Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Kualifikasi Kenji (Bagian II)


__ADS_3

Diatas meja pembatas sudah disediakan pistol : G2 Combat Kal. 9 mm., Dengan Sub Machine Gun : MP7, Assault rifle : M4 rifle, Light Machine gun : M249. Masing-masing dari senjata itu sudah disediakan peluru magazine sekitar 5 magazine untuk masing-masing tipe senjata.


Cole yang sudah berada di dekat tombol untuk memulai ujian memberikan aba-aba.


"Kau yakin tidak ingin memberikannya keringanan? Kenji hanya memiliki satu tangan." Tanya Iri dengan khawatir. Di wajah Cole juga terdapat keraguan akan kesanggupan Kenji dalam tes ini.


"Maka dari itu kita lihat apa yang akan terjadi." Jawab Cole.


"Siap?" Seru Cole dari seberang. Kenji hanya memberi isyarat tanda ibu jari yang berarti sudah siap. Tombol pun ditekan.


2 target muncul di jarak 10 meter. Kenji dengan sigap menembak 2 target itu menggunakan pistol G2 Combat-nya dan tepat mengenai bagian bulatan paling kecil ditengah. Itu baru permulaan.


2 target bekas tembak pun diturunkan dan berganti 4 target dengan 2 target di depan dan 2 target di belakang. Kenji masih dengan mudah dapat mengenai bulatan kecil di tengah target. 4 target itu pun diturunkan secara mekanik.


Muncul 1 target berjalan ke kanan dan ke kiri dengan kecepatan normal. Baru beberapa senti target itu berjalan Kenji sudah berhasil menembak target itu dan lagi-lagi mengenai bulatan kecil di tengah target itu.


Cole pun bersiul mengetahui cara menembak Kenji yang bisa dibilang cukup mahir.


"Tidak buruk." Ujar Iri terkesan.


Target selanjutnya muncul 2 target bergerak dengan satu target berupa penduduk sipil yang berdiri di tengah dan di antara 2 target itu. Kali ini kecepatan target bergerak ditambah. Kenji berhasil mengenai target bergerak yang ada di depan. Dan untuk yang belakang Kenji juga berhasil menembaknya tanpa mengenai target warga sipil meskipun tidak pas di tengahnya.


Kali ini muncul 3 target warga sipil dan di belakangnya ada 1 target tembak yang bergerak cepat. Kenji mencoba lebih fokus untuk menembaknya dari sela-sela target warga sipil. tapi Kenji meleset. Kenji mencoba lagi dan meleset lagi. sudah sebelas peluru. Tersisa 4 peluru. Kenji pun melihat ruang cukup lebar di pojok Kenji pun berhasil menembak target itu tanpa mengenai target warga sipil. Muncul 5 papan target yang bergerak cepat.


Kenji kemudian menggunakan skill Double Accel-nya sehingga gerakan di sekitarnya alias menambah kecepatan akselerasi dan gerakan motorik tubuhnya menjadi 2 kali lipat lebih cepat dari kecepatan maksimal manusia pada umumnya. Kenji pun membuang isi magazine-nya lalu melempar pistolnya ke atas dan dengan cepat mengambil magazine peluru yang masih penuh di meja lalu ketika pistol itu jatuh dengan sangat lambat Kenji meraihnya lalu memasukkan magazine pelurunya. Jika kejadian itu dihitung melalui stopwatch hanya memakan waktu kurang dari 1 detik.


Kenji kemudian menonaktifkan double accel nya lalu menembak 5 target itu. 2 target mengenai bulatan kecil. Sedangkan 2 target lainnya mengenai sisi paling luar target dan 1 targetnya tidak tertembak. Bel tanda berhenti pun berbunyi. Papan skor menunjukkan akurasi Kenji dalam menggunakan pistol yaitu 89% akurat. Cole dan Iri bahkan cukup terkejut melihat hasilnya.


Cole bukannya terkesan tapi malah merasa takut akan kemampuan Kenji bahkan tanpa dia sadari dia cukup berkeringat dingin setelah melihat hasilnya.

__ADS_1


"Bagaimana jika orang ini menggunakan kedua tangannya? Padahal recoil dari G2 Combat lumayan parah jika hanya menggunakan 1 tangan saja." gumam Cole.


"Baiklah, Kenji. Berlanjut ke mainan selanjutnya. SMG : MP7." Iri memberitahu. Kenji pun mengangguk dan tangan kanannya meraih SMG MP7. Dengan setiap isi magazine-nya adalah 40 peluru.


"Siap?" Tanya Cole sebelum menekan tombol mulai yang sebelumnya diatur untuk latihan menggunakan sekarang sudah ia setting menjadi latihan menembak menggunakan SMG. Kenji memberikan anggukan untuk tanda siap.


"Benar-benar tipe pendiam." Kata Cole kemudian menekan tombol memulai.


"Dia benar-benar tipeku, kurasa." Ujar Iri melihati Kenji seolah Kenji adalah laki-laki tampan yang pertama dia lihat.


"Sungguh? Kukira kau membenci tipe laki-laki seperti Kenji." Cole menanggapi.


