
Kali ini Vlad menggunakan kartu As-nya. Pusaka Sakral. Legend Of Dracula Name. Perubahannya sangat drastis sehingga mengubah bentuk fisiknya. Tumbuh sepasang sayap kelelawar yang hitam dan lebar, mata merah menyala, urat-uratnya terlihat hitam dan sangat jelas, tubuhnya juga bertambah besar, menumbuhkan taring di setiap sudut bibirnya, setiap kuku yang ada pada jarinya bertambah panjang dan tajam.
Vlad langsung menyerang kami dengan galah-galahnya yang mengincar pijakan kami. Aku dan Kenji terpaksa berpencar agar mengurangi jumlah galah yang mengejar. Aku pun mengubah wujudku menjadi mode Tsukuyomi. Kusabetkan pedangku ke arah galah-galah yang mengejarku. Semuanya hancur dan tersapu habis. Galah-galah itu pun berhenti tumbuh. Aku mengkhawatirkan Kenji yang masih di kejar oleh galah-galah tiada henti.
Kenji pun menyarungkan revolver-nya. Kenji berhenti sekitar 5 meter sebelum galah-galah itu mengenainya. Tangan kanannya berubah menjadi monster sama seperti ketika di dalam banker 69. Besar dan penuh cakar. Kenji pun menyabetkan cakarnya ke arah galah-galah yang mengejarnya. Efeknya sama sepertiku, hancur dan tersapu habis tanpa sisa. Aku sedikit lega melihatnya baik-baik saja.
Aku dan Kenji melaju bersama dan berniat memenggal kepala Vlad. Vlad mencoba menghalangi kami menggunakan galah-galahnya. Tapi tidak ada yang mengenai kami satupun. Ketika bilah pedangku dan cakar milik Kenji tinggal beberapa senti mengoyak lehernya. Vlad menggunakan tangannya untuk menampar kami sehingga kami terbanting menjauh sebelum serangan kami menyentuh lehernya.
"Jangan harap kepalaku bisa kalian miliki!" Kini Vlad yang giliran menyerang kami. Dia menendangku sehingga membuatku terpental jauh dari Kenji. Vlad pun menangkap Kenji dan menggigit lehernya. Gawat! Kalau begitu maka Kenji....
"Dan kau jangan berharap bisa membuatku menjadi vampir rendahan, dracula." Tidak ada semburan darah sedikitpun dari leher Kenji. Aku baru ingat, Kenji memiliki kulit sekeras baja sekarang berkat daging Ancient Scorpio yang dia makan. Terdapat semacam tempurung di leher Kenji. Kulempar pedangku ke arah kepala Vlad untuk mengalihkan perhatiannya. Sayangnya, Vlad sangat sigap dan menangkap bilah pedangku dengan mudah.
"Konyol!" Kata Vlad mengejekku. Sebenarnya itu hanya untuk umpan. Kenji langsung memanfaatkan kelengahan Vlad dengan menembak kepala Vlad beberapa kali. Yah kita menang, itu yang ingin kukatakan. Tapi Vlad tidak terluka sedikitpun. Kenji segera melepaskan diri dengan menggunakan kakinya yang dia ubah menjadi kaki monster dan menendang lengan Vlad. Kenji menembaki Vlad sambil mundur ke arahku.
Ternyata semua peluru yang di tembakkan Kenji tembus seperti mengenai asap. Kuperintahkan pedangku untuk kembali kepadaku. Dengan cepat pedangku berputar dan membuat tangan Vlad menjadi seperti asap yang di tiup dan meluncur kembali kepadaku. Kenji sudah selesai mengisi 6 selongsongnya dengan peluru.
__ADS_1
"Percuma wahai wadah cawan suci. Ketika aku menggunakan wujud ini aku tidak akan bisa di sentuh." Kata Vlad dengan penuh bangga. Melawan musuh yang tidak bisa disentuh memanglah sangat merepotkan.
"Dengan begini berakhir sudah!" Vlad dengan ganas dan cepatnya mengarahkan taringnya padaku. Aku tahu dia pasti ingin menghisap darahku. Tapi dengan cepat Kenji menendangku sehingga aku terpental. Aku tahu maksud Kenji adalah melindungiku tapi kenapa harus dengan cara menendang?!
