
Dengan gerakan tak diduga, Kenji yang sedang dirasuki Hazard merebutku dari cengkraman Hamato. Aku bahkan baru sadar ketika Hazard menurunkanku dari gendongannya.
"Memang pertarungan melawan makhluk brengsek seperti adalah momen yang paling membuatku terhibur." Kata Hamato dengan tersenyum.
Hamato bahkan tanpa ampun memanggil puluhan tentara roh emas yang dengan cepat menerjang ke arah kami. Dengan cepat Hazard menggunakan tangan kiri Kenji yang terpotong. Dari ujung tangan kiri Kenji, Keluar puluhan monster dan iblis yang juga menerjang ke arah puluhan tentara roh milik Hamato juga.
Ledakan antara benturan tentara roh dengan iblis berlangsung dengan sangat dahsyat. tiba-tiba dari atas Hamato sudah meluncur secara menukik dengan kepalan tinjunya yang sudah ia bungkus dengan energi roh yang berbentuk seperti ukiran kuno ditangannya. Karena menyadari Hamato, Hazard menggunakan tangan kanannya dan menciptakan tameng yang terbuat dari cangkang Ancient Scorpio.
Bahkan gema pukulan Hamato yang membentur ke tameng Hazard mengeluarkan gelombang kejut yang sangat kencang yang membuatku terpental. Hamato tidak berhenti sampai disitu, dia juga membungkus tangan satunya menggunakan energi roh yang sama kemudian menumbuki tameng milik Hazard.
Aku bahkan tidak percaya dengan apa yang kulihat. Tameng yang terbuat dari cangkang Ancient Scorpio bahkan hancur. Hamato pun siap meluncurkan pukulan terakhirnya ke arah dada Hazard.
Demi membuat jarak dengan Hamato, Hazard menggunakan galah-galah yang terbuat dari tulang kaki yang ia panjangkan hingga menjulang keluar dari tanah. Hamato yang memiliki reflek super dengan cepat melompat mundur dan menghindari serangan puluhan galah yang dibuat Hazard.
Galah-galah itu pun berhenti tumbuh setelah Hamato menggunakan energi roh yang ada ditangannya dan meremas tangannya. gelombang remasan tangannya membuat seluruh galah-galah milik Hazard hancur seperti kaca yang pecah.
Hamato dan Hazard sama-sama memusatkan kekuatannya. bahkan aura mereka sampai bisa dilihat dengan mata telanjang. Mereka kemudian bergerak dengan sangat cepat dan saling berbenturan seperti kelereng yang berbenturan. Membuat isi ruangan berdebu.
Gerakan mereka yang sangat super cepat seperti bermain pinball yang kecepatan bolanya 20 kali lebih cepat dari yang normalnya. Jadi ini pertarungan antara Primordial? dinding-dinding sekitar hancur, lantai juga hancur seperti baru selesai di bajak oleh traktor.
Mereka pun akhirnya berhenti.
"Belum ada makhluk hina yang bisa memaksaku untuk bertarung secara langsung. Jika itu ada, itu jelas sekali kalau kau adalah orangnya." Kata Hamato kembali bersedekap dan bersikap seolah tidak terjadi apapun.
__ADS_1
"Jawab pertanyaanku, Hamato. Kau seharusnya tidak bisa mempertahankan wujudmu di dunia ini ketika Fiona terbunuh di perang terakhir ratusan tahun yang lalu. Siapa Ousama-mu sekarang?" Tanya Hazard.
"Kau pikir kau cukup berhak untuk mengetahuinya, anjing liar?" Jawab Hamato.
"Baiklah akan kuubah pertanyaanku. Kau ini peliharaannya siapa?" mendengar kalimat itu dari Hazard. Hamato memanggil roh setinggi 5 meter walaupun hanya separuh tubuh. Roh itu menggunakan zirah dan membawa panah. Roh itu kemudian menembakkan panah itu ke arah Hazard. Ledakan yang dihasilkan sangat dahsyat. bahkan membuat separuh laboratorium hancur tak tersisa.
Asap mengepul sangat tebal. Jika orang biasa terkena serangan seperti itu tulangnya pasti sudah menguap sekarang. Asap mulai menghilang. Entah sungguhan atau bukan, Hazard melindungi dirinya menggunakan monster raksasa yang mirip dengan salah satu bangkai monster yang kutemukan di dekat tambang ketika sedang mencari Kenji.