"Dia justru malah seleraku. Dia pendiam, tidak banyak bicara, memiliki tubuh fisik yang bagus, walaupun sangat disayangkan kulitnya putih. Apalagi dia juga mandiri." Ujar Iri menggerakkan kedua sayapnya.


"Tapi dia juga sudah punya wanita yang dicintai. Sulit juga untuk bersaing melawannya." Ujar Iri dengan kecewa.


"Tapi tetap saja.... " Ujar Iri dengan kecewa.


"Yah tidak baik juga kalau aku merebutnya sebelum mereka putus hubungan. Jadi aku lebih baik memendamnya." gumam Iri. Bel tanda pelatihan pun berhenti. ketika papan skor diturunkan. Cole dan Iri melihat skor milik Kenji dan mereka langsung curiga dengan hasilnya.


"Apakah memang bukan senjata yang dia kuasai atau.... " gumam Cole.


" atau sengaja dia turunkan?" Lanjut Iri.


Sesi ujian menembak pun terus berlangsung. Kenji beralih dari satu senjata ke senjata yang lain. Dan hasilnya sama seperti dengan hasil ujian menembak dari senjata SMG. Semuanya 75%. Benar-benar mengerikan jika itu hanya kebetulan saja.


Kenji kemudian membunyikan jarinya dengan menekan jari-jarinya ke meja untuk melemaskan jari-jarinya. Cole dan Iri mendekatinya.


"Selain pistol skormu pas KKM, bung. Meskipun untuk nilaimu hampir tidak lulus tapi yah.... Kuharap ke depannya kita bisa akrab. Selamat! Kau lulus. " Cole pun menjabat tangan Kenji.

__ADS_1


"Untuk tes yang lain?" Tanya Kenji.


"Tinggal menunggu arahan saja melalui alat komunikasimu. Mungkin untuk hari ini cukup." Jawab Iri.


"Baiklah, terima kasih atas bimbingannya. Kalau begitu permisi." Kata Kenji kemudian beranjak pergi.


"Kau tidak ingin bergabung?" Tanya Cole dan memberi isyarat dengan memperagakan orang minum.


"Ini tradisi dalam menyambut pendatang baru sebagai anggota Guardian." Lanjut Cole. Mungkin dengan ikut mereka untuk minum Kenji bisa mendapat informasi jadi Kenji memutuskan untuk ikut.


Mereka bertiga pun mampir ke sebuah bar. Meskipun Kenji meminum banyak tapi dia merasa tidak mabuk sedikitpun. Itu karena Kenji cukup resisten terhadap racun dari efek setelah dia memakan banyak sekali bangsa Invest yang dagingnya mengandung racun yang sangat berbahaya. Alcohol dengan dosis tinggi bisa menjadi racun bagi tubuh. Tapi itu tidak berlaku bagi Kenji.


"Oh iya. Aku ingin bertanya kepada kalian." Ucap Kenji.


"Apa itu?" Ujar Cole setelah meneguk bir.


"Sudah berapa lama Underground ini tercipta?" Tanya Kenji.


"Mungkin sekitar 150 tahun yang lalu. 50 tahun semenjak Ratu Fiona Leonheart dinyatakan hilang. Kekuasaan kemudian diambil alih oleh pihak keluarga cabang dari ratu dan memerintah hingga sekarang. Tapi beberapa orang tidak menyukai cara mereka berkuasa dan memerintah sehingga akhirnya menciptakan fraksi restorasi dengan membuat Underground. Beberapa pahlawan dari dunia lain sebelummu ada yang memihak Kerajaan dan ada juga yang memihak Underground. Karena total yang memihak Tandum saat itu 13 pahlawan maka dari itu organisasi mereka dinamai fraksi 13 pahlawan." Jelas Cole.


"Dan para leluhur atau bahkan orang tua kalian memihak ke Underground, begitu?" Tanya Kenji memastikan.


"Iya bisa dibilang begitu. Tetapi karena beberapa dari mereka tidak selamat ketika mencoba melarikan diri. Ada yang dijadikan kelinci percobaan. Ada juga yang dieksekusi di depan masa. Karena kurangnya pihak pahlawan di pihak kami maka dari itu kami lebih baik bergerak diam-diam dan mengumpulkan resource perang sehingga peluang kami dalam kudeta meningkat." Jelas Iri.


"Pendiri Underground jelas cukup pandai dalam mengawasi keluarga cabang itu sehingga bisa membuatnya membelot Tandum. Dan jelas dia juga orang yang dekat dengan keluarga kerajaan Tandum." Kenji berkomentar.


"Dan pendiri yang kau maksud adalah Theresa. Dia pendiri Underground. Jadi jangan tertipu dengan penampilannya. Usianya sudah lebih dari 150 tahun dan dia juga keturunan dari pahlawan dari dunia lain. Keturunan pertama dari pahlawan pertama yang terpanggil kemari." Ujar Cole. Kenji hanya diam tidak mengomentari. Tiba-tiba notifikasi panggilan muncul.


"Baru saja dibicarakan dia sudah menghubungiku." Gumam Kenji.

__ADS_1


__ADS_2