Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Banker 69


__ADS_3

Benar-benar mengejutkan. Kenji menemukan anak kecil perempuan dibalik semak-semak didekat pintu banker. Siapa anak ini? Dan kenapa bisa di sini? Aku mencoba untuk membujuknya untuk keluar dari semak-semak.


"Tidak perlu takut. Sekarang sudah aman." Kataku kepada anak kecil tersebut. Kuulurkan tanganku.


Anak kecil itu melihat ke arah Kenji yang sedang meliriknya. Anak itu kembali segan untuk menerima uluran tanganku dan kembali mundur. Aku pun menatap Kenji memberinya kode untuk menjauh agar anak ini tidak ketakutan dan berani keluar dari semak. Kenji pun meninggalkan kami berdua. Setidaknya pasanglah wajah biasa saja kalau ketemu sama anak kecil. Anak kecil itu perlahan keluar dari semak-semak dan mulai mendekatiku. Dia memegangi telapak tanganku dengan lembut. Kutarik anak tersebut dan keluar dari semak.


Ternyata anak ini lebih manis dari yang kukira. Dia memakai pakaian aneh berwarna hitam dengan motif bunga berwarna oranye dan memakai sendal yang terbuat dari anyaman kayu, dan memakai sabuk kain putih diikat pita di belakangnya. "Bagus. Anak baik. Kau tidak apa-apa?" Tanyaku kepadanya.


"Tentu saja dia tidak baik-baik saja. Dia melihatmu bagaimana kau membunuh vampir-vampir yang ternyata adalah rekan-rekan dari anak kecil itu." Jawab Kenji dengan dingin. Dan itu membuatku tersadar. Terlalu tidak masuk akal jika anak kecil ini sendirian di daerah bangsa iblis. Jadi yang kubunuh tadi......


"Tidak apa-apa. Kami klan pemburu iblis sudah siap akan konsekuensinya jika kami keluar dari persembunyian kami. Lagi pula yang membunuh mereka adalah vampir tadi. Kakak tidak salah." Kata anak kecil tersebut. air matanya mengalir deras ke pipinya. Dari kata anak ini, dia bilang klan pemburu iblis. Berarti ada kemungkinan manusia yang bertahan hidup diluar benteng Tandum. Aku pun memeluk anak kecil tersebut. Ada rasa sakit di hatiku yang membuatku merasa bersalah membunuh anggota klan nya yang berubah menjadi vampir didepan matanya.


"Nak, siapa namamu?" Tanya Kenji yang sedang memeriksa pintu banker.


"Jihan." Katanya sambil terisak karena menangis.


Kenji pun mengambil dan memeriksa beberapa senjata dari klan pemburu iblis. Aku pun juga baru menyadarinya. Semua senjatanya dibuat dari bagian-bagian tubuh bangsa iblis. Bahkan ketika Kenji memeriksa pakaian mereka.


"Ini semua di buat dari bagian-bagian tubuh bangsa iblis. Bahan pakaiannya memiliki daya pertahanan yang sama dengan mantel bulu milikku." Kata Kenji dan kemudian kembali ke pintu banker dan menyeludupkan sesuatu di engsel dan sudut pintu. Yup, itu adalah granat.

__ADS_1


"Lebih baik kalian menjauh." Kata Kenji mengeluarkan 4 pisau lontarnya dari balik jubah bulunya. Kami pun menjauh dari pintu banker dan berlindung ke belakang Kenji. Kemudian Kenji melemparkan semuanya satu persatu ke arah granat yang sudah dia pasang dengan tujuan memotong dan memercikkan api agar bubuk mesiu di dalam granat terbakar. Ledakannya sangat kuat bahkan lebih kuat dari granat biasa.


"Granat modifikasi?" Tanyaku.


"Hanya kucampur dengan sedikit serbuk batu Letus. " Jawab Kenji. Tentu saja Kenji mendapatkannya ketika berada di tambang.


Pintu pun hancur. Kenji bukannya senang tapi malah curiga. Dia melihat ke belakangku. Jihan menjadi takut karena tatapan Kenji yang begitu dingin dan mengerikan.


"Tidak bisakah berwajah biasa saja?! Kau akan menakuti anak kecil tahu!" Protesku. Bukannya menanggapi tapi Kenji malah memalingkan wajahnya dan masuk ke dalam banker. Sikap cueknya sangatlah menyebalkan.


"Ayo, Jihan." Kugandeng Jihan dan menyusul Kenji masuk ke dalam banker.


Yang benar saja?! Dari tiga pintu yang terbuka tadi keluar 3 Curse Beast dari dalam pintu itu. Satunya berjenis seperti anjing serigala yang besarnya sebesar sapi, yang di tengah merupakan Banteng hitam dengan taring, dan satunya lagi berupa beruang kutub. Kenji langsung mengeluarkan Revolvernya.


"Emiya, Kuserahkan Jihan kepadamu." Kata Kenji. Sebelum sempat ku jawab banteng zombie tersebut melaju dengan kencang dan mengarahkan tanduknya kepada Kenji. Kenji melompatinya. Dan akulah yang malah menahan serudukan banteng tersebut. Kutancapkan pedangku untuk menahan tanduknya. Aku heran kenapa aku masih bisa menahannya. Jika aku menggunakan mode manusiaku tanganku pasti sudah copot dan mati tertabrak. Kenji langsung membalikkan badannya di udara dan menembak dua kaki belakang si banteng dan si banteng pun ambruk.


"Tutup matamu, Jihan!" Pintaku kepada Jihan. Jihan pun berpaling menjadi melihat belakangku. Kutusukkan tombakku ke ubun-ubun banteng tersebut hingga hancur tengkoraknya. Darah banteh tersebut muncrat hebat ke segala arah. Sang banteng pun tewas di tanganku. Kenji masih harus menghadapi 2 Curse Beast lagi di depannya.


Kenji mencoba menembak si anjing beberapa kali tapi meleset. Dikarenakan Kenji saat itu sedang berada di udara. Si anjing pun melompat dan mencoba menggigit Kenji. Aku tidak menyangka kalau Kenji akan melakukan itu. Dia memusatkan skill : Double Accel nya ke kaki kanannya untuk menendang si anjing dan membuatnya terpental ke tanah. Kenji pun mendarat di atas tanah. Si beruang kini giliran menyerang. Si beruang menyerang menggunakan cakarnya. ternyata cakaran dari si beruang bisa menyerang hingga jarak menengah dikarenakan tebasannya melalui angin. Kenji telak terkena serangan tersebut. sebagian tebasannya mengerah ke kami tapi kutebas dengan mudah menggunakan tombakku dan membuatnya terpental mengenai pintu besi belakang. Dampaknya luar biasa. Pintu langsung tergores hebat seperti kertas yang di potong.

__ADS_1


Meskipun terkena serangan seperti itu Kenji masih baik-baik saja. Bagaimana bisa itu terjadi?! Si beruang tidak memberi ampun di masih mengeluarkan cakarannya ke udara lepas dan mengincar Kenji. Kenji terkena berkali-kali tapi tetap saja tidak apa-apa. Tersisa satu peluru di revolver. Kenji menembak dengan jitu dan mengenai tepat di siku kiri si beruang dan membuat tangannya terputus. Darah langsung tersimpan ke mana- mana. Si beruang langsung terduduk kesakitan memegangi tangannya sudah terpotong. Kenji mendekati beruang itu dengan santai. Dia mengganti senjatanya, menyarungkan revolvernya dan menarik gagang katana dari sarungnya.


Kenji langsung membelah kepala beruang tersebut menjadi dua seperti memotong buah semangka. Si anjing masih sempoyongan karena tendangan Kenji tadi yang tepat mengenai rahangnya dan kepalanya menabrak tembok dinding. Kulempar tombakku dan mengenai dan menembus batang lehernya. Akhirnya ketiga Curse Beast pun dikalahkan.


"Sekarang kau boleh membuka matamu, Jihan." Kataku kepada Jihan yang masih menutup matanya. Jihan pun membuka matanya dan mencolek wajahku.


"Wajah kakak kotor. Dan pakaianku..." Katanya dengan polos. Yah kotor dengan darah tentunya.


"Nanti aku bersihkan. Untuk saat ini tahan dulu ya sampai kita menemukan air bersih." Jawabku menyentuh hidung Jihan. Jihan pun mengangguk dengan tersenyum.


Aku pun mendekati Kenji yang sedang asyik menguliti Beruang kutub zombie dengan pisaunya.


"Bagaimana bisa kau tidak terluka dari serangan itu? Tembok besi saja tergores hebat hanya dengan sekali serang." Tanyaku.


"Itu skillnya nona muda. Skill Avenger. membuat semua yang dia telan menjadi sumber kekuatannya. Jika dia memakan bangsa iblis tertentu maka Kenji akan mewarisi kekuatannya." Kata si mulut tiba-tiba muncul di leher belakangnya.


Aku pun ingat dengan Ancient Scorpio yang Kenji bunuh di tengah padang pasir tempo hari lalu. Kulitnya sangat keras dan kuat bahkan ledakan granat modifikasi milik Kenji saja tidak menggores sedikitpun di cangkangnya. Berarti setelah Kenji memakannya dia mewarisi kekuatannya yang kebal akan serangan fisik jenis apapun karena mewarisi kulit kerasnya.


Jadi ini kekuatan dari Job Class : Avenger.

__ADS_1


__ADS_2