
Apa yang mereka coba ingin sampaikan kepadaku? Kenapa mereka menginginkan perang mitologi ini berakhir? Meskipun alasannya cukup sederhana dan logis tapi masih saja membuatku penasaran. Tubuhku masih terbungkus mantel bulu milik Kenji.
Kulihat Kenji masih terjaga di depan pintu belakang pesawat.
"Kau sudah bangun?" Tanya Kenji. Jarang sekali dia memulai pembicaraan denganku. Aku pun mendekatinya.
"Kau tidak tidur?" Tanyaku kembali tidak menjawab pertanyaan Kenji tadi.
"Akan berbahaya jika tidak ada yang berjaga ketika malam hari. Ketika waktu malam tiba lampu-lampu di banker akan bersinar terang. Itu akan membuat kita terlihat mencolok dan menarik perhatian bangsa iblis. Belum lagi Fraksi 13 Pahlawan tidak akan membiarkan orang yang telah membunuh 2 slave mereka lari begitu saja. Mereka pasti akan mengejar dan memburu kita cepat atau lambat." Jelasnya panjang lebar. Aku merasa menjadi beban lagi. Seharusnya aku yang berjaga agar Kenji bisa mencari informasi dan data dari pesawat.
"Siang ini biarkan aku yang berjaga." Kataku dengan mantap. Kenji pun berdiri dari duduknya dan berjalan melewatiku tanpa peduli sedikitpun. Dia pasti kelelahan. Aku tidak menyalahkannya. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.
"Kenji..." Kataku yang membuat Kenji berhenti. Dia masih saja tidak menoleh. Aku pun mendekatinya dan memberikan sesuatu kepadanya.
"Terima kasih." Kataku singkat. Aku menyodorkan jubah bulunya yang ia berikan kepadaku tadi malam. Kenji hanya melirikku dengan sudut matanya yang terlihat.
__ADS_1
"Kau pakai saja. Kau lebih membutuhkannya daripada aku." Katanya melanjutkan jalannya. Kulihat jubuh bulunya yang kotor karena darah dan debu. Kulihat Kenji bukannya istirahat tapi malah melanjutkan pencariannya di depan panel komputer. Aku ingin menasehatinya untuk tidur tapi kuurungkan. Aku tidak berhak mengaturnya cuma hanya karena aku selalu bersama dengannya.
Persediaan makananku sudah habis dan aku cukup kelaparan. Jihan juga belum makan apapun ketika kami bertemu. Aku memutuskan untuk mengeksplorasi banker ini. Meskipun bertujuan menyimpan sebuah pesawat purba. Para peneliti dan ilmuan pasti pernah menyimpan pasok makanan di sini untuk waktu yang lama. Kenji mengizinkanku tapi dengan syarat aku tidak boleh mendekati lorong keluar. Aku pun setuju tanpa membantah sedikitpun. Untuk mengurangi resiko, aku tidak mengajak Jihan karena akan sangat rawan di jadikan sandera dan sasaran.
Setelah berkeliling sekitar 10 menit mencari makanan. Aku menemukan kotak-kotak kayu yang berantakan di belakang countainer bagian kanan pesawat. Kotak-kotak kayu tersebut memiliki simbol di setiap sisinya. Simbol Benteng Tandum. Aku hanya berspekulasi pendek kalau Tandum punya hubungan dengan Fraksi 13 Pahlawan. Kubuka setiap kotak setiap satu per satu dengan trisulaku. Ada yang berisi makanan, ada juga yang berisi suplai senjata seperti AK-47, M4A1, beberapa jenis SMG dan Machine Gun, amunisi beserta magazine-nya.
Semua ini pasti barang-barang dari para prajurit yang mengawal Perseus tadi. Aku pun mulai memasukkan beberapa makanan yang kira-kira bisa kubawa ketika perjalanan nanti. Sebisa mungkin aku ingin membawa sebanyak-banyaknya. Setelah selesai mengisi ranselku aku melihat satu kotak kayu yang lebih besar dari yang lain. Besarnya sekitar 2 x 3 meter. Aku tidak sempat membukanya tadi. Kudekati kotak tersebut lalu membuka salah satu sisinya.
