sangat berbeda dari ketika dia normal.
" Pusaka Sakral : Legend Of Dracula Name." Kata Kenji mencoba menganalisa.
"Pendeta sialan! Kau menggunakan segel Kontrakmu untuk mengaktifkan Pusaka Sakral ku! Bukan seperti itu kontrak kita!" Kata Vlad dengan wujud raja vampirnya. Kesadarannya pun tergantikan dengan nafsu vampirnya yang haus darah.
__ADS_1