
Tepat ketika tengah hari yaitu pukul 12.00 siang, Kenji mengumpulkan kami di ruang makan. Hisao yang tidak enak badan sebelumnya juga sudah mulai baikan dengan tubuhnya dan bisa bergabung untuk makan.
Kami berempat pun makan siang dengan masakanku. Semuanya memakan dengan lahap seolah belum pernah makan seenak ini sebelumnya.
"Aku tidak menyangka sebagai wadah dari cawan suci kau bisa memasak dengan masakan seenak ini. Bahkan masakan tradisional dari Tandum." Puji Hisao setelah menyuap suapan terakhir pada piringnya.
"Enak sekali kak." Kata Jihan dengan riang.
"Terima kasih, karena aku belajar dari ahlinya. Seorang yang dengan senang hati menampung ku selama 2 bulan penuh di permukaan dulunya sebelum aku berkelana dengan Kenji." Jelasku.
Tepat setelah perkataanku, Kenji juga selesai dan menghabiskan makanannya.
"Hisao, Jihan aku punya sesuatu untuk kalian." Kenji merogoh sesuatu dari saku jubahnya dan meletakkannya di atas meja makan. Yup, sebuah alat komunikasi jarak jauh yang berbentuk seperti penyumbat telinga.
"Apa ini ayah?" Jihan mengambil alat komunikasi itu seolah itu benda asing menurutnya.
"Alat komunikasi. Setiap orang di underground memilikinya. Setiap orang memiliki terkadang mendapat tugas yang berbeda di sini. Dengan alat komunikasi ini, kita bisa saling menghubungi sesama dari jauh, mendapat pesan suara berupa jadwal apa saja yang harus kita lakukan setiap harinya. Kita tidak akan mendapatkan tugas apapun hari ini karena hari ini Theresa memberi kita waktu untuk berlibur. Ada yang perlu ditanyakan dari penjelasan tadi?" Jelas Kenji.
"Kapan kita boleh melepasnya?" Tanya Hisao.
"Saat darurat, Saat tidur, dan mandi." Jawab Kenji. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.
"Bahkan untuk Jihan sekalipun juga akan mendapat tugas?" Tanyaku.
__ADS_1
"Kita tidak mendapat suaka ini dengan gratis. Semua pasti ada harganya, Emiya. Sekalipun itu anak kecil seperti Jihan, Underground tidak akan membiarkan Sumber Daya Manusia yang mereka tampung menjadi parasit belaka di sini. Menghabiskan bahan makanan tanpa bekerja sedikitpun, mendapat layanan masyarakat tanpa berkorban. Itu yang sangat dihindari oleh Underground." Jelas Kenji.
"Kita baru 1 hari 1 malam disini dan kau sudah tahu seluk beluk tempat ini." Sindir Hisao dengan curiga.
"Itu karena aku sudah menyelidiki tempat ini semenjak aku mendapatkan teknologi dari Bunker 69. Aku dan Hazzard cukup beruntung bisa meretas komputer Underground sehingga bisa membuatku bisa berkomunikasi dengan Theresa dan bisa sampai kemari." Jelas Kenji.
"Hazzard?" Tanya Hisao dan Jihan secara bersamaan. Wajah mereka sama-sama bingungnya.
"Iya nona. Akulah yang memberikan parasit ke jantungmu sehingga kau bisa diperalat oleh bocah ini." Tiba-tiba dari pipi kanan Kenji terbentuk mulut monster dan mata kanan Kenji menjadi monster. Yup itu Hazzard. Jihan dan Hisao seketika terkejut ketika mulut monster itu muncul.
"Kau sendiri juga parasit tapi bicaramu nyaring." Sindir Kenji dengan malas.
"Halo Emiya. Kenapa setiap aku melihat melalui mata bocah ini kalian belum juga membuat an-?!... " Tepat sebelum Hazzard menyempurnakan kata-katanya, Kenji menampar dan membungkamnya dengan satu tamparan keras ke pipi kanannya.
"Ada anak kecil disini. Kembalilah." Kata Kenji memperingati Hazzard. Tepat ketika Kenji melepaskan tamparan nya mulut Hazzard sudah hilang dan mata Kenji kembali normal.
"Aku beruntung saja bisa mendapatkannya disaat aku sekarat ketika baru-baru dipindah ke dunia ini. Karena Job Class sebagai pahlawan adalah Avenger sehingga aku bisa melawan balik semua yang menyerang ku baik itu dari dalam maupun dari luar tubuhku." Ujar Kenji.
"Seperti balas dendam. Aku kurang lebih paham. Tidak heran kau bisa berkontrak dengan wadah cawan suci dan menjadi pemilik sah-nya." Kata Hisao.
"Kau tahu banyak soal cawan suci sepertinya." Kataku dengan kagum.
"Aku hanya tahu sedikit saja dari Cyborg. Katanya penanaman cawan suci ke dalam wadahnya menelan banyak sekali korban jiwa. Kau mungkin orang yang beruntung selain Fiona Leonheart ratu pertama Tandum yang bisa menahan kekuatan dari cawan tersebut." Jelas Hisao.
__ADS_1
"Tunggu sebentar! Kau bilang kalau hanya Emiya dan ratu Fiona yang bisa menjadi wadah. Apakah itu ada kaitannya dengan ini?" Kenji kemudian mengambil laptop modifikasinya dan menonton kan sebuah video dimana ada wanita yang sangat mirip denganku bersalaman dengan monster yang sangat mengerikan seperti melakukan perjanjian damai.
"Dari mana kau mendapatkan ini?" Tanya Hisao.
"Bunker 69, di kapal Invest pertama mendarat ke bumi ini. Hazzard bilang dari aksara yang menjadi indikator video ini menunjukkan kalau video ini berusia 200 tahun lalu." Jelas Kenji.
Baik aku, Kenji, dan Hisao langsung memiliki pikiran yang sama. Terdapat 2 kemungkinan. Aku memiliki hubungan darah dengan Ratu Fiona dan yang kemungkinan satunya lagi...
"Jangan-jangan kau sendiri adalah ratu Fiona itu sendiri?" Kata Kenji menatapku. Sudah kuduga Kenji akan menebak itu. Yang bisa kulakukan hanyalah membuang wajahku.
"Aku sudah curiga ketika Theresa memanggilmu dengan kata-kata Yang Mulia sedangkan kau sendiri tidak merasa aneh maupun terganggu dengan panggilan itu. Tingkahmu juga terlalu berani ketika melakukan penyerangan di hari pertama kita sampai ke Underground untuk menemui Theresa. Theresa bahkan sampai membatalkan kesepakatan yang sudah kubuat susah payah sehingga kita bisa diterima di sini." Kata Kenji. Sudah kuduga kebohongan ini tidak bertahan lama.
"Emiya, kau.... " Bahkan Hisao juga sampai syok.
"Maaf aku sudah merahasiakan ini dari kalian. Ya, kalian benar. Tentang aku yang lupa ingatan itu juga bohong. Itu untuk menutupi Identitas ku sebagai Fiona Leon heart. Aku membohongi siapapun yang melakukan kontak denganku. Aku ingat betul semua kejadian yang ada dimasa lalu ketika aku melakukan perjanjian perdamaian dengan para Invest, Perang Mitologi pertama di dunia ini, dan kenapa kau bisa menemukanku di bawah reruntuhan, aku juga yang membangun Tandum sebagai simbol perdamaian dari umat manusia dan sekarang malab beralih fungsi menjadi benteng pertahanan manusia. Secara tidak langsung aku lah yang menyebabkan dunia rusak setelah menyelamatkannya. Walaupun aku kurang tahu detail dan bagaimana dunia ini bisa se hancur ini." Kataku.
"Jadi ternyata benar." Kata Kenji dengan pasti.
"Aku adalah Ratu Fiona Leonheart, ratu pendiri negeri Tandum yang sudah kalian anggap meninggal atau wafat ketika perang mitologi pertama." Kataku dengan jelas.
Seketika suasana menjadi hening dan tidak bersuara kecuali dengkuran dari Jihan yang mungkin karena terlalu kecil membicarakan topik berat seperti ini sehingga bosan dan tertidur di meja makan.
"Ya sudah, terserah kau saja. Mau itu kau Ratu pertama Tandum atau wanita yang lupa ingat yang kutemukan di reruntuhan. Selama kau menjadi dirimu sendiri itu sudah cukup. Tapi tidak kusangka kalau aku bakal menyukai nenek-nenek berumur 200 tahun yang awet muda dengan tubuh gadis berumur 16 tahun." Kata Kenji.
__ADS_1
"Tidak sopan." Kataku dengan sebal.
"Tapi aku ingin bertanya sekali lagi kepadamu, Emiya. Apakah perasaanmu padaku itu juga kebohongan?" Tanya Kenji.