"Sihir pertahanan yang ditingkatkan ya..." Kata Hamato melihat sosok monster yang melindungi Hazard menggunakan lingkaran sihir raksasa. Hamato ingin membidik Hazard tapi dia urungkan. Roh raksasanya pun memudar dan hilang. Hamato kemudian berjalan menjauh dari kami.
"Waktu habis. Kita bisa main lagi lain kali." Kata Hamato. Tapi sebelum menghilang, Hamato sempat berhenti melangkah. Hamato sempat melirik ke arahku sebentar kemudian menghilang menjadi Kilauan emas. Dari sorotan matanya, aku yakin itu bukan sorotan mata merendahkan.
Aku pun berjalan ke arah Hazard. Rambut putih panjang berantakan seperti duri landak, mata merah menyala, wajah yang ditutup cangkang yang sangat mengerikan, begitu juga tubuhnya yang diselimuti zirah cangkang hitam legam, lengan kanannya yang besar telapak tangannya 3 kali besarnya dari telapak manusia, dengan ekor reptil yang mengibas-ibas udara kosong yang panjangnya mencapai 2 setengah meter.
"Ken? Kau baik-baik saja?" Tanyaku khawatir memapah dan memeluk tubuhnya yang lemas.
"Melakukan pertukaran kesadaran membuatku sangat lelah." Kata Kenji.
"Kita harus pergi. Kegaduhan yang kita buat akan memaksa militer kerajaan keluar dan memeriksa tempat ini." Kataku mencoba mengingatkan.
"Aku tahu." Kenji menimpali. Aku yang masih menggunakan mode Tsukuyomi memapah Kenji dan melompat ke lantai atas Laboratorium. Diatas Hisao masih tidak sadarkan diri dan posisinya masih terikat dengan cambuk cahaya.
"Kita bawa wanita ini. Dia pasti memiliki informasi tentang fraksi 13 Pahlawan." Kata Kenji masih lemas. Kami pun mengambil tas Kenji dan Hisao kemudian pergi menggunakan kemampuan Kenji yang bisa berkamuflase seperti bunglon.
__ADS_1
Kami pun bersembunyi di gedung terbengkalai yang berjarak sekitar 50 meter dari laboratorium. Aku melihat Laboratorium 01 dari balik jendela. Pasukan kerajaan benar-benar datang. Mereka juga membawa beberapa Pahlawan yang dipanggil dari dunia lain. Sekilas aku melihat wanita yang mirip dengan nona Miyuki di sana.
Aku hanya penasaran, apakah nona Miyuki benar-benar tidak tahu kalau adiknya masih hidup.
Dari belakang Kenji berjalan mendekatiku.
"Miyuki." Kata Kenji lirih. Aku kurang paham bagaimana rasanya berpisah dengan saudara.
"Kau merindukannya?" Tanyaku penasaran.
"Dari semua orang yang menjadi teman kelasku diduniaku hanya Miyuki yang bisa membuatku bisa merasakan rasa rindu." Kata Kenji.
Lengang beberapa detik.
"Jangan terlalu lama di jendela. Kita bisa ketahuan." Kata Kenji yang segera menjauh dari jendela.
Aku pun segera menurut dan menjauh dari jendela. Aku harap Jihan tidak mengkhawatirkan kami. Jika kami membawa Jihan, pasti akan terjadi sesuatu yang buruk. Jadi kami meninggalkannya di gereja milik Luke.
Sudah sekitar 3-4 hari kami juga meninggalkan Chou diluar dinding. Apakah stok makanan yang kami sediakan sudah habis atau belum. Aku harap dia juga tidak kesepian. Entah kenapa aku malah memikirkan hal-hal yang tidak membuatku fokus malam ini.
Kenji memeriksa revolvernya. dia juga menyiapkan pisau. Kenji mengisi ulang revolvernya dan berjalan ke arah Hisao yang masih belum sadar. Kenji kemudian menyiram wajah Hisao menggunakan air dari persediaan airku. Hisao mulai membuka matanya meskipun terasa berat.
Tangan dan kaki Hisao diikat menggunakan tentakel-tentakel Kenji, tubuh Hisao ditelanjangi, mulutnya juga dibekap menggunakan tentakel. Sesi interogasi pun dimulai.
__ADS_1