Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Prolog / Underground Arc


__ADS_3

2 setengah tahun semenjak Vlad III melakukan genosida. Kerajaan Tandum menjadi kacau hanya dengan 1 vampir yang di lepaskan di tengah kota. Lebih tepatnya di distrik Iblis Barat. Banyak korban berjatuhan. Tidak memandang kelamin, umur, status, maupun nasib. Semua mengalaminya.


Jika bencana sudah terjadi maka dia tidak akan pandang bulu. Entah kau siap atau tidak dia pasti akan menimpamu. Jika kau beruntung kau bisa menghindarinya. Bahkan membalasnya.


...****************...


(Underground : Distrik 08)


Seperti biasa pasar selalu ramai ketika kau terlambat sedikit saja. Padahal aku sudah bangun cukup awal agar tidak terlambat dan berdesakan di pasar.


Berbeda dengan pasar yang ada di permukaan, pasar di bawah tanah jauh lebih pengap, sempit, dan juga... yah ramai. Kebutuhan berupa sayur-sayuran, daging, dan bumbu rempah-rempah jauh lebih besar dan produksinya jauh lebih sedikit dikarenakan selain dari faktor padatnya penduduk faktor geografis dan letak yang juga berdampak pada kuantitas dan kualitasnya. Karena kami bernaung kan langit-langit bebatuan yang berpondasikan drone penyangga dan tidak mendapatkan sinar matahari sedikitpun. Sehingga membuat para petani di Underground memakai cahaya buatan seperti lampu untuk membantu fotosintesis dan pertumbuhan tanaman mereka.


"Bu, tolong bayamnya dua ikat ya." Kataku berdesakan dengan beberapa orang yang juga ikut membeli sayuran.


"Ah, Dik Emiya, tentu saja. Tunggu sebentar." Ibu penjual sayuran itu dengan cepat memberikan sekantung plastik berisikan 2 ikat bayam. Aku dengan segera memberikannya uang dan mengambil kantong plastik berisi bayam itu.


"Tumben tidak bersama dengan Jihan?" Tanya si ibu-ibu penjual sayur. Yah biasanya aku berbelanja di pasar bersama Jihan tapi karena tahun Jihan sudah masuk akademi maka dia tidak bisa ikut denganku.


"Anak itu sudah masuk di Akademi, Nyonya. Permisi saya harus ke kios yang lain." Kataku terburu-buru.

__ADS_1


"Oh ya. Sampaikan salamku kepada suamimu ya." Kata si ibu penjual sayur. Sebelum terbiasa berbelanja di sini Kenji sempat mengajakku berkeliling pasar sehingga aku bisa tahu dimana saja aku membeli kebutuhan rumah tangga. Dan salah satunya adalah kios milik ibu ini. Kenji juga sempat mengobrol dengannya.


"Tentu saja. Sampai jumpa." Aku pun pergi dari kios bagian sayur dan membuka daftar belanja ku. Tuan Frank selalu menasehatiku untuk selalu mencatat apa saja yang perlu dibeli supaya tidak kelupaan dan bolak-balik ke pasar.


Mengenai kata "suami" yang di tujukan kepada Kenji itu benar. Aku dan Kenji sudah menikah meskipun pemimpin koloni yaitu Theresa sempat mengajak Kenji untuk duel karena itu. Bukan karena Kenji berpoligami dan menikahi Hisao tapi karena.... yah alasan yang lebih rumit. Ya kalian tidak salah baca. Yang dinikahi Kenji bukan hanya aku tapi juga Hisao. Hisao bahkan juga sempat protes tapi jika dia menentang Kenji maka parasti yang ditempel di jantungnya akan mengakhiri hidupnya jadi Hisao tidak punya pilihan lain selain menyetujui keinginan Kenji. Awalnya aku juga sempat mengamuk ketika Kenji berencana menikahi Hisao juga karena yah kalian tahu lah wanita. Siapa sih wanita yang ingin di duakan oleh lelaki yang dia suka?


Perlu 3 bulan untuk agar bisa menerima Hisao sebagai saudari satu suamiku. Tapi akhirnya kami juga saling menerima meskipun dengan terpaksa pada awalnya. Aku tidak tahu apa yang di baca Kenji semenjak dia bersepakat dengan Theresa menjadi anjing penjaganya sehingga dia bisa akses untuk membaca banyak sekali dokumen rahasia yang disimpan di bagian gudang balai kota dan memiliki ide gila untuk memiliki hubungan poligami.


