Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Perpisahan


__ADS_3

Para pahlawan sekarang kocar-kocir. Tersisa 17 orang dari 30 orang yang masih selamat. Gerbang hanya berjarak 20 meter lagi di hadapan mereka. Tiba-tiba ada zombie yang melompat mencoba untuk menggigit Kenji dari atas. Miyuki pun menebas kepalanya dengan mudah.


"Cepat! Semuanya! Kembali ke gerbang! Kembali!" Teriak Hirako. memberi aba-aba dengan tangannya untuk segera ke gerbang.


Miyuki langsung menarik tangan Kenji dan berlari sekencang-kencangnya menuju gerbang. Para prajurit yang menjaga gerbang melihat para pahlawan yang lari terbirit-birit langsung meneriaki mereka untuk segera masuk ke dalam. "Cepat! Segera masuk!" Jerit prajurit yang paling dekat dengan luar gerbang.


Para penyihir kerajaan berbaris diatas gerbang. Mereka siap merapal mantra dan menodongkan tongkat sihir ke arah para zombie. Tembakan bola api dengan diameter bola api 30 cm pun ditembakkan. Banyak zombie yang terbakar dan terpental karena ledakan bola api tersebut. Tapi meskipun begitu tidak semua tembakan akurat mengarah ke zombie, para pahlawan yang paling belakang juga ikut terkena efek ledakannya. sedangkan gerombolan zombie r**unner tidak ada habisnya mengejar para pahlawan. Kenji yang tidak terbiasa lari sprint kelelahan membuat Miyuki tertinggal dan menjadi paling belakang, tersisa 10 meter dari gerbang.


"Ayo kita bisa! Kau pasti bisa!" Kata Miyuki menyemangati Kenji sambil menarik tangannya. Ada zombie runner yang berlari lebih cepat dari mereka berdua dan mencoba melompat dari arah kiri Kenji dan mencoba menyerang mereka. Kenji pun dengan reflek menarik katana pemberian Miyuki lalu menebas kepala zombie itu.


Semua pahlawan yang selamat sudah masuk ke dalam gerbang, totalnya 15 orang. Tersisa Kenji dan Miyuki yang masih tertinggal dan ber-marathon dengan para zombie.


Ledakan tepat di belakang Kenji membuat gelombang dahsyat dan membuat mereka terpental beberapa meter. Tersisa 3 meter. Kenji pun langsung sadar dan melihat Miyuki yang pingsan di depannya.


Rasa sakit terasa di tangan kiri Kenji. Ada 1 zombie yang berhasil mengigit lengan kirinya. Kenji masih sadar dan mencoba melepaskan gigitan tersebut. Salah satu prajurit dari mereka menjemput mereka dengan nekat dan lari kearah debu yang sangat tebal. Ketika melihat Kenji prajurit langsung terkejut. Kenji masih sadar dan tidak kehilangan kesadarannya. Kenji langsung mengunci Zombie tersebut agar tidak menggigit Miyuki yang masih pingsan dan Prajurit itu.


"Nak.....Aku...." Kata Sang prajurit benar-benar seperti kehabisan kata-kata.


"Pak! Bawa Miyuki dan segera pergi ke gerbang! Tutup gerbangnya." Jerit Kenji masih menahan zombie.

__ADS_1


Sang prajurit itu pun tidak tega meninggalkan Kenji. Tapi apa dayanya dia. Kenji sudah tergigit dan infeksinya sangat cepat menyebar. Keringat dingin sudah mulai membasahi pipi Kenji.


Sang prajurit pun menggendong Miyuki dan segera berlari kedalam gerbang. Setidaknya semua kebaikan Miyuki terbayar dengan Kenji menghilang dari pelukannya. Kenji tahu Miyuki tersiksa karena keberadaan Kenji. Memaksanya berbuat baik dengannya, memaksanya memberikan senyum kepada Kenji. Tapi semua siksaan itu sudah berakhir. Dengan begini, Miyuki tidak terbebani Kenji lagi. Selamanya. Pandangan Kenji pun mulai kabur dan berkunang-kunang. Yang bisa dia lakukan adalah mendengar jeritan dari Miyuki yang meneriaki namanya pada akhirnya tak dapat didengar lagi.


