
Apakah ini sungguhan? Aku sempat syok melihat kedua tanganku sendiri. Tanganku tiba-tiba memakai pelindung dan sarung tangan hitam yang melindungi kedua tanganku hingga siku. Yang lebih mengherankan lagi adalah aura yang di keluarkan dari tanganku. Aura yang keluar membuatku berpikir seolah kedua tangan ini bukanlah tanganku sendiri.
"Bagaimana bisa? Apakah ini benar-benar tanganku?" Tanyaku melihat kedua telapak tanganku. Tanganku ikut bergetar seirama dengan ketakutanku.
"Mungkin itu kekuatan dari cawan suci." Kata Kenji. Dia selalu sibuk membuat alat-alat dan senjata-senjata jika bukan, dia pasti membaca berkas-berkas yang dia kumpulkan.
"Darimana kau tahu?" Tanyaku kurang percaya.
"Wanita biasa tidak mungkin bisa melempar pria seberat 77 kg seperti melempar batu kerikil. Kalau bukan dari cawan dari mana lagi?" Jelas Kenji.
Dia benar. Aku bahkan bisa melempar Kenji dengan mudah dengan tangan ini. Tapi apa hubungannya dengan cawan suci? Darimana aku bisa mendapatkan kekuatan cawan suci?
Lengang selama lebih dari 20 menit. Untuk kecepatan dan keterampilan membuat senjata, mungkin Kenji yang tercepat. Dia bahkan bisa menyelesaikan modifikasi revolver miliknya dan 2 pistol FN Five Seven milikku hanya dalam waktu 20 menit saja.
"Kau tahu banyak soal senjata ternyata." Kataku. Akhirnya aku bisa mendapat topik pembicaraan.
"Aku sering memainkan game FPS sebelum datang ke dunia ini. Karena aku memiliki job class yaitu Avenger dan tidak bisa mengelola sihir dan menggunakan senjata dengan benar, maka aku meng-akalinya." Jelas Kenji. Dari nada bicaranya dia nampak antusias. Meskipun aku tidak tahu apa itu game FPS atau semacamnya, sepertinya itu semacam hiburan di dunia asal Kenji.
"Apa yang kau maksud meng-akalinya?" Tanyaku. Kalimat terakhirnya membuatku penasaran.
"Jika aku tidak bisa menggunakan senjata-senjata yang dibuat oleh orang lain. Maka aku membuat senjata-senjata yang hanya bisa dipakai oleh diriku. Salah satunya adalah revolver ini." Kata Kenji memperlihatkan senapannya.
"Aku sudah memodifikasinya. Aku buat daya tembusnya lebih tajam dari yang sebelumnya tanpa membuat tingkat akurasinya menurun. Sedikit susah untuk menyesuaikannya." Kata Kenji meletakkan 2 pistolku di depanku.
Kenji pun beralih ke trisula milikku yang tanpa kusadari trisulaku sudah mulai rapuh. Banyak sisi bilah matanya yang sudah terkikis. Mungkin akibat pembusukan terkena darah bangsa iblis. Kenji mencelupkan mata bilah trisula-ku ke dalam ember berisi darah monster. baunya sangat menyengat. Aku tidak ingin mengeluarkan isi perutku lagi. Semua rotimu dan makananku yang lain sudah sangat menipis. Aku pun membalikkan badanku.
"Oh iya. Bagaimana bisa kau tahan dengan bau menyengat seperti campuran sampah dan bangkai itu? Dan kalau tidak salah kau memakannya?" Aku terus mencari topik supaya pembicaraan kami tidak berhenti.
"Sampai sekarang aku belum memakan makanan normal. Baik itu di hutan, reruntuhan kota, dan tempat-tempat yang lain. Tidak ada sumber daya yang tersisa untuk dijadikan makanan. Aku tidak ada pilihan lain selain memakan daging bangsa iblis. Tubuhku sempat hancur dan terkoyak hanya karena satu gigitan daging iblis tersebut." Jelas Kenji.
__ADS_1
"Hingga akhirnya kau ber-evolusi. menjadi bertubuh kekar dan besar, berambut putih, dan bermata merah. Tapi meskipun tubuhmu hancur kau mendapatkan bayaran yang setimpal." Kata si mulut.
"Bayaran yang setimpal?" Tanyaku penasaran.
"Setiap bangsa iblis yang kami makan maka seluruh kemampuan yang berupa skill mereka akan menjadi. Seperti Double Accel. Kemampuan itu milik Iblis bernama Curse Beast. Sangat langka ada pahlawan yang memiliki job class : Avenger sepertimu." Jelas si mulut.
"Mungkin. Tapi aku tidak tertarik untuk menjadi pahlawan di dunia ini. Aku hanya ingin pulang. Pulang ke dunia asalku." Kata Kenji.
Oh iya, Kenji termasuk dari 30 pahlawan legendaris yang terpanggil ke dunia ini.
"Lalu wanita itu...? Dan teman-temanmu? Apakah kau akan meninggalkannya?" Tanya si mulut.
