Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Underground 2 Setengah Tahun Lalu (Bagian V)


__ADS_3

Entah apa yang terjadi, kami diterima sebagai anggota Guardians Of Underground.


"Tidak buruk juga, bung. Jika itu peluru asli mungkin aku sudah mati. Aku tahu kau masih menahan diri kan? Kau justru malah berpikir untuk memikirkan bagaimana cara sehalus mungkin supaya kami tidak terbunuh." Kata Cole memencet bagian telinga topengnya kemudian topeng itu menghilang seperti hologram yang memudar.


"Ouch, tepat antara pinggang dan pantatku. Simulasi bunuh diri apanya.... Kau barusan ingin membunuhku dengan nyeri pinggangku." Kata Laser si kucing pembawa senapan memperbaiki punggungnya seolah seperti orang tua yang encok.


"Ayah, boleh kah aku memeliharanya? Dia imut." Kata Jihan memeluk kaki Kenji untuk memohon. Jihan pun mendekat dan ingin memeluk Laser.


"Oh tidak nona kecil. Aku suka menggigit meow. JANGAN!!! Meeeooww!!!!" kata Laser mencoba menjaga jarak kemudian terpaksa lari karena Jihan mengejarnya.


"Laser, kau sudah sering melawan dan membunuh banyak iblis kategori 8-10. Tapi kenapa kau malah takut menghadapi anak kecil?" Kata V keluar dari armor robot nya.


"ITU KARENA MEREKA TIDAK TAKUT DENGANKU, V!!!!! TOLOOOONG!!!!! JANGAN MELIHAT SAJA KALIAN!!!!" Kata Laser lari seperti kucing yang dikejar anak kecil. Aku dan para Guardians tertawa melihat tingkah Laser dan Jihan.


Kenji mendekat ke arah V yang sedang mengecek kerusakan pada zirah robot nya.


"Robot yang bagus." Kata Kenji.


"Dan kau dapat merusaknya. Selama aku bertarung melawan para iblis diluar Tandum dan para pejuang aku belum pernah mengalami pembekuan sistem. Dan ironisnya kalah dan rusak dengan manusia. Kau punya nyali dan tekad yang kuat nak." Kata V. jika dilihat dari perawakan tubuh V. V adalah paruh baya dengan rambut berantakan dan jumlah ubannya jauh lebih banyak dari rambutnya yang masih hitam. Tapi tubuhnya cukup kekar bahkan hampir se-kekar Kenji. Itu pasti efek dari proyek robot nya.


"Aku punya penawaran, kalau kau mau membantuku membuat tangan kiriku yang sudah tidak tersisa ini. Aku akan membantumu memperbaiki zirah robotmu. Bagaimana?" Kata Kenji memberi penawaran. Wajah V langsung menyeringai.


"Aku suka cara negosiasi-mu nak. Temui aku di bengkelku setiap sore." V menjulurkan tangannya. Kenji pun menerima jabatan tangan V. Ternyata Kenji juga punya sisi seperti ini juga dalam dirinya.


Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan beberapa kali yang sangat keras.


"Baik, baik! Kalian bisa saling kenalan lagi nanti. Eh Cole bisa kah kau bangunkan Hunt dan Iri?Dan Euphylla tolong antar mereka ke tempat mereka istirahat." Kata Theresa memberi perintah.


"Sesuai perkataanmu, bos." Kata Cole memberi hormat.


"Woi Bangun, tukang tidur!" Dengan sangat keras Cole memukul si laki-laki pengguna Machete yang ku lawan tadi untuk membangunkannya. Hunt pun terbangun seperti orang linglung.


"Iri, bangunlah." kebalikan dari cara membangunkan Hunt, Cole membangunkan Iri dengan sangat lembut dengan menepuk lembut pipinya. Iri pun siuman.

__ADS_1


"Bagus, kalian sudah bang- Waa!!!!" Sebelum Cole menyelesaikan kalimatnya, Hunt dengan sangat kesal menarik rahang Cole dengan sangat keras.


"KENAPA KETIKA KAU MEMBANGUNKAN IRI SANGAT LEMBUT SEDANGKAN AKU KAU SAMAKAN DENGAN SAMSAK TINJU??!!!!!" Cecar Hunt.


"IYA BEDALAH BEDEBAH!!!! KAU LAKI SEDANGKAN IRI PEREMPUAN YA AKU LEBIH LEMBUT LAH!!!" Sahut Cole.


"BEDANYA JAUH BANGET, BRENGSEK!!!!!" Balas Hunt. Mereka berdua pun berkelahi layaknya anak kecil. Theresa hanya bisa tepuk jidat melihat tingkah mereka berdua.


"Iya Cole, rahangnya! Bukan! Bukan kedua matanya dasar tangan ceking! Hunt buat tangannya menjadi tidak bisa mengangkat sendok ketika makan malam nanti!" Kata Laser yang ada dipelukan Jihan menyoraki Cole dan Hunt. Seolah dia lupa akan pelukan dari Jihan yang begitu menyiksa baginya.


"Kau mau membantuku, L? Sebenarnya kau di pihak siapa sih?!!" Tepat setelah menyelesaikan kalimat tersebut wajah Cole terhantar sepatu boot milik Hunt.