Kenji pun ditabrak oleh Vlad dengan begitu kencangnya. Vlad menggigit tangan kanan Kenji yang sudah terbungkus oleh cangkang dari Ancient Scorpio. Vlad menyeret Kenji ke arah bebatuan. Kenji terpaksa menjadi titik tumpu Vlad ketika menabrak banyak sekali bongkahan batu. Kenji pun merubah wujud kakinya menjadi kaki banteng. Kenji berencana menendang Vlad untuk menjauh. Tapi ketika Kenji mencoba menendangnya, tubuh Vlad langsung beradaptasi menjadi zat gas berwarna hitam.
Kenji pun menepakkan kedua kaki bantengnya ke tanah bebatuan sebagai rem agar tidak terseret. Meskipun tidak langsung berhenti setidaknya kecepatannya menjadi menurun. Kenji dengan sekuat tenaga membanting Vlad yang masih menggigit tangan kanannya ke tanah dengan sangat keras. Saking kerasnya tanah tempat bantingan Vlad hancur seperti cermin yang di tonjok hingga pecah berkeping-keping.
"Meskipun kau mengubah tubuhmu menjadi zat gas kau akan tetap terkena damage dari serangan berupa tumbukan. Dan jika satu bagian tubuhmu diharuskan menjadi padat maka kau tidak bisa membuat seluruh tubuhmu menjadi zat seluruhnya." Kenji sepertinya memberitahu trik dari Pusaka Sakral milik Vlad kepadaku secara tidak langsung.
"Sayangnya tombakmu berbentuk padat." Kenji mengeluarkan ekspresi psikopatnya. Tentakel-tentakel Kenji pun mulai melucuti tombak tersebut dari tangan Vlad. Vlad yang tadinya terlihat menyeramkan, sekarang kalah seram dengan Kenji yang wajahnya seperti psikopat.
"Kalau kau melepaskan gigitanmu mungkin kau akan selamat." Ancam Kenji. Tombak Vlad sudah ada dalam genggaman Kenji sekarang. Mata Tombaknya sudah mengarah ke kepala Vlad.
"Ini salah satu pembuktian tentang teoriku tadi. Kau harus memadatkan bagian kepalamu agar bisa tetap menggigit tanganku. Maka disitulah kelemahanmu. Anggota tubuh paling vital yaitu kepala yang malah kau padatkan. Apakah akan tembus jika kutusuk?" Tanya Kenji dengan wajah psikopat yang baru saja mendapat mainan baru. Tiba-tiba ada retakan dimensi cahaya tak jauh dari sampingku.
__ADS_1
Muncul sebuah kereta kuda yang ditunggangi oleh seseorang. Dari hawa kehadirannya jelas dia seorang slave. Kenji yang masih fokus kepada Vlad tertabrak dan terpental jauh. Jelas slave itu milik Pihak Gereja. Dia mencoba menolong Vlad yang akhirnya berwujud normal kembali.
"Aku tidak membutuhkan bantuanmu, Chariot." Kata Vlad dengan kesal. Aku pun mengubah mode menjadi mode Perseus dan mencoba menebas kepala si pemilik kereta kuda tersebut. Aku baru tahu ternyata penunggang itu adalah seorang wanita berambut panjang dengan warna rambut merah darah. Matanya ditutup oleh perban berwarna hitam. Dengan cepat wanita itu menangkis tombak lengkungku dengan cambuk besi yang jadi senjatanya.
Aku pun bersalto ke belakang sebanyak dua kali untuk menjaga jarak.
"Ousama yang memerintahkanku untuk menolongmu walaupun aku tidak peduli denganmu, Vlad." Kata wanita itu. Wanita itu menengokku. Walaupun matanya ditutup rapat dengan perban dia tahu persis dimana aku berdiri.
"Tombak yang bagus nona muda. Bisakah kita menganggap ini seri? Sebagai gantinya Ousama-ku akan sangat berterima kasih kepada kalian." Kata wanita itu sambil melemparkan selembar kertas ke arahku. Aku pun mencoba menilai situasi. Kenji nampaknya terluka cukup parah dan tak sadarkan diri. Jihan yang keluar dari ransel juga bisa dijadikan sandera. Kurasa tidak ada pilihan lain selain menganggap seri.
"Baiklah. Tapi kami ingin Ousama-mu untuk berhutang dulu kepada kami." Kataku mencoba mencari keuntungan.
"Tidak masalah, sebenarnya dari awal Ousama-ku menginginkan kerja sama dengan kalian. Akan kusampaikan kepadanya. Hiyah!" Kereta kuda itu pun pergi dengan cepat hingga hanya terlihat seperti titik kecil yang nun jauh di sana.
Kertas yang tadi dia lempar kupungut dan kubuka. Dan aku langsung terkejut melihat isinya.
__ADS_1