
Tepat ketika cambuk cahaya merayap di udara secepat angin serta pisau lontar yang berputar dan meluncur di udara secara bersama-sama. Rusa putih yang sudah mereka target masing-masing mengeluarkan kemampuan spesial mereka yaitu berupa teknik lompatan super yang membuat pengguna skill ini bisa melompat hingga 2-4 kali lipat dari lompat biasa.
"Apa?!" Celetuk Kenji dan Tsukuyomi secara bersamaan seolah tidak percaya apa yang barusan mereka lihat.
Pisau lontar maupun cambuk cahaya mereka berdua sama-sama meleset karena kencangnya rusa putih itu menendang udara kosong di belakang mereka sehingga mengakibatkan pisau lontar Kenji malah terpental menancap di pohon begitu juga dengan cambuk cahaya milik Tsukuyomi yang malah terikat di pohon terdekatnya.
Kenji dan Tsukuyomi pun punya ide dan rencana masing-masing dalam menangkapnya. Kenji menyiapkan 2 pisau lontar. Sedangkan Tsukuyomi menyiapkan dua cambuk cahaya dari masing-masing kedua tangannya.
Kenji melontarkan kedua pisau itu secara berdekatan ke arah kaki rusa putih itu. Rusa putih bersiap melakukan tendangan super kaki belakangnya. Tepat ketika kaki belakangnya menendang, 2 pisau itu saling bergesekkan sehingga terpental berbelok dan membentuk sudut belokan 90° sehingga pisau itu menancap di kaki belakang bawah dan membuat si rusa terjungkal.
Sedangkan Tsukuyomi melemparkan cambuk pertamanya kemudian kaki belakang rusa itu menendang dan membuat lesatan cambuknya meleset tapi dalam sekian detik itu Tsukuyomi melemparkan cambuk cahaya yang ada di tangannya yang lain. Tsukuyomi mengincar momentum di detik dimana rusa itu mengeluarkan skill tendangan supernya. Karena pasti terdapat jeda di situ. Cambuk kedua Tsukuyomi berhasil melesat dan terikat ke kaki belakang si rusa sehingga membuat si rusa tersungkur.
Tsukuyomi dan Kenji dengan cepat menggendong dan membopong rusa putih mereka masing-masing ke lokasi ransel Kenji berada.
Mereka berdua sama-sama membawa bobot yang sama karena itu kecepatan lari mereka menjadi berkurang. Mereka pun semakin dekat, makin dekat, makin dekat, dan semakin dekat dengan ransel.
...****************...
Dan ketika mereka bermalam di sebuah dermaga yang dimana para kanibal sudah mereka bantai di sana, Kenji pada akhirnya yang memasak.
"Curang." Ucap Kenji menoleh ke arah Tsukuyomi yang sedang berbaring.
__ADS_1
"Orang yang mulai curang di awal kompetisi punya hak ngomong seperti itu?" Tanya Tsukuyomi dengan nada satir.
Tsukuyomi bisa menang kompetisi karena sebelum dia berlari mengejar Kenji, Tsukuyomi sudah memasang jebakan di dekat ransel sehingga Kenji terkena jebakan itu dan gagal mendapatkan kemenangannya. Kenji juga tidak bisa membantahnya karena dia sendiri juga curang.
Hening beberapa detik. Tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Yang mereka dengar hanyalah gesekan angin terhadap dedaunan di pepohonan di sekitar mereka. Cahaya rembulan juga menyinari mereka seolah mereka berdua sedang disorot oleh bulan itu sendiri.
"Kenji." Tsukuyomi mencoba membuka topik pembicaraan dan seperti biasa Kenji tidak pernah merespon kalau seseorang hanya sekedar memanggilnya.
"Kenapa kau tidak kembali ke camp pahlawan? Bukankah jika Miyuki tahu kalau kau selamat akan membuatnya senang?" Tanya Tsukuyomi. Tunggu! Itu bukan Tsukuyomi. Kenji sangat akrab dengan cara bicara itu.
Kenji pun menoleh ke belakangnya. Itu bukan Tsukuyomi tapi Mai. Teman dekat Miyuki ketika di kampus dan di kelas.
"Mai ya? Kukira kau tidak bisa menukar kembali kesadaranmu dengan milik Tsukuyomi karena jiwamu terlalu lemah." Kata Kenji dengan dingin.
Kenji pun membuang napas beratnya sambil menuangkan sup daging rusa ke dalam 2 mangkuk yang sudah disiapkan.
"Tidak ada alasan bagiku untuk kembali. Lagipula menjadi bebas juga bukanlah hal yang buruk. Semua tindakanku menjadi tanggung jawab ku sendiri. Miyuki juga akan tahu secara sendiri juga sudah tiba pada saat yang tepat. Lagipula aku masih mempertimbangkan siapa saja yang ada dikelas kita untuk ku jahili nanti. Kau cukup beruntung karena namamu tidak ada di dalam list nama anak nakalku, Mai. Miyuki juga tidak perlu melindungiku lagi. Kakakku bisa bebas dari belenggunya dalam tanggung jawabnya untuk melindungiku. Dia tidak perlu tersiksa lebih lama lagi. Dan jika aku kembali itu justru menimbulkan kecurigaan. Pihak kerajaan pasti akan mengintrogasiku dengan kedok wawancara dan itu pasti sangat merepotkan dan memakan waktu. Karena aku juga sudah punya tujuan baru selain menjadi anjing peliharaan Tandum dengan bermain menjadi pahlawan. " Kata Kenji menyendok sup miliknya lalu menyesapnya.
Mai terdiam cukup lama untuk merespon semua alasan Kenji yang baru saja disebutkan. Semua yang dikatakan Kenji tidak salah dan presentasinya pasti tinggi terjadi. Mai semakin sadar kalau akan cukup sulit jika membawa Kenji pulang meskipun dengan cara yang keras seperti menyeretnya. Itu tidak akan berhasil. Mai bahkan beranggapan kalau satu kelas melawan Kenji yang saat ini, Kenji jelas menang telak.
"Lalu apa tujuan barumu itu?" Tanya Mai kembali.
__ADS_1
"Rumah." Jawab Kenji.
"Kau sudah terlalu lama berbicara dan kau juga terlalu banyak bertanya. Bergantilah dengan Tsukuyomi." Pinta Kenji dan Tsukuyomi kembali mengambil alih tubuh Mai. Kenji bisa tahu dari warna matanya.
"Kau kembali juga." Kata Kenji yang masih memakan daging rusa dengan santai.
"Aku tidak menyangka dia memintaku untuk bertukar meskipun dia tahu kalau jiwanya tidak akan cukup bertahan lama untuk muncul ke permukaan. Padahal aku sudah membantunya." kata Tsukuyomi dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi kau memberinya kesempatan?" Tanya Kenji dengan nada sedikit tajam. Apakah sekaku ini kah Kenji terhadap temannya sendiri? Pikir Tsukuyomi.
"Jika aku tidak meladeninya maka ini akan mengganggu ke depannya. Karena pada dasarnya ini bukan tubuhku. Ini tubuh milik wanita bernama Mai. Jika aku tidak menurutinya maka aku tidak bisa menyinkronkan tubuh ini sesuai dengan kehendakku." Jelas Tsukuyomi dengan rinci.
"Dia sudah puas dengan jawabanku tadi?" Tanya Kenji dengan dingin.
"Ya, sekarang dia tertidur pulas di alam bawah sadar." Jawab Tsukuyomi.
"Bagus kalau begitu. Pastikan dia tetap seperti itu. Ingat kontrak kita." Kata Kenji yang akhirnya habis memakan sup daging rusa berbulu putih itu.
"Jadi kemana kita akan pergi besok pagi?" Tanya Tsukuyomi memecah lengang.
"Di ujung danau kita akan menemukan sebuah goa. Di dalam sana pasti ada ada medalion ketiga. Dan sebaiknya kita memutari danau saja daripada kita harus berada di atas air. Aku ingin menghindari danau ini sebisa mungkin. Ada kemungkinan terdapat beberapa ikan yang bermutasi." Kata Kenji.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu. Sekarang giliranku untuk jaga pertama. Nanti ku bangunkan ketika sudah giliranmu tiba." Kata Tsukuyomi.