
"Maaf teman-teman. Aku duluan. Bunda kita tercinta menungguku di istananya." Kata Kenji beranjak dari kursi.
"Aaahhh... secepat itu?!.... Setidaknya minumlah beberapa botol lag.... hiks.... " Ujar Iri ngedumel karena mabuk sambil mencengkram kerah mantel Kenji.
"Padahal cuma jambul ayam.... tapi kenapa kau begitu terlihat jantan sih?!!!..... hiks.... " Iri begitu melantur karena sepertinya dia tidak tahan dengan minuman beralkohol.
"Iri, kau terlalu banyak minum. Sebaiknya kau sudahi dulu minummu itu." Kata Kenji melepaskan cengkraman Iri dari kerah mentelnya.
Cole pun segera menarik Iri untuk duduk kembali. Iri pun terduduk kembali sambil mengeluarkan suara ******* seperti orang mabuk.
"Pergi saja. Biar aku yang akan menemaninya." Ujar Cole. Kenji pun mengangguk dan segera pergi dari bar tersebut. Dari belakang Kenji masih bisa mendengar Iri ngedumel dan itu sangat menyebalkan.
Kenji menyusuri jalan trotoar menuju katedral yang menjadi pusat dari Underground. Karena nama Kenji sudah terdaftar sebagai anggota Guardian maka para penjaga tidak menghalangi jalannya untuk masuk ke dalam katedral. Dan lagi-lagi ketika Kenji berjalan menyusuri lorong-lorong katedral dia melihat banyak mozaik-mozaik di dindingnya. Tetapi bukan mozaik-mozaik itu yang menyita perhatiannya tapi lambang yang terpasang di bagian atas dan bawah mozaik.
Kenji akhirnya sampai di ruangan milik Theresa. Kenji mengetuk pintunya dengan sopan dan menunggu respon dari Theresa.
"Masuk." Ujar Theresa dari dalam ruangan. Kenji pun membuka pintu ruangan tersebut dan menemui Theresa yang duduk di sofa dan di depannya sudah ada meja yang diatasnya berisi cemilan dan 2 cangkir yang mengeluarkan asap.
"Duduklah. Ada yang ingin ku obrolkan denganmu." Kata Theresa mempersilahkan Kenji untuk duduk di seberang nya.
"Cukup sulit ya mencari waktu dimana Emiya tidak bersama denganku?" Tanya Kenji.
"Memang benar-benar dah. Wanita itu bahkan tidak berubah sedikitpun. Masih saja keras kepala dan mudah emosi. Apalagi jika sudah menyangkut kepemilikannya. Ya ampun... Aku jadi kesulitan dalam mencari waktu ketika beliau tidak bersama denganmu." Ujar Theresa kemudian menyesap tehnya.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan? Tidak mungkin kau memanggilku hanya untuk menemanimu di acara minum tehmu ini kan?" Kata Kenji to the point.
"Dan bisa-bisanya beliau menyukai pria datar sepertimu. Aku sampai heran dengan seleranya.... " Lanjut Theresa mengeluarkan sesuatu dari samping kursinya dan meletakkannya di atas meja. Kenji pun merasa tidak asing dengan yang di benda-benda itu.
"Hey, itu punyaku! Pantas saja aku tidak menemukannya di tas." Protes Kenji. Theresa hanya memberikan senyum tipis.
"Aku tidak menyangka kau pandai menggambar. Dan bagus juga." Ujar Theresa mengambil salah satu lempengan batu yang diukir oleh Kenji berupa gambar zombie.
"Totalnya adalah 67 gambar. baik itu kategori 1 bahkan sampai kategori King bahkan Joker. Kau sendiri yang mengalahkan mereka?" Tanya Theresa.
__ADS_1
"Iya begitulah." Jawab Kenji.
"Dan kau makan semuanya juga?" Tanya Theresa.
"Ya." Jawab Kenji.
"Bagaimana kalau barter informasi? Kau ceritakan 3 bulanmu di luar dinding sebelum Emiya ikut denganmu. Aku akan memberikanmu akses kontrak ke " kebenaran" seperti yang kita sepakati sebelumnya. Bagaimana?" Tanya Theresa.
"Ceritaku bisa panjang lo." Kata Kenji memperingati.
"Harus panjang dan detail. Karena aku ingin tahu perkembangan dunia diluar Tandum untuk saat ini. Pasukan pengintai yang kukirim hanya dapat menjangkau daerah dinding yang baru saja di bangun dan dijaga oleh para Pahlawan dan itu sangat kurang. Aku juga tidak bisa mengambil resiko mengirim para Guardian untuk keluar sejauh itu." Ujar Theresa.
Kenji pun menghembuskan napas beratnya karena dia dipaksa untuk bercerita pengalaman paling ekstrim yang pernah dia rasakan seumur hidupnya. Tapi cukup sepadan dengan imbalannya.