Aku cukup tercengang melihat apa yang ada di dalamnya. Tiba-tiba terdengar suara yang mengerikan yang menggema di lorong. Karena tidak sempat untuk kembali ke pesawat tempat Kenji maka aku segera menarik ranselku dan memanjat ke countainer terdekat. Aku mencoba melihat makhluk apa yang akan terlihat ketika aku melihat makhluk itu keluar.
Dari suaranya jejak kakinya sepertinya dia manusia. tapi ini sedikit aneh. Suara jejaknya seperti di seret dan tidak teratur. Kesannya mirip dengan cara berjalannya para zombie pincang yang tidak bisa berlari. Tapi aku yakin itu juga bukan zombie pincang. Jika itu zombie pincang, kenapa hanya satu? Ujung kakinya mulut terlihat dan tersentuh cahanya dari lampu LED banker. Bukan main. Aku bahkan belum pernah melihat bangsa iblis seperti ini.
Berbadan besar dan sangat berotot, botak tak ada rambut dengan mata kiri yang tergores dan buta dan mata kanan yang menatap ganas dengan warna hijau, memiliki mulut tanpa bibir sehingga seluruh gigi dan gusinya terlihat, dilehernya terdapat pembengkakan dan urat-urat hitam yang keluar, mengenakan mantel kulit hitam, sarung tangan hitam, dan boot hitam, membawa ransel berbentuk persegi panjang berwarna perak mengkilat, banyak tonjolan-tonjolan selang hitam yang keluar yang bahakn merebok mantelnya, kulitnya berwarna putih albino seperti cat.
Monster itu berhenti tepat beberapa meter di depan pintu lorong banker. dia melihat ke arah sekitar selama beberapa detik. Aku pun segera turun dari countainer dan mengambil jalan pintas menuju pesawat. Aku bersyukur countainer-conuntainer yang tersusun di sini membentuk sebuah labirin sehingga memudahkanku pergi menuju pesawat tempat Kenji berada. Akhirnya aku masuk ke dalam pesawat. Kenji sudah ada didepan tasnya dan mempersiapkan senjata-senjatanya.
__ADS_1
"Musuh ya?" Tanyanya tanpa basa-basi.
"Iya. Kali cuma satu tapi sepertinya berbahaya." Jawabku.
"Utusan dari Fraksi 13 Pahlawan?" Tanya Kenji kepadaku.
"Bangsa iblis." Jawabku singkat. Jihan di masukkan ke dalam Ransel milik Kenji. Kenji pun mengintip dari salah satu pojok bibir pintu kokpit yang mengarah langsung keluar. Sedangkan aku berada di sisi bibir pintu satunya.
"Apakah dia akan sangat lezat jika kumakan?" Kenji tampak bersemangat ketika melihat wujud bangsa iblis tersebut. Ilbis itu melihat-lihat sekitar lagi dengan tatapannya yang sangat mengerikan. Tatapan matanya menyisir seluruh sisi banker. Iblis itu berhenti menatap sekitar ketika perhatiannya melihat ke arah kami. Iblis itu kemudian menarik lengan baju kirinya hingga sobek dan melepas sarung tangannya. Aku penasaran, kenapa dia melakukan itu? Ketika aku melihat lebih jeli lagi aku melihat....
"Tangan robot?" Kata Kenji. Bahkan Kenji juga kebingungan sendiri. Tangan robot milik iblis itu pun berubah dengan gerakan-gerakan mekanik. Membentuk sesuatu. Setelah perubahan tangan robot itu selesai aku dan Kenji mengeluarkan keringat dingin yang begitu deras. Minigun?! Tangannya berubah menjadi Minigun. Sekarang aku paham kenapa dia membawa tas kotak perak itu. Fungsi tas perak itu adalah untuk membawa peluru-peluru Minigun yang dia bentuk menjadi tangan itu. Iblis itu menyambungkan seluruh pelurunya ke dalam slot tempat peluru di Minigun yang ada di tangannya. Suara desingan mesin dari Minigun mulai terdengar. Makin lama makin kencang. Minigun mulai tertuju ke arah kami.
"Ini...." Kataku.
"Buruk..." Kata Kenji melanjutkan perkataanku sebelum aku bisa melanjutkannya.
__ADS_1
Dalam sekejap kami di hujani peluru Minigun yang membabi buta.