
Untuk Shotgun Benelli M2 yang Kenji dapatkan di gudang senjata, Kenji memodifikasinya pir pelontarnya menjadi lebih kencang dan memperkokoh komponen dan kerangka penyusunnya dengan batu Obsidium sehingga tidak mudah hancur ketika digunakan untuk menembak. Kenji juga menambahkan atribut pisau bayonet yang terpasang di ujung moncong Benelli M2 yang terbuat dari Obsidium dan Aurumunium.
Setelah Kenji menyelesaikan semua upgrade ke semua senjatanya, Kenji dan Tsukuyomi berencana untuk keluar dari goa tambang itu dan mencari lempengan medalion ketiga sehingga mereka bisa membuka gerbang di dekat gereja 1 bulan yang lalu.
Kenji bahkan masih menelaah perkamen kertas yang menjadi petunjuk dalam mencari medalion-medalion yang ada.
"Kenapa mekanisme pembukaan gerbang orang-orang di masa lalu menggunakan cara yang ribet?" Tanya Tsukuyomi dengan heran melihat perkamen yang sedang dibaca Kenji.
"Kemungkinannya ada banyak sekali. Bisa jadi mekanisme pembukaan gerbang ini dibuat oleh bangsa iblis ketika mereka berhasil menguasai dunia ini kemudian mengubah mekanisme gerbangnya atau bisa jadi memang ada kuncinya tapi entah dibawa siapa atau menghilang sehingga kita perlu mengikuti prosedur ribet seperti ini sebagai kunci keduanya, atau bisa jadi lagi karena mungkin dulu memiliki kesenjangan sosial di wilayah ini mereka menjadi tidak sembarangan dalam mengizinkan para penduduk dalam memasuki wilayah secara sembarangan sehingga mekanisme kunci nya dibuat sulit supaya mengurangi minat para penduduk untuk melewati wilayah mereka." Jelas Kenji.
"Diskriminasi?" Tanya Tsukuyomi.
"Yup, Diskriminasi. Manusia biasa melakukannya kepada manusia yang lain. Menunjukkan superior sehingga bisa menindas yang lain demi keegoisan semata. Bahkan di dunia yang tidak ada makhluk-makhluk yang mengerikan seperti di dunia ini manusia sudah cukup menjadi monster itu sendiri." Kata Kenji.
"Kau berbicara seolah kau sendiri bukanlah manusia." Kata Tsukuyomi dengan nada menyindir.
"Aku skeptis pada sifat manusia. Bukan ke letak eksistensi manusia itu sendiri." Kata Kenji menggulung perkamennya dengan satu tangan. Tsukuyomi melihat Kenji tampak kesulitan dalam menggulungnya.
"Tapi jangan lupa Kenji..." Tsukuyomi menyahut perkamen itu dengan lembut dari tangan Kenji. Tsukuyomi kemudian menggulungnya dengan rapi.
"Tidak semua manusia seperti itu." Lanjut Tsukuyomi. Kenji tidak ingin berdebat dengan seorang dewi yang sudah hidup lebih dari ribuan tahun yang lalu. Jelas dalam masalah wawasan dan pengalaman, Tsukuyomi jauh lebih tahu dan lebih banyak dari milik Kenji.
Kenji juga tidak bisa memberikan bantahan karena faktanya ada di depan matanya. Teman kakak angkatnya bahkan rela menjadikan tubuhnya sebagai wadah dari sang dewi sebagai tebusan dari menjawab doanya yang berupa kontrak untuk melindungi Kenji.
__ADS_1
"Kuharap aku bisa menemukan setidaknya satu lagi yang seperti itu. Ayo kita keluar." Kata Kenji mengambil kembali perkamennya dari tangan Tsukuyomi. Kenji segera mengemasi seluruh barang-barang dan alat-alatnya ke dalam ransel untuk melanjutkan perjalanan mencari medalion ketiga.
"Oh iya ngomong-ngomong, aku penasaran." Celetuk Tsukuyomi teringat sesuatu.
"Soal apa?" Tanya Kenji.
"Berapa banyak peluru yang berhasil kau buat dalam 1 minggu lebih ini? Padahal kalau kulihat dari pembuatannya sepertinya paling mudah." Tanya Tsukuyomi.
"Entahlah, bisa jadi sekitar 2000 buah peluru untuk revolver dan sekitar 900 untuk peluru shotgun Benelli M2. Bisa jadi goa resource ini hanya bisa kita temukan di sini. Karena itu aku ingin menyediakan stok sebanyak mungkin untuk amunisi." Jelas Kenji sambil menepuk tempat dimana dia menaruh peluru-pelurunya di sebuah pouch.