Aku sempat menanyainya tapi Kenji menjawab dengan wajah datar


"Ini untuk kebaikan bersama dan membuat kalian berkembang." Katanya. Pertama kali aku mendengarnya aku langsung mencakar wajahnya kemudian di lerai dan dipasung seperti orang gila oleh Hisao dan Jihan.


Untuk tempat tinggal kami, kami berempat di berikan tempat yang lumayan terisolasi dan nyaman karena Theresa mengantisipasi jika jika aku sebagai cawan suci terancam bahaya maka pihak militer underground akan cukup mudah mengamankan ku. Tapi aku membuat kesepakatan menjadi lebih adil dengan membiarkan Kenji, Jihan, dan Hisao untuk tinggal bersama denganku juga.


Setelah selesai berbelanja. Aku pulang ke rumah di komplek yang dikhususkan melindungi orang-orang penting. Meskipun sedikit diskriminasi kepada yang lain tapi tidak ada yang berani menentang Theresa dalam cara memimpinnya.


"Permisi." Kubuka pintu depan rumah secara perlahan. Yah seperti biasa walaupun rumah ini tampak mewah tapi penghuninya hampir nihil. Tidak ada siapapun. Tapi tak lama kemudian aku mendengar suara seseorang merakit. Itu pasti Kenji yang kemungkinan sedang mengotak-atik senjata-senjatanya. Kenji memang begitu jika sedang luang atau sepulang dari misinya.


Kulepas jaket krem ku lalu ku gantungkan di gantungan jaket. Ku masukkan beberapa bahan makanan ke dalam kulkas seperti sayur dan daging. Sisanya ku masukkan ke dalam wadah rempah-rempah di lemari dapur.

__ADS_1


Dan pekerjaanku sebagai ibu rumah tangga dimulai. Mulai dari memasak, menyapu, mengepel, membersihkan debu di setiap kamar, dan mencuci piring dan gelas yang masih tersisa di wastafel. Sudah hampir pukul 10.30 menuju tengah hari. Aku juga tidak lupa memberi makan Chou, Lolf yang cacat matanya. Dia awal kedatangan kami ke sini Chou harus dikarantina untuk melakukan beberapa tes dan pengecekan sebelum akhirnya di perbolehkan untuk diresmikan sebagai anggota keluarga kami di Underground. Kenji membuatkan Chou berupa kandang berukuran 5x6 meter dibelakang rumah menggunakan besi-besi sisa pembangunan bangunan baru.


"Halo, Chou. Aku memberikanmu makanan spesial hari ini. Sisa tulang dari toko daging. Aku mendapat diskon." Ku masukkan seember penuh ke dalam kandangnya. Chou segera menjilati ku sebagai tanda Terima kasih nya.


"Ok, cukup Chou. Sekarang makanlah. Masih ada yang harus kulakukan setelah ini." Kataku mengelus kepalanya. Chou tanpa segan memakan tulang-tulang yang kubeli dipasar tadi.


Ketika aku masuk kembali ke rumah, Hisao sudah pulang dan meminum air putih yang tersedia di kulkas. Sepertinya dia baru saja selesai misi dari permukaan.


"Ah, selesai misi dari permukaan?" Tanyaku mencoba menyapa.


"Iya begitulah. Semenjak Kenji mengalahkan Vlad III, para petinggi korup di Kerajaan Tandum menjadi lengah sehingga kami bisa dengan mudah meringkus nya. Para Pahlawan terlalu sibuk memperluas wilayah diluar dinding Tandum. Kita mulai membuat perubahan." Jelas Hisao.


"Untuk tanda-tanda pihak Gereja?" Tanyaku.


"Nihil. Mereka cukup licin untuk ditangkap. Mereka semakin berhati-hati semenjak Luke membebaskan Vlad III dan mengaktifkan senjata sakralnya." Kata Hisao dengan menggelengkan kepalanya.


"Untuk Fraksi 13 pahlawan menurutku mereka mundur untuk sementara waktu dengan membiarkan boneka-boneka mereka untuk diringkus oleh kita." Jelas Hisao.


"Itu karena Kenji berhasil membunuh salah satu dari mereka. Mereka kini tidak berani beraksi secara terang-terangan di depan warga sipil. Tindakan pintar menurutku." Ujarku.

__ADS_1


Yup, keadaan juga menjadi rumit semenjak kami kemari. Dengan pihak Underground, Pihak Gereja, dan Pihak Fraksi 13 pahlawan dalam memperebutkan cawan suci yaitu aku.


__ADS_2