****


Kenji mengira dia sudah mati dan berada di hamparan dataran putih. Dia berpikiran kalau itu adalah jalan menuju akhirat, kehidupan selanjutnya. Tanpa kakaknya, Miyuki. Kenji berpikir ini yang terbaik. Tiba-tiba Semuanya menjadi gelap. Tak ada siapapun, apapun, dimanapun. Dari belakang Kenji sebuah cairan hitam membentuk sesuatu. Awalnya kecil tapi kemudian membesar,membesar, dan membesar bahkan Kenji hanya seukuran semut dibandingkan cairan hitam itu. Terbentuklah monster seperti naga blasteran alien yang sangat besar. Tapi anehnya meskipun bentuknya sangat Basar dan mengerikan Kenji tetap tenang dan tidak takut sedikitpun.


Kenji malah mendekati naga itu dengan perlahan. Jadi kau adalah yang selanjutnya? sepertinya naga itu sedang berbicara dengan Kenji dengan telepati.


"Apa maksudmu "selanjutnya"?" Tanya Kenji dengan tenang.


"Aku menolak. Kau bahkan tidak lebih dari wujud kecerdasan buatan untukku. Dan tidak ada kata tolong untukku. Dan tidak ada timbal baliknya denganku. Lagian bagaimana kau bisa masuk ketubuhku coba?" Kenji berbicara dengan naga itu seolah seperti teman akrab.


Sang naga tertawa keras bahkan sampai membuat pijakan Kenji bergetar . Aku menyukaimu nak! Baru pertama kali ini aku diancam dan ditolak oleh makhluk rendahan seperti manusia! Aku masuk melalui DNA salah satu gigitan zombie yang menggigitku. dari virus infeksi itu terdapat DNA bangsa Invest. Aku hanya bisa merasuki yang memiliki DNA Invest. Baiklah kalau begitu. Kita barter saja. Kau boleh gunakan seluruh kekuatanku semaumu dan aku bisa membantumu melalui telepati sebagai gantinya bunuh semua Invest yang ada di dunia ini. Tentu saja ini lebih menguntungkanmu, aku juga akan mencari cara untuk membawamu pulang ke dunia asalmu. Bagaimana?" Sang naga bernegosiasi.


"Tawaran terakhirmu membuatku tertarik. Tapi bagaimana sekarang? dimana kita?" Kenji kebingungan.


Sebentar lagi kau akan terbangun. Kita akan bertemu lagi di sana.....Suara sang naga pun mengecil dan pandangan Kenji tiba-tiba bercahaya sangat terang.

__ADS_1


Kenji pun terbangun dari pingsannya. Dia masih berada di tempat yang sama ketika dia kehilangan kesadarannya menahan salah satu zombie runner. Kemudian dia melihat ke sekitar, tidak ada yang tersisa kecuali tumpukan mayat yang sudah mulai di kerubuni lalat.


Kenji melihat lengan kirinya yang ternyata sudah membusuk karena infeksi virus gigitan zombie. Baunya sangat tidak sedap dan busuk. Urat-urat tangan kirinya dan pembuluh darahnya menjadi berwarna kuning nanah dan itu terlihat mengakar keseluruh lengan kirinya, Kulitnya menjadi abu-abu gelap dan dingin. Kenji pun segera mengambil katana pemberian Miyuki untuk memotong lengan kirinya. Kenji memotong lengan kirinya hingga diatas siku. Kenji lalu membalutnya dan menghentikan pendarahannya. Kenji bahkan sempat menangis menahan rasa nyeri dan perihnya.


Sebuah mulut hitam dengan gigi bertaring keluar dari pipi Kenji.


"Jadi bagaimana? Kau menerima tawaranku tadi nak?" Tanya Si mulut yang bergerak di pipi Kenji.


Sambil mengambil napas, Kenji pun menjadi tenang kembali. "Iya. Kita akan membunuh semua bangsa sialanmu itu. Mereka akan membayar lengan kiriku. Dan juga, aku sudah tidak peduli lagi dengan dunia ini. Yang kuinginkan hanyalah pulang. Pulang ke duniaku." Kata Kenji mengatur napasnya, keringatnya menetes deras.


"Bagus nak. Oh iya, siapa namamu nak?" Tanya si mulut.


"Kenji. Tatsumaki Kenji." Kata Kenji. mengambil pistol Magnum revolver dari temannya yang telah mati dan memunguti amunisinya.


"Oh Kenji ya. Kau boleh memanggilku sesukamu." Kata si mulut.


"Baiklah, bagaimana kalau Hazard? Kau ada di dalam pikiranku saja dan berbicara menggunakan gelombang pancaran otak." Jelas Kenji.


"Boleh......Kenji waktunya menguji kekuatanku. Kucing itu bisa jadi bahan uji cobanya." Kata Hazard. Kenji melihat di depannya. Course Beast berjalan mendekati Kenji.

__ADS_1


__ADS_2