Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Hamato vs Kenji


__ADS_3

Jika Hamato tidak menolongku mungkin aku akan bernasib sama dengan monster yang Kenji bunuh barusan. Tunggu dulu kenapa aku malah senang diselamatkan olehnya? Justru itu mencurigakan. Apa alasan Hamato menyelamatkanku?


"Anjing liar sepertimu seharusnya dijinakkan dengan cara yang benar." ejek Hamato dengan sifat arogannya. Dia tidak pernah menganggap keberadaan orang lain tidak lebih dari seekor hewan.


Karena Kenji telah memakan Ancient Scorpio yang memiliki kulit sekeras berlian maka tebasan 2 roh prajurit yang dipanggil Hamato tidak menggores punggung tangannya sedikitpun. Malahan pedang 2 roh prajurit itu hancur berkeping-keping. Belum sempat Kenji melangkah 3 roh prajurit raksasa setinggi 2 meter memukulnya dengan palu perang secara bersamaan. "Apa yang kau lakukan?! Kau menyakitinya!" Bentakku kepada Hamato.


"Kau seharusnya diam saja, serangga kecil. Kau seharusnya bersyukur diselamatkan oleh sosok agung sepertiku. Terlebih lagi...." Hamato kembali melihat Kenji yang mampu menahan serangan 3 palu perang raksasa itu hanya dengan tangan kanannya.


"Anjing liar ini sepertinya cukup menarik. Baru pertama kalinya aku melawan sampah daur ulang lebih dari 30 detik." cecar Hamato dengan tersenyum. Jelas itu senyum yang mengerikan dan arogan tapi menunjukkan sedikit kepuasan. Kenji langsung memukul tiga palu itu secara bersamaan hingga 3 roh raksasa itu melepas gagangnya.


Kenji kemudian mengambil salah satu palu yang masih melayang di udara dan memukulkannya ke arah kepala salah satu roh raksasa tersebut dengan sangat keras. Saking kerasnya tanah pijakan roh prajurit raksasa itu hancur seperti cermin retak. Roh raksasa itu langsung memudar dan menghilang. Kedua roh raksasa yang masih posisi terpental tertusuk dengan 2 ekor naga Kenji dan berubah menjadi kilauan emas.

__ADS_1


Tidak tanggung-tanggung, Hamato mengeluarkan Chimera yang dia gunakan untuk membantai pasukan milik Fraksi 13 pahlawan. Ekor berwujud ular milik Chimera mulai menyerang Kenji lebih dulu dengan serangan patokan. Kenji menghindarinya dengan sangat mudah. Kenji kemudian mengeluarkan dari tangan kirinya berupa setengah badan banteng hitam. Dan itu adalah banteng yang kubunuh di lorong banker.


Kenji menggunakannya untuk melawan ular dari ekor Chimera itu. Si ular mencoba mematok kepala si banteng. Tapi usahanya gagal. Kepala sang ular malah menjadi berlubang karena terkena ujung tanduk si banteng. Kenji kemudian menariknya dan memotong tubuh ular tersebut dengan bilah pedang yang ada di punggung tangannya. Darah emas pun memancar dari bagian tubuh ular yang terpotong tersebut.


Karena ekornya terpotong, si Chimera mengamuk dan mengaum dengan sekencang-kencangnya. Chimera itu langsung berlari menubruk Kenji dengan sangat kencang sehingga menabrak tembok beton di samping mayat monster raksasa yang di bunuh Kenji tadi. Asap mengepul begitu tebal ketika hantaman terjadi. Aku membayangkan betapa mengerikannya tubuh Kenji yang hancur akibat bantingan dari monster raksasa tadi.


Tapi tampak setitik cahaya merah darah dari kepulan asap. Setelah kepulan asap itu menghilang, aku tak bisa berkata apapun. Kenji bisa menahan tandukan dari kepala kambing yang ada di atas kepala Chimera hanya dengan satu tangannya. Chimera itu masih berusaha mendorongnya lagi hingga kakinya terpeleset beberapa kali. Tapi Kenji masih menahannya dengan tenang. Dari punggung Kenji keluar tentakel-tentakel kecil dengan ujung seperti kail pancing yang biasa Tuan Franko gunakan ketika hari libur untuk memancing.


Chimera itu berusaha mempertahankan posisinya agar tidak terdorong tapi itu percuma. Kenji masih lebih unggul dalam hal kekuatan. Mulut kambing itu mulai berbusa deras. Kenji kemudian mengangkat Chimera itu ke udara dengan tentakel-tentakelnya. Dengan brutal, Kenji menikam sang Chimera itu bertubi-tubi dengan kedua ekornya hingga menghilang menjadi kilauan emas dan menghilang.


Kali ini giliran Kenji menyerang Hamato. Kenji menyerangnya dengan tentakel-tentakelnya. Tapi semuanya hancur sebelum menyentuh Hamato. Kenji kemudian mengganti pola serangannya dan masuk ke mode serangan jarak dekat. Kenji menyerang Hamato dengan brutal dengan cakarnya. Kenji menyerangnya tanpa ampun tapi Hamato hanya diam bersedekap. Berbanding terbalik dengan pertarungan tadi. Kenji yang dari tadi menyerang Hamato bertubi-tubi malah mengalami kerusakan pada tangan kanannya sedangkan Hamato malah tidak terluka sedikitpun seperti tidak tersentuh sedikitpun dari serangan gila milik Kenji tadi.

__ADS_1


"Kau sudah selesai anjing liar? Baru pertama kali ini aku membiarkan sampah menyerangku lebih dari 10 detik." Kata Hamato seperti tidak terjadi apapun. Sekuat apa Hamato ini?!


Kenji mulai mengaum dan mengamuk. Tapi sebelum Kenji menyerang Hamato lagi, Hamato mengikatnya dengan rantai yang di lempar 3 roh prajurit emas yang menaiki kuda. Mereka menariknya dengan sekuat tenaga sampai-sampai kuda mereka meringkih. Karena Kenji sangat kuat, ketiga pasukan roh berkuda itu terjatuh dari kudanya dan berhamburan kemana-mana. Hamato masih belum berhenti. Dia memanggil 5 roh gajah perang yang masing-masing penunggangnya merupakan roh prajurit bertubuh besar.


Masing-masing dari mereka mengikatkan rantai sebesar dan selebar tiang-tiang bangunan kepada Kenji. Kali ini Kenji merasa kesulitan untuk melepaskan diri. Kenji mencoba meronta-ronta dan mengaum sekencang-kencangnya tapi rantai itu tidak kunjung hancur ataupun lepas. Jangan lepas, kendor sedikitpun tidak.


Bayangkan saja, manusia mana yang kuat menarik 5 ekor gajah perang? tidak ada. Hamato memanggil sekitar 6 roh pasukan kerdil penunggang serigala. Mereka berlari kesana kemari mengelilingi Kenji. Kenji diserang secara bertubi-tubi dengan 6 pasukan penunggang serigala itu hingga sebagian cangkangnya terkelupas dan berserakan di tanah. Kenji mulai melemas karena serangan bertubi-tubi. Aku penasaran. Kenapa Kenji malah menjadi lembek ketika di serang dengan serangan yang lebih lemah dari Chimera tadi?


Aku melihat dengan lebih cermat lagi. Senjata suci. Ya, karena Kenji banyak menelan bangsa ilbis ke dalam tubuhnya otomatis tubuhnya menjadi memiliki aura iblis, dan iblis setahuku lemah dengan dengan elemen suci. Kenji pun mulai berlutut dan melemas.


"Karena kau sudah menghiburku sampai sejauh ini maka akan kuberikan kematian tanpa rasa sakit." Kata Hamato mengangkat satu tangan kanannya ke udara. Muncul sebuah pedang dengan bilah berbentuk seperti kunci berwarna hitam pekat dengan tato berwarna merah, gagangnya berwarna emas dan dihiasi permata. Entah kenapa aura pedang itu membuatku ingin mati dan dipenuhi keputusasaan. Pusaran aura gelap berputar seperti angin topan di bilah pedang itu

__ADS_1


"Dengan begini, terimalah hadiah dariku. Dimana langit diciptakan, dan bumi di hamparkan. Mereka penduduk langit bersuka cita akan penciptaan. Berbahagialah wahai makhluk yang rendah. Dengan ini matilah dan jadilah bagian dari alam. Hai-" Sebelum Hamato menyelesaikan ritual pusakanya aku menghentikannya dengan memegangi tangannya yang memegang pedang.


__ADS_2