"Ceritanya berawal ketika aku sudah selesai mengantarkan Emiya ke dalam Tandum." Kenji pun mulai bercerita.
"Kenapa kau tidak kembali ke pahlawan yang lain?" Tanya Theresa.
"Oh iya ya. Maaf-maaf." Pinta Theresa yang terlihat tidak menyesal setelah memotong cerita Kenji barusan.
...****************...
(3 bulan lalu. Di luar Tandum.)
Kenji pun berjalan menuju ke arah hutan setelah melewati gurun dan reruntuhan bangunan peninggalan masa lalu.
Kenji pun memutuskan untuk beristirahat sebentar karena hampir semalaman dia tidak tidur karena mengotak-atik senjatanya dan menjaga Emiya selama dia tidur.
Kenji menemukan pohon yang pas dan nyaman. Alasan kenapa Kenji memilih beristirahat di atas pohon adalah agar tidak mudah diserang oleh bangsa iblis. Setidaknya perlu bangsa iblis kategori 9 dengan tinggi 9 meter untuk bisa mengganggu nya tidur.
Setelah menemukan pohon yang dikiranya cocok, Kenji segera memanjatnya dan mencari dahan yang nyaman untuk beristirahat. Kenji kemudian meletakkan tasnya di batang pohon kemudian mengikatnya menggunakan tali. Kenji juga mengikat tubuhnya ke batang pohon supaya tidak terjatuh ketika tidur.
"Hazard, kau bisa membangunkanku ketika ada pengganggu." Ujar Kenji.
__ADS_1
"Baik-baik tuan pekerja keras. Aku ini bukan jam waker mu dasar... " Hazard ngedumel.
Baru sekitar 10 menit Kenji tertidur. Tiba-tiba dari dalam tidurnya Kenji seperti mendapat sinyal. Kenji pun segera bangun dan meraih revolvernya. Kenji pun melihat ke arah sekitarnya terlebih dahulu. Tidak ada serangan dari udara. Tidak ada serangan dari arah pohon-pohon yang lain. Tidak ada ancaman.
"Yang benar saja Hazard. Kau mengirimi ku sinyal SOS supaya kau bisa menggangguku tidur?" Protes Kenji sedikit kesal.
"Woi, kalau kau memeriksa keadaan Pastikan kau memeriksa bawahmu juga. Kau bukan berada di atas tanah saat ini, jenius. Lihatlah ke bawah." Ujar Hazard. Kenji baru sadar kalau saat ini dia diatas pohon.
Kenji pun melihat ke arah bawahnya. Ternyata peringatan Hazard benar. Ada sekumpulan zombie-zombie di sekitar pohon Kenji tapi ada yang aneh dari para zombie itu.
"Kenapa?" Tanya Hazard.
"Tidak... atau mungkin imajinasiku saja.....?" Kenji pun mengarahkan revolvernya ke salah satu zombie tersebut dan menembak kepalanya.
Kepalanya pun pecah. Tapi Zombie itu tidak kunjung tergeletak. Tiba-tiba dari pangkal lehernya keluar tentakel-tentakel daging dengan setiap ujung tentakelnya berupa bilah besi yang tajam dan bergerigi.
Itu yang membuat Kenji heran. para zombie yang lain pun menyadari keberadaan Kenji yang berada di atas pohon dan segera mengerumuni pohon Kenji. Tapi beruntungnya mereka tidak bisa memanjat.
Mereka berteriak dan menggunakan bahasa aneh dan sulit di pahami.
"Bahasa apa yang mereka gunakan?" Tanya Kenji.
"Siapa yang peduli?! Mereka akan menebang pohonmu woi!" Ujar Hazard. Salah satu zombie ada yang melempar kapak kayu ke arahnya tapi kapak itu berhasil Kenji tembak sehingga kapak itu tidak mengenai nya.
"Mereka bahkan tahu cara menggunakan senjata." Ujar Kenji melompat sambil melepas tali yang ada pada di dirinya dan tasnya kemudian mendarat di pohon satunya. Pohon itu pun roboh akibat diledakkan menggunakan dynamite.
Kenji dengan segera menembaki zombie-zombie itu. Semua tembakannya mengenai kepala. 2 dari 5 zombie itu langsung tumbang. Tapi 3 zombie yang lain berevolusi sama seperti zombie yang dia tembak sebelumnya.
Mengeluarkan tentakel dengan ujung nya berupa pisau besi bergerigi.
"Gerakan mereka lambat. Apakah karena fokus mereka menggerakkan tentakel mereka?" Kenji pun menembaki zombie-zombie itu lagi. Tapi setiap pelurunya ditangkis oleh tentakel - tentakel mereka yang merespon cepat.
"Lawan yang merepotkan." Ujar Kenji.
__ADS_1