Ekspresi wajah Tsukuyomi sangat mencerminkan isi hati dan pikirannya yang tidak habis pikir soal kesiapan Kenji ke depannya. Ekspresi wajah Tsukuyomi mengatakan secara tersirat "Buset! Sejauh itu dia memikirkannya... "
Mereka berdua pun keluar dari goa. Mata mereka berdua mencoba menyesuaikan dan beradaptasi terhadap terangnya cahaya matahari. Ya bagaimana tidak, karena mereka selama 1 bulan 90% berada di dalam naungan goa yang gelap dan hanya bermodalkan lentera saja pencahayaan mereka.
"Hmm, sepertinya butuh sedikit penyesuaian." gumam Kenji menutupi dan melindungi kedua matanya dari cahaya terik matahari.
Mereka mulai memasuki daerah danau. Di daerah danau sangatlah asri dan segar hawanya. Tampak hijau karena rumput dan ilalang yang tumbuh. Bunga-bunga juga ikut menghiasi keindahan tepian danau. Walaupun bunga-bunga di situ tampak asing bagi Kenji karena bunga-bunga disitu tidak berbentuk seperti yang ada di dunia asal Kenji. Mungkin efek dari radiasi bekas bencana yang diakibatkan oleh peperangan bangsa iblis sehingga membuat tanah dan tanaman di sekitarnya menjadi berubah dan bermutasi.
Kenji dan Tsukuyomi juga menemukan beberapa kumpulan rusa yang sedang merumput di dekat danau. Rusa-rusa di dunia ini juga sangat berbeda dengan rusa yang ada di dunia asal Kenji. Rusa di dunia 0.1 jauh lebih besar dan memiliki bulu berwarna putih, ekor mereka juga sepanjang ekor monyet, dan tanduk-tanduk mereka berwarna hitam dan berkelap-kelip mengeluarkan cahaya redup berwarna-warni. Tapi mereka sama jinaknya dengan rusa di dunia asal Kenji.
Kenji berencana memburu salah satu dari mereka untuk dijadikan bekal dagingnya.
"Bagaimana kalau sedikit pemanasan sebelum melanjutkan perjalanan?" Tanya Kenji meletakkan tasnya di dekat pohon.
__ADS_1
"Boleh juga. Dengan berkompetisi?" Tanya Tsukuyomi memunculkan pedang putih di genggaman tangannya. Kenji sempat menatap lama Tsukuyomi seolah mengira kalo Tsukuyomi bercanda untuk mengajaknya dalam berburu.
"Tidak ada peraturan. Bawa satu tubuh rusa ke dekat tasku. Jika kita seri maka besar tubuh rusanya yang menjadi parameternya. Yang kalah lah yang mengolah rusanya untuk menjadi bekal. Bagaimana? Sepakat?" Tanya Kenji. Tsukuyomi tersenyum mendengar Kenji membuat ketentuan tantangannya.
"Sepakat." Tsukuyomi mengulurkan tangannya untuk meminta jabatan tangannya. Kenji pun mau-mau saja menjabat tangan Tsukuyomi.
"Bagus. Nih buat aba-abanya." Kenji meletakkan di telapak tangan Tsukuyomi yang terulur meminta jabatan sebuah granat flash bang.
"Ok." Kata Tsukuyomi dengan semangat dan tiba-tiba muncul ledakan cahaya yang sangat menyilaukan yang membuat Tsukuyomi syok bukan main-main.
Granat flash bang di tangan Tsukuyomi meledak secara tiba-tiba dan Kenji sudah berlari duluan untuk memburu rusa yang paling besar.
"Iiiiiiih!!!!! KENJIIII!!!!" Teriak Tsukuyomi dengan sangat frustasi sambil berlari mengejar Kenji dari belakang.
"Kenapa malah mengejarku?! Kejar rusa pilihanmu woi!" Protes Kenji dengan tersenyum. Dengan segera Kenji mengaktifkan Double Acceleration dan meninggalkan Tsukuyomi jauh di belakang.
"Dasar Ousama tidak tahu diriiii!!! Awas saja kalau aku menang ya!!" Dengan sangat cepat Tsukuyomi berlari mengejar rusa yang paling dekat dengannya.
Jika Kenji menggunakan Revolvernya yang barusan dia modifikasi untuk menembak rusa itu maka tidak ada yang bisa dimasak nantinya. Kenji kemudian mengeluarkan pisau lontarnya.
Jika Tsukuyomi menggunakan energi manna yang besar bisa-bisa Tsukuyomi tidak akan mendapatkan apa-apa selain daging eceran. Maka dari itu Tsukuyomi mengeluarkan cambuk cahayanya untuk mengikat rusa pilihannya.
"Tak akan kubiarkan kau menang!" Jerit Tsukuyomi sambil melemparkan cambuk cahaya ke arah rusa pilihannya bersamaan dengan Kenji yang melemparkan pisau lontar ke rusa pilihannya.
__ADS_1