
Jadi begitu, asal kekuatan dan kemampuan luar biasa milik Kenji. Dari semua bangsa iblis yang telah ia kalahkan kemudian dimakannya sehingga memperoleh kemampuan yang sama dengan bangsa iblis. Memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk menunggu Kenji menguliti dan mengambil beberapa potong bongkahan daging dan beberapa tulang dari Curse Beast. Jihan juga sempat bermain denganku karena bosan menunggu Kenji.
Yang kuherankan adalah kenapa bisa ada 3 Curse Beast di dalam banker? Jika dampak pertarungannya saja sudah menghancurkan lorong sepanjang 10 meter seperti ini, maka seharusnya banker ini sudah hancur-hancur karena menjadi sarang bangsa iblis. Tapi kenapa ketika kami masuk justru terlihat bersih tanpa adanya kerusakan sedikitpun? Bahkan terlalu bersih untuk menjadi kandang bangsa iblis. Dan perangkap tadi....Yang Jihan injak...... Bukannya membuka pintu jebakan, ranjau, atau bahkan lantai berduri yang aktif, tapi malah untuk pintu membuka kandang.....Kudatangi Kenji yang sedang memasukkan beberapa bongkahan daging ke dalam tas gunungnya yang besar.
"Kenji bukankah situasi seperti ini cukup aneh di banker 69?" Kataku keheranan sendiri.
"Ya. Jika di laporan mengatakan hanya penelitian kapal ruang angkasa, Kenapa mereka sampai melindunginya menggunakan bangsa iblis? Dan kenapa juga Fraksi 13 Pahlawan juga sampai repot-repot datang kemari hanya untuk sebuah bangkai kapal ruang angkasa." Katanya kemudian menutup tasnya dengan bulu yang barusan ia kuliti dan mengikatnya.
"Apa maksud semua ini?" Tanyaku. Kenji pun mengangkat tasnya.
"Kita akan mengetahuinya jika sudah menemukan kapalnya. Ayo." Jawabnya kemudian mulai berjalan menyusuri lorong.
"Jihan, ayo. Jangan terpisah dari Kenji." Kataku dengan tersenyum. Jihan pun turun dari kepala Curse Beast berjenis beruang itu. Jihan menggunakannya sebagai kuda-kudaan. Kami pun segera menyusul Kenji.
Kami memasuki lorong sudah selama 20 menit. Karena mungkin lelah Jihan mulai berjalan sempoyongan karena mengantuk. Aku segera menggendongnya. Jihan tertidur dengan pulas layaknya anak kecil yang kecapekan karena lelah bermain. Kenji juga menyuruhku untuk masuk ke dalam jubahnya untuk membuat kami tidak terpisah karena perangkap seperti tadi. Aku pun mengencangkan sabuk pengikatku dengan Kenji agar tidak mudah terpisah. Trik ini Kenji lakukan agar musuh mengira kalau Kenji hanya sendiri.
Setelah cukup lama berjalan Kenji pun menghentikan langkahnya. Kami menemukan mayat-mayat bangsa iblis. Kenji pun memeriksa salah satu mayatnya. Aku sempat melihatnya. Mayat yang Kenji periksa mengenakan jubah yang sama dengan mayat bangsa iblis yang kutemukan di gereja tempo hari yang lalu. Kenji pun beralih ke mayat yang lain dan menemukan sesuatu.
"Black Key." Kata Kenji setelah melihat apa yang tertancap di tubuh salah satu bangsa iblis tersebut.
"Black Key?" Ulangku tidak tahu apa itu Black Key yang Kenji sebutkan tadi.
__ADS_1
"Senjata eksorsis milik organisasi Pihak Gereja. berwujud seperti pendang salib dengan gagang terbuat dari kayu berwarna merah darah dengan panjang bilah sekitar 60 cm dan sangat ringan. Bertipe senjata jarak jauh dan dekat. Mereka bahkan mengincar hal yang sama dengan Fraksi 13 Pahlawan." Jelas Kenji. Dia mencabut Black Key yang menancap di tubuh mayat tersebut. Tiba-tiba bilah Black Key memudar seperti kilauan putih dan menghilang dan hanya menyisakan gagang merahnya saja. Kenji pun memasukkannya ke dalam jubahnya.
"Bukankah mereka ini.... Iblis yang pernah kau kalahkan di gereja?" Tanyaku.
"Ya. Salah satu kartu buangan milik Raja Iblis. Mereka hanya berlevel kategori 3 paling tinggi. Setara dengan kanibal." Jelas Kenji.
"Jadi apa hubungannya Organisasi Pihak Gereja dengan Fraksi 13 Pahlawan?" Tanyaku sekali lagi.