"Baik, nona-nona dan tuan sekalian. Tidak usah hiraukan kedua anak kecil itu berkelahi. semuanya lewat sini." Kata Euphyllia seolah melihat perkelahian antara Cole dan Hunt sudah sering terjadi seolah menjadi sebuah rutinitas kemudian memimpin jalan.


"Ayo tuan kucing kita harus pergi. Kalau tidak rombongan ayahku akan meninggalkan kita." Kata Jihan menggendong Laser menjauh dan berjalan mendekatiku.


"Oh iya, aku lupa. TOLOOOONGGG!!!! MEEEOOWW!!"


"Untuk barang-barang kalian yang tadi disita, bisa kalian temui di tempat tinggal kalian nanti." kata Theresa.


Karena terlalu sunyi ketika perjalanan, aku pun mencoba membuka pembicaraan kepada Euphyllia.


"Jadi....jika aku boleh bertanya, sudah berapa lama Underground didirikan?" Tanyaku dengan sedikit gugup. Tapi Euphyllia tidak menjawabnya.


"Halo?" aku mencoba memastikan apakah Euphyllia merespon atau tidak. Dia jelas bisa menanggapi perintah dari Theresa tadi, dia sengaja mengabaikanku.


Aku merasa sedikit kesal dan ingin mengajaknya bertatapan langsung denganku. Tapi kejadian diluar dugaan terjadi.


"Hey, dia bertanya kepadamu, tuli. Kau tidak mendengarkannya, ya?" Kata Hisao dengan nada kesal. Euphyllia masih tidak menanggapi kami. Dengan sangat kasar Hisao menyerobot ku dan menarik bahu Euphylla dengan sangat kasar sehingga membuatnya berbalik menghadap kami.


Hening beberapa detik dengan hawa tegang begitu terasa di udara.


"Aku sudah berbalik. Puas? Apa maumu sekarang, suaka?" Kata Euphyllia. Aku tidak menyangka wajah nya yang ikut dan cantik seperti itu bisa mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati.

__ADS_1


Hisao berusaha untuk tidak memukul Euphyllia meskipun tangannya sangat gatal untuk memberikan hantaman. Tapi seketika Hisao sempoyongan seolah seperti orang mabuk.


"Kau bahkan tidak sanggup berdiri dengan tegak. Apakah orang tuamu tidak mengajarkanmu cara berdiri yang baik dan benar?" Kata Hisao dengan nada sombong. Dengan segera ku tangkap Hisao yang sempoyongan.


"Hisao! Kau tidak apa-apa?!" Tanyaku kepada Hisao. Wajahnya begitu pucat. bahkan hampir sama pucatnya ketika Hisao disiksa oleh Kenji.


"Hentikan. Kalau kau lebih jauh dari ini. Begitu juga denganku." Kata Kenji yang berada di paling belakang. Kenji juga suda berposisi siap untuk bertarung.


"Woi-woi, ada apa denganmu Euphyllia? Ada apa denganmu? Kau tidak seperti biasanya." Kata Laser dengan curiga.


"Jangan salah paham, Avenger. Kau menang semata-mata karena para Guardians tidak mengeluarkan kemampuan terbaik mereka." Kata Euphyllia dengan sombong.


"Kau ingin tanding-ulang? Aku tidak keberatan." Kata Kenji.


"Jangan buang tenagamu. Lebih baik kau simpan untuk mencari cara untuk pulang." Kata Euphyllia berbalik dan melanjutkan mengarahkan kami dalam perjalanan menuju tempat tinggal kami yang baru.


"Jangan mudah terpancing. Dia sebenarnya hanya tidak menyukai kita. Dia mungkin tipe orang yang mudah tersulut sebelum dia menyadarinya. Aku mohon tetaplah menjaga etika, kita disini adalah tamu. Kalian paham? Aku yang akan berada di paling depan." Kata Kenji berbisik.


Kami pun sampai di sebuah komplek rumah yang kalau dilihat dari arsitektur nya tampak sangat mewah berada di belakang Katedral. Euphyllia pun berhenti di sebuah rumah kosong.


"Untuk saat ini, ini rumah kalian. Jika kalian membutuhkan sesuatu kalian bisa menghubungi Nona Theresa." Kata Euphyllia.


"Ayo, Laser. kita pergi." Kata Euphyllia berbalik meninggalkan kami.


"Baiklah Nona kecil, kau sudah sampai di rumah. Jadi biarkan aku pergi. Untuk sebelumnya, mohon maaf tentang sikapnya." Kata Laser. Dari nada bicaranya dia tampak menyesali perbuatan dari Euphyllia.


Dengan enggan Jihan melepaskan pelukannya sehingga Laser bisa bernapas lega.


"Apakah kita bisa main lagi?" kata Jihan dengan sedikit sedih.


"Tentu, Nona kecil. Sekarang beristirahatlah. Kita akan bermain lagi. Sampai jumpa." Kata Laser berlari menjauh seperti kucing.


"Baiklah, semuanya masuk." Kata Kenji. Kami pun masuk dengan perasaan bingung. Terutama aku. Aku merasa kemarahan Euphyllia tadi bukan berasal dari alasan pribadinya. Tapi berasal dariku. Semuanya baik-baik saja tepat sebelum aku bertanya kepadanya.

__ADS_1


Apa yang membuat Euphyllia membenciku?


__ADS_2