Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Project Olympus Diaktifkan


__ADS_3

Setelah semuanya terbunuh, Kokina Tochi mulai memudar dan mengembalikan kami ke tempat laboratorium. Dilihat dari situasinya sepertinya Tsukuyomi berhasil menghabisi semua prajurit yang ada di lantai atas.


"Sepertinya sudah aman." Kataku mencoba memastikan. Tsukuyomi pun setuju. Tsukuyomi mulai mencabuti black key yang tertancap di mayat-mayat prajurit yang bergeletakan di lantai.


"Sekarang bisakah aku mendapatkan tubuhku kembali?" Pintaku kepada Tsukuyomi. Tsukuyomi menggeleng.


"Belum, kita masih belum tahu apakah dibawah aman atau tidak. Bisa jadi mereka bukan berasal dari tentara kerajaan dan merupakan tentara dari fraksi 13 pahlawan. Kita tidak boleh lengah sedikitpun." Tegas Tsukuyomi kepadaku. Aku pun terpaksa menuruti perkataan Tsukuyomi.


Kami segera menyelinap dan bersembunyi di dinding lorong tangga. Apakah Kenji baik-baik saja dibawah? Ketika aku mengintip sedikit ada sosok yang sangat kukenal. Si manusia kaleng, Cyborg.


Dia berjalan sendirian dengan perlahan memasuki pintu laboratorium. Di kedua tangannya sudah menggenggam sepasang pedang. Ditangan kiri pedang yang panjang sedangkan ditangan kanannya adalah pedang yang lebih pendek sekitar 7-10 dari pedang yang ada di tangan kirinya.


"Anggota Fraksi 13 Pahlawan..." Dari nada Kenji sepertinya sedang menebak.


"Iya, dan kau pasti pemilik sah cawan suci." Kenji malah langsung menembak kepala Cyborg dengan revolvernya tanpa ragu. Cyborg langsung menangkisnya dengan cepat dengan pedangnya yang pendek.


"Kau orang yang tidak sabaran ternyata. Selain itu..." Kata Cyborg mengusap bagian kepala kanannya.


"Aku tidak menyangka daya ledak dan tembus revolver itu akan sebesar ini. Tindakan meningkis pelurunya tadi berarti adalah keputusan yang tepat. Bahkan aku hanya sempat menggeser arah pelurunya dengan pedang ini." Ada goresan yang cukup dalam di pelipis kanan Cyborg.


Kenji langsung menembak Cyborg tanpa ampun. Cyborg langsung memasang kuda-kuda dan memutar-mutar kedua pedangnya untuk menangkis setiap peluru yang ditembakkan Kenji. Tiba-tiba pedang milik Cyborg hancur. Aku sudah menduganya. Karena menangkis seluruh peluru yang kekuatan dan kecepatannya melebihi revolver pada umumnya. Sehingga mengakibatkan bilah pedang milik Cyborg hancur.


Tapi di saat yang sama peluru Kenji juga habis. Perlu waktu untuk mengisinya dengan satu tangan. Cyborg langsung menerjang Kenji dengan sangat cepat. Cyborg langsung mengeluarkan sebuah gagang besi dari telapak tangannya. Jari jempolnya menekan sesuatu pada gagang besi tersebut. dari ujung gagang besi itu keluar sebuah lecut yang panjangnya sekitar 2 meter.

__ADS_1


Dengan reaksi yang super cepat, Kenji menarik pedang yang ia simpan di belakang pinggangnya sehingga dapat menangkis lecut dari Cyborg. Tapi Cyborg tidak berhenti dengan satu serangan, dia menyabetkan lecutnya berkali-kali agar bisa memecahkan pertahanan Kenji.


Melihat Kenji terpojok seperti itu aku langsung merebut posisi kesadaran Tsukuyomi dan berhasil. Aku langsung berlari ke arah Cyborg dan mencoba menyerangnya dari samping. Tapi aku merasakan bahaya dari samping kananku dan dengan sigap mengambil posisi bertahan. Yang benar saja, seorang wanita berambut ungu panjang dikucir kepang dengan mata merah terang berumur sekitar 20 tahun menyerangku dengan sepasang tonfa. Kutangkis dengan pedang putihku yang super besar dari serangan tonfa miliknya.


Aku sempat terdorong dan terpelanting ke meja resepsionis. "Reflek yang bagus." Pujinya dengan senyuman hina.



"Sama-sama. Sekarang menyingkir dariku!" Kudorong mundur wanita itu dan kutendang perutnya. Tapi karena reflek wanita ini sangat cepat dia sempat melindungi perutnya dengan tonfanya sebagai tumpuan tendanganku. Badannya menabrak tiang cukup keras bahkan sampai membuat tiang itu hampir ambruk. Tapi wanita itu masih bisa bangkit seolah tidak terjadi apapun. Wanita itu kemudian mengeluarkan snipernya untuk menembakku.


