
Dari kejauhan aku melihat Kenji menemui 2 orang. 2 orang itu adalah Cole dan Iri. Mereka kemudian berbincang sebentar di seberang jalan dengan Kenji lalu kemudian pergi.
"Baiklah Emiya. Waktunya istirahat." Ujar Tsukuyomi. Yah aku tidak bisa melawan kehendak dari Tsukuyomi karena Tsukuyomi sendiri juga diperintahkan oleh Ousama-nya yaitu Kenji. Dan perintah seorang Ousama itu mutlak. Benar-benar menyebalkan.
Pada saat itu juga aku kembali ke rumah dengan Tsukuyomi yang menuntunku dengan mengambil alih tubuhku.
...****************...
Sementara itu di posisi Kenji.
"Kau tampak lelah, Ken. Yah itu sebenarnya itu salah satu resiko jika kau membantu penyelesaian jadwal milik orang lain. Itu akan mempengaruhi kinerja di misimu sendiri. Kau yakin masih mau lanjut? " Ujar komentar Cole kepada Kenji.
"Lebih baik kau beristirahat. Kau juga sudah mendapatkan uang dari Victor bukan?" Imbuh Iri memegang bahu Kenji.
"Tidak, tetap akan ku lakukan. Lagipula karena cara ini juga yang membuatku bisa bertahan di luar dinding Tandum selama sekitar 2 bulan sendirian jadi aku sudah terbiasa. Dan satu lagi, aku melakukan semua ini bukan karena imbalannya. Imbalan menurutku hanyalah bonus." Ujar Kenji menyingkirkan tangan Iri dari bahunya dengan lembut.
Iri dan Cole pun saling menatap dan mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu. Kita pergi ke tempat titik awal berkumpul." Ujar Cole mulai berjalan. Iri dan Kenji pun berjalan mengekori Cole. Iri kemudian berjalan mendempeti Kenji lalu berbisik.
"Lalu apa yang membuatmu bergerak untuk Emiya?" Bisik Iri.
"Karena cinta... mungkin." Jawab Kenji. Iri yang mendengar jawaban Kenji yang terdengar ragu membuatnya menaikkan separuh salah satu alisnya. Tapi Iri lebih baik untuk tidak bertanya lebih jauh karena terkesan terlalu mencampuri hubungan mereka.
Mereka pun sampai di titik temu yaitu Katedral. Meskipun sudah pernah masuk ke dalam, Kenji masih saja merasa takjub akan isi dan kemewahan bangunan tersebut sekaligus merasakan curiga setelah melihat setiap lambang yang diukir sebagai lambang katedral tersebut. Kenji merasa familiar dengan lambang tersebut. Itu sudah dia rasakan ketika pertama kali pihak Underground mengantarnya ke Katedral ini.
__ADS_1
"Belok ke kanan, kawan-kawan." Ujar Cole memberitahu.
Tepat di lorong kanan mereka menemukan sebuah lift. Mereka bertiga pun masuk. Tapi herannya Cole menekan tombol menuju ke bawah.
"Ternyata Underground juga memiliki underground juga." Sindir Kenji.
"Katedral hanya kedok, Ken. Aslinya.... yah kau bisa lihat sendiri." Ujar Cole mempersilahkan Kenji untuk melihat lebih dekat dari pintu lift yang berbentuk jeruji sehingga memiliki celah.
Di bawah terdapat banyak sekali pembuatan dan pabrik senjata. Mobil-mobil modifikasi, drone-drone canggih, bahkan puluhan lusin robot suite militer. Tapi justru ini yang membuat Kenji heran.
"Setahuku ketika aku membuat kesepakatan dengan Theresa dia ingin merebut kembali Tandum dari tangan pewaris tahta yang sekarang memerintah Tandum." Ujar Kenji.
"Yah seperti itulah, kata bunda kita tercinta." Ucap Iri.
"Jika dia memang memiliki sumber daya sebanyak ini lalu kenapa dia belum merebut Tandum menggunakan ancaman dari semua Source yang dia punya yang ada di sini?" Tanya Kenji dengan heran dengan melirik Cole dan Iri.
"Kupikir dia seorang biarawati diktator yang kejam ternyata dia masih memiliki hati dan perasaan." Celetuk Kenji. Tepat setelah Kenji mengatakan itu, mereka sampai ke lantai tujuan mereka. Ruang pelatihan. Kenji menghitung perlu sekitar 4 tingkatan ke bawah dari wilayah atas underground.