"Aku tidak pernah menganggap mereka itu teman dan aku tidak peduli." Kata Kenji. Akhirnya Trisulaku menjadi lebih bagus dan lebih mudah dipakai.
"Lalu bagaimana kalau Emiya?" Tanya si mulut.
"Karena aku pemilik sah sang cawan suci sudah jelas aku membawanya kemanapun. Itu saja." Jawab Kenji. Aku hanya bisa berpikiran positif terhadap Kenji. Setidaknya dia masih punya alasan untuk membawaku.
Kami pun bermalam di dekat bangkai kalajengking raksasa. Aku terpaksa menggunakan jaketku untuk menutupi hidungku karena aku tidak tahan mencium bau busuk bangkainya. Kenji masih sibuk membaca kertas-kertasnya di depan api unggun. Aku begitu kedinginan, walaupun ketika siang gurun ini sangat panas tapi ketika malam sangat dingin. Kenji kemudian mendatangiku. Aku langsung pura-pura tertidur.
"Jika kau kedinginan kenapa kau tidak didekatku saja." Kata Kenji merangkul ku dengan jubah bulunya. Seketika merasakan kehangatan. Hangat dari mantel bulunya dan dari suhu badan Kenji. Kenji pun mulai membaca kembali kertas-kertasnya. Di saat itulah aku mulai tertidur lelap.
Keesokan harinya kami mulai melanjutkan perjalanan kami. Tak lama kemudian kami menemukan sebuah area perbukitan. Kami mendekati area tersebut. Kenji berjalan sambil membawa petanya. Karena sempat membaca petanya, Seharusnya area 69 ada di sekitar perbukitan di sana.
Setelah berkeliling sekitar 2 km, kami akhirnya menemukan pintu masuknya. Terbuat dari baja yang tebal. Tapi ada yang aneh. Terdapat mayat segar yang sepertinya barusan mati di sekitar pintunya. Kenji makin was-was. Kenji pun mulai menyelidiki mayatnya satu persatu. Dari pakaian mereka seperti nya bukanlah prajurit yang di kirim dari Tandum.
" Senjata mereka termasuk senjata tradisional dan masih tergolong primitif." Kataku.
"Bukan hanya itu." Kenji sedikit mengendus bau pisau yang tergelatak di dekat mayat. Kenji langsung terkejut.
__ADS_1
"Ini terbuat dari tulang bangsa iblis." Kata Kenji.
"Jadi...." Sepertinya Kenji dan aku berpikiran hal yang sama. Para mayat ini adalah manusia yang tinggal di luar dinding Tandum. Tiba-tiba aku merasakan hawa keberadaan.
"Wahai manusia asing tidak kuketahui. Apa tujuanmu datang kemari?" Kata seseorang.
Setahuku hanya iblis kategori 8 ke atas saja yang memiliki kecerdasan untuk berbicara. Dan kami bertemu di tempat seperti ini?! Sungguh tidak beruntung.
Orang tersebut ternyata ada di belakang kami. Berjarak sekitar 10 meter dari kami. Kenji mengeluarkan revolvernya.
Tanpa basa-basi Kenji langsung menembakkan revolvernya sebanyak 3 kali. Semua tembakannya dihindari dengan mudah oleh orang tersebut. Pria berambut pirang pucat, bermata kuning, berkulit pucat seperti mayat, memakai baju zirah berwarna ungu muda, dan membawa tombak. Entah kenapa hawa keberadaannya mengingatkanku dengan gadis yang kutemukan di sungai beberapa hari yang lalu.
"Slave ya? Apakah kau termasuk dari 13 slave panggilan dari Fraksi 13 pahlawan?" Tanya Kenji.
"Benar." Kata Orang tersebut.
"Menggelikan." Kata Kenji.
Orang tersebut dan Kenji langsung meluncur saling menyerang dengan kecepatan penuh dan melancarkan serangan. Leher orang tersebut langsung menyemburkan darah dengan sangat derasnya kemudian terkapar jatuh ke tanah.
"Aku heran saja. Kenapa tidak ada satu orang pun yang bisa membunuh orang lemah seperti dia?" Kata Kenji. Padahal jika Kenji tahu. Orang ini memiliki hawa keberadaan yang sangat mengerikan.
"Baru pertama kali ini aku diserang dengan mudahnya." Orang itu bangkit dari tempat terkaparnya.
Tiba-tiba mayat-mayat di sekitar kami bangkit dengan sendirinya. kulit mereka menjadi putih pucat, mata mereka memerah, dan taring mereka memanjang seperti seorang.....
"Vampir, ya? iblis kategori 3. Setahuku di legenda hanya ada satu orang yang memiliki julukan raja vampir." Kata Kenji.
"Vlad III, Raja dari negeri Romania. Yang memiliki julukan Vlad si Penyula atau disebut Dracula. Musuh dari Sultan Muhammad II sang Penakluk Konstantinopel yang memiliki julukan Al-Fatih." Kata Kenji.
__ADS_1