"Berkas yang menjelaskan tentang mereka sangat sedikit. Banyak sudah luntur tulisannya dan ada yang hangus terbakar.Tapi jika kusimpulkan mereka memiliki tujuan yang berbeda. Seperti air dan minyak." Jelas Kenji.
Tumben sekali Kenji menggunakan ungkapan seperti itu.
"Aku hanya kecerdasan buatan. Lagi pula, aku ini bukan perpustakaan kalian. Tidak semua informasi ada padaku. Aku juga ada batasan lo." Jawab Hazard.
"Sudah kubilang, kita akan tahu kalau sudah melihat kapal ruang angkasanya." Kenji pun mulai berjalan dan meninggalkan mayat-mayat yang bergeletakan di mayat.
Kami pun sampai di ujung lorong. Kami menemukan sebuah pintu berdaun ganda. Kenji sempat berhenti sejenak. Kenji terlihat sedang berkonsentrasi sekitar 1 menit.
"Ada apa?" Tanyaku mengintip keluar untuk melihat wajah Kenji.
"Setelah pintu ini terbuka. Jangan diantara kalian berdua membuat suara sedikit pun." Kata Kenji mulai menyentuh gagang pintunya.
__ADS_1
Kenji selalu memasang wajah serius dan datar sehingga susah membedakan jika dia sedang bercanda ataupun sedang benar-benar serius. Tapi aku tetap menurutinya.
"Baiklah." Jawabku.
Pintu pun dibuka dengan pelan-pelan. Bahkan Kenji tidak membuka penuh pintu tersebut. Dia hanya membuka dimana ukuran kami saja. Dan berjalan mengendap-endap. Aku serasa bingung dan ingin bertanya lagi kepadanya tapi aku mengurungkan niatku. Di balik pintu itu, Ada sekitar 3 slave yang kemungkinan besar sedang bertarung satu sama lain. Tempatnya seperti gudang penyimpanan countainer. Pertarungan mereka sangat dahsyat. Tidak mengherankan semua perjuangan mereka bisa teringat hingga sekarang dan menjadi legenda. Benturan senjata mereka begitu menggelegar dan dahsyat. Salah satu Slave membawa pasukan berupa orang-orang berjubah hitam dan bertudung membantu Slave yang sedang berada di di depannya yang sedang melawan Slave yang ada di depannya. Aku tidak tahu dimana keberadaan Ousama mereka.
Tanpa harus mengendap-endap pun kita juga sudah jelas ketahuan, tapi Kenji tetap saja mengendap-endap seperti pencuri di siang hari. Di belakang mereka, terdapat sebuah benda hitam yang sangat gelap dengan motif dan pola-pola berwarna merah menyala dengan ukuran sebesar pesawat jet normal. Mungkin itu pesawat ruang angkasa yang dimaksud.
Kenji bertindak ekstra hati-hati dan menyelinap dari countainer ke countainer yang lain tanpa ada memperhatikan. Bagaimana bisa dia melakukannya hanya dengan gerakan seperti itu? Padahal besar tasnya dan dirinya hampir sebesar dan setinggi beruang yang berdiri dengan 2 kaki. Aku tidak sempat melihat pertarungan antar Slave di seberang kami.
Perlu 5 menit agar kami bisa sampai ke benda hitam yang besar itu. Kenji mengamati dan seperti sedang menganalisa benda hitam itu dengan cermat. Kenji pun mulai berjalan mendekati sebuah celah yang kemungkinan adalah pintu yang rusak dan hancur di bagian belakang pesawat. Kami pun memasukinya. Di dalam begitu gelap, sempit, dan berlendir. Pesawat ini seperti terbuat dari otot dan daging hanya saja semuanya berwarna hitam.
Kami pun sampai ke tepat kokpit.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk masuk ke sini, anjing liar?" Tanya seseorang di belakang kami.
"Kau bisa melihatku....?" Tanya Kenji. Rasanya aku ingin memukulnya karena pertanyaan bodohnya.
"Meskipun menghilang seperti bunglon. Tapi hawa iblis mu itu tidak bisa kau tutupi. Menggunakan daging menjijikan para iblis demi mendapatkan kekuatan. Benar-benar sangat cocok denganmu. Setidaknya hibur aku dengan sedikit tarianmu sebelum kau mati, babi ternak." Jawab seseorang di balik kami. Tunggu dulu! aku merasa tidak asing dengan suara tersebut.
Kenji pun berbalik dan menghadapnya. Aku hampir menjerit tapi teredam dengan telapak tangan Kenji yang langsung membekapku. Bagaimana bisa sosok Hamato berada disini?
__ADS_1