
Para kanibal dari penduduk yang ada di dalam permukiman ini mulai mengeroyok Kenji. Masing-masing dari mereka ada yang membawa pisau dapur, pisau daging, kapak kayu, golok, garpu rumput, dan balokan kayu.
Semua kanibal menatap Kenji dengan beringas dan galak seperti anjing-anjing rabies yang sangat kelaparan. Mereka juga meneriakkan bahasa-bahasa yang aneh.
Kenji kemudian melihat revolvernya. Pelurunya mulai menipis. Jika dipakai terus menerus maka akan cepat habis. Kenji juga belum menemukan stok peluru yang baru.
"Baiklah.... " Kenji memutar revolvernya dan menyarungkan kembali revolvernya ke holster.
"Kita pakai cara kuno. Dengan pedang.... " Kenji menarik katana-nya dari sarungnya.
"... Dan pertarungan jarak dekat." Lanjut Kenji. Kanibal yang paling dekat dengan Kenji pun berteriak dan menyerang nya dengan golok. Kenji dengan mudah menepisnya. Kanibal itu mencoba menebasnya lagi, dengan lincah dan jitu Kenji menebas pergelangan tangan kanibal itu hingga putus dan membuatnya tidak memegang golok. Kenji dengan sangat keras menendangnya ke kerumunan kanibal yang lain.
Dari belakang ada satu kanibal wanita mencoba menusuknya menggunakan pisau dapurnya tetapi tidak mempan karena tubuh Kenji di lindungi oleh bulu dari Curse Beast yang ia kuliti sebelumnya sehingga mengakibatkan pisau kanibal wanita itu hancur. Kenji menancapkan katana-nya ke tanah dan dengan kencang memegang tangan wanita kanibal itu kemudian membantingnya ke depannya. Kenji patahkan tangannya dan menginjak kepalanya hingga pecah lalu melemparkan gagang pisau itu ke kanibal yang ada di depannya.
Pisau rusak itu menancap ke lehernya dan darah mengalir deras dari sela-sela lukanya. Tapi kanibal itu tidak tumbang tapi malah berevolusi dengan kepalanya yang berubah menjadi tentakel-tentakel menjijikkan yang di setiap ujung tentakel nya terdapat mata pisau bergerigi yang sangat tajam. Satu tentakel nya menebas tangannya.
Kenji dengan cepat menangkap tentakel itu lalu mengaktifkan Double Acceleration. Kenji melilitkan tentakelnya ke tangannya lalu menariknya. Dengan kakinya Kenji menarik katana-nya yang tertancap di tanah hingga terlempar ke udara lalu menangkap gagangnya. Kenji kemudian menebas kanibal itu secara vertikal. Tebasan itu mengakibatkan tubuh kanibal itu terbelah menjadi 2.
Kenji kemudian bersalto dan mendarat di atas bahu salah satu kanibal. Kenji mengeluarkan pisau lontarnya lalu menancapkan nya dengan sangat keras ke kepala kanibal itu. Kenji jugak menginjaknya dengan sangat keras kemudian melompat ke udara.
Tiba-tiba dari pengelihatan Kenji muncul semacam notifikasi. Notifikasi nya berupa pemberitahuan skill baru :
__ADS_1
Curse Claws : Serangan berupa tebasan cakar yang bisa digunakan dari jarak menengah-dekat.
"Semakin kau sering bertarung dan mendapatkan semakin banyak potensi yang keluar dari kemampuan bangsa iblis yang kau makan. Ini juga salah satu keistimewaan Job Class milikmu." Jelas Hazard.
"Mirip dengan cara kerja Exp dalam game yang digunakan sebagai pembayaran untuk membeli skill baru ya." Timpal Kenji. Kenji pun menyarungkan kembali katana-nya.
Kuku Kenji semakin memanjang hingga beberapa centi, otot-otot yang ada di tangannya menegang dan terlihat semakin jelas dan berdenyut. Kenji pun mendarat lalu mengibaskan tangannya seperti sedang mencakar dengan sangat kuat. 4 kanibal yang terkena cakaran itu dengan sangat mudah terpotong-potong menjadi daging cincang.
Ada salah satu kanibal yang berbicara kemudian melemparkan kapak kayunya ke arah Kenji. Kenji menarik katana-nya kembali lalu menebas kapak yang melayang ke arahnya sehingga membuat kapak itu berputar-putar di udara. Kenji pun bersalto dan menendang kapak itu dan tepat mengenai beberapa kepala kanibal yang sejalur dengan lintasan kapak itu.
"Hampir tidak ada habisnya. Ini bahkan jauh lebih melelahkan daripada melawan segerombolan zombie." Kenji mencoba mengambil dan mengatur napasnya.
"Mau mengibarkan bendera putih?" Tanya Hazard.
Tiba-tiba dari atas langit ada sesuatu yang meluncur dengan menukik dan itu jatuh tepat di depan Kenji. Jatuhnya sesuatu itu di depan Kenji mengakibatkan ledakan cahaya putih yang sangat terang. Kenji bahkan sampai menggunakan tangannya untuk menutupi wajah dan kedua matanya karena terlalu silau dan banyak debu-debu dan kerikil-kerikil yang bertebaran.
Sosok wanita berambut hitam panjang terkucir ponytail, mengenakan pakaian biru tua, dari siku ke bawah telapak tangannya ditutupi dengan zirah tipis, di pinggangnya terpasang semacam pengencang pinggang yang terbuat dari baja, ekor jubahnya juga menutupi kakinya seperti rok dan terdapat belahan roknya di bagian kiri. Memakai stoking hitam dan sepatu high hills dengan hiasan berupa pelindung baja yang melindungi punggung kakinya. Di wajahnya terdapat pelindung wajah dengan motif bulan dan memakai cadar berwarna hitam. Wanita itu baru bisa terlihat ketika cahaya putihnya meredup.
Wanita kemudian mengangkat pedangnya tanpa ia sentuh kemudian meluncur dan menembus setiap tubuh kanibal yang ada hingga tidak ada satu pun kanibal yang tersisa. Tersisa wanita itu dan Kenji saja yang masih berdiri. Pedang itu pun kembali ke tangan wanita itu.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya wanita itu ketika menoleh ke arah Kenji. Kenji awalnya mengiranya adalah Miyuki karena sama-sama memiliki rambut hitam lurus dan panjang. Tapi ketika melihat tatapan dari wanita itu, Kenji segera mengetahuinya kalau itu bukan Miyuki. Tapi dari cara menatapnya wanita itu Kenji merasa tidak asing.
__ADS_1
Kenji sebagai seorang introvert tahu betul setiap tatapan setiap orang di kelasnya. Dari tatapan kebencian, kasihan, dan tidak peduli. Kenji ingat kalau wanita ini adalah salah satu pemilik tatapan mata yang merasa kasihan di setiap Kenji dibully tapi wanita ini tidak pernah membelanya atau bertindak untuk membantu Kenji. Karena hanya Miyuki saja selama ini yang melakukan pembelaan terhadapnya.
"Dilihat dari tatapanmu, sepertinya kau adalah salah satu pahlawan yang terkirim ke dunia ini." Kenji tidak mau memanggilnya teman kampusnya karena salah satu alasannya adalah karena dari awal keberadaannya sangat ditolak di kelas. Maka sebagai bentuk perlawanan Kenji tidak pernah menganggap mereka sebagai teman. Salah satunya adalah wanita yang ada di depannya.
"Buka cadarmu." Kata Kenji.
Wanita itu melakukan seperti yang Kenji minta. Wanita itu melepas cadar hitamnya. Kenji tidak menyangka wanita di balik cadar itu.
"Mai?" Kata Kenji cukup heran.
"Ah, apakah tubuh yang kupakai ini adalah salah satu dari temanmu? Maaf ya." Kata wanita itu.
"Aku tidak pernah ingat kalau wanita ini adalah temanku tapi terserah saja. Siapa kau?" Tanya Kenji.
"Di dunia ini aku terpanggil sebagai Wasit atas perang mitologi di sini. Sebelumnya mohon maaf, Tatsumaki Kenji karena belum memperkenalkan diri, saya adalah Tsukuyomi. Dewi bulan keturunan Izanagi." Jawab wanita itu dengan membungkuk hormat.
Tiba-tiba Kenji mendapat pesan telepati dari Hazard.
"Wanita ini jujur Kenji." Kata Hazard.
"Kau punya buktinya?" Tanya Kenji.
__ADS_1
"Di dalam tubuh wanita ini terdapat 2 jiwa. Salah satunya adalah roh ilahi. Roh pemilik tubuh ini terasa sangat samar sekali karena kalah kuat dengan milik si dewi." Hazard kemudian memperlihatkan buktinya melalui mengubah visi penglihatan Kenji menjadi thermo vision.
"Sebelum kau menyebutkan keperluanmu, aku ingin kau bercerita tentang bagaimana kau bisa merasuki tubuh wanita ini." Kata Kenji.