"Jangan bunuh dia. Kita membutuhkannya, Hisao." Kata Cyborg kepada wanita yang sedang kulawan. Jadi wanita ini bernama Hisao.


"Berhenti memerintahku. Aku tahu itu." Kata Hisao ketus. Kulempar pedangku ke arah Hisao sehingga membuat snipernya terjatuh. Aku langsung melompat dan menendang wajahnya hingga membuatnya terpental ke tangga. Asap mengepul dengan tebal.


Tanpa kusadari hanya dengan selisih setengah meter Hisao sudah ada di depanku. Hisao kemudian mengambil kedua Tonfanya dan menekan sesuatu di gagangnya. Tiba-tiba kedua tonfa itu yang bilahnya berupa besi baja menjadi bilah pedang katana. Hisao terus menyerangku dan berusaha membuat celah.


Kecepatannya memang tidak bisa diremehkan. Apalagi tubuh dan stamina monster yang dia miliki hampir setara dengan slave. Kuhancurkan serangan beruntunnya kemudian kutebas kepalanya tapi Hisao reflek melindungi kepalanya dengan dua bilah tonfanya. Bilahnya sangat keras. Kami pun saling terkunci.


Aku tidak membiarkan Hisao mengambil tindakan. Kusisir silangan tonfanya dan kuhantamkan bilah pedangku ke bagian yang tidak tajam dari bilah tonfa itu. Kedua tonfa itu pun hancur seperti kaca yang pecah. Aku langsung menodongkan pedangku ke leher Hisao.


Karena Kenji tidak ingin aku membunuh orang maka aku tidak melanjutkannya. Tapi diluar dugaanku, Hisao bersalto kebelakang dan menendang pedangku sehingga membuat pedangku tertencap di langit-langit. Hisao langsung mengambil snipernya dan mengarahkannya kepadaku.


Karena reflek bantuan Tsukuyomi, aku berhasil menghindari semua tembakan yang Hisao tembakkan kepadaku dan membalas serangannya dengan melemparkan Black key sehingga peluru-peluru sniper itu bergeser akibat berbenturan dengan beberapa black key dan tidak mengenaiku.

__ADS_1


Hisao pun mengeluarkan magazine kosongnya dan menggantinya dengan sangat cepat. Dalam kurun waktu Hisao mengganti magazine-nya aku melompat dan mengambil pedangku yang tertancap di langit-langit.


Hisao sudah mengarahkan snipernya ke arahku. Dengan mempertimbangkan resiko, aku langsung melompat ke arah Hisao dari langit-langit. Kupotong snipernya menjadi 2 dan hancur. Tidak berhenti sampai disitu, aku dengan cepat menebas dadanya cukup dalam dan menendangnya hingga terhempas cukup kencang.


Hisao terhempas ke arah Cyborg yang tengah sedang bertarung dengan Kenji. Mengetahui tubuh Hisao terhempas ke arahnya, Cyborg menghindarinya dengan memundurkan tubuhnya sedikit sehingga tubuh Hisao menabrak tembok hingga hancur.


Melihat ada celah, kulemparkan pedangku seperti javelin ke arah tangan Cyborg yang sedang menggenggam lecut. Separuh tangan kanan Cyborg hancur karena pedang yang kulempar itu kualiri sedikit Manna sehingga daya hancur dan ketajamannya bertambah.


mengenai 2 burung dengan 1 lemparan batu. 2 anggota Fraksi 13 Pahlawan kami kalahkan.


"Bukankah aku menyuruhmu untuk menjaga dibagikan atas." Kata Kenji kepadaku.


"Itukah ucapan terima kasihmu kepadaku yang membantumu mengalahkan 2 orang ini?!" Mulai lagi. Kenji menjadi menyebalkan.


Lagi-lagi dia menempatkan dirinya dalam bahaya lagi. Setidaknya percayalah kepadaku.


"Aku tidak ingat kalau aku meminta bantuan kepadamu." Jawabnya dengan entengnya. Itu yang membuatku naik pitam. Kenji kemudian melihat Cyborg yang sedang memegangi tangannya yang hancur dan mengucurkan oli.


"Tidak cukup kuat hah? Setidaknya biarkan aku bertanya kemudian aku akan mematikanmu tanpa rasa sakit." Kata Kenji menodongkan Revolvernya ke arah kening Cyborg.


Tiba-tiba terdengar suara seperti notifikasi. "Project Olympus : Semua Olympia diaktifkan. Mode agresif."


"Sepertinya 1 Olympia tida cukup untuk menghadapi kalian. Maka aku bereksperimen. Bagaimana jika kalian melawan semua Olympia yang ada." Dengan cepat Kenji menembak kepala Cyborg hingga hancur. Kenji kemudian mengisi ulang revolvernya.

__ADS_1


Dari lantai bawah, terdengar suara erangan yang sangat keras. Aku dan Kenji memikirkan hal yang sama saat itu. ada sekitar 11 monster dari Project Olympus yang sedang mengamuk dibawah sana.


__ADS_2