"Lalu untuk bengkel milik Victor? Kukira bengkel itu milik fasilitas Underground." Tanya Kenji penasaran asal mengambil topik.
"Ah itu. Bengkel itu adalah milik pribadinya tapi dia juga ada peranan dalam merancang beberapa senjata dan transportasi di sini." Jawab Cole.
Di bawah sini terdapat banyak sekali prajurit-prajurit yang dilatih. Kenji cukup heran bagaimana bisa Theresa merekrut orang sebanyak ini untuk melakukan kudeta. Apakah seburuk itukah pemerintahan Tandum sehingga banyak memunculkan orang-orang yang fanatik kepada Theresa sehingga ingin melakukan kudeta? Kenji tidak tahu pastinya dan dia juga tidak terlalu peduli juga selama tujuannya tercapai. Yaitu pulang ke dunia asalnya. Mau dunia ini kiamat, di kuasai iblis, dipimpin oleh diktator, selama Kenji bisa pulang maka itu sudah cukup baginya.
"Ketika kau ingin melampiaskan rasa stress mu kau bisa datang kemari dan menembaki apapun yang kau suka selama sasarannya adalah target. Entah itu mau dalam bentuk sihir.... " Cole menunjuk ke arah post pelatihan sihir. Ada salah satu peserta yang menembakkan bola api berwarna putih dan hampir mengenai monitor. Mentor nya bahkan hampir memukul peserta tersebut menggunakan papan kertas yang digunakan untuk menulis skor.
__ADS_1
"... senjata tajam.... " lanjut Cole yang sekarang menunjuk ke arah post penggunaan senjata tajam ataupun jarak dekat-menengah. Salah satu peserta di sana dengan sangat lihai mengunci sebuah boneka samsak kemudian menggoroknya dengan tanpa ragu hingga kepala boneka samsak itu putus. Kenji hanya mengangguk disetiap penjelasan Cole.
"Dan yang terakhir adalah, bidang bagian senjata api. Senjata tipe jarak menengah-jauh." Cole menunjuk sebuah post dimana senjata-senjata api canggih dipajang. Dari tipe pistol, SMG, assault rifle, Sniper rifle, marksman rifle, bahkan juga terdapat tipe launcher atau bisa disebut heavy gun. Kenji cukup terkesan dengan jumlah dan jenis-jenis yang disediakan oleh Underground.
"Sepertinya kalian mempersiapkan cukup banyak mainan hanya untuk sekedar pesta darurat." Ujar Kenji dengan nada terkesan sekaligus sarkas.
"Kenji, di post selanjutnya." Ujar Iri memanggil Kenji untuk menyuruhnya pergi bergeser beberapa meter dari post gudang senjata.
Kenji pun bertemu dengan ruangan uji coba penembakan.
"Untuk menjadi anggota Guardian resmi maka kau harus lolos dari beberapa tes. Salah satunya tes penggunaan senjata api. Aku tahu ini keahlianmu. Jadi kami ingin mengetesmu sebelum misi perdanamu yang resmi." Jelas Cole.
"Apa standar pastinya?" Tanya Kenji.
"Kau setidaknya bisa mencapai 75% di setiap tes. Terutama dalam bidang senjata api. 75% untuk akurasi pistol, SMG, assault rifle, machine gun, untuk heavy gun dan launcher hanya sebagai tambahan." Jelas Iri.
"Adakah keringanan untuk orang cacat dalam tes?" Tanya Kenji. Cole dan Iri mengeluarkan wajah curiga mereka dan penasaran mereka.
"Maksudmu?" tanya Cole. Kenji dengan segera melepas jacket mantel hitamnya dan memperlihatkan apa yang terjadi pada tangan kirinya. Iri yang melihat kondisi tangan kiri Kenji segera menutup mulutnya karena terkejut karena syok, Cole menjadi tersentak melihat dimana tangan kiri Kenji sudah hilang. Hening beberapa saat.
"A-a-aku pikir.... tanganmu hanya sakit.... ternyata.... astaga... " Ujar Cole.
"Kau tinggal menjawabnya Cole. Iya atau tidak?" Tanya Kenji dengan tegas.
"Eh, peraturan tersebut tidak di jelaskan. Jadi kemungkinan tidak ada keringanan meskipun kau memiliki kecacatan." Ujar Cole.
__ADS_1
"Jadi begitu ya. Tidak masalah bagiku. Tunggu apa lagi? Ayo kita mulai." Kata Kenji. Tes